NovelToon NovelToon
Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Amor Prohibido (Cinta Terlarang)

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: J.E.A strange

Walau’pun tidak di setujui oleh sang ibu, Nathan tetap menikahi Alice. Hidup pasangan suami istri ini sangat bahagia, apalagi mereka di karuniai dua orang anak. Asher dan Zelda.

Tapi Naas di saat kedua anak itu berumur 10 tahun dan 7 tahun, Nathan dan Alice di bunuh oleh adik tirinya. Untuk menyelamatkan kedua anak ini, tuan Smith meminta pelayan setianya untuk membawa Asher dan Zelda ke Madrid tempat asal dari pelayan itu.

Awalnya kedua anak ini baik-baik saja di Madrid, sampai pada akhirnya terpisah karena serangan sekelompok orang bersenjata di stasiun kereta bawah tanah Barcelona saat mereka berlibur di kota itu yang mengakibatkan pelayan mereka meninggal dan Asher terkena tembak.

Sedangkan Zelda yang sudah berada di dalam kereta tidak bisa keluar lagi dan akhirnya dia dibawah oleh sepasang suami istri.

Bagaimanakah kisah mereka? Yuk di baca saja ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J.E.A strange, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah dia itu pacarnya?

Di sebuah gedung nampak seorang pria sedang berlatih menembak, dengan menutup mata menggunakan kain hitam dia melepaskan beberapa tembakan ke sasaran yang berjarak sekitar 10m dengannya.

Pria itu melepaskan kain penutup dan menekan tombol sehingga sasaran yang di tembak mendekat lalu dia tersenyum. Semua tembakan yang di lepaskan tepat mengenai tempat yang mematikan.

“Kamu hebat, Zelo.” Pria itu menoleh ke arah suara itu kemudian dia tersenyum.

“Hernand? Kamu di sini juga?” Hernand tertawa dan memperhatikan bekas-bekas tembakan yang dilepaskan pria itu.

“Iya, ayahku pelatih tembak di sini. Oh ya, tadi aku melihatmu menutup mata dan melepaskan tembakan. Kamu sangat hebat.” Kembali Hernand memuji lalu Zelo tertawa.

“Aku masih belajar.” Hernand menepuk lengan Zelo dan ikut tertawa.

“Oh ya, selesai dari sini kamu mau kemana?” tanya Hernand seraya berjalan di samping Zelo.

“Langsung pulang, ada yang harus aku kerjakan,” jawab Zelo sambil melepaskan sarung tangan dan memberikan pistol kepada petugas.

“Baiklah kalau begitu, aku ingin melihat ayahku di sebelah sana.” Zelo menganggukan kepala kemudian dia meninggalkan gedung latihan dan masuk ke mobil.

Pria itu tidak langsung pulang tapi dia menuju ke suatu tempat. Zelo tiba lalu masuk dan melihat banyak anak kecil dan orang dewasa sedang berlatih bela diri.

Zelo melihat seorang pria yang sedang mengajarkan bela diri kepada seorang yang sudah dewasa, dia duduk dan memperhatikannya lalu terdengar seseorang menyapanya.

“Anda ingin berlatih.” Zelo melihat ke samping dan menatap pria yang bertanya.

“Um … aku hanya ingin melihat saja,” jawab Zelo seraya berdiri dan tersenyum kepada pria itu.

“Oh … begitu.” Zelo menganggukan kepala kemudian pria itu meninggalkannya. Kembali dia duduk dan memperhatikan mereka yang sedang berlatih.

Zelo melihat ada beberapa pedang dan tongkat di atur berjejer di tempat, kemudian dia berdiri  mengambil salah satu tongkat dan memutarnya.

“Kamu bisa menggunakannya?” Zelo terkejut kemudian meletakan kembali tongkat itu.

“Um … sedikit,” jawab Zelo seraya tersenyum kepada gadis yang bertanya.

“Kamu ingin mencobanya?”  Zelo tertawa dan menggelengkan kepala.

“Coba saja,” ujar salah satu pria seraya berjalan menghampiri Zelo. “Oh ya, aku Sabino.” Zelo menyambut salaman itu dengan tersenyum.

“Zelo.” Mereka berjabat tangan lalu Sabino mengambil tongkat itu dan melemparkannya kepada Zelo.

“Ayo kita coba.” Zelo menangkap tongkat lalu mereka berjalan ke arena.

Sabino memainkan tongkat itu lalu tiba-tiba dia menyerang Zelo. Pria itu terkejut tapi dengan sigap dia menangkis serangan Sabino dan membalas menyerang.

Pria itu tertawa melihat kelincahan Zelo memainkan tongkat itu, dia kembali menyerang tapi dengan mudah Zelo menangkis dan membalasnya.

“Ternyata kamu hebat,” ujar Sabino dengan menyerang kembali, Zelo tertawa dan menangkis setiap serangan pria itu.

Kali ini Sabino menyerang bukan dengan tongkat saja tapi melayangkan tendangan ke tubuh Zelo, tapi pria itu bisa melihat gerak-gerik Sabino. Dia dengan cepat menghindar dan melepaskan tendangan sehingga Sabino terjatuh.

Orang-orang  yang melihat pertarungan Sabino dan Zelo bertepuk tangan, mereka menyemangati kedua pria itu. Sabino mulai kesal sedangkan Zelo terlihat tenang, dia tetap melayani permainan dari sang pelatih.

Merasa tidak bisa mengalahkan Zelo akhirnya Sabino berhenti kemudian dia mengajak pria itu duduk dan berbincang-bincang dengannya.

“Dimana kamu belajar bela diri?” tanya Sabino seraya memperhatikan Zelo.

“Di Brazil, kebetulan temanku berasal dari jepang. Dia yang mengajariku menggunakan tongkat dan pedang.” Sabino mengangkat kedua kening dan memuji kehebatan pria itu.

“Wow, pantas saja kamu terlihat sangat lincah.” Zelo tertawa dan menepuk punggung pria itu.

“Kamu juga hebat,” puji Zelo seraya berdiri kemudian dia berpamitan kepada Sabino.

“Hey, Zelo. Sering-sering berkunjung ke sini.” Zelo menganggukan kepala kemudian dia meninggalkan gedung latihan dan kembali ke apartemen.

 Saat tiba wajah Zelo berubah  melihat Casey sedang bergandengan tangan dengan seorang pria memasuki gedung, wajahnya nampak kecewa. Dia menaiki anak tangga dan menuju ke apartemen miliknya, pria itu juga melihat Casey dan pria itu masuk ke unit gadis itu.

“Apakah dia itu pacarnya?” Zelo masuk dan menghempaskan tubuhnya di sofa lalu memejamkan mata.

“Pantas saja dia begitu dingin kepada laki-laki ternyata dia sudah punya pacar.” Pria itu berdiri dan membuka kulkas, dia mengambil soft drink lalu duduk di teras.

Sementara di apartemen lain, nampak Casey sedang bersenda gurau dengan pria itu. Mereka saling bercerita masa-masa mereka masih kecil.

“Tidak terasa kamu sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang sangat cantik,” puji pria itu lalu Casey tersenyum.

“Kamu juga, Albert. Aku tidak menyangka kamu akan menjadi pria yang sangat tampan. Aku sangat senang mempunyai sepupu sepertimu.” Albert tertawa dan mencubit hidung gadis itu.

“Kamu sudah lama di Valencia kenapa tidak mengabariku?” tanya Albert dengan mengacak rambut  Casey.

“Aku tidak ingin merepotkanmu.” Albert membelalakan mata dan mencolek pinggang gadis itu.

“Merepotkanku?” Kembali Casey tertawa melihat mimik wajah sepupunya.

“Aku hanya bercanda. Oh ya, kamu mau minum apa?” tanya Casey seraya berdiri dan berjalan ke dapur.

“Apa saja yang penting bukan racun.” Casey tertawa dan melempar bantal ke arah sepupunya. “Apakah kamu sudah punya pacar di sini?” Casey menoleh kepada Albert dengan mengkerutkan dahi.

“Aku datang ke sini untuk kuliah bukan cari pacar,” ujar Casey lalu Albert menganggukan-anggukan kepala seraya tersenyum.

“Bagus kalau begitu, ayah dan ibumu pasti bangga padamu.” Casey hanya tersenyum sambil membawa teh ke teras lalu mereka duduk.

“Aku tidak ingin mengecawakan papa dan mama.” Albert kembali mengacak rambut Casey lalu gadis itu tertawa. Mereka berdua duduk santai menghadap pantai sambil menikmati udara sore hari.

****

Cafe yang terletak di kampus itu nampak sangat ramai, seorang gadis duduk di pojok sedang mengerjakan tugas lalu seorang pria datang menghampirinya.

“Boleh aku duduk di sini?” Casey mengangkat kepala lalu dia tersenyum simpul dan menganggukan kepala.

“Silahkan,” ujar gadis itu seraya mata kembali menatap layar laptop. Pria itu duduk dan meletakan kopi di meja.

“Sedang mengerjakan tugas?” Tanpa menatap pria itu Casey menganggukan kepala.

Walaupun dia sudah pernah menolong Casey, tapi Zelo belum begitu dekat dengan gadis itu. Kalau bertemu dengannya Casey hanya sekedar menyapa dan tidak banyak bicara, seperti saat ini.

Casey hanya lebih memilih mengerjakan tugas dari pada berbincang dengan Zelo yang sudah duduk di depannya. Pria itu menjadi canggung, saat dia akan berdiri terdengar seorang wanita menyapanya.

“Zelo, kamu di sini juga?” Pria itu menoleh lalu tersenyum.

“Zaneta?” Pria itu berdiri dan bersalaman dengan wanita itu, sementara Casey dia tidak memperdulikan Zelo dan Zaneta. Dia lebih fokus mengerjakan tugasnya.

“Iya, aku kuliah di sini,” ujar Zelo lalu dia mengajak wanita itu duduk.

“Aku juga kuliah di sini, sudah semester empat.” Gadis itu tertawa sambil mata melirik kepada Casey. “Oh ya, Zelo. Bagaimana kalau sebelum pulang kamu bermain ke tempatku.”

“Um … maaf, aku tidak bisa. Selesai kuliah ada yang harus aku kerjakan.” Zelo menolak karena dia sedang mengincar Casey.

“Baiklah kalau begitu, aku tinggal.” Gadis itu berpamitan sambil mata menatap Casey. ‘Apakah itu pacarnya? Aku harus segera meminta daddy untuk menjodohkan aku dengan Zelo,’ gumam Zaneta seraya meninggalkan pria itu.

Sementara di meja lain, Jaime dan Orland sedang memperhatikan Casey. Mereka berdua sangat mengagumi kecantikan gadis itu dan ingin mendapatkannya, saat Zelo berdiri  kedua pria itu datang dan duduk di depan Casey.

Casey tidak menggubris Jaime dan Orland, dia tetap mengerjakan tugasnya. Jaime memegang tangan Casey lalu gadis itu menepisnya, dia menatap tajam kepada Jaime. Melihat Casey seperti itu, Orland tertawa dan menyentuh pipi Casey.

Kembali Casey menepis tangan Orland, dia terlihat sangat marah. Gadis itu berdiri tapi dengan cepat Jaime menariknya duduk, dari kejauhan Zaneta memperhatikan Orland dan Jaime. Dia tersenyum dengan apa yang di lakukan oleh kedua pria itu.

Jaime adalah sepupu Zaneta, wanita itu berencana untuk menjauhkan Casey dari Zelo lewat Jaime dan Orland. Dia tidak ingin Casey dekat dengan pria itu.

Baru saja Zelo akan melangkah keluar dia melihat Jaime dan Orland sedang menganggu Casey, Zelo menghampiri mereka dan menarik gadis itu untuk ikut bersamanya. Jaime dan Orland hanya menatap kepergian Zelo dan Casey, mereka tidak berani menyentuh pria itu.

Zaneta melihat Zelo menyelamatkan Casey, dia menjadi kesal dan pergi menghampiri sepupunya. “Dasar bodoh, menghadapi satu orang saja tidak bisa,” ujar  wanita itu  lalu dia menepuk punggung Jaime.

“Ternyata seorang Jaime dan Orland di remehkan oleh satu orang pria, aku pikir kalian berdua yang paling di takuti di kampus ini.” Jaime hanya diam dan berdiri lalu mengajak Orland untuk pergi.

Zaneta terpaku melihat Jaime dan Orland meninggalkannya. Wanita itu tidak tahu kalau Orland dan sepupunya pernah di hajar oleh Zelo karena menganggu Casey.

“Sekali lagi terima kasih sudah menyelamatkan aku dari mereka,” ucap Casey saat mereka berdiri di depan ruangan. Zelo tersenyum dan menganggukan kepala.

“Sama-sama, baiklah aku harus masuk sekarang,” pamit Zelo kemudian dia meninggalkan gadis itu.

Casey juga masuk ke ruangan lalu dia melihat Diaz dan Anna, gadis itu langsung menghampiri mereka berdua dan menceritakan kejadian di cafe.

1
Eka Aphalah Aphalah
mabuk Taek lah,,emng dr awal Lo ketemu Ama rekan bisnis Lo otak Lo udah kotor zelo
jd jgn salahkan Lo mabok
salahin az burung murahan looo
GOD BLESS
hadeh...nyonya smith ga lbh rendah derajatmu drpd alice, cuma pembantu/ pengasuh dikeluarga tuan smith. ini ni...kacang lupa sama kulitnya
Sri Rahayu
pindah kemana ?
Agni amrin
bagus
Agni amrin
bagus
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
jangan bilang klo mereka Asher Zelda versi dewasa thor.. jangan biarkan mereka saling jatuh cinta ya.. 😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
sumpah ya itu c Danny bener2 udah kerasukan iblis😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
dirumah tuh ga ada CCTV kah, sampai Danny aman2 aja menuang racun🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
hadeeehh rombongan manusia2 rakus.. yang ada di otak nya cuma harta tahta doank.. buta hati buta fikiran dah ga bisa bedakan baik n buruk lagi🤦‍♀️🤧
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
Dany tuh adik tiri kah thor.. karena, watak nya mirip sama emak nya, serakah n licik
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk kompor mledug keburu ke siram karung basah tuh duo keong racun🤭🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
waadduuhhh ternyata tikar butut naik ke dipan.. mantan orang susah juga dy🤦‍♀️
Garang Anggriawan
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
MouthofMexico
Ah, lanjutannya gimana nih? Aku udah kepo pake banget huhu
GOD BLESS
rpnya hanya seorang pengasuh. lebih rendah la level pengasuh di bandingkan sama yg kuliah sdh hmpir mendapat titel sarjana. nyonya smith jgn lupa kacang sm kulitnya ya. jgn sdh krn sdh dinikahi tuan smith kau jd lupa kau sm asal mu😠😠
booksand peonies
Hai 🙋 Aku datang lagi nih.. Dengan membawa semangat dan dukungan.. Ayo barengan berkarya dengan hati suka cita,dan jaga kesehatan selalu.
Eja Drajat Adriansyah
seru banget novelnya, semangat terus buat author, ku tunggu karya indahnya☺
SongbirdGarden
Thor, kamu mau ngeluarin berapa karya pun pasti aku baca!
Intan Haryanti
Sambil nunggu kelanjutan cerita aku sampe baca ulang bab-bab yg aku suka nih
SecretGiggle
Hari ini aku mantengin HP ku karena nunggu update-an dari author :( Suka banget :( lanjutannya jangan lama-lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!