Haii.. ini novel pertamaku.. Ku harap kalian semua suka yaa dengan karyaku..
SEASON 1 & 2
Namaku Shahia Ghania Al-mahiyra.
suatu ketika saat aku memasuki kelas 2SMA,aku meminta orang tuaku untuk pindah sekolah ke pesantren..
Dipesantren inilah aku menemukan Takdir ku.. Ya.. Menemukan sosok lelaki yang mencintaiku dan aku cintai..
Dia adalah Muhammad Afnan Al-Fikri
Anak pertama dari pendiri Pondok Pesantren tempat ku menuntut ilmu sekarang ini..
mau tau kisah selanjutnya? yuk dibaca.. selamat membaca yaa.. semoga suka 😊
Monggo yang mau berteman..
@ekarahmasafitriii
DM yaa yang mau di follback.. 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 26
Ceritanya agak horor dikit dulu yaa.. hihi.. Happy Reading.. 😊😊
"Jadiii.. dari kecil mas udah bisa melihat hal2 ghoib seperti itu sayang.. ini titisan.. waktu kecil mas sih gak terlalu peka sama hal2 seperti itu.. ya namanya masih kecil jadi mas cuek aja.. tapi makin lama mas makin peka.. mas lebih sering melihat hal2 seperti itu bahkan mas bisa berkomunikasi sama mereka.. dulu waktu mas ingin menimba ilmu disuatu daerah, mas hanya berdua dengan kakak sepupu mas yang sekarang telah almarhum.. dulu mas jalan dari sini ke daerah itu selama 2hari 2malam.. diperjalanan mas melihat ada seorang kakek kakek dan seorang anak kecil berjalan sambil mendorong gerobak.. karena mas kesian dengan mereka akhirnya mas mendekatinya dan mas bilang 'Kek maaf ini ada sedikit roti untuk kakek dan adiknya' ya Allah dek betapa kagetnya mas saat kakek2 itu dan anak kecil itu mengambil roti dari tangan mas.. jari2 tangan mereka langsung panjang sepanjang pisang tanduk dan mata mereka merah.. mas langsung lari.. mas terus beristighfar dalam hati.. mas kira mereka manusia biasa ternyata bukan.. itu makhluk halus yang menjelma menjadi manusia" jelas gus Afnan
"Mas ihh Shahia takuttt" kata Shahia
"Mau lanjut gak?" tanya gus Afnan
"Mau lahh terus terus" kata Shahia
"Setelah itu gak kerasa mas jalan cukup jauh sampai mas berada di perbatasan daerah tempat mas ingin menuntut ilmu.. namun saat sampai diperbatasan itu ada seorang kakek2 berjubah putih nyamperin mas 'Nak dipintu perbatasan itu nanti kalian harus bersedekap.. karena ada seorang ulama besar yang berada di pintu perbatasan itu'kata kakek itu.. nah akhirnya saat pas persis di depan pintu itu mas melihat macan putih yang berada ditengah2 jalan tersebut.. mas berfikir apa ini yang disebut ulama itu.. akhirnya mas bersedekap mas minta izin untuk memasuki wilayahnya untuk menuntut ilmu.. setelah itu macan putih itu hilang.. nah dari situlah mulai perjalanan mas lebih bisa melihat hal2 ghaib dan mas bisa berkomunikasi dengan mereka" kata gus Afnan
"Mas bisa nyembuhin orang kesurupan?" tanya Shahia
"Bisa.. mas mah udah terbiasa dengan mereka dek, dulu waktu mas masih tsanawiyah.. ada seorang santri yang selalu kesurupan.. saat diajak berkomunikasi katanya makhluk itu gak suka kepada anak itu.. akhirnya saat santri tersebut memasuki masjid tiba2 dia hampir tertimpah kayu yang berasal dari atap2 masjid.. semua kaget.. dilihat gak ada atap yang rusak, gak ada atap yang bolong.. dan ternyata saat mas samperin santri itu, ada makhluk itu yang berwujud ular bilang sama mas kalau dia gak suka sama santri itu.. akhirnya mas bilang sama santri itu untuk merubah sifat dan sikapnya.. perbanyak diri mencari pahala.. perbaiki dirinya" kata gus Afnan
"Ko serem yaa.. tapi adek juga pernah denger di hamam ada yang getok2 gayung.. yaa fikir adek itu santri iseng makanya adek cuek" kata Shahia
"Hahahah gak dek itu bukan santri itu bener mereka.. mereka ingin kita tau bahwa ini loh ada mereka disini.. adek gak perlu takut sama hal2 begitu.. kalau ketemu mereka ya sapa aja kalau perlu ajak ngopi" canda gus Afnan
"Hahahaha mas mah ngaco.. mana doyan" kata Shahia sambil tertawa
Tiba tiba
Pppraaankkk
"Astaghfirullah apa itu mas" tanya Shahia
"Kenapa adek takut?" tanya gus Afnan
"Iya ihh serem.. udah ah ayuk tidur nanti sahur.. jangan ngomongin mereka lagi" kata Shahia ketakutan
"Hahahaha lucu kamu.. yaudah sini tidur deketan sama mas.. tenang itu paling tikus didapur.. hehehe makhluk2 dirumah mah gak ada yang usill.. hehe" kata Gus Afnan
"Huhh mas ini.. tapi enak gak mas bisa ngeliat begitu?" tanya Shahia
"Ada enaknya ada gak nya.. enaknya kita bisa tau tentang kisah mereka dimasa hidupnya.. kita bisa mempunyai teman ghaib sperti itu.. tapi gak enaknya kadang kalau mereka gak suka atau suka sama kita ya kita selalu diikutin.. dan lucu aja" kata gus Afnan
"Ko lucu? dari mana lucu.. takut iya" dengys Shahhia
"Ya lucu aja lah dek, kaya kamu tadi liat cwe itu, berarti dia yang apes.. tapi kalau dia liat adek adek gak liat dia ya berarti adek yang apes.. heheehe" kata gus Afnan
"Adek pengen deh liat begitu lagi.. adek penasaran" kata Shahia
"Harus siap mental dan iman dek.. kalau gak kuat kamu bisa gila.." jelas gus Afnan
"Shahia siap ko" kata Shahia
"Serius? kalau kamu mau nanti mas buka mata batinnya" kata gus Afnan
"Mau.. mau.. Shahia siap" kata Shahia
"Kamu baca suroh Al-Jin dalam Al-Quran.. niatin dengan benar jangan main2.. nanti kamu bisa melihat walau hanya sepintas.. tapi harus disertai dengan amalan yang lainnya juga.." jelas gus Afnan
"Nanti buka mata batinnya Shahia ya mas" pinta Shahia
"Nanti kita bicarakan dengan Abah yaa biar adek punya pegangan kalau mata batinnya udah dibuka.. karena bebanny berat dek kalau mata batinnya dibuka" kata gus Afnan
"Iya mas.. yuk tidur.. nanti sahur" ajak Shahia
Akhirnya mereka tidur dengan nyenyak..
Tak terasa waktu sahur tiba.. Keluarga Abah berkumpul untuk sahur bersama..
"Abah.. Shahia semalam liat perempuan di kebun" kata Shahia
"Lalu?" tanya Abah
"Shahia mau dibuka mata batinnya Abah" kata Shahia
Uhuk.. uhuk..
"Yakin kamu sha?" tanya gus Arkan
"Yakin gus.. ana siap ko" kata Shahia
"Nak kamu sebenernya bisa melihat mereka, buktinya semalam kamu bisa melihat kan? tinggal tambah ilmunya saja nak.. Dzikir jangan putus.. puasa sunah rutin.. itu aja.. dan kamu harus dipegang dengan orang yang ahli.. takut sewaktu2 kamu gak bisa ngendaliin kamu bisa minta tolong sama orang itu.. dan ingat nak.. resikonya besar.. kalau kamu dibuka mata batinnya lebih luas lagi, nanti saat orang yang kamu suruh buka mata batinnya itu udah tutup usia.. maka mata batin kamu akan selamanya kebuka gak bisa ketutup lagi.. kecuali kamu minta tolong tutup sama orang yang ilmunya lebih tinggi lagi dr pd orang yg sbelumnya" jelas Abah
"Owhh gitu ya bah.. tapi Shahia siap ko" kata Shahia
"Nanti biar sama Afnan yaa dibukanya.. dibimbing sama Afnan" kata Abah
"Afnan gak tega bah" kata Afnan
"Nanti Abah bantu jaga ko nan" kata Abah
Shahia begitu senang karena ia akan melihat makhluk makhluk tersebut.. Rasa penasarannya yang teramat besar membuat dia yakin kalau dia gak akan kenapa2 saat dia nanti bisa melihat..
Setelah Shalat subuh berjamaah Shahia pulang kerumah bersama gus Afnan..
"Lihat pohon nangka itu?" tanya Gus Afnan
"Iyaa liat" kata Shahia
"Ada yang kamu lihat?" tanya gus Afnan
"Daun sama nangka yang masih kecil.. tapi ko hawanya beda ya mas rasanya.. kaya ada sesuatu gitu" kata Shahia
"Belum peka sepenuhnya adek itu.. disitu ada seorang gadis cantik sekali.. seperti nona belanda" kata gus Afnan
"Serius? ihh ayuk pulang pulang.. nanti dia suka sama mas yang ganteng ini" kata Shahia panik sambil menarik tangan gus Afnan
"Hahahaha adek tuh.. cemburh ko sama makhlul halus.. adek.. adek.. gigit nih" kata gus Afnan sambil tertawa
Bersambung..
Maaf ya ceritanya agak horor dikit.. heheh
Cerita di bab ini ane ambil dari pengalaman hidup ane sendiri..
Semoga suka yaa.. Jangan lupa like, komen dan vote..
Terimakasih 😊😊
apa lagi ttg ziya .
duh .
ga bikin bosan