Awal pernikahan ku dengan suamiku,aku sangat bahagia karena suamiku sangat memanjakan ku,apalagi dia tergolong pria yang sukses.Walaupun ada terkadang kerikil kecil di rumah tanggaku kami bisa melewatinya dengan baik.
Setahun pernikahan ku,suamiku mulai berubah,dia mulia egois dan selalu membela ibunya yang kebetulan tinggal bersama kami dan semakin hari aku melihat hubungan ibu mertua dan suamiku semakin janggal.hingga suatu saat aku menemukan mereka berduaan dan aku sangat syok.
Apa rahasia suami dan mertua ku bagaimana bisa mereka begitu dekat sementara mereka anak dan ibu? ikuti kisah cerita ini.
Jangan lupa dukung ya kak 🙏🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 ~ Andre kapan kamu menikahi ku?~
Hanna sangat kesal saat Andre benar-benar tidak mau membukakan pintu untuknya,dia pergi dari depan kamar Andre kembali ke ruang tamu dan duduk disana.
" Kenapa dia harus begitu marah hannya karena pembantu itu,apa dia tidak tau seberapa seringnya aku dulu menahan amarah karena wanita itu."Dia terus mengoceh seperti orang gila.
Malam semakin larut Andre belum juga keluar dari kamarnya akhirnya hari ini dia memutuskan tidur di atas sopa.
Sampai keesokan harinya dia terbangun tepat pukul delapan pagi,dia beranjak dari tempat duduknya lalu dia membersihkan tubuhnya dikamar mandi,setelah itu dia mulai mempersiapkan sarapan pagi.Sekarang dia harus bertanggung jawab atas pekerjaan rumah karena dia sendiri yang sudah memecat pelayan.
Setelah semua sarapan tertata rapi di atas meja Andre keluar dari kamarnya,penampilannya sudah sangat rapi pagi ini dan bahkan dia memakai parfum yang lumayan banyak hingga seluruh ruangan wangi semerbak dari tubuh Andre.
Andre mengabaikan Hanna yang sudah mempersiapkan semua itu sejak tadi pagi,dia kesal kepada Andre akhirnya dia menghampiri Andre yang sudah pergi lebih dulu.
"Andre tunggu...." Andre menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya dan menatap Hanna yang sedang berjalan ke arahnya.
"Kamu ini kenapa sih kamu marah kepada ku hannya karena pelayan itu,memangnya sepenting itu dia untukmu,oke..Aku minta maaf kalau aku salah sudah memecatnya tapi tolong jangan mengabaikan aku seperti ini." Ucap Hanna dengan wajah memohon.
Wajah Andre terlihat datar tanpa ekspresi,entah kenapa tiba-tiba saja dia tidak menyukai hannya yang semakin hari sikapnya membuatnya kesal.
" Aku tidak papa aku hannya ingin mengunjungi,toko papa yang ada di pusat kota." Jawab Andre dengan wajah datar.
" Aku harus ikut Andre,mereka semua harus tau kalau hubungan kita akan menjadi suami istri." Ucap Hanna.
"Tidak usah kamu di rumah saja besok aku masih kesana kamu lebih baik di rumah saja besok baru ikut." Jawab Andre lalu dia segera keluar dari dalam rumah dan pergi menuju bagasi tempat beberapa mobil papanya yang terparkir sempurna disana.
Hanna cukup tercengang mendengar penolakan Andre,selama ini Andre tidak pernah sekali pun menolak keinginan nya entah apa yang terjadi sejak mereka sampai di kota ini dia melihat Andre berubah.
"Tidak..Tidak Andre tidak berubah,dia hannya kelelahan karena perjalan kami semalam." Ucapnya berusaha menghibur diri sendiri.
Seharian Hanna melakukan semua pekerjaan rumah,dia sangat kelelahan ada penyesalan dalam hatinya setelah memecat pembantu kemarin karena semua pekerjaan rumah harus dia lakukan sendiri pekerjaan yang tidak pernah dia lakukan saat dia masih bersama dengan Handoko.
Saat bersama Handoko dia benar-benar seperti nyonya,yang dia lakukan hannya menghabiskan uang sepanjang waktu dan jalan-jalan sepuasnya membuatnya sangat bahagia.
Mungkin karena kelelahan dia tertidur pulas di atas sopa,keringat membasahi tubuhnya.Lama sekali dia tertidur dia terbangun saat mendengar bunyi ponselnya yang ada di kantong bajunya.
Hanna mengabaikan panggilan dari orang tuanya,dia sudah bisa menebak tujuan ibunya menghubunginya adalah untuk meminta uang.
"Sampai kapan sih mereka terus meminta uang? lama-lama kepalaku pusing memikirkan ini."Ucapnya hingga dia membanting ponselnya ke atas sopa.
Benar saja tidak lama kemudian ponselnya bergetar kembali ternyata ibunya mengirim pesan dan meminta uang sebanyak dua puluh juta untuk membayar hutang mereka yang sudah menumpuk.
"Gila...Mereka sudah gila ya minta uang sebanyak itu,apa mereka pikir aku ini punya pohon uang." Dia mengomel sepanjang waktu dan mengabaikan panggilan dan pesan dari keluarganya tapi dia kepikiran juga apalagi katanya mereka sudah di jumpai penagih hutangnya setiap saat.
"Semoga saja nanti Andre mau menuruti permintaan ku,kalau sampai tidak aku bisa mati." Ucapnya dalam hati lalu dia kembali membersihkan rumah karena hari sudah mulai sore.
Setelah semua pekerjaannya selesai dia mandi dan mulai memoles wajahnya,sebenarnya dia sangat kesal kepada Andre yang pulang hingga sore seperti ini meninggalkan dia persis seperti ibu rumah tangga yang sibuk mengurus rumah.Tapi karena hubungan mereka kurang bagus dari kemarin dia ingin melayani Andre dengan baik dan meminta uang untuk pria itu.
Tidak lama kemudian suara mobil Andre memasuki bagasi rumah,dia menunggu Andre di sopa dia sudah berdandan cantik berharap pria itu akan senang.
Tidak lama kemudian Andre muncul dari balik pintu,Hanna menghampirinya dan menyambut kedatangan pria yang sangat dia cintai bahkan sudah sejak pertama bertemu dia jatuh cinta kepada Andre.
Andre tidak berbicara sama sekali saat dia menyambut Andre dengan senyuman,wajah Andre datar lalu pergi begitu saja menuju sopa.
"Kamu ini kenapa sih Andre kenapa sejak kemarin kamu diam ada apa?"
"Tidak papa aku hannya lelah saja,hari ini aku sangat kesal kepada semua pegawai toko karena mereka tidak bekerja dengan baik." Ucap Andre pura-pura mengeluh padahal dia ke toko hannya menggoda para pegawai wanita yang sangat cantik.
Sejak bertemu dengan para pegawai di toko papanya tadi Andre semakin tidak suka dengan Hanna wajah hanna yang sudah tua membuatnya tidak mood.
Hanna menarik napas lega padahal sempat tersirat di pikirannya kalau Andre sudah tidak mencintainya tapi sekarang dia bisa bernapas lega karena Andre kembali seperti semula.
"Andre aku mau bicara?"
"Tentang apa?
"Hmm...Orang tuaku minta uang dua puluh juta untuk biaya bisnisnya bisa kah kamu berikan aku dua puluh juta biasnya papa mu selalu memberikan mereka uang setiap bulannya sepuluh juta tapi bulan ini dan bulan kemarin belum ada sana sekali." Ucap Hanna dengan nada rendah.
Andre tampak kaget mendengar ucapan Hanna,dia tidak percaya papanya begitu bucin kepada Hanna hingga melakukan hal bodoh seperti itu.
" Dua puluh juta,kamu pikir uang segitu tidak banyak,ternyata keluarganya benalu juga,enak saja keluargamu hannya minta uang selama ini." Maki Andre dalam hati.Dia sedang memutar otak untuk mencari alasan yang tepat.
"Hanna...Kamu kan tau kalau kita baru sampai di kota ini,brangkas belum bisa kita buka sementara toko keunagan toko kurang stabil saat ini jadi tolong katakan kepada keluargamu kalau kita belum punya uang." Jawab Andre lalu dia beranjak dari tempat duduknya.Dia ingin kembali ke kamarnya saat dia sudah melangkah beberapa saat dia Kembali membalikkan tubuhnya dan menoleh ke arah Hanna.
" Satu lagi Hanna katakan kepada keluargamu jangan berharap lagi kepada mu."Ucapnya lalu dia segera meninggalkan Hanna yang sedang duduk di atas sopa dengan wajah yang masih bingung.
Hanna menelan saliva nya yang seakan mencekik tenggorokanya saat ini,dia tidak menyangka Andre akan berubah secepat itu kepadanya dan bahkan dia tidak tau apa yang membuat kekasihnya itu berubah.
Hanna beranjak dari tempat duduknya,niatnya dia ingin menemui Andre ke kamarnya tapi saat dia hendak mendorong pintu kamar itu ternyata pintunya di kunci dari dalam.
"Kenapa sih Andre,apa yang membuatnya berubah kenapa dia seolah-olah sedang menghindari ku,apa dia ingin meninggakan aku setelah dia mendapat semau ini,tidak...Tidak itu tidak bisa terjadi,Andre hannya kelelahan dan akhirnya moodnya memburuk." Ucapnya dalam hati dan masih berusaha untuk tidak berpikiran yang aneh-aneh.
"Andre buka pintunya,kamu kenapa kalau aku ada salah bilang kamu jangan seperti ini,apa kamu mau melupakan semua kenangan saat kita masih bersama apalagi untuk mendapat semua ini." Hanna berbicara dari depan pintu yang tertutup tapi Andre sepertinya tidak peduli sama sekali.
Andre kembali melakukan hal seperti kemarin malam pura-pura tidur dan mengabaikan Hanna,dan hal itu membuat Hanna semakin marah dan membuatnya emosi.
"Dasar nenek tua tidak tau malu,kamu menginginkan semuanya,kamu pengen tiap malam di puaskan dan kamu juga ingin harta semua orang tua ku belum lagi keluargamu yang sudah memanfaatkan kebaikan papaku selama ini,cuih aku tidak sudi lagi kepada mu,aku bisa mencari wanita yang lebih muda dan cantik tidak seperti mu." Ucapnya dalam hati lalu melanjutkan obrolannya dengan pegawai papanya yang masih muda
Hanna terus berdiri didepan pintu kamar Andre dan memohon di sana seperti wanita yang tidak punya harga diri.
🌺🌺🌺Bersambung 🌺🌺🌺