NovelToon NovelToon
Hate Me, Love

Hate Me, Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:274.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Red Lily

Karena kebodohan keduanya, Anggun dan Alister berakhir tidur bersama. Padahal, keduanya adalah musuh bebuyutan, Alister adalah berandal, pengacau yang membuat Anggun selaku ketua OSIS selalu keluar masuk ruang BK demi menyelesaikan permasalahan nya.

Terjebak bersama dengan pria yang paling dibenci. Itu membuat Anggun menderita, apalagi keluarganya meninggalkannya dengan pria ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyerah

Anggun keluar dari kelas lebih awal. Jadi dia memiliki waktu untuk menemui Deon sebelum pergi ke restoran yang dipesankan oleh Alister. Deon bilang dia akan datang menjemput menggunakan mobil, jadi Anggun menunggu di halte. 

"Hei, udah lama?" Tanya seseorang yang menurunkan kaca mobilnya. 

Anggun membulatkan mata. "Ih! Kamu berubah deh! Padahal baru juga dia bulan?!"

"Masuk sini." Deon mempersilahkan masuk. 

"Asli kamu style nya berubah banget tau."

"Iya, beradaptasi di sana." Deon juga pulang karena dirinya akan membawa sang Nenek ke luar negara. 

"Ke depannya. Kamu gak bakalan ke Indonesia lagi ya?"

"Gak mungkin aku gak balik sini, inikan tempat kelahiran aku. Jadi mungkin pulang kalau hari hari besar nanti," Ucap Deon. "Kamu mau kemana?"

"Kamu mau bawa aku ke mana?"

Deon tersenyum. "Jadi terserah aku ya?"

Anggun mengangguk, dia selalu menyukai kejutan yang selalu Deon berikan padanya. Sepanjang perjalanan, Anggun maupun Deon menceritakan apa saja yang sudah mereka lewati selama dua bulan terakhir ini. 

"Ya ampun, kamu udah mulai buncit ya. Semoga sehat selalu."

Anggun hanya tersenyum sendu. Mungkin jika dirinya mengandung anak Deon, tidak akan berakhir seperti ini. "Kamu udah punya pacar di sana?"

"Enggak, aku mau fokus dulu sekolah. Alister gimana?"

"He's nice. Kita udah sepakat buat jadi orangtua yang baik."

"Bagus dong. Eh, dia tau kalau kita jalan kan?"

"Jangan khawatir." Anggun menjawab demikian. "Kamu punya charger gak? Batre aku abis."

"Gak bawa. Gimana dong?"

"Gak papa deh." Lagipula ini masih sore. Masih banyak waktu untuk Anggun bersama dengan Deon sebelum pergi ke restoran yang dimaksud. Namun, Deon mengajaknya ke salah satu pusat perbelanjaan fashion ternama di kota. Berjajar banyak sekali toko tiap merk fashion yang menjadi favorit Anggun. 

"Kenapa kita ke sini?" Tanya Anggun. Dia malah teringat dengan kencannya dengan Deon dulu. 

"Kamu besok ulang tahun. Jadi aku mau kasih kamu hadiah dengan ini. Beli apapun yang kamu mau. Aku gak akan ngebatasin."

"Kamu bercanda kan?" Tanya Anggun sambil menahan tawanya. "Kita udah gak pacaran loh. Jangan hamburin uang kamu."

"Kita emang udah gak pacaran. Tapi kamu tetep jadi wanita yang aku suka. Jadi, silahkan pilih. Apapun yang kamu mau. Anggap aja ini terakhiran aku lakuin kamu kayak gini. Karena ke depannya, mungkin aku udah punya pendamping."

Anggun menatap dengan sedih. Namun, apa yang bisa dia lakukan memangnya? 

"Ayo, kamu hari ini gak pake kalung. Aku tau kalung yang bagus buat kamu." 

Anggun kehilangan banyak waktu bersama dengan Deon, melupakan janji bersama dengan Alister karena terlalu asyik dengan semua ini. Ponselnya juga mati, Anggun tidak tau kalau Alister terus menghubunginya. 

***

Alister khawatir bukan main dengan Anggun. Kemana wanita itu? Kelas sudah berakhir dan hari sudah malam. Namun, semua kekhawatiran itu sirna ketika Alister melihat rekaman CCTV di halte universitas yang memperlihatkan Anggun pergi bersama dengan seorang yang Alister kenal. 

Alister sampai memaksa pada sang penjaga di sana untuk menunjukan rekaman ini padanya. Tapi kenyataannya, hanya kekecewaan yang Alister dapatkan. 

Pria itu menunggu Anggun di restoran dengan kekecewaan. Jika Anggun tetap datang, setidaknya kemarahan Alister tidak akan sebanyak itu. Namun pada kenyataannya, jam makan malam sudah lewat dan Anggun belum juga tiba. 

"Pak, maaf kamu mau tutup."

Alister pulang dengan kekecewaan. Dengan hati yang membara karena amarah. 

Sementara di sisi lain, Anggun benar benar melupakan janjinya dengan sang suami. Dia bahkan sekarang diantarkan pulang oleh Deon ke apartemen miliknya. 

"Kamu tinggal di sini?" Tanya Deon heran. 

"Iya. Aneh ya?"

"Heran aja. Alister bukannya anak orang kaya?"

"Gak tau." Anggun tertawa dan keluar dari mobil dengan Deon. 

Sampai seseorang tiba tiba datang. "Anggun," Panggil Alister yang sedari tadi menunggu. 

"Al?" Anggun terkejut dengan keberadaan pria itu. 

"Lu bawa kemana bini gue hah?"

"Al, apa apaan sih? Jangan gitu." Anggun hendak mencegah alister. Namun pria itu lebih dulu mencengkram kerah leher Deon dan memukulnya dengan bogeman kuat. 

"Buat lu yang bawa bini orang sembarangan! Dia punya gue ya, bangssat! Gak usah bawa bawa dia atas nama teman! Gak gue izinin dia pergi sama lu!"

"Alister! Udah!" Anggun mendorong kuat Alister dan menatapnya tajam. "Deon bawa aku jalan jalan dan aku yang mau sama dia! Stop mukulin dia!"

Alister menatap tidak percaya. Anggun membelanya? "Kamu bela pria itu? Dia lebih penting buat kamu?"

"Kamu gak tau apa aja yang udah Deon lakuin di hidup aku selama ini."

"Ayo pulang." Alister mencengkram tangan Anggun. Mereka perlu bicara. 

Tapi Deon menahan tangan Alister. "Jangan kasar sama cewek."

"Gak papa, Deon. Aku pergi dulu. Udah. Aku gak mah kamu luka." Anggun berucap pada Deon dengan tatapan berkaca kaca. "Maaf," Ucapnya sebelum ditarik paksa oleh Alister menuju apartemen mereka. 

Marah, kesal dan sakit di pergelangan tangan. Anggun menghempaskan lengan Alister begitu mereka sampai di apartemen. "Kamu gak punya hak buat mukulin Deon!"

"Kenapa gak punya hak?! Kamu istri aku! Kamu gak seharusnya jalan sama dia. Kamu gak inget punya janji makan malam sama aku?" Tanya Alister dengan wajah yang menyiratkan kekecewaan. 

Anggun terkejut. 

"Kemana aja kamu sama dia? Kenapa sampe gak datang? Aku nungguin kamu, Anggun. Aku gak masalah kalau kamu mau ketemu sama dia, tapi bilang sama aku. Jujur sama aku."

Anggun terdiam sejenak. "Dia jalan sama aku. Beliin aku semua barang yang gak bisa kamu kasih selama ini. Jadi berhenti mojokin aku seolah aku ini salah! Kalau kamu penuhi semua kebutuhan aku, aku gak bakalan sama dia!"

"Hanya karena itu? karena materi?" Tanya Alister tidak percaya. "Iya?"

"Kamu pikir aja selama aku sama kamu, aku penuh kesengsaraan. Kamu pikir aku nerima itu dengan lapang dada?"

Alister memejamkan matanya kuat, dia memegang kedua bahu Anggun dan menatap dengan sendu manik sang istri. "Kamu gak bahagia hidup sama aku?"

Anggun meneteskan air matanya. Kenapa sekarang rumit sekali? Ingin minta maaf, tapi egonya begitu tinggi. 

"Anggun. Aku mau tanya kamu. Apa kamu gak bahagia hidup sama aku?"

Anggun hanya diam. Dan jawaban itu sudah cukup untuk Alister. Pria itu menarik napasnya dalam, dia kecup lama kening anggun. "Istirahat. Kamu harus tidur. Aku mau keluar sebentar." Alister tidak bisa diam di sana dan membiarkan amarahnya mengendalikan. 

Dia meninggalkan Anggun yang menangis sendirian di dalam apartemen. Sementara Alister menghubungi seseorang dan berkata, "Maaf, saya tidak bisa membahagiakan anak anda."

***

To be continue

Komentarnya? 

1
Sagitarius
kok sediih sich 🥹🥹🥹
apajalah
👏👏🍁🍂
apajalah
👌👏👏🍂🍁🍂🍁👏
Evi
ceritanya bagus 👍👍👍
Honey
Novelnya bagus 😊
gia nasgia
Makasih othor suka dgn karya mu yg satu ini😘👍💪
gia nasgia
hahaha begini nih klau si bocah udah bucin😂🤣🤣
gia nasgia
hahaha sakitlah klau rambut di jambak 😂
gia nasgia
lanjutkan
gia nasgia
jangan sampai baby Anggun kenapa "🥺
gia nasgia
🥺🥺🥺😭😭😭😭😭
gia nasgia
kasihan juga sih lihat bumil yg udah menyadari kebodohannya 🥺🥺
gia nasgia
feeling aku kayaknya sengaja Alister pergi biar pulang udah jadi orang sukses🤔
gia nasgia
Nah lho gimana rasanya di tinggal tanpa kata"😏😡
gia nasgia
Dasar bocil labil 😏tapi ada baiknya juga Dania menceritakan tentang perjuangan Alister selama ini
gia nasgia
Kamu benar"keterlaluan jadi istri mengingat dgn segala perjuangan Al untuk mencukupi kebutuhan kamu 😡
gia nasgia
Maksudnya apa coba Anggun buat janji dgn pebinor 😡kayaknya kalau Alister memberi pelajaran Ke Deon, kurasa nggak ada salahnya biar tahu klau Anggun sdh punya suami
gia nasgia
Mending Alister jujur aja daripada Anggun makin berharap banyak
gia nasgia
Alister serasa umur 25 thn aja habis dewasa banget menghadapi istri bocilnya
gia nasgia
Alister paket komplit deh 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!