NovelToon NovelToon
BUKAN AKU YANG KAU CINTA

BUKAN AKU YANG KAU CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Sekuel Novel Cincin yang Tertinggal

Kisah seorang laki-laki yang mengejar cinta wanita berhijab namun tak pernah berbalas. Hanya karena sesuatu yang terjadi akhirnya laki-laki itu mau menikahi wanita tersebut walaupun terpaksa.
Menikah dengan orang yang sangat dicintai adalah
impiannya namun menjadi pengantin pengganti bukanlah keinginannya.
Akankah rumah tangganya langgeng?
Yuk ikuti kisah mereka yang seru, menarik dan inspiratif hanya di Bukan Aku yang Kau Cinta.

Like, komeng and subcribe Terima kasih💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 Mulai Ada Ttik Terang

Keira, Meira dan Rina menatap Kasdun dan wanita itu secara bergantian. Mereka tidak percaya kalau Kasdun sudah memiliki seorang istri. Kapan nikahnya?

Sungguh beruntung wanita yang di depannya bisa menggaet hatinya Kasdun. Walaupun secara kasat mata wanita itu terlihat lebih dewasa.

Pupus sudah harapan Keira terhadap Kasdun, sudah tidak bisa diharapkan lagi. Bulir air mata menggenang di kelopak matanya. Ia terus menatap Kasdun seolah meminta penjelasan yang akurat terhadap pernyataan yang sudah ia lontarkan.

Plak

Plak

Plak

Wanita itu memukul Kasdun bertubi-tubi. Trio cilok tercengang lalu bergeming melihat pasangan tersebut memainkan dramanya dengan baik.

"Dasar anak bandel. Bagaimana kamu mau dapat istri kalau kamu mengenalkan mamakmu ini sebagai istri pertama! Ayo ngomong yang bener! Mamak enggak pernah ajari kamu bohong. Ayo jujur!"

"Iya Yang....aku janji mau jujur udah dulu dong mukulnya!" Kasdun kewalahan juga menghadapi emaknya yang bar-bar.

Begitu mendengar keduanya berdebat, trio cilok tertawa renyah. Mereka baru menemukan pasangan ibu dan anak begitu dekatnya.

"Duh Yang sakit tahu. Kenapa Yayang mukul aku terus sih. Ampun sakit Yang, duh galak bener sih istriku ini!"

"Yayang....yayang jempolmu peyang!" Emaknya Kasdun gemas pada anaknya yang sering seenaknya berbuat ulah.

"Yang sudah dong Yang malu dilihatin orang!" Ujar Kasdun stengah berbisik.

Emak Kasdun menghentikan aksi pukul dan cubitannya terhadap anak semata wayangnya. Kembali menatap 3 bidadari yang ada di depannya.

"Maafin anak Emak ya! Ini Kasdun kalau becanda memang kelewatan. Pantas saja sampai sekarang belum nikah ternyata Emaknya dibilang istri pertama. Kasdun....Kasdun bisa ngacir para gadis kalau kamu begini terus!" Emak geleng-geleng kepala.

"Iya Mak maaf. Maafkan Abang ya Kei, Mei, Rin! Abang lakukan ini karena ingin membahagiakan Emak. Sikap santai dengan candaan-candaan yang sering aku lakukan selama ini bersama Emak hanya untuk mencairkan suasana hati yang sedang galau. memang Emak Kasdun adalah sosok pendamping yang selalu setia dalam kondisi apa pun seperti halnya harapan Abang ketika memilih pendamping hidup Abang kelak. Abang ingin calon istri Abang bisa setia selamanya." Kasdun menautkan jemari ibunya kemudian ia angkat lalu diciumnya jemari sang bunda dengan penuh kasih sayang. Kasdun menatap Keira yang masih terdiam sejak awal.

"Emak..... kami bahagia bisa bertemu Emak di tempat seperti ini. tadi kami sempat mengira, kami pikir kalian benar-benar pasangan suami istri mengingat wajah Emak yang masih muda. Sungguh Emak awet muda." Ujar Meira tersenyum.

"Waaaah Dun, baru kali ini ada yang bilang Emak awet muda. Makasih ya Teh Mei...." Ujatnya senang.

"Meira Bu." Sambung Meira cepat. Ia melirik ke arah Keira yang sejak tadi ditatap Kasdun. Lalu ia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.

"Sepertinya kami harus pamit dulu Ibu." Meira hendak pamit namun dicegah oleh Emaknya Kasdun.

"Eh jangan dulu. Kita makan siang bersama. Biar Emak yang traktir. Kebetulan di dalam mall ini ada masakan yang menurut Emak enak. Iya kan Dun?" Emak menyikut perut samping Kasdun.

"I...iiya Mak." Jawab Kasdun gugup.

"Kamu kenapa Dun?"

"Tidak apa-apa Mak, eh iya ayo kita ke sana! Di sana memang masakannya lumayan enak, Pasti kalian belum pada makan kan?" Ajak Kasdun untuk menghilangkan kegugupannya.

"Belum Bang. Alhamdulillah kita bisa makan bareng." Jawab Rina cepat. Walaupun tidak ada yang membelikan sepatu gratis, makan siang gratis pun tidak masalah. Setidaknya untuk anak kosan seperti dirinya, ia bisa berhemat .

Mereka menuju gerai makanan khas sunda yang berada di lantai 1 kecuali Keira.

"Mohon maaf Ibu, saya nanti menyusul saja. Saya mau angkut belanjaan ini ke mobil." Kata Keira beralasan. Keira bergeming masih bingung dalam bersikap. Entahlah bertemu Kasdun saat ini membuat ia masih merasa tidak karuan apalagi bertemu dengan ibunya.

"Kalau begitu biar saya bantu, Kalian duluan saja ya!" Tak disangka orang yang ingin ia hindari justru akan membantunya.

"Mobilmu disimpan di mana, Neng?" Kasdun mengambil alih troli yang dipegang Keira.

"Neng? Bang Kasdun memanggilku dengan panggilan Neng lagi?" Keira tetap bergeming.

"Neng kok diam aja? Ayo jalan, biar nanti kita bisa makan bersama!"

"Bang kenapa Abang mau menolong ku? Dan kenapa abang panggil aku Neneng lagi? Bukankah Abang selama ini menghindariku ya?" Akhirnya Keira membuka suaranya.

Kasdun menghela nafas sambil melirik ke kanan dan ke kiri. Ia menarik Keira biar mengikutinya.

"Nanti kita bicara!" Ujar Kasdun mantap.

Sampai di area parkir mereka saling tatap namun tak berlangsung lama karena Keira memutus tatapan itu.

"Neng....Aku tahu aku salah. Karena selama ini selalu menghindar, ketika kamu selalu berusaha untuk mendekat. Aku hanya tidak ingin aku terluka kesekian kali ditolak wanita yang aku cintai. Kamu tahu luka itu sudah tergores saat papamu mengatakan kalau kamu sebentar lagi akan menikah dengan kekasihmu. Ternyata kamu sudah punya kekasih dan akan segera menikah, selamat ya Neng! Ternyata orang yang aku sayang laku juga." Kasdun tersenyum masam. Ia menatap Keira tanpa berkedip.

Sementara Keira menautkan matanya tak mengerti dengan ucapan yang baru saja dilontarkan Kasdun padanya.

"Kekasih? Kekasih siapa? Selama ini aku yang selalu berharap kamu datang untuk menemuiku dan melamarku. Sejak darahmu mengalir ke dalam tubuhku aku merasa kamulah satu-satunya orang yang mau berjiwa besar menolongku tanpa pamrih. Aku yang selalu berharap hanya kamu yang selalu hadir ketika aku membutuhkan pertolongan. Ternyata aku salah, saat aku butuh kamu untuk mengobati kerinduanku kamu ga ada. Kamu tidak pernah menanyakan bagaimana kabarku setelah keluar dari rumah sakit sampai titik yang membuatku terluka aku melihatmu justru dengan wanita lain. Wanita yang tidak lain adalah temanku sendiri. Kamu tega Bang memporakporandakan hatiku." Lama mereka terdiam, Tapi pada akhirnya Keira beranjak dari tempat itu, namun lengannya dicekal oleh Kasdun.

"Mau kemana? Kita belum selesai."

Keira menatap tangan Kasdun yang masih memegang pergelangan tangan kirinya.

"Aku lapar. aku mau makan. Marah membuat perutku keroncongan. Pembicaraan kita sambung lagi nanti saja."

"Yah Neng berarti bersambung dong ceritanya?"

"Tidak apa-apa bersambung juga. Bukan kah itu berarti kita bisa bertemu kembali? Aku ga mau mereka terlalu lama menunggu kita." Keira terus berjalan tanpa menggubris Kasdun yang berteriak memanggil namanya.

Kasdun tersenyum bangga ternyata hatinya Neneng masih utuh untuknya. Setidaknya ia tahu saat ini Neneng masih bisa diharapkan. Dia tidak ingin kehilangan sosok berharga seperti Neneng. Sosok yang mandiri, menerima Kasdun apa adanya.

Kasdun berusaha mengejar namun ia tidak menemukan Neneng. Di tengah keramaian Neneng menghilang. Ada rasa was-was ketika wanita yang ia cintai tidak terlihat. Matanya menyapu sekeliling sambil berlari. Harusnya ia tidak membiarkan Neneng berjalan sendirian. Kekhawatirannya timbul saat Neneng pernah diganggu preman malam itu.

1
Yuningsih Nining
horeee akhirnya blu lamar meira
hadeuhh gmn nnti saat si tiara tau blu akhir nya meminang meira yng si tiara tau meira dulu perawat nya blu saat sakit, jg si tiara saat itu udah ada cembokur kan?
Yuningsih Nining
😄🤭strategimuuu uqie.... bikin yng baca satu ini ketawa
Yuningsih Nining
pp Keira bin neneng kayak nya punya nilai plus buat kasdun utk gadisnya Keira / neneng
Yuningsih Nining
keputusan kalsdun bagus, gak usah akan ada yng lebih baik dari si tira dun
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
kalau sudah bertemu dengan orang tepat hidup jadi bahagia
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
gitu dong baikan semua
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kapok kamu Riska, jadi orang kok pemaksa banget
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nanti kamu bakal kaget lagi kalau dengar kejutan lagi Genta
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
bau bau cemburu lagi
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nah loh Blu ketahuan kan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Wah keren itu Tiara langsung di angkat jadi sekertaris
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kamu salah Tiara, Genta orang besar itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Ternyata si kakek sendiri yang jadi tumbal
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Akhirnya Tiara sembuh ini. Dengan adanya Genta yang hadir dalam hidupmu semoga kamu tidak menyia nyiakan orang yang perduli dengan mu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti ayah Tiara ini yang pulang
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
siapa cowok yang datang lagi itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti si kakek Mirja ini. tapi untuk apa melakukan cara seperti itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
ih kok serem gini bersetubuh dengan makhluk halus
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
memang kamu salah kok Nurmala, sudah tau salah masih diam saja
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
hukuman buat Tiara semasa hidupnya karena selalu menyakiti semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!