season 1
Naina...gadis cantik yang hidupnya penuh pengorbanan.
setelah papanya meninggal dan adiknya sakit,dia dipaksa keadaan untuk hidup mandiri dan penuh pengorbanan hingga akhirnya terjebak dalam ikatan pernikahan sebagai istri kedua,lebih tepatnya sebagai wanita penerus keturunan keluarga Hardiansyah,karena istri aryo putra Hardiansyah tidak dapat meneruskan keturunan keluarga tersebut.
karna cintanya aryo pada erlita hingga paksaan untuk menikah lagi dituruti dengan syarat dia tidak akan menceraikan erlita.
akankan pengorbanan naina berbuah manis?atau kah pergorbanan nya hanya sebuah pengorbanan disepanjang hidupnya??
season 2
perjalanan kehidupan Kenan dan keluarganya si anak bungsu keluarga Hardiansyah, penuh suka duka tawa dan airmata. Perjuangan dan pengorbanan juga mewarnai kehidupan mereka.
bagaimana posesif nya Kenan terhadap dua putrinya ketika mereka menemukan tambatan hati masing-masing, di warnai dengan kekocakan dan ke gesrekan orang-orang disekitarnya.
Pokoknya kepoin deh, kalo season 1 siap tissue, season 2 siap dua tissue karena kalian akan menangis dan tertawa bersamaan.
(Jangan khawatir season 2 banyak kocaknya dan bisa mengobati luka hati di season 1....istilah menangis- nangis dahulu...ngakak-ngakak kemudian!!)
Jangan lupa like.komen n vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gangguan kehamilan naina
Tak terasa kehamilan naina sudah menginjak bulan ke 5,dan hasil pemeriksaan menunjukkan naina mengandung bayi kembar, seluruh keluarga senang akan berita tersebut.
tak terkecuali nyonya Ratna yang lebih perhatian kepada naina.
tak lupa pula dengan dokter daniel yang tentu saja lebih di repotkan lagi, keluarga besar yang tetap menjaga nama baik aryo agar tak diketahui oleh masyarakat bahwa dia ber istri dua membuat aryo tak bisa leluasa membawa naina seorang diri, alhasil daniellah yang harus menuruti semua keinginan aryo menyangkut naina.
"Berat ya nai...." ujar Erlita sambil mengelus perut buncit naina yang membesar.
"iya kak....tapi masih nyaman kok"...jawab naina.
"cu
ma gitu kak,sering terbangun karna harus ke kamar mandi"... lanjutnya.
"mama....."panggil namira kecil yang berlari ke arah mereka.
"sayang ...jangan berlarian...dimana bi Lastri?"
tanya nya pada gadis kecil itu sambil memangku nya.
"saya di sini nya,....mau saya siapkan makan siang nyonya?"" tanya bi lastri.
"iya bi.... kayak nya si cantik Namira sudah laper ya....anak cantik mama"...kata erlita sambil mencubit gemes anaknya itu.
Namira memandang lekat ke arah naina..seakan bertanya kenapa perut nya buncit...
"kenapa sayang?"...tanya naina.
"ini...?"lanjut naina sambil mengelus perutnya.namira mengangguk, kemudian naina tersenyum dan berkata
"ini adik kecil sayang,namira mau? adik kecilnya ada 2 nih"
"mau...mau..mau"...jawab namira cepat.
"iya nanti mbak kasih ke kamu ya..."
Erlita memang jarang melihat interaksi naina dan namira, mendengar naina memanggil dirinya 'mbak' untuk namira hatinya merasa bersalah, dia merasa telah merebut sesuatu dari diri naina....secara langsung dia memisahkan ibu dan anak kandung tersebut.
"Bunda.... panggil bunda namira"...ucap erlita.seketika naina diam memandang erlita...ada rasa haru disana walaupun dia tau dia tak berhak atas namira karna adanya perjanjian itu tapi tak bisa dipungkiri bahwa dia adalah orang yang telah mengandung dan melahirkan namira.
"Bunda?"tanya namira memandang berganti ke arah erlita dan naina.erlita mengangguk.
"bundaaa....."namira turun dari pangkuan erlita dan memeluk naina,seketika airmata naina turun melewati pipi nya.. rasanya sangat aneh tapi di hatinya sangat teduh,sambil menghapus air mata nya dia memandang erlita.."Terimakasih kak"... ucapan itu lah yang akhirnya keluar dari mulut naina dan disambut senyum an oleh erlita, erlita berpikir bahwa naina juga berhak untuk dipanggil bunda walaupun sampai kapanpun naina tak menginginkan erlita mengaku pada namira kelak bahwa dia ibu kandungnya.
di ruang lain yang masih terlihat..nampak sepasang mata yang melihat mereka...dengan muka yang tak terbaca,ya...nyonya Ratna yang kebetulan melewati ruangan itu menghentikan langkahnya mendengar perbincangan diantara mereka.
#####
"Kenapa datang sendiri nai?" kata dokter risma, dokter kandungan naina yang juga temen Aryo dan daniel.
"tadi dianter mas aryo dok, sekarang dia sudah pergi untuk meeting,nanti dijemput lagi kok"jawab naina sambil tersenyum.
"baiklah...naiklah nai...kita periksa dulu"
"sudah kelihatan jenis kelaminnya dok?"tanya naina antusias.
"hemmm iya nai.....kembar cowok,lihat ini....."
"waaahhh Alhamdulillah,mas aryo pasti senang"....
naina diperiksa oleh dokter risma,nampak wajah dokter risma berubah-ubah, seperti ada sesuatu yang ganjal.
"suster.....tolong ambil darah dan urin pasien ini ya dan bawa ke lab..."
Setelah lama menunggu hasilnya...dokter risma terkejut melihat hasil lab nya.
"nai.....aku perlu bicara dengan aryo..."
"apa ada yang serius dok?"...tanya naina cemas.
"peripartum cardiomyopathy..... penyakit pada ibu hamil ini belum diketahui penyebabnya tapi dengan menjaga pola makan sehat hindari rokok dan alkohol,maka insyaallah kita bisa mengatasi nya"
"kau harus bener2 menjaga diri nai,selain ini kehamilan ganda umurmu juga iku mempengaruhi kehamilan ini,terlalu muda sebenarnya dan jarak dari kehamilan pertama juga belum terlalu jauh"..terang dokter risma.
"apa ini bisa menyebabkan kematian dok?"tanya naina ragu...
"kita pasti bisa mengatasi nya nai,kalo bengkak dikaki mu tidak kunjung hilang datang lah lagi walaupun belum saatnya periksa"
"dokter....boleh aku minta sesuatu?"
"apa iti nai?"
"jangan katakan apapun pada mereka..... katakan saja aku baik-baik saja.....aku pasti bisa mengatasi semuanya..."
"tapi nai....aryo berhak tau,kau sedang tak baik-baik saja nai...dia berhak tau atas apa yang menimpa dirimu"..
Naina menggeleng dan berkata....
"Dia tak berhak atas aku dok, dia hanya berhak atas anak yang aku kandung....dan aku akan menjaganya sampai mereka lahir meskipun dengan bertukar nyawaku dengan mereka"
Dokter risma diam,dia mencoba mencerna perkataan naina, setelah merayu dengan sekuat tenaga akhinya naina berhasil mendapatkan persetujuan dari dokter risma.
"terima kasih dok,mas aryo sudah sampai di depan dia sudah mengirimkan pesan,aku pergi dulu dok"...naina melangkah keluar dari ruangan dr.risma sebelum keluar dari sana dia berbalik...
"Kalo dokter mengingkari janji,aku Pastikan keluarga Hardiansyah tidak akan bisa bertemu dengan calon cucu kembar mereka, aku akan membawa mereka jauh dari sini"
kemudian naina tersenyum dan berlalu dari ruangan itu.
'anak ini harus lahir, apapun yang terjadi....maafkan aku dok'batin naina di balik pintu.
bersambung......
dua sosok wanita mulia yang dipanggil ibu
*naina wanita mulia yang berkorban nyawa demi keluarga, suami dan anaknya,
*erlita wanita mulia yang berkorban perasaan dan menjadi ibu sambung yang sangat baik
aku sangat bangga masih ada novel yang memuliakan wanita
karena banyak sekali novel yang merendahkan wanita,