Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 26
Juniar baru saja selesai ziarah dikuburan Kakak nya.
Juniar mengusap batu nisan Kakak nya, tak ada kata yang terucap dari mulut Juniar saat dirinya berziarah.
" Mir makasih ya, sudah menyempatkan bertemu dan menemani Aku sampai berziarah ke kuburan Kakak."
" Iya, pokoknya kamu harus sering - sering pulang ke Bandung dan kabari Aku."
" Iya pasti, lain kali main ke kalimantan ya"
" wow ide bagus" ucap Miranda sambil tersenyum
" Aku antar langsung ke bandara ya" ucap Juniar kepada Miranda dan Miranda mengangguk.
----- Villa Sulhan
Sulhan baru selesai mandi itupun, Haikal masih setia menunggu.
" Kenapa sih???" tanya Haikal
" Jangan pura - pura tidak tahu, Mus sudah memberitahukanmu bukan" ucap Sulhan sambil mengenakan pakaiannya
Haikal terkekeh mendengar ucapan Sulhan.
" Mau ku belukan tiket ke Bandung hari ini???" ucap Haikal
Sulhan mengehentikan aktivitasnya, terlihat berfikir sejenak lalu berkata " tidak perlu"
" Yakin?"
" Iya " jawab Sulhan sambil melanjutkan kembali aktivitasnya
" tadi malam kemana??? "
" lagi sama Istri, program anak selanjutnya" jawab Haikal sambil nyengir
Sulhan mendelikan matanya dan meninggalkan Haikal di kamarnya menuju ruang makan
Mbo Tutik sudah menyiapkan sarapan kesukaan Sulhan, makan malam yang terlewat membuat Sulhan makan dengan sangat lahap. sampai - sampai Haikal menahan tawa melihat Bos nya makan seperti orang kelaparan.
" Hebat juga Istri mu, bisa mengalahkan pesona Fatma"
Sulhan hanya mendelikan matanya dan melanjutkan makannya.
" sudah memberitahu Fatma kalau kamu sudah menikah???"
Sulhan masih melanjutkan makannya tanpa menjawab pertanyaan Haikal
" Non Juniar sepertinya sudah mendapatkan hatimu Bos" ucap Haikal
Sulhan masih mengabaikan Haikal
" Kalau mau ke Bandung, dengan senang hati kupesankan tiket. siapa tahu mau sekalian bulan madu di Bandung " ucap Haikal kembali namun masih di abaikan Sulhan.
" Ingat loh, dia pergi ke Bandung tanpa pamit. sama hal nya Bos tanpa pamit menemui Fatma. Apa yang akan terjadi ya kalau Istri mu tahu kamu menemui perempuan lain dengan status mantan pacar, mantan pacar yang dipacari selama 10 tahun lalu dengan status janda"
" jangan merusak selera makanku" akhirnya Sulhan buka suara.
" Hahahahahaha...ke Bandung yuk"
" Ccckkkkkkkk " decak kesal Sulhan
" Yakin bakal bener kerja hari ini kalau pikiran kamu di istrimu???"
" Istri " gumam Sulhan kemudian
" Mau tidak?" tanya Haikal namun belum sempat dijawab oleh Sulhan, ponsel Sulhan berdering. dilihatnya Fatma memanggil...
Haikal mengintip ponsel Sulhan. dilihatnya Sulhan melanjutkan sarapannya tanpa mempedulikan ponsel dan Haikal
ponsel Sulhan berdering berkali kali.
" Yakin tidak dijawab??" ucap Haikal menahan senyum
Sulhan mendelikan kembali matanya dan mengambil ponselnya lalu meninggalkan Haikal diruang makan
" Hallo Dek "
" Mas "
" Iya "
" Hari ini Fatma sudah mulai bekerja bersama Syaira"
" oh "
" nanti malam Fatma traktir makan malam ya"
" iya "
" makasih Mas"
" hemmm "
" Ya sudah Fatma kerja dulu ya, sampe ketemu nanti malam"
Sulhan memutuskan sambungan telepon daru Fatma, kemudian melihat kontak Juniar sedang online
Sulhan juga melihat strory Whatsapp istrinya disebuah pemakaman umum
" siapa yang meninggal??? atau dia mengunjungi kuburan seseorang?? kuburan siapa??? apakah orang tuanya???" gumam Sulhan.
ingin rasanya Sulhan menghuhungi Juniar, tapi gengsi nya terlalu tinggi, sehingga dia memilih menyimpan kembali ponselnya ke saku celananya
" yuk berangkat !!!!" ucap Sulhan kepada Haikal
" ke Bandung???"
" Kantor !!!" ucap Sulhan
Haikal menahan senyum nya dan mengikuti Sulhan dari belakang
" Mbo Tutik kita berangkat, jaga Hati!!!! eh Jaga Villa!!!" teriak Haikal
Sulhan kembali mendelikan matanya, sedangkan Haikal terkekeh.
------- Bandung
setelah mengantarkan Miranda sampai ke Bandara, Juniar kembali ke rumah nya. Dia juga mencoba menghubungi salah satu asisten rumah tangga yang paling senior nya terdahulu. Bi Minah.
" Hallo princes"
" bi apa kabar???
" baik"
" Bi, apa bibi sudah mendapatkan pekerjaan setelah berhenti bekerja dari rumah daddy??"
" Bibi jualan pecel Ayam selepas magrib "
" Kalau begitu pagi sampai sore nya kerja kembali di rumah daddy ya Bi bersama suami Bibi"
" Oh baik prins"
" ditunggu segera di rumah daddy, karena ada yang harus kita bicarakan, ajak Mang Ojo" ucap Juniar
" Baik prins".
----- selang beberapa saat Bi Minah sudah tiba dikediaman Juniar
" Princes" ucap Bi Minah dengan mata berkaca - kaca saat melihat Juniar
" Bi Minah" ucap Juniar kemudian
" Bi Minah dan Mang Ojo apa kabar, terimakasih sudah mau datang kembali ke rumah.
Bi minah dan mang Ojo tersenyum.
" Prins baik - baik saja??"
" Sangat baik Bi, ayo duduk Bi, mang ." ucap Juniar
" Prins kemana saja selama ini???"
" aku sudah menikah di kalimantan Bi, nanti sore rencana kembali ke kalimantan"..
" Prins sudah menikah???"
" iya"
" prins tidak kuliah???"
Juniar tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" terimakasih bibi mau bekerja kembali disini, saya minta Mang Ojo jadi tukang kebun lagi. tolong cat rumah nya diganti ya besok mang . "
" Baik Prins"..
" gaji Bi Minah dan mang Ojo akan Juniar transfer seperti biasa "
Bi Minah dan Mang Ojo tersenyum dan mengangguk
" Tugas Bibi dan mang Ojo seperti biasa, membersihkan dan menjaga rumah ini " ucap Juniar dan Bi Minat hanya mengangguk
" Siapa tahu Daddy kembali ke rumah, di rumah ada Bibi dan Mang Ojo " ucap Juniar pelan namun bisa di dengar Bi Minah
" bibi selalu mendoakan, Tuan segera ditemukan."
" iya Bi dan semoga Mommy juga kembali setelah tahu rumah sudah Juniar dapatkan."
Mendengar hal tersebut Bi Minah hanya diam
" Bi mau ya mulai hari ini bekerja dan membersihkan rumah. ini kunci rumah yang bisa bibi pegang. sekali kali Juniar akan berkunjung lagi kesini".
Bi Minah pun mengangguk, Bi Minah cukup heran dengan princes nya yang kemarin dia tinggalkan masih duduk di bangku sekolah. kemudian sangat manja disampingi dua pengasuh, kenapa sekarang tiba - tiba sudah menjadi istri orang dan lebih dewasa.
------ Juniar membantu Bi Minah dan juga Mang Ojo membersihkan rumah yang beberapa bulan dia tinggalkan
" mang besok ganti cat rumah nya menjadi warna hijau muda ya " ucap Juniar
" Baik Prins "ucap Mang Ojo
beberapa jam berlalu, rumah yang segitu besarnya barulah selesai dibersihkan.
" Bi kalau tidak keberatan tolong tinggal di rumah ini"
" Iya Prins, bibi sudah memutuskan untuk berhe ti jualan dan mulai bekerja lagi di rumah ini"
mendengar ucapan Bi Minah, Juniar mengembangkan senyum nya. Juniar tanpa sadar menghambur dan memeluk Bi Minah
" Tetimakasih Bi, kabari kalau sekiranya Daddy pulang kerumah" ucap Juniar
" iya Prins" jawab Bi Minah dalam dekapan Juniar.
Jhniar telah mentransfer gaji pertama untuk mang Ojo dan Bi Minah. Juniar juga telah mandi dan bersiap untuk kembali ke Kalimantan.
" Bibi dan Mang Ojo, anggap rumah ini rumah sendiri. dijaga dan dibersihkan. kalau - kalau Daddy kembali untuk melihat rumah ini Daddy tahu kalau rumah ini ada penghuninya"
" baik Prins " ucap Bi Minah dan Mang Ojo
---- Juniar telah memesan tiket untuk kembali ke kalimantan. dan dia telah di tunggu oleh taxi online yang dia pesan.
Juniar cukup lama melihat rumah nya.
" Daddy semoga daddy melihat rumah kita ya "
" Dad, dimanapun Daddy berada. pulang lah " gumam Juniar
" jalan Pak " ucap Juniar kepada supir taxi setelah puas memandang rumah nya
" ke bandara ya Non???"
" iya "
.
.
.
.
❤ Juniar
terimakasih dukungan semuanya sehingga mood si akoh untuk nulis semakin menggebu😚
i love you all
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr