NovelToon NovelToon
Dangerous Girl

Dangerous Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Teen Angst / Chicklit
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: Nawangsih

Mika Sanjaya gadis penguasa yang untuk beberapa saat rela meninggalkan semua harta kekayaan dan kekuasaan untuk bisa bersama seseorang yang pernah menolongnya, suatu saat dirinya adalah seorang gadis cantik dengan banyak talenta dan tak pernah kekurangan apapun, tapi di saat lain dirinya harus merubah pribadi dan penampilannya menjadi gadis kampungan dan kumal yang siap di bully hanya untuk seorang pemuda yang pernah menyelamatkan hidupnya, ada intrik juga cinta di daiamnya, ingin tahu bagaimana cerita selanjutnya? ikuti setiap bab yang outhor up ya🤗😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*"Penawar Untuk Korie"

Baik Roy maupun Mika merasa berat hati untuk membawa (memapah) Korie masuk ke dalam klinik, keduanya merasa geli dengan reaksi Korie saat skin to skin.

"Cepatlah bawa teman kalian masuk kedalam."

Kata Dokter muda itu yang tidak langsung dilakukan oleh Roy dan Mika.

Keduanya justru hanya saling pandang dan mengkode seolah berkata,

"Kau saja yang membantunya masuk ke dalam."

Kira kira seperti itulah arti dari pandangan matanya keduanya.

"Hei ! ayolah cepat bawa teman kalian kemari."

Teriak Dokter muda itu yang sudah berada di depan pintu klinik, menyadarkan Roy dan Mika yang pada akhirnya keduanya tetap harus saling bantu untuk memapah membawa Korie masuk ke dalam klinik.

Disaat Roy dan Mika bersiap untuk membantu Korie keluar dari mobil, ternyata Korie yang masih memiliki sisa sisa kesadarannya itu sudah lebih dulu keluar dari mobil.

"Gue masih bisa sendiri, jangan khawatir !"

Korie tampaknya sudah berjuang sangat keras untuk mengendalikan tubuhnya agar bisa keluar dari dalam mobil.

Tampak keringat sebesar kacang membasahi keningnya dan menetes, dengan nafasnya memburu.

Korie berusaha sekuat mungkin untuk mengendalikan hasrat dalam tubuhnya, berusaha agar tubuhnya tetap dalam kendali walau terkadang bibirnya tak terkendali untuk mendesah.

Baik Mika dan Roy tak tega saat melihat darah membasahi bibir Korie, sejak tadi Korie berusaha untuk tetap dalam keadaan sadar dan terkendali dengan menggigit bibirnya.

Dengan merasakan sakit, Korie berharap dirinya masih tetap bisa bertahan dan terkendali sampai pertolongan datang hingga akhirnya dirinya sekarang berdiri disini di depan klinik dengan kondisi yang memprihatinkan.

Korie berdiri dengan sedikit membungkuk dengan kedua tangan bertopang pada lututnya, mata yang memerah dengan bibirnya yang berdarah serta keringat yang membasahi wajahnya dan tentunya dengan tubuh yang basah kuyup, juga nafasnya yang memburu.

"Ayolah Boss kamu pasti bisa, saya bantu masuk sampai ke dalam."

Kata Roy yang membantu memapah Korie masuk ke dalam klinik.

"Roy.... gue... kedinginan heee..e..e..e... jika gue ti.. dak da..pat ter...tolong..."

Belum selesai Korie bicara, Roy sudah menyuruhnya diam dengan suaranya yang tampak menahan amarah.

"Jangan bicara lagi Boss, Dokter pasti bisa menawarkan obat perangsangnya."

Ucap Roy tegas, kali ini dirinya benar benar di buat marah saat melihat keadaan Korie yang seperti ini.

Mika yang melihat keadaan Korie yang seperti ini merasa sangat terpukul, entah kenapa dirinya merasa sakit hati, orang yang dia janji akan menolongnya tapi kenapa untuk yang satu ini dirinya tak dapat menolongnya. Mika merasa dirinya kecolongan, merasa dirinya lalai.

Sementara di kafetaria tempat kejadian perkara, setelah kepergian Mika dan Roy yang membawa Korie, beberapa orang berpakaian serba hitam yang di pimpin oleh Jo membawa pergi Rini.

Atas perintah Mika, Jo menggerakkan beberapa orang orangnya untuk menangkap Rini, dan sesuai perintah dari Mika, Rini dikirim jauh ke negera Zimbabwe.

Malam itu juga Jo mengurus semua surat menyurat yang diperlukan untuk mengirim Rini ke Zimbabwe, Rini yang ketakutan hanya bisa menurut kemanapun mereka membawanya.

Saat ini Korie sudah berada di dalam ruang periksa bersama Dokter dan Roy juga Mika.

Setelah melihat hasil tes darah dan mengetahui berapa banyak kadar zat afrodisiak, akhirnya Dokter mengatakan,

"Maaf kadar zat perangsang yang ada dalam tubuh pasien terlalu tinggi, kita tidak dapat menawarkannya hanya dengan memberikan infus atau minum, dan jelas ini akan membahayakan nyawa pasien jika tidak segera ditolong."

Kata Dokter muda itu lalu lanjut berkata,

"Satu satunya cara untuk menolongnya saat ini hanya dengan melakukan hubungan intim."

Kata Dokter muda itu sambil menoleh kearah Mika.

"Dan waktu yang tersisa di lihat dari keadaan pasien diperkirakan hanya bersisa sepuluh menit, silahkan Tuan dan Nona memikirkan solusinya."

Akhir kata sang Dokter yang membuat gelisah Mika dan Roy.

"Bagaimana Nona? Boss saat ini membutuhkan seseorang untuk tempat dia melepaskan hasratnya, waktunya semakin menipis."

Kata Roy dengan perasaan tidak enak tapi diapun berharap Mika mau menolong Korie, apalagi Roy sangat tahu jika Korie sebenarnya menaruh rasa pada Mika.

Mika sendiri merasa serba salah, satu sisi dia merasa berat jika harus melepas kegadisannya dengan cara seperti ini, tapi disisi lain ada seseorang yang mana dirinya sendiri telah bersumpah akan selalu menolongnya apabila orang itu dalam kesusahan.

"Sanggupkah aku melanggar janjiku dan membiarkannya mati?, apakah aku harus melepas kegadisanku dengan cara seperti ini yang jelas jelas melanggar syariat agama? dan merendahkan harkat dan martabatku!"

Disaat Mika sedang berpikir dan menimbang nimbang keputusan apa yang harus diambilnya, suara sang Dokter menyadarkannya dan membuatnya mengambil keputusan secara kilat.

"Tersisa empat menit lagi!"

Suara sang Dokter menyadarkan Mika.

"Baiklah saya bersedia, tolong beri saya vinyl gloves, dan guling atau bantal satu lagi."

Jawab Mika cepat sambil meminta beberapa benda.

Mika segera masuk ke dalam kamar dimana Korie diperiksa tadi, bersamaan dengan sorang perawat datang membawa benda yang diminta oleh Mika.

Setelah menyerahkan benda yang diminta Mika, si perawat langsung keluar dari kamar itu meninggalkan Mika dan Korie di dalamnya.

Didalam kamar itu Mika lalu memakai vinyl gloves di kedua tangannya lalu melakukan hal yang seharusnya dia lakukan untuk kesembuhan Korie.

Mulailah terdengar suara suara aneh yang berasal dari dalam kamar itu yang membuat ketiga orang diluar kamar itu saling pandang kemudian saling merasa malu dengan muka mereka yang memerah.

Roy menjadi serba salah dia berdehem lalu garuk garuk kepalanya yang tak gatal, sementara sang Dokter pura pura menulis resep dan si perawat buru buru merapikan peralatan medis yang tak pernah rapi.

Yang membuat mereka bertiga merasa aneh adalah, suara ahh uhh ohhh itu hanya terdengar sebentar lalu berganti dengan suara mendengkur.

Dan bersamaan dengan suara mendengkur itu pula Mika keluar dari kamar itu, dan anehnya Mika keluar tetap dengan wajah dinginnya, pakaiannya juga masih rapi dan rambutnya juga masih tetap tertata rapi.

Mika tahu apa yang dipikirkan oleh mereka bertiga tapi dia terlalu malas untuk memberikan klarifikasi kepada mereka tentang sesuatu yang dianggapnya tidak penting.

"Karena saya sudah melakukan yang harus dilakukan dan si Boss juga sudah selamat dari masa kritisnya, hari juga sudah larut malam jadi saya pamit go home okay."

Ucap Mika setelah keluar dari dalam kamar.

Baik Roy, sang Dokter juga si perawat hanya menjawab perkataan Mika dengan menganggukkan kepalanya.

*Ok guys semoga suka sampai jumpa di bab selanjutnya dan jangan lupa untuk LIKE KOMENT RATE BINTANG LIMA DAN FAVORITKAN JUGA SECANGKIR KOPI DAN BUKET MAWAR BUKTI TANDA CINTA UNTUK OUTHOR. LOVE YOU ALL 🤗😘😘😘*

1
Nadira ST
mika kayak mau kampanye aja,
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kalau ga liat lgsg dia emang gak percaya sih mik
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
cmwiw bang korie mulai perhatian🤣
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
wkwkkwk malah kena jadi bayarin semua orang
M⃠: kalah gokil sama duo twins😜😜😜
total 1 replies
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
mika aja yang tuh yang gak mau ngaku kalo suka juga sama korie
M⃠: belum ada getarannya Mel 😁
total 1 replies
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
wkwkkwk untung Roy normal ya gak mau dideketin korie
M⃠: wkwkwkk
total 1 replies
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
kurang jauh kk buang nya
harusnya si Rini lempar ke Pluto aja
M⃠: sengaja Mel biar si Rini jadi yang tercantik disana😁
total 1 replies
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
salah baca bab aku
ini area anu ya
wkwkkwk
M⃠: wkwkwkk gakpapa Mel biar gak telat gede😁
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwk pengen ngakak deh, di bersihin nya kalau gk di lihat gimana, di raba kah, yg ada hidup lagi tuh burungnya wkwkwk🤣🤣🤣🤣
M⃠: yakin itu burung ka Dewi 😌🏃🏃🏃
total 3 replies
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
kok uh ah gk jelas sih nel, lha malah mendengkur aja🤭
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌: kepo yee
total 6 replies
QiDi
keringetnya g cuma segede jagung ya mbakyu..
QiDi
bantu sekali ini, stelah itu bakal tanggung jwb.. hmm 💆🏻‍♀️
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
emang bisa ya di obati oleh dokter, ada yg bilang, kalau kena obat perangsang obatnya ya anuuuu, bener gk sihhh
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌: wkwkwk kepo, anak kecil gk boleh kepo 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
geli jg ya roy, pisang makan pisang 😂
Rhiez~Nyai Hebring🖤²²¹º
mika oohh mika.. seneng bgt nyiksa para penghuni perut mu itu😁😁😁
Rhiez~Nyai Hebring🖤²²¹º
good job Korie.. lanjutkaann
Rhiez~Nyai Hebring🖤²²¹º
mika kok mirip amel ya, suka nahan2 laper🤭
M⃠: terinspirasi dari Amel Teh😂
total 1 replies
Rhiez~Nyai Hebring🖤²²¹º
mika ga rabun, tapi emang kicimiti nya.. kicimiti kuda🤭🤣🤣🤣
M⃠: wkwkwkk
total 1 replies
QiDi
mau dong mbakyu kpn" mkn dsana..
sepuasnya lho.. 🤭😅😅
M⃠: nunggu undangan hajatan tetangga aja Mbakyu wkwkwkk 🤣
total 1 replies
QiDi
ayank ya masih otw..
otw nyari maksudnya.. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!