NovelToon NovelToon
Di Kira Mandul Ternyata ...

Di Kira Mandul Ternyata ...

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:924
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Menerima laki-laki yang di kenalkan oleh sosok yang bernama Ayah itu seperti membuka pintu derita bagi Maura. Apakah Maura menderita karena perlakuan sang laki-laki atau perasaan bersalah pada keluarganya....
Yuk lanjut episode baru cerita aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pamit Resign

Pagi hari Pak Danu di buat heboh karena menerima surat pengunduran dirinya dari Maura dan sudah acc Radit. Sementara Tasya di luar merasa tak tenang karena Maura belum juga datang padahal jam masuk kerja sudah berlalu 30 menit yang lalu tak seperti biasanya Maura terlambat masuk.

"Sya, Lala ngga masuk ya?" Tanya Wulan.

"Gw ngga tau Lan. Ini di telfonin ngga di angkat juga." Tasya.

"Sya," Panggil Pak Danu.

"Iya Pak." Tasya.

"Keruangan saya sekarang." Pak Danu.

Tasya pun mengikuti Pak Danu ke dalam ruangannya. Sampai di ruangannya Pak Danu menyerahkan selembar kertas dan betapa terkejutnya Tasya melihat jika surat itu adalah surat pengunduran diri dari Maura.

"Lala resign Pak?" Tasya.

"Iya. Dan semua udah di setujui. Apa kamu tau penyebabnya apa? Kinerja dia baik tidak pernah lalai kenapa tiba-tiba dia resign." Pak Danu.

"Saya juga ngga tau Pak. Kemarin saya masih ngobrol biasa sama Lala bahkan Lala ngga sedikitpun menyinggung masalah resign Pak." Tasya.

Tok... Tok...

"Masuk.." Pak Danu.

"Pagi Pak."

"Maura."

"Lala."

Maura masuk dan tersenyum dengan ramah seperti biasa. Maura berdiri di samping Tasya yang duduk di bangku depan meja Pak Danu.

"Sebelumnya saya minta maaf Pak. Saya juga berterima kasih karena selama saya bekerja di sini Bapak selalu baik sama saya." Maura.

"Kenapa mendadak La?" Tanya Pak Danu dan di angguki Tasya.

"Saya mau nikah Pak."

"Apa?!" Jawab Pak Danu dan Tasya kompak.

"Eh, manohara. Bukannya adek lu yang mau nikah? Jangan ngada-ngada deh." Ceplos Tasya.

"Iya. Bulan depan adik saya mau nikah Pak. Rencananya memang setelah adik saya Pak. Tapi saya minta hari ini." Maura.

"Hari ini!"

"La, jangan becanda deh lu."

"Jika memungkinkan hari ini saya bisa melaksanakan pernikahan maka malam ini tapi jika tidak memungkinkan mungkin besok kami laksanakan. Maura

"Maura Nathania... Ini pernikahan loh bukan main ke pantai." Kesal Tasya.

Namun, Maura hanya tersenyum.

"Maura. Saya mengerti kamu mau resign. Tapi alasannya yang masuk akan dong Lala Maura Nathania." Pak Danu.

"Ya memang begitu Pak alasannya." Maura.

"La, kamu fikir pernikahan itu permainan?" Tasya.

Kemudian Maura mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Radit untuk mengkonfirmasi kebenarannya.

"Ya sayang." Tampak Radit di layar ponsel Maura.

Pak Danu yang merasa tak asing dengan suara tersebut mendongakkan kepalanya melihat ke arah Maura begitu juga dengan Tasya.

"Pak Danu sama Tasya ngga percaya kalo aku resign buat nikah. Katanya ini pernikahan bukan permainan." Rengek Maura.

Pak Danu dan Tasya tak menyangka jika Maura bisa berlaku manja seperti itu.

"Berikan ponselnya pada Pak Danu sayang." Radit.

Maura memberikan ponselnya pada Pak Danu dan betapa terkejutnya Pak Danu ketika melihat siapa yang berada di balik layar ponsel Maura.

"Se selamat pagi Pak Radit."

"Selamat pagi Pak Danu. Saya mohon maaf jika ini mendadak dan membuat kaget. Saya memang akan menikah dengan Maura dan mungkin akan di laksanakan sore atau malam ini jika memungkinkan. Jadi, saya meminta ijin untuk Maura resign.." Jelas Radit.

"Oh, iya Pak. Saya sudah menerima surat pengunduran dirinya." Pak Danu.

"Terima kasih Pak. Maaf tidak ada undangan atau apapun. Karena acara hanya keluarga kedua belah pihak saja." Radit.

"Baik Pak."

Pak Danu mengembalikan ponsel Maura.

"Kalo udah selesai Mas tunggu di bawah ya sayang." Ucap Radit ketika melihat wajah Maura lagi di layar ponselnya. Maura hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"La." Panggil Tasya.

"Lu tau alasannya kenapa seperti ini Sya." Maura.

"Kamu hamil?" Pak Danu.

"Hah! Bukan Pak aduh jangan bikin gosip Pak. Bikin aja belum masa udah hamil." Maura.

Maura pun akhirnya menjelaskan jika dirinya pernah menikah dan meminta maaf karena merahasiakannya dari kantor. Bukan keinginannya tapi permintaan calon suaminya dulu. Dan ternyata semua penuh kepalsuan sejak awal pernikahan hingga akhirnya dirinya bercerai dengan alasan jika dirinya mandul dengan hasil pemeriksaan Dokter yang Maura sendiri tidak pernah melakukannya.

Setelah Maura menceritakan semua masa lalunya Maura pun menjelaskan alasan kenapa pernikahan nya yang sekarang di adakan hanya di KUA dan mendadak. Pak Danu pun mengerti begitu juga Tasya. Setelah Maura menjelaskan Tasya memeluk erat Maura sebagai dukungan.

"Terima kasih Pak atas bimbingan selama ini. Nanti datang di acara pernikahan adik saya aja ya Pak." Ucap Maura dan di angguki Pak Danu.

"Gw ucapin makasih juga sama lu Sya. Makasih banyak-banyak. Jangan pernah lupain gw sahabat lu. Dan akan menjadi sahabat lu ampe kapan pun." Maura.

"Lu yang jangan lupain gw La." Tasya.

Setelah berpamitan Maura memberikan paper bag kepada Pak Danu dan Tasya masing-masing. Sebuah cendera mata yang Maura berikan untuk teman-teman kantor dan Pak Danu.

Lanjut ya bentar

1
fenita
ingat doa orang yg di zalimi bakal kena azab .aska tunggu aja kehancuran usaha lu
disney
omongan tasya bisa jadi nyata hehehe
disney
aska tolol jgn menyesal suatu saat nanti
disney
pasti perbuatan aska nih
disney
adiknya maura pernah melihat aska dgn ceweknya..hufft
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!