21+ "Hubungan ini terlarang, Bear!"
"Aku tidak tahu apa hubungan kita, yang aku tahu aku membutuhkan mu"
Alexander Agnoward ketika sebuah keputusan terberat akhirnya membawa nya kembali lagi ke negara nya atas ancaman orang tua nya.
Menjadi sangat rumit ketika dia kembali dan luka lama itu telah sembuh, Alexander jatuh di sebuah hubungan lain, di dalam sebuah ikatan pertunangan yang di buat orang tua nya.
Bukan tidak bisa menerima Tania tunangan nya itu karena setatus nya yang seorang ibu muda beranak satu, hanya saja Alexander sudah sudah lebih dalam terjatuh di hubungan lain bersama Aprilia seorang gadis kecil yang di tolong nya.
Dan bagi nya teramat berat untuk menerima Tania mengingat dia pernah menjadi kekasih adik nya dan mempunyai seorang anak dari adik nya tersebut
"Bukan kah kita sudah tahu ini resiko nya, Aku tidak masalah terluka, asal kau berjanji kau akan bahagia" -Aprilia Shakila-
Akan berakhir pada siapakan Alexander? atau malah akan berakhir dengan salah satu yang terluka ?
Sequel dari Novel berjudul ;
[Pernikahan luar biasa]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesempatan
“Kali ini aku tidak akan mundur, tidak akan pernah!”manik Barra bersinar, jemari nya meremas, kedua kali nya dia benar mendapat kesempatan melihat Tania lagi.
“Apakah Sekarang waktu nya, apakah saat ini takdir telah memihak ku, setelah 9 tahun lalu tidak sedikit pun Tuhan memberikan ruang untuk ku bersama mu!”
“Semua nya masih sama, tidak ada yang berubah, hanya waktu yang terus bergerak maju tapi hati ku tetap berdiri tegak menunggu kau hadir di sana!”
“Apakah Janin itu tumbuh, apakah kau sudah menjadi seorang ibu, Tania?”
“Apakah kau masih menunggu nya Tania, kau masih menuggu si brengsekk itu, sudah aku katakan dia tidak baik untuk mu Tania, dia tidak baik! Andai kau memberi ku celah sedikit saja!”
BRAAAAAKKK…
Seperti tamparan kuat sedang terjadi pada nya, sangat jelas di mata Tania, dia terperangah, kini lelaki itu sedang berdiri tepat beberapa meter di depan nya, membangkitkan kenangan lalu, kenangan buruk yang sudah di pendam dalam sedikit pun tak pernah ingin menggali nya.
Sangat jelas di hadapan ku, kau memukuli nya, kau menghujami wajah nya dengan benda besar itu, kau hampir membunuh nya, membunuh ayah dari anak ku Barra, kau hampir membunuh nya!.
Walau pada akhirnya aku memang bodoh dia mengatakan dia mati, padahal dia pergi meninggalkan kami,meninggalkan aku dengan semua perjuangan ku, memperjuangkan saat semua orang ingin aku membunuh nya membunuh janin ku.
Janin itu tumbuh, dia hidup, dia bernyawa dia ku lahirkan dan ku besarkan mati-matian ku perjuangkan, tanpa nya, dia si Brengsekk itu.
*
Tania tak bergeming terduduk pasrah di tempat nya, bagaimana bisa seorang tamu yang di katakan atasan nya ternyata adalah lelaki ini, makhluk dari masa lalu kelam nya, sahabat Rocky lelaki yang mencampakkan nya.
“Ya karena mu, Kepergian Rocky karena mu…”bathin nya.
Barra mengayunkan langkah nya mendekat, melampirkan senyuman dengan manik yang terus melekat.
“Masuk lah, Pak Dimas sudah menunggu mu!”titah Tania memposisikan diri nya untuk semesti nya, menetralkan diri ini adalah tempat kerja bukan forum pribadi nya.
“Terimaksih Tania!” Ujar Barra melampirkan tatapan penuh arti tatapan penuh damba yang tidak pernah berubah.
Cklak
Tania tersentak, berusaha mengambil okesigen sebanyak-banyak nya, berada di posisi berhadapan dengan Barra membuat nya seakan kehilangan kemampuan bernafas nya.
“Barra Sadana Tyaga, selamat datang di perusahaan saya...”ujar sang pemilik perusahaan. “Silahkan duduk!”titah Dimas setelah kedua nya saling mengulurkan tangan.
“Terimkasih, Tuan Dimas yang terhormat!”balas Barra kemudian.
“Panggil saja Dimas, jangan sungkan, Tuan Tyaga memiliki saham di peusahaan ini, anggap lah ini juga perusahaam mu!”
Barra tergelak.
“Ya, saham milik Tuan Tyaga bukan anak nya!”
Membalas tertawaan Barra, Dimas pun mengeluarkan berkas-berkas penting yang menjadi tujuan Barra ke perusaahn itu.
Kedua nya tampak sibuk berkutat dengan lembaran-lembaran di atas meja Dimas, Barra tampak serius memperhatikan setiap uraian yang berikan Dimas.
Barra tidak pernah berubah dia selalu serius dengan apapun yang ia lakukan, tidak salah jika saat ini orang tua nya meminta nya kembali, kembali di garis hidup semesti nya, Jakarta.
Deringan intercom pun memecah keheningan di ruangan besar itu, satu tangan Dimas mengangkat nya.
“Ada apa Tania?”
Sebutan Dimas nama Tania membuat Barra sukses mengangkat kepala nya.
“Kenapa kau tidak mengatakan nya tadi, saya sedang ada tamu!”
“Ya, baiklah!” ujar Dimas di pengjujung panggilan sebelum mematikan nya.
Dimas tampak ragu, melampirkan tatapan risau, Barra sudah mengerti mungkin ada sesuatu yang mendesak.
“Ada masalah?”selidik Barra.
Dimas menggaruk pelipis nya, dia tidak yakin,ini sangat tidak pantas meninggalkan tamu saat kedatangan nya.
“Ayolah katakan saja Dimas, aku mengerti!”yakin kan Barra di sela-sela penelisikan nya pada berkas-berkas di depan nya.
“Maaf sebelum nya Bar, saya memiliki Janji dengan Tuan Bennedict di waktu yang sangat singkat beberapa menit ke depan, sangat sulit Saya mendapatkan waktu nya”
“Tuan Bennedict, perusahaan star up Amerika itu? Ayolah santai saja, pergi lah, saya akam pergi setelah ini selesai…”
“Saya sangat berat hati, tolong maafkan saya kali ini, saya akan perintahkan Tania untuk menemami anda”ujar nya merasa tidak nyaman.
“Tania?”
“Ya Sekretaris saya” Tidak melanjutkan Dimas pun segera menghubungi Tania kembali untuk segera masuk.
Membentuk sudut di bibir nya, Barra tersenyum dalam hati.
Apakah ini pertanda benar Tuhan membuka kesempatan kau untuk ku Tania, padahal pertama dan kedua hanya di pertemukan dengan mu saja aku sudah cukup bahagia Tania.
Dan sekarang ke tiga kali nya, apakah aku benar akan di beri kesempatan untuk lebih dekat tak berjarak hingga menghidu aroma mu Tania.
.
To be continue
mau punya cucu kau Mike
udah kena skiiipppp😆😆😆😂
gak jadi terbang tu burung
gegara kamu leeekkkkk
akhirnya
berbahagialah Tan
Alex kabarmu
ngeneskah?
memang dia harus Ambil keputusan iniiii
sampai kapan menjalani hubungan tanpa status iniiiiiii
kenapa tidak tegas?!
kamu juga berhak bahagia
harusnya kamu sadar
mending sama orang yg sayang sama kamu
barra masih menunggu