"PERJODOHAN" adalah kata yang tidak jamannya lagi tapi itulah yang karina alamai sekarang.
orang tua karin mendojodohkannya dengan duda anak satu, banyak hal yang terjadi dalam hidup karin setelah menerima perjodohan itu.
"alisya sayang Bunda".
kata yang selalu membuat karin merasa bahagia dan bertahan dengan pernikahan perjodohan itu.
masalah silih berganti dalam rumah tangganya, kesabaran, keikhlasan dan setiaan karin di uji.
seiring berjalannya waktu, karin bisa mencintai suami dan anaknya dengan tulus. kasih sayang yang karin berikan pada alisya melebihi dari apapun.
suatu ketika saat karin melahirkan anak, hal yang tidak terduga terjadi yaitu anaknya meninggal karena dalam keadaan prematur.
kehidupan karin seketika runtuh dan hatinya sakit melihat anaknya pergi untuk selamanya. separuh dari nyawa karin hilang begitu saja.
karin bisa bangkit dari kesedihannya karena dukungan suami, anak dan keluarganya. mereka semua yang membuat karin bisa lebih baik dan semangat lagi dalam menjalankan kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memei Melita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
"ayo turun sayang, kita sudah sampai". ucap mas bram yang membuka sabuk pengamannya.
"iya mas".
mas bram menggandeng tanganku dan kami berjalan masuk ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
"permisi, kami Mau melakukan check up dengan dokter jeff". ucap maa bram pada perawat di rumah sakit.
"baik pak tunggu sebentar ya, saya akan cek dahulu nomor antriannya". jawab perawat tersebut.
kami menunggu sekitar 5 menit untuk mendapatkan nomor antrian.
"ini nomor antriannya pak, silakan tunggu di kursi tunggu pasien". ucap perawat.
"baik, terima kasih". jawab mas bram.
aku dan mas bram duduk di kursi tunggu pasien tepat di depan ruangan dokter kandungan. terlihat ada bebera ibu hamil yang telah menunggu sebelumnya.
"rame banget sayang". tanya mas bram yang terlihat heran.
"emang seperti ini mas setiap harinya, banyak ibu-ibu Hamil yang ingin melakukan pemeriksaan". jawabku.
"kalau begini ramenya sampai jam berapa selesainya sayang?".
"mungkin siang menjelang sore mas. karena kan dokter jeff sangat terkenal mas, jadi pasiennya cukup banyak".
"kasihan dong ibu-ibu hamil ini nunggu kelamaan, apa kamu gak bosan nunggu lama".
"gak sih mas, di sini aku itu bisa jumpa denga ibu-ibu hamil lainnya dan kami bisa bertukar cerita tentang kehamilan". jawab ku dengan tersenyum.
mas bram terlihat berpikir sesuatu dan terdiam sejenak.
"hmm aku telpon jeff aja ya, biar kita bisa duluan dan kamu gak nunggu lama". ucap mas bram.
"kamu ya mas cari gampangnya aja, kamu apa gak kasihan lihat ibu-ibu ini udah nunggu dari pagi dan kita langsung main masuk aja. gak boleh begitu mas, hargai orang lain yang udah nunggu".
"iya iya sayang". jawab mas bram.
"nomor 15 ,silakan masuk". ucap perawat .
"masih harus nunggu 5 orang lagi sayang". mas bram melihat jam di tangannya.
"sabar mas". aku mengelus-elus tangan mas bram.
"biasanya, orang yang menunggu ku. sekarang aku tau gimana rasanya menunggu". ucap mas bram sambil tersenyum manis.
"maka dari itu mas, jangan buat orang menunggu kenak karma kan". aku tertawa kecil.
mas bram terus menggoyangkan kaki nya selagi menunggu. ia terlihat tidak sabaran dan ingin cepat-cepat pergi.
"lama banget sayang".
"mas!! ". aku melirik ke arah mas bram.
kami menunggu selama 2 jam, selama itu mas bram sudah berkali-kali ke kamar mandi bahkan mas bram sempat membeli makanan karena terlalu lama menunggu.
"antrian nomor 20 silakan masuk". ucap perawat.
"sayang, giliran kita sekarang, ayo". mas bram langsung berdiri dari kursi tunggu.
"iya mas".
tokk... tokk.. tookk... mas bram mengetuk pintu ruangan dokter jeff.
"silakan masuk". jawab dokter jeff yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"wahh nyaman banget ya kamu duduk di situ". ucap mas bram.
"eh kamu bram". dokter jeff menyalami tangan mas bram.
"silakan duduk". dokter jeff mempersilakan kami untuk duduk.
"aku kira kamu gak bakalan sukses ketika memilih untuk jadi dokter. ternyata cukup rame juga pasien kamu". ucap mas bram sambil bersenda gurau.
"hahahaha ya lumayanlah, dari pada aku harus jadi pengusaha yang bukan passion ku.ngomong-ngomong kenapa kamu terlihat lesu?". jawab dokter jeff.
"iya dok, mas bram tadi sempat kesal karena harus nunggu lama untuk bisa masuk kemari".ucapku sambil tersenyum pada mas bram.
"gila aja aku harus nunggu 2 jam di luar, begitu banyaknya yang antri,semacam mau jumpa sama presiden aja". canda mas bram.
"hahaha aku ini lebih sekedar dari presiden, banyak orang-orang yang cari aku termasuk kamu kan". jawab dokter jeff.
"bener juga sih, tadi aku sempat bilang sama karin untuk nelfon kamu biar bisa duluan untuk melakukan pemeriksaan tapi malah dia gak mau". ucap mas bram.
"ada aja deh kamu mas, kan kasihan yang lain udah pada antri, kita yang terakhir datang langsung main nyelonong aja". jawabku.
"bener juga itu kata istri kamu, kamu kok malah kasih saran yang nyesatin". dokter jeff dan mas bram tertawa kecil.
"udah ah kok malah jadi keasikkan ngobrol. ada keluhan apa kamu karin?". tanya dokter jeff.
"kemarin dokter bilang, kunjungan kali ini aku bisa melakukan USG kan, hari ini aku ingin melakukannya". ucapku.
"baiklah, sebelumnya ada keluhan gak?".
"perut sebelah kanan sering terasa sakit dok, kalau tidur miring sebelah kanan agak susah. dan sakit pinggang yang gak bilang-bilang Juga dok". aku menceritakan semua keluhanku yang selama ini aku rasakan.
"iya bener, setiap malam dia kesusahan untuk tidur karena posisinya tidak ada yang nyaman buat dia". sambung mas bram.
"oke, sekarang kita akan lakukan USG agar tau apa penyebabnya serta kondisi bayinya. silakan naik ke atas tempat tidur tindakan". dokter jeff mengarahkan ku ke ruangan lainnya.
di ruangan itu terdapat sebuah monitor komputer untuk melakukan USG. mas bram yang juga ikut masuk duduk di sebelahku.
"oke, kita mulai ya". ucap dokter jeff.
dokter mulai memeriksa perutku menggunakan alat yang di berikan jelly dan di usapkan ke atas perutku.
"sekarang coba lihat ke monitor ini, di sini terlihat bayinya sudah terbentuk tapi belum sempurna. di sini Juga kita bisa lihat posisi bayinya bukan berada di posisi normal melainkan melintang". dokter jeff trus memutarkan alatnya di atas perutku.
di saat dokter jeff berkata tidak di posisi normal, aku terus bertanya-tanya apa yang terjadi dan apa maksudnya.
"maksud kamu jeff?". tanya mas bram.
"coba lihat gambar ini, ini ada beberapa gambar letak bayo dalam kandunga. dan bayi karin berada di posisi yang tidak normal. ini juga kita lihat bahwa kaki bayi berada di kanan perut serta kepala di kiri perut. posisi ini yang buat karin tidak nyaman dan mengalami sakit perut". dokter jeff menjelaskan pada kami.
"ya Tuhan apa yang terjadi". aku mengegenggam erat tangan mas bram.
"apa itu bahaya ?".tanyaku.
"tidak, hanya saja karin tidak bisa melahirkan dengan normal harus melalui operasi". jawab dokter jeff.
mendengar ucapan dokter jeff, aku merasa berkecil hati karena ketakutan ku terjadi. selama ini aku merasa gak enak pada perutku tapi syukurnya hanya masalah posisi bayi bukan lainnya.
"tapi jangan khawatir, kita masih ada waktu untuk memperbaiki posisinya, yaitu perbanyak melakukan gerakan sujud, itu akan membantu bayi untuk memutar dari posisinya ke posisi normal". ucap dokter jeff.
"apa posisi seperti itu tidak bisa melahirkan normal jeff". tanya mas bram.
"tidak bisa, harus melalui operasi. yang bisa normal jika posisi terbawah bayi itu bokong atau kepala". jawab dokter jeff.
"tapi aku takut banget dok untuk operasi". ucapku.
"ya aku harap kamu jangan terlalu cemas, karena kita masih ada waktu untuk memperbaikinya. kalau kamu cemas, kepikiran dan stres karena mikiri akan operasi, itu akan mempengaruhi bayinya. jadi kalau bisa diBawa santai saja jangan terlalu di pikirkan". jawab dokter jeff.
"tapi kondisi bayinya sehat kan dok".
"iyaa, kondisi bayi nya semua Bagus dan sehat. apa ini ingin tahu jenis kelaminnya juga?". tanya dokter jeff.
"iyaa dok, aku sangat penasaran". ucapku.
"sepertinya ini akan menjadi saingan bram nantinya". dokter jeff tersenyum.
"maksud kamu anakku laki-laki". mas bram tersenyum lebar.
"iyaa, jenis kelaminnya laki-laki". jawab dokter jeff.
aku bahagia saat mengetahui bahwa anakku berjenis kelamin laki-laki, setidaknya aku memiliki anak laki dan perempuan.
raut wajah mas bram terlihat sangat bahagia, karena selama ini dia menginginkan anak laki-laki untuk menemaninya.
"sayang, doa ku terkabulkan". mas bram menggenggam tanganku dan tersenyum lebar.
"iya mas". aku juga ikut bahagia melihat mas bram bahagia.
"baiklah, jadwal selanjutnya kita akan lakukan USG lagi saat usia kehamilan memasuki usia 8 bulan. kita akan melihat perkembangan posisi bayinya, maka dari itu lakukan seperti yang saya sarankan tadi' ucap dokter jeff.
"baik dok". jawabku
"baiklah, kami permisi dulu dan terima kasih jeff". mas bram menyalami dokter jeff.
"sama-sama bram".
aku begitu lega setelah melakukan pemeriksaan USG, aku jadi tahu seperti apa kondisi bayiku. meskipun posisinya tidak sempurna tapi aku lega karena bayiku dalam keadaan baik-baik saja dan sehat.
"sayang, jangan terlalu di pikiri ya.dengarkan kata jeff tadi bahwa posisinya masih bisa di perbaiki".mas bram melihatku sedikit murung.
"iya mas,aku gak akan terlalu memikirkannya". aku tersenyum pada mas bram agar dia tidak khawatir.
"aku yakin,kamu pasti bisa melahirkan secara normal seperti yang kamu inginkan". mas bram memberikan ku semangat.
ibu mana yang tidak sedih ataupun kepikiran saat bayinya tidak di posisi yang normal.mungkin itu hal yang biasa tidak perlu di cemaskan tapi karena ini pengalaman pertama bagiku,aku merasa sangat khawatir.
benar,tidak semuanya berjalan mulus seperti yang kita inginkan,pasti ada sesuatu yang buruk juga. tapi aku berusaha agar tidak membuatku down ,karena kondisi ku yang buruk juga akan mempengaruhi kesehatan bayiku.
tapi aku sangat bersyukur karena ada mas bram yang selalu ada untukku,yang selalu menyemangatiku agar tidak putus asa.
"kita makan siang dimana sayang". tanya mas bram.
"kita pulang saja mas". ucapku dengan wajah datar menatap kosong keluar.
"kamu belum makan siang loh sayang, nanti sakit".
"aku ingin pulang dan istirahat mas". aku menatap mas bram.
"iya iya sayang, kita pulang sekarang". mas bram menambah kecepatan laju mobilnya.
aku sudah berusaha agar tidak mengkhawatirkan tapi aku tidak bisa, hati dan perasaan ku tidak bisa bohong. yang ada dalam pikiranku adalah bahwa aku tidak ingin melakukan operasi saat melahirkan karna itu sangat menakutkan buatku.
sugesti itu yang membuatku terus kepikiran dan cemas sehingga aku merasa tidak nyaman pada diriku sendiri.
setelah sampai di rumah, aku langsung masuk ke dalam rumah tanpa berkata apapun pada mas bram yang aku tinggal di dalam mobil.
"sayang kamu baik-baik sajakan". mas bram berlari mengikuti ku.
"sayang". mas bram menarik tanganku. sehingga langkahku terhenti.
"aku capek mas". ucapku dengan tidak menatap mata mas bram.
"sayang, apa sih yang kamu pikirkan. kamu tadi dengar sendiri kan bahwa bayi kita itu baik-baik saja, kalau masalah posisinya itu kan bisa di perbaiki". mas bram mengatakannya dengan sedikit emosi.
"mas, berapa kali aku sudah katakan sama kamu. bahkan saat pertama kali aku hamil, aku sudah katakan sama kamu bahwa aku takut untuk operasi mas, dan aku gak mau lakukan itu".
"aku tau karin, tapi tolong hilangkan sugesti yang gak baik dari pikiran kamu. yakinkan sama diri kamu sendiri bahwa posisi bayi kita bisa berubah". jawab mas bram dengan geramnya padaku.
bukan tanpa alasan aku berpikiran takut akan operasi, semua itu karena aku mengalami trauma secara tidak langsung.
5 tahun yang lalu, aku menemani tanteku di rumah sakit untuk melakukan operasi caesar yang ke dua. saat keluar dari ruang operasi tante mengalami pendarahan hebat serta kejang dan tante meninggal tepat di hadapanku, mulai saat itu aku selalu takut saat mendengar operasi terutama operasi melahirkan.
"sudahlah mas, aku capek". aku menepis tangan mas bram dan langsung masuk ke dalam kamar.
mendengar pertengkaran ku dengan mas bram, bi nina langsung keluar dan menemui mas bram.
"ada apa tuan?". tanya bi nina.
"dimana alisya bi". ucap mas bram.
"sedang tidur siang tuan".
"bi, tolongkan buat teh hangat dan antarkan ke kamar karin bi".
"iya tuan".
saat di kamar, aku membaringkan tubuhku di atas kasur dan menutup mataku dengan bantal.
setelah aku pikirkan seharusnya aku tidak marah dengan mas bram. ini hanya masalah perasaan takut saja yang tidak bisa aku kontrol dengan baik.
"kemana mas bram? kok gak ikuti aku ke kamar". sesekali aku melihat ke pintu kamar.
tokk... tokk... tokk...
"non, bibi masuk ya". ucap bi nina.
"hmm kirain mas bram. iya bi masuk aja".
bi nina datang dengan membawa segelas teh hangat untukku.
"ini non tehnya di minum".
"aku gak minta teh bi".
"iya non, ini tuan yang nyuruh bibi membawakan teh untuk non. di minum non selagi hangat, nanti pikiran non pasti tenang saat minum yang manis". ucap bi nina.
"iya bi, terima kasih. mas bram kemana bi?". tanya ku penasaran.
"tadi setelah menyuruh bibi membuatkan teh, tuan pergi keluar menaiki mobilnya non". jawab bi nina.
"kemana ya mas bram ? apa dia marah padaku". gumamku dalam hati.
"ya sudah bi,terima kasih bi untuk tehnya'.
"iya non". bibi nina langsung pergi dari kamarku.
setelah minum teh ,aku merasa ngantuk dan langsung merebahkan lagi tubuh ku dan langsung ketiduran.
saat tertidur aku merasa ada seseorang ada di sampingku dan mengelus-elus kepala ku dengan lembut.
dan ternyata mas bram sudah berada di samping ku dan menatapku dengan tajam.
"mas".
"kamu beneran lelah ya sayang, kamu tidurnya pulas banget". mas bram tersenyum padaku.
aku langsung memeluk mas bram.
"ehh kenapa ini kok langsung meluk". ucap mas bram.
"maafkan aku mas, karena aku sudah marah padamu".
"tidak apa-apa sayang, aku tidak keberatan jika kamu memarahiku". jawab mas bram dengan lembutnya.
bagaimana aku tidak jatuh Cinta setiap hari dengannya, karena dia memperlakukan aku dengan baik dan lembut.
.
balik mampir dukungan kk