NovelToon NovelToon
Saldo Rekening Pacarku

Saldo Rekening Pacarku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:684.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

Memiliki pacar kaya merupakan impianku. Mengejar cinta pria kaya, walaupun hanya Om-om gemuk. Ada alasan tersendiri mengapa aku melakukannya, hanya untuk merebut perhatian ayahku dari tiga saudaraku yang berhasil memiliki kekasih direktur, dokter dan pilot.

*
Plak!

Satu tamparan mendarat di pipiku, terasa kebas."Dasar pelakor!" teriak seorang wanita paruh baya. Aku yang salah karena menyangka suaminya seorang duda, pria tua gemuk yang menipuku.

Hingga pertolongan itu datang. Tetangga kostku yang paling miskin dan pelit. Seorang pemuda dengan celana pendek dan kaos kutangnya.

"Pelakor?Dia bukan pelakor, kami sudah lama menikah,"dustanya. Pemuda yang hanya tersenyum merangkul bahuku.

"Aku minta makan"

"Aku pinjam uang"

"Boleh pinjam komputer?Aku lupa beli pulsa listrik!"

Benar-benar makhluk pengiritan sejati. Hingga pada malam gelap dia berkata.

"Aku meminta anak darimu,"

Satu yang tidak aku ketahui manusia pengiritan ini, adalah konglomerat irit, posesif yang akan menjeratku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kosong

Lampu tiba-tiba menyala, membuat semua orang silau dengan sinarnya. Hingga pandangan mereka beralih menatap cucu kesayangan Pramana mencium seorang wanita.

Raka berusaha menahan Fujiko yang meronta. Apalagi kala lampu kembali menyala. Hingga dirinya menyerah, melepaskan ciumannya.

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipinya. Wanita di hadapannya menangis entah kenapa. Raka tertunduk kemudian tersenyum. Dirinya benar, menjadi siapapun hati wanita ini tidak ada padanya.

Menjadi Raka sahabat yang menumpang tinggal, maupun menjadi cucu seorang konglomerat. Hati memang tidak dapat dipaksakan bukan? Dapat memaksa untuk memilikinya, namun memiliki tubuh tanpa hati apa gunanya?

Fujiko tertunduk."Maaf," ucapnya menangis sambil berlari. Tidak ingin membuat masalah dengan putra konglomerat di hadapannya. Namun, juga mulai menyadari perasaannya pada sahabatnya.

Fujiko berlari meninggalkan acara, mengambil tissue basah, berkali-kali menghapus bekas ciuman itu. Melemparkan topengnya dalam tempat sampah. Air matanya mengalir, bagaikan telah tidur dengan seorang pria sedangkan dirinya sudah memiliki suami. Tunggu dulu, suami? Maaf salah, maksudnya sahabat.

Wanita yang masih terisak melajukan motornya pergi.

*

Sedangkan Raka masih ada dalam ballroom, semua orang mulai membicarakan Fujiko yang berani-beraninya menampar cucu kesayangan Pramana.

Rosita dan Tari segera berlari, menunduk minta maaf atas kelakuan adik mereka. Tidak ingin ada masalah sama sekali dalam hidup mereka.

"Maaf, adik kami mungkin sedang mengidap difteria, itu sejenis virus baru yang membuat orang linglung. Di...dia tidak sengaja!" ucap Rosita cepat tertunduk ketakutan, mengatakan alasan asal-asalan.

Sedangkan Tari mengenyitkan keningnya. Kakak pertamanya memang hanya lulusan SMU, bermodal wajah cantik mendapatkan pekerjaan. Tapi virus deftria? Tari hanya dapat menghela napas."Maaf adikku Fujiko mungkin sedang mabuk tadi. Aku meminta maaf atas namanya."

Putra konglomerat itu hanya tersenyum, namun senyuman yang tidak terlihat tulus. Berjalan perlahan meninggalkan pesta tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulutnya. Danu berjalan dengan cepat mengikuti langkahnya.

Hingga pada akhirnya pemuda itu memasuki mobil bersama Danu. Topeng itu dilepaskannya dilemparkan asal. Mobil mulai melaju meninggalkan area hotel, Danu saat ini ada di kursi pengemudi, sedangkan Raka duduk seorang diri di kursi penumpang bagian belakang.

"Raka," suara Danu terdengar, dari kursi pengemudi. Sedikit melirik ke spion mobil bagian dalam. Si pemuda kikir tengah melihat ke arah jendela mobil.

"Dua minggu lagi aku harus berangkat kan? Ayah mengatakannya padaku disana ada peluang yang bagus untuk dilewatkan. Atur jadwalku, pesan satu tiket," Ucapnya masih menatap ke arah luar jendela. Orang-orang yang berlalu lalang dengan pasangan mereka. Ada juga yang duduk di pinggir jalan memakan nasi goreng dari penjual nasi goreng keliling. Beberapa keluar dari mobil mewah masuk ke sebuah butik. Pasangan yang terlihat bahagia.

Semua hanya senyuman. Dari awal memang hanya sahabat, dirinya tidak dapat memaksakan Fujiko dengan apapun. Raka? Bukanlah orang yang dicintainya, dinding persahabatan itu terlalu tinggi. Materialistis? Mungkin dengan uang Fujiko dapat mencintai sahabatnya sebagai pria dengan status tinggi tapi kenyataannya tidak.

"Aku tidak ikut?" tanya Danu.

Raka menggeleng."Awasi saham dan usahaku yang lain," hanya itulah jawaban darinya, tanpa ekspresi.

Fujiko yang begitu bahagia dengan pria lain, tapi tidak dengannya. Dirinya ingin kembali seperti dulu, menyimpan hatinya sendiri. Tenggelam untuk mengumpulkan uang, karena hanya uang yang pasti, bukan?

Kembali ke masa satu tahun lalu dimana hatinya tidak dimiliki siapapun. Mobil yang melaju entah kemana tujuannya. Semangat untuk menemuinya malam ini menghilang begitu saja.

Apa yang sebenarnya ada di harapan Raka? Jika sebagai Raka Fujiko tidak dapat mencintainya. Mungkin sebagai orang lain bisa. Tapi semuanya sama.

Pemuda yang tidak menangis sama sekali hanya memukul-mukul dadanya yang terasa berat."Aku tidak apa-apa," gumamnya tersenyum.

Danu memilih tidak bicara sama sekali. Menghela napas berkali-kali, hingga menghentikan mobil membeli air mineral.

Matanya menelisik Raka masih diam, tidak bertanya atau bicara padanya. Biasanya pemuda itu akan ikut turun, mencari sesuatu dengan harga yang paling murah. Tapi tidak kali ini Raka hanya diam, melihat ke arah jendela. Entah apa yang dilihatnya dengan pandangan yang terlihat iri.

"Selamat datang di Indomar*t, selamat berbelanja," ucap seseorang yang berdiri di meja kasir. Dengan cepat Danu mengambil dua botol air mineral dan memberikan pada kasir.

Dirinya benar-benar cemas saat ini pada Raka. Tidak biasanya si kikir seperti ini, bagaikan besok adalah hari kiamat seperti yang ada di film 2012. Hingga langkahnya terhenti setelah membayar pada kasir.

Pemuda itu mulai mengirim pesan pada Adinda (Ibu Raka).'Raka putus dengan pacarnya,' pesan dengan cepat dikirimkan Danu.

Hingga balasan dengan cepat juga diterimanya.'Karena apa? Apa karena Raka pelit? Anak itu memang keterlaluan! Coba contoh ayahnya sebagai teladan. Suami yang memanjakan istri,'

Danu mengenyitkan keningnya, dirinya dijadikan tempat curhat lagi, dengan cepat pria itu mengetik, menyalurkan semua dendam kesumatnya pada Fujiko.'Karena tidak adanya kecocokan. Pacarnya Raka, jelek, hitam, bodoh, gendut, jerawatan, matre, tukang kentut.'

'Kalau begitu, nanti kamu kirimkan jadwal Raka tanpa sepengetahuannya. Akan aku carikan wanita cantik luar dalam,' balasan dari Adinda.

'Ok, nanti aku kirim,' pesan yang dikirim Danu, hingga sampai di pintu mobil.

Cukup lama Adinda tidak membalas lagi, hingga balasan pun masuk.'Kamu Danu kan? Orang kepercayaan Raka? Lain kali jangan hubungi istri saya!'

Danu membulatkan matanya ketika membaca. Sudah dipastikan yang membalas pesan bukan Adinda (ibu Raka) , namun Patra (ayah dari Raka) yang terkenal sebagai pencemburu sejati.

Pria itu terlihat gugup, dan benar saja tiba-tiba Patra menghubunginya. Dengan cepat Danu mematikan panggilannya. Kemudian menonaktifkan phonecellnya. Benar-benar takut pada ayah dari majikannya.

"Aku tidak salah, tapi kenapa harus takut?" batin Danu menelan ludahnya, bagaikan berselingkuh atau menggoda Adinda. Padahal aslinya tidak, mungkin karena perasaan takut pada ayah dari majikannya.

"Kita mau kemana?" tanya Danu.

"Aku ingin pulang," hanya itulah jawaban dari Raka.

*

Tidak memperdulikan ini masih tengah malam. Gadis itu tidak memperhitungkan keselamatannya. Hanya tempat kost menjadi tujuannya. Dirinya harus lebih serius menanggapi candaan Raka yang terkadang memberi kode menyukainya. Itulah yang ada di otaknya saat ini.

Dirinya sudah mempertimbangkan segalanya. Gaji kurang dari 5 juta? Tidak masalah, dirinya dapat meminta pemuda itu memasukkan lowongan pekerjaan, walaupun Raka hanya tamatan SMU, jika bekerja menjadi office boy di kantor milik tunangan Fujiko mungkin saja gajinya mencapai 3 juta. Itu cukup untuk dirinya dan anak mereka jika Raka menikahinya nanti, mengingat Raka yang benar-benar kikir dan dirinya yang sudah bekerja di pabrik.

"Raka!" panggilnya menggedor-gedor pintu. Tapi tidak ada jawaban, hingga kunci pintu yang ada di ventilasi atas pintu diraihnya. Membuka pintu tanpa permisi.

Ruangan yang benar-benar kosong, tidak ada Raka disana.

1
widya widya
Lilin warung yang untuk mati lampu 🤣
kocak Raka
Pingkan Mamangkey
bonus chapnya mana thor
Pingkan Mamangkey
Dendam hanya menjadi lingkaran setan Nadila akhirnya anakmu Valentino bahkan tinggal di kantor karena selalu terancam hidupnya 🥺🥺🥺
Pingkan Mamangkey
oalah 🤣🤣🤣🤣
Pingkan Mamangkey
🤣🤣🤣🤣 ngakak
Pingkan Mamangkey
🤣🤣🤣🤣
Pingkan Mamangkey
🤣🤣🤣🤣🤣
!m_mah
kubawa mimpi kah si nuel ini😅
EkaYulianti
🤣🤣🤣🤣🤣
ni org bikin jengkel bgt
EkaYulianti
🤣🤣🤣🤣🤣
fujiko dongkol bgt.
!m_mah
jgn2 reader novelnya raka😅
awesome moment
valentino di judul yg mana? absurditias pasangan raka fujiko yg tiada ending
awesome moment
skrg tita sdh tau rasanya kn?
awesome moment
😄😄😄😄😄😄😄😄
awesome moment
fujiko bermartabat. tu lah alasan raka menjaganya. bukan kek kamu, Tita. uyg tanpa berpikir buka ****ng******** lebar2.
awesome moment
sll tajam keluar
awesome moment
😄🤭😄🤭😄
awesome moment
fujiko tpt sasaran
awesome moment
fujiko patut ditiru n realistisnya
awesome moment
raka dunk..dia lbh👍👍👍👍meski kikirnya di luar BMKG
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!