Lulu gadis tomboy putri dari keluarga miskin yang dijodohkan dengan seorang pangeran dari keraton jogjakarta, sebagai balas budi keluarga kerajaan atas jasa almarhum Ayahnya yang telah menyelamatkan nyawa putra mahkota.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26 #table manner
"awwww!! sakit" kata Lulu
Melihat Lulu kesakitan Candramaya segera menolongnya, ia menarik tangan Raisha dan Clara lalu menamparnya.
*plaaak!!!
"sudah kubilang jangan membully anak baru" kata Candramaya
"kak Maya!! "kata Raisha dan Clara bersamaan.
Raisha dan Clara langsung lari meninggalkan Lulu dan Candramaya.
"ciiih?, aku benci sekali dengan tingkahnya yang berpura-pura jadi putri yang anggun, padahal hatinya busuk! " kata Raisha Kesal
"benar, bahkan dia berani-beraninya menampar kita yang jelas-jelas ada dipihaknya" kata Clara
"aku janji kalau ia terus menindas kita, aku takan segan memberitahukan kebusukannya kepada Damar Langit" kata Raisha semakin kesal
Clara segera memberikan kode kepada Raisha untuk menghentikan ucapannya karena melihat Candramaya menuju kearahnya.
"dasar bodoh!!! " kata Candramaya sambil menampar Raisha dan Clara
*plaaaaakkk!!
"kalian cari mati hah, membully Lulu didepan pengawalnya!" maki Candramaya
"kami tak tau kalau ia dikawal" jawab Raisha
"dasar ceroboh!, kalau kalian tertangkap otomatis aku juga ikut terseret, aku tak mau nama baiku tercoreng, dan aku mau kalian lebih berhati-hati dalam bertindak" kata Candramaya
"baik ka" jawab keduanya
"obati luka kalian, aku akan menemui kalian lagi sepulang sekolah" kata Candramaya sambil melempar amplop coklat berisi uang
Ia kemudian pergi meninggalkan Raisha dan Clara.
"brengsek!!, dia pikir dengan uang ini ia bisa membeli segalanya!" kata Raisha yang melempar amplop itu ketempat sampah
Clara kemudian mengambil kembali amplop yang dibuang oleh Raisha.
"selow aja, kita manfaatkan saja ia untuk menarik pundi-pundi keuangannya demi kelangsungan hidup kita juga, setelah puas baru kita balas dia!" kata Clara dengan senyumnya yang menyeringai
*******
Bu Retno sudah memasuki kelas, ia kemudian mengajak peserta didiknya kesebuah ruangan yang mirip dengan kafe.
Disana sudah dipersiapkan meja-meja yang berisi hidangan makan siang, hari ini para siswa akan belajar table manner atau etika makan.
Lulu sudah duduk dibangkunya memperhatikan hidangan yang ada didepannya.
"busyeeet!!, mau makan aja sendoknya banyak banget, segala pake pisau juga" kata Lulu dalm hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"ayo, semuanya silahkan mulai menyantap hidangan makan siang kalian! " perintah bu Retno
Lulu mulai memperhatikan teman-temannya yang sudah mengambil garpu dan pisau untuk mengiris stik daging mereka. Ia mulai mengikuti apa yang teman-temannya lakukan.
"keras banget! "kata Lulu sambil mencoba memotong daging stiknya
"sial!, kenapa susah banget!, padahal yang lain kayaknya mudah" gumam Lulu lagi sambil terus berusaha memotongnya lagi
Melihat Lulu yang kesusahan Candramaya mendekatinya untuk membantunya. Ia berdiri didepan Lulu sambil memberikan aba-aba agar Lulu bisa mengikutinya.
Saat ia mencoba membantu membetulkan Posisi tangan lulu, tiba-tiba tangan lulu terpeleset dan membuat daging stik yang ia potong melesat kewajah Candramaya. Seketika tawa para siswa pun pecah melihat adegan konyol itu.
"diamm!!! " teriak Bu Retno yang membuat semua siswa terdiam seketika.
"maaf ya Maya aku tak sengaja " kata Lulu
"santai saja" kata Candramaya yang langsung bergegas keluar untuk membersihkan wajahnya
"sial, dasar cewek udik!! " maki Candramaya lirih
"kenapa aku selalu sial kalau dekat dia" gumamnya dalam hati
"Lulu!, segera kau pindah kemeja yang baru, dan selesaikan makan siangmu, jika kau tidak berhasil maka jangan pulang" kata bu Retno
Lulu memutar otak bagaimana caranya ia berhasil menyelesaikan tugas ini.
Ia menatap kearah teman-temannya yang satu persatu meninggalkan ruangan itu, tinggalah kini ia sendiri.
"kenapa gak minta bantuan bodyguard aja, pasti mereka bisa membantu memotong daging ini, secara mereka itu kan orang keraton" kata Lulu pelan
Ia kemudian mendatangi dua pengawalnya dan meminta mereka masuk kedalam.
"tolong kalian potongin daging sapi itu, nanti biar aku yang memakannya" sambil meyodorkan pringnya kearah mereka
sang pengawal segera memotongnya dan memberikannya kepada lulu.
"wow, cepat sekali, thanks" kata Lulu sambil tersenyum
Bu Retno hanya menggelengkan kepalanya melihat ulah Lulu dari kejauhan. Ia segera mendatangi Lulu dan menyodorkan piring berisikan daging kearahnya.
"ulangi!, ganti dengan yang ini" kata Bu Retno
Lulu berusaha mengingat apa yang tadi diajarkan oleh Candramaya.
Ia mulai memotong dagingnya dengan sangat hati-hati dan berhasil.
"yeaah, berhasil!!!, berhasil!!" teriak Lulu sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan dan tak lupa mengajak bodyguardnya berjingkrak-jingkrak juga
Bu Retno hanya memandangi Lulu dengan tatapan garangnya, walaupun dihatinya ia ingin sekali tertawa melihat tingkah konyol Lulu. Lulu segera menghentikan aktivitasnya tatkala matanya bertemu dengan mata bu Retno. Ia kembali ketempat duduknya dan menyantap makan siangnya dengan pelan-pelan.
"kau boleh pulang sekarang" perintah Bu Retno dingin
"yaeeeh akhirnya selesai juga, terima kasih bu! " kata Lulu sambil memeluk bu Retno yang tetap menatap dingin kearahnya
Menyadari hal itu segera melepaskan pelukannya.
"peace!! " kat Lulu sambil meninggalkan bu Retno