NovelToon NovelToon
Aku Tak Terima Dicurangi

Aku Tak Terima Dicurangi

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Enam tahun menjalani biduk rumah tangga tanpa kehadiran seorang anak, Helyara kerap kali disudutkan lantaran kekurangan ada pada dirinya yang di vonis sulit memiliki keturunan.

Cap mandul pun tersemat, keluarga suaminya sering mencibir membuatnya merasa kerdil.

Namun Helyara merasa dunia masih berpihak kepadanya, sebab sang suami berdiri di sisinya.

Sampai suatu ketika kehadiran bayi asing seolah membunyikan alarm bahaya — satu persatu rahasia tersembunyi mulai terkuak. Membuat wanita baik hati memiliki kepribadian introvert itu meradang, tak terima dicurangi.

Helyara Utomo yang lemah lembut dalam satu malam berubah menjadi sosok lain, berambisi membalikkan keadaan, membalas setiap kecurangan.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah tekad : 19

Petugas laboratorium terlebih dahulu memakai sarung tangan medis, lalu mengambil spuit dari tangan Helya.

Spuit dijentik, dan air tertinggal di dalamnya menciprat ke seluruh bagian tabung. “Bisa, Ibu. Saya labeli dulu ya, nanti sekalian diperiksa berbarengan dengan tes darah.”

“Terima kasih, Pak,” ucapnya sopan, batinnya melontarkan kalimat syukur.

Kertas perekat tipis, kecil bertuliskan nama Helyara Utomo, ditempelkan pada pertengahan tabung.

Kemudian pengambilan darah pun dilakukan.

Sakta berdiri sedikit jauh di samping wanita yang kelihatan tegang.

Helyara meringis tanpa berani melihat proses jarum suntik menyedot darahnya masuk ke tabung.

“Selesai,” seru petugas seraya melepaskan torniket berfungsi sebagai pembendung yang menekan pembuluh darah vena sementara.

Betapa leganya, perasaan tegang perlahan mengendur bersamaan dengan tubuh kaku melentur. Helyara menahan kapas alkohol yang menekan bekas suntikan, lalu digantikan dengan plaster bulat kecil.

“Hasilnya baru bisa diambil dua hari kemudian ya, Ibu. Nanti diinformasikan melalui pesan singkat nomor resmi laboratorium ini,” beritahu petugas.

“Baik. Terima kasih, Pak.” Helya berdiri, dan berjalan keluar, diikuti pengacaranya.

Ketika mereka sudah keluar dan masih berdiri di teras bangunan laboratorium, Sakta mengajukan pertanyaan santai. “Apa ada tempat lain yang mau dituju?”

Helyara menekan layar ponsel guna melihat sekarang pukul berapa. “Bisa tidak, pas pulangnya nanti melewati toko Emas Utomo yang di pasar induk?”

Ada rasa rindu, bersalah, menyesal dalam hatinya. Terlalu lama ia terlena dalam buaian kehidupan penuh tipu muslihat Alandi, sampai sudah setahun lebih tak pernah mendatangi tempat usaha milik keluarganya.

“Tentu. Kita harus bergegas, waktu terus berjalan dan langit mulai senja.” Sakta melangkah mendekati motornya, mengeluarkan uang membayar penjaga parkiran.

Wanita yang rambutnya diikat rendah mendongak memandangi cakrawala, langit tak lagi biru cerah, terdapat semburat jingga diantara awan putih.

Mereka sama-sama memakai helm, dan Helyara mengulang caranya naik motor.

Beberapa pengunjung memperhatikan, tatapan mereka tidak mengejek, melainkan tersenyum melihat wanita bertubuh tambun terlihat lucu.

Sebelum kedua kaki terbuka lebar dan berada diantara bodi samping motor, Helya terlebih dahulu menekan lutut diatas tempat duduk sambil kedua tangan berpegangan pada pundak terasa keras.

‘Kenapa dia gak beli motor kecil saja sih? Buat susah aku naik dan jadi tontonan orang,’ gerutunya dalam hati.

“Jangan dilihat, abaikan saja. Mereka tidak ada dalam keseharian dan tak bersinggungan denganmu.” Ia bersiap memutar gas tangan.

Sejenak Helyara melamun, memproses kalimat seperti menyemangati.

Laju motor tak melewati rute tadi, kali ini menyusuri jalan raya.

Helyara kembali menaikkan helm, menikmati angin sore.

Jalanan cukup padat, dikarenakan hari ini libur bertepatan dengan libur panjang kenaikan kelas anak sekolah.

Setelah menempuh perjalanan puluhan menit, laju motor melambat kala melewati bangunan ruko dua tingkat, dan memiliki area parkir cukup teruntuk dua baris mobil.

Tin!

Tin!

Kendaraan dibelakang motor Sakta tak sabaran, seperti dikejar-kejar waktu. Membunyikan klakson.

Namun, tidak dipedulikan, ia tetap melaju dengan kecepatan terbilang pelan. Sampai membuat pria mengendarai motor sport yang memilih menyalipnya.

Kerinduan itu membuncah, matanya berkaca-kaca memandangi bukti keberhasilan kerja keras kedua orang tuanya selama puluhan tahun.

‘Ibu, Ayah … maafkan Helyara. Seharusnya aku yang mengelola, memajukan usaha kita, ini malah dimasuki bahkan membiarkan jerih payah kalian dinikmati para manusia jahat itu.’ Punggung jemari telunjuknya menyeka sudut mata membasah.

‘Dek, kakak janji akan mendepak mereka! Melanjutkan cita-citamu yang ingin membesarkan bisnis ayah supaya bisa lebih banyak lagi membuka lapangan pekerjaan membantu banyak orang,’ ia berikar.

Kemudian Helya memejamkan mata, pada saat itu laju motor sudah melewati toko terlihat ramai, bahkan parkiran dipenuhi mobil dan kendaraan roda dua.

Sesudahnya mereka tidak ada singgah kemana-mana lagi. Hari pun sudah petang, langit menggelap.

Helyara tiba dirumah pukul 7 malam, dan beruntungnya Alandi belum pulang.

Seperti tidak terjadi apa-apa, sosok sebatang kara itu bergegas berganti pakaian.

Untuk makan malam, Helya memasak mie instan 2 bungkus ditambah telur ceplok dua butir, dan segelas es teh jumbo.

Dia tidak bisa mengabaikan perut yang bentar-bentar keroncongan, terasa seperti menghisap dan perih.

Wajahnya berkilat keringat, mie nya ditambah potongan cabai rawit.

Tanpa mau mencuci alat kotor, dan membiarkan teronggok di kitchen sink, Helya masuk ke ruang kerja, melanjutkan mendesain perhiasan masih kurang tiga untuk disetor pertengahan bulan ini.

“Aku semangat bukan karena senang berbagi harta dengan mereka, tetapi ada cita-cita Tomi yang seperti amanah wajib kujaga, wujudkan.” Sejenak tangannya berhenti bergerak diatas kertas bergambar gelang cantik.

Tak terasa malam semakin beranjak, tepat pukul sembilan, terdengar suara pagar bergeser lalu klakson mobil meraung-raung.

“Kemana si mandul itu? Masa jam segini sudah tidur, biasanya masih kurang kerjaan menggambar terus,” gerutu Ganira, dia lelah seharian jalan-jalan, belanja pakaian baru.

Satu persatu para orang tidak tahu diri layaknya kacang lupa kulitnya, turun dari mobil sambil menenteng tas berlogo toko cukup terkenal.

Kartika berlari ke tembok gerbang, menekan bel berulang kali.

Namun sudah beberapa menit menunggu, pintu tertutup tak kunjung dibuka dari dalam.

Alandi yang juga letih, kurang istirahat, asik memadu kasih, terpaksa mengeluarkan kunci dari dalam saku celana.

Tidak ada yang aneh, keadaan rumah masih sama seperti ketika ditinggalkan tadi pagi.

Ganira ingin meluapkan kekesalan efek kelelahan, dia pandangi setiap sudut rumah mencari apa yang bisa dijadikan bahan mencela sang menantu.

“Astaga Helyara! Malas banget kamu jadi orang! Piring kotor gak dicuci, kompor gas dibiarkan berminyak! Alandi lihat kelakuan istrimu ini!” sengaja dia berteriak biar menantunya dengar.

Siska menampilkan ekspresi aslinya, judes. “Gak sudi aku mencuci bekas makan si gembrot!”

“Pelankan suaramu!” tegur Zanaya, mereka berdiri di area dapur.

Alandi memeriksa kamar tidur, Helya tidak ada di sana.

Belum sempat dia melangkah mendekati ruang kerja yang berseberangan dengan kamar tidur dan dekat dapur — pintu berwarna serat kayu dibuka dari dalam.

Helyara berjalan keluar, pembawaan tenang, mulut bungkam.

Ganira tidak menyia-nyiakan kesempatan. Menunjuk lancang wajah berkulit kecoklatan. “Kamu ya! Sudah gak bisa ngasih anak, malasnya bukan main. Nyuci piring pun gak mau. Lantas apa yang bisa dibanggakan dari perempuan mandul kayak kamu, Helyara?!”

Yang dicemooh seolah tidak peduli, dia maju sampai berdiri berdekatan dengan pembantunya. “Siska, cuci peralatan kotor itu! Sebelum kamu istirahat, lap kompor gas sama buang sampah biar rumah ini gak bau busuk!”

“Hey!” Ganira berkacak pinggang, sikap acuh tak acuh menantunya seolah menantang. “Siska itu lelah setelah seharian menjaga Alamsyah! Kamu yang pengangguran, kerjanya makan tidur, seharusnya tahu diri. Berguna lah sedikit saja. Jangan bisanya jadi beban putraku!”

“Mama gak salah ngomong, kan? Aku beban kalian? Aku?” bukan menunjuk tetapi dipukulnya sampai berbunyi bagian dada atas dekat tulang selangka tertimbun lemak.

“Ada ya, pemilik rumah jadi bebannya seseorang yang berstatus menumpang?”

.

.

Bersambung.

1
Aleendra
bagus
Sulfia Nuriawati
g pernah mengecewakan karya² cublik
Les Tary
ga tahunya Alan laki mokondo to
Nancy Nurwezia
nggak ada bonchapnya thor🤭🤭
Nancy Nurwezia
cerita yang seru.. bagaimana perjuangan helyara untuk bangkit dari keterpurukannya yang dicurangi habis2an, membuat kita terinspirasi juga untuk terus semangat dan berjuang dalam hidup ini
Amoy Fita
udah gembel masih jahat aja🤭
Mardiana
mantap helyara .....💪💪💪😍😍😍😍😍😍😍
~Ni Inda~
Bersamamu kita akan taklukan dunia
Arungi samudra penuh rintangan
Bersamamu kita akan jalani semua
Jangan takut utk melangkah bersamaku

Jd nyanyi aku kan 🤫🤣
myPuspa
karya kk Cublik selalu luar biasa.
MasyaAllah Tabarakallah...
Bunda alzatafa
Wahhh ceritanya bagus banget...keren Kak Cublik...😍😍
Ande Pesik
tokoh utamanya jelek bgt sih, udah gendut....pendek lg🤭
Cublik: /Facepalm/
total 1 replies
myPuspa
kalau sudah berhubungan dgn laki2 yg bergelar "ayah" aq pun ikut mewek hel...
cinta pertamaq itu pun sudah pergi jauhhhhh dr dunia fana ini...
mama yogi
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
myPuspa
malah serem ih kalau denger laki2 gombal mukiyo gini...pasti ada apah2nyaaa...🤣🤣🤣
myPuspa
baru mmpir kk Cublik...nunggu slesai dlu baru baca, tim yg ga sabaran nunggu up...
wkwkwk...
Cublik: Kakak, terima kasih 🙏
total 1 replies
al
selalu Excellent ❤
Hariyanti
ceritanya bagus Thor 🥰🥰🥰 aku suka 😀
Omah Tien
sdh aja lah g ush di ambil cm rmh ko bl. slsai jg iklas kan aja napa
Nurgawati Naban
luar biasa
mooociii
meski awal baca bikin emosi, tapi cerita ini bagus kok wajib di baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!