Pernikahan yang tak di inginkan nya terpaksa terjadi.
Namun,karna sesuatu, pernikahan yang belum genap sehari itu terpaksa di batalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwieka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah terbaik
Di sebuah kamar terlihat mama Riska menggerutu tak henti henti.
Ia merasa kesal melihat ekspresi putra itu.
Bahkan papa Adi sampai menutup telinga nya dengan kedua tangan nya.
"Kamu itu kenapa sih,dari bangun tidur wajah mu tak ada semangat-semangatnya,ingat hari ini kamu tunangan dan mama gak mau nanti saat acara berlangsung,muka datar kamu itu yang keluar"omel mama Riska membuat Alvi mendengus kesal.
"Kenapa sih gak ada yang ngerti banget"batin Alvi sedih,ia menatap wajah mama nya sendu.
Menyadari tatapan putra nya,membuat mama Riska merasa bersalah.
Kalau saja ini bukan ide suami nya,mungkin ia akan menggagalkan nya.
"Nak,mama sengaja melakukan ini agar kamu tidak salah memilih seorang istri,dan asal kamu tau,perjodohan ini sudah terjadi saat kalian masih bayi"ucap mama Riska membuat Alvi memeluk mama nya erat.
"Dan mama yakin istri pilihan kami tidak akan salah,mama harap setelah ini,kamu akan LEBIH mencintai dia,jangan pernah kamu menyakiti nya,karna apa?,karna gadis ini sudah kami anggap sebagai putri kami sendiri"jelas mama Riska,dan Alvi hanya diam mendengarkan.
Setelah beberapa menit berpelukan,mereka pun melepaskan pelukan nya.
Sebagai seorang ibu,tentu saja ia merasa sedih,melihat anak nya terlihat terpaksa menjalani ini.
Namun ia yakin,setelah anak nya tau dengan siapa ia di jodohkan,pasti putra tampan nya ini akan menjadi orang yang paling bahagia.
Papa Adi mendengar itu hanya diam,seolah -oleh ia tak mendengar.
Berbeda di ruangan di sebelah nya,terlihat wajah bahagia dari mereka.
Termasuk seorang wanita yang sedang duduk di rias.
Ia tak berhenti tersenyum,ia sudah tak sabar memberi kejutan pada pria nya ini.
Ia ingin segera melihat wajah terkejut nya,pasti itu akan sangat menggemaskan.
Seorang penata rias yang melihat nya merasakan kebahagiaan.
Karna bagaimana pun,ia sudah sangat mengenal keluarga Pradipta.
Ia sangat mengenal pria yang hari ini akan bertunangan.
Terkenal dengan si muka datar,dan cuek dengan lawan jenis nya.
Bahkan terkadang tak segan-segan ia bersikap dingin bagai manusia kutub.
Bahkan ada satu kejadian yang sampai membuat ia tersenyum membayangkan nya.
Nayla melihat itu merasa heran.
"Mbak,ada apa?"tanya Nayla ramah.
"Eeh,gak hanya ngebayangin hal lucu aja."jawab penata rias tersebut.
"Kau tau,dulu waktu itu calon suami mu itu mengalami hal yang sangat lucu"ucap penata rias itu memecah keheningan.
Ucapan itu membuat Nayla mengerenyitkan kening nya.
"Dulu waktu Tante Riska datang ke butik ku,ia membawa serta si muka datar itu,ada seorang wanita,,eeh bukan pria,eeh gimana ya ngejelasin nya?"ucap penata rias itu bingung sendiri,karna dulu ia pun hampir terkecoh.
Melihat wanita muda bingung dengan perkataan nya,Nayla pun mengerti.
"Waria maksud nya?"tanya Nayla polos.
Seketika membuat wanita itu tertawa bahkan sampai mengeluarkan air mata nya.
"hahaha..iya"jawab nya masih tertawa.
Melihat Nayla diam,segera ia menghentikan tawa nya.
"Baiklah,biar tidak susah kita mengobrol,panggil saja nama ku Meta"ucap wanita itu memperkenalkan diri nya.
"Nayla"ucap Nayla menanggapi.
"Kau tau Nay,waktu itu butik dalam keadaan sepi,karna waktu itu masih pagi.."ucap Meta menjeda ucapan nya.
"Entah bagaimana waria itu bisa masuk,karna waktu itu aku lagi mengantar Tante Riska memilih baju"
"Tiba-tiba saja Alvi berteriak sambil berlari ke arah kami,kami pun melihat apa yang terjadi,dan setelah melihat yang terjadi tawa kami pun pecah"
"Seorang waria sedang mengejar nya,bahkan dia memegangi tangan Alvi,hahaha"seketika tawa Meta pecah,bahkan Nayla pun ikut tertawa.
"Terus?"tanya Nayla masih penasaran.
"Iya,dan apa kau tau selanjut nya yang terjadi?"terlihat Nayla menggeleng.
"hahaha,tiba-tiba saja waria itu mencium pipi nya,hahaha,dan seketika itu membuat Alvi langsung pingsan"ucap Meta membuat tawa mereka semakin pecah.
Bunda yang mendengar tawa itu pun di buat penasaran,dan bunda langsung melihat.
"Hahaha dan sejak saat itu,Alvi begitu anti dengan wanita jadi-jadian itu,kalau ia melihat yang seperti itu,ia akan langsung berlari,atau bersembunyi"jelas Meta dengan tawa nya yang semakin kecil.
Sedangkan Nayla masih belum menghentikan tawa nya,ia merasa lucu saat membayangkan nya.
"Ada apa nih,kayak nya seru banget?"tanya bunda tersenyum.
"Cuma lagi dengerin cerita lucu, Tan"jawab Meta sopan.
"Ya ampun,pantas saja tawa kalian sedari tadi gak berhenti henti.
"Hehehe,maaf ya Tan,kalau berisik"ucap Meta menjadi tak enak hati.
"Gak apa-apa,justru bunda seneng liat nya"ucap bunda tersenyum.
"Oh ya,satu lagi jangan panggil Tante,panggil saja bunda"pinta bunda lembut.
Karna bunda tau siapa gadis yang di depan nya.
"Makasih Bunda"jawab Meta senang.
"Iya,ya sudah kalian lanjutkan lagi cerita nya,bunda mau lihat ayah dulu"jawab bunda dan pergi.
"bunda harap tawa kamu akan selalu seperti itu."batin Bunda terharu.
Karna sejak kejadian itu,ini baru pertama kali nya melihat kembali tawa lepas dari putri nya.
Sepeninggalan Bunda,Meta kembali fokus dengan pekerjaan nya.
Setengah jam kemudian,Nayla sudah selesai di rias.
Meta puas dengan hasil riasan nya.
"Woww,amazing"decak Meta bangga.
"Cantik sekali"timpal mama Riska yang baru saja datang.
Mendengar suara itu,Nayla dan Meta melihat ke arah suara.
"Gimana Tan,cantik kan?"tanya Meta bangga.
"Sangat,,sangat cantik"kagum mama Riska,dan berjalan mendekat ke arah Nayla.
"Yeay,jangan lupa bonus ku"ujar Meta senang.
"Beres"ucap mama Riska mengacungkan ke dua jempol nya.
"Baiklah Tan,tugas sudah selesai,sekarang aku akan ke luar,untuk melihat apakah mama dan papa sudah sampai"pamit Meta tanpa berucap apa pun lagi,ia langsung pergi dari sana.
Tak lama setelah kepergian Meta,datanglah bunda sambil tersenyum dan bergabung bersama mereka.
Tak lama mereka berbincang,ayah dan papa Adi datang,dan mengatakan kalau acara akan segera di mulai.
Sedangkan Alvi ia sudah bergabung dengan teman-teman nya.
Alvi tak banyak bicara,karna hati dan pikiran nya tertuju pada satu orang.
"Apakah dia sudah di lamar,dan apakah ia menerima nya?"batin Alvi gusar.
Bara,Toni,Rafa,dan Kenan yang melihat itu hanya diam,mereka hanya tersenyum melihat itu.
Tak tak tak.
Suara sepatu yang beradu dengan lantai,mengalihkan tatapan mereka,berbeda dengan Alvi ia hanya sibuk dengan pikiran nya sendiri.
"Cantik nya"ucap teman-teman Alvi dengan keras.
"Al,Lo bakal nyesel kalau ngelewatin pemandangan ini"ucap Toni tanpa mengalihkan tatapan nya pada Nayla.
"Gak peduli"ucap Alvi ketus.
"Yakin Lo,kalau gitu buat gue aja,gue rela kok buat gantiin Lo di sana"ucap Rafa dengan senyum jail nya.
"Kak cepat sini, acara akan di mulai"panggil Friska sambil tersenyum.
Tanpa di sadari oleh nya,seseorang terus memandangi nya.
"Cantik"gumam Bara pelan.
Deg
Seketika tatapan nya berada dengan Friska, tiba-tiba saja jantung nya berdetak cepat.
Friska pun sama,namun dengan vepat ia mengalihkan tatapan nya,dan pergi dari sana dengan menggandeng Alvi.
Alvi dengan malas pun terpaksa mengikuti langkah adik nya.
Saat sampai di tempat yang di tempati keluarga Nayla dan keluarga nya.
Alvi bingung,karna ia melihat Bunda dan Ayah.
Ia pun mengedarkan pandangan nya,dan pandangan nya berhenti pada seorang gadis yang sedang menunduk.
Deg
Karna penasaran Alvi mendekati gadis itu,sampai nya di depan gadis itu,ia berhenti memperhatikan.
"Kenapa dia?,,gak mungkin,mungkin aku berhalusinasi"gumam Alvi sambil menampar pipi nya sendiri.
"Kenapa gak mungkin?"tanya Nayla sambil mengangkat wajah nya.
Deg
"Kamu"tunjuk Alvi masih bingung,sampai akhirnya ia melihat ke arah para orang tua.
Yang mengerti tatapan Alvi,mereka pun mengangguk kompak.
"Aakh,benarkah?"teriak Alvi senang,bahkan ia sampai melompat-lompat.
Para tamu undangan yang melihat itu hanya melongo.
"Momen langka"gumam mereka tak berkedip.
Berbeda dengan teman-teman nya,mereka menepuk jidat masing-masing.
"Ya Tuhan,memalukan"gumam mereka semua.
Sedangkan Alvi saking senang nya langsung memeluk Nayla,tanpa tau malu nya,berbeda dengan Nayla yang sudah seperti kepiting rebus.
"Ini hadiah terbaik"bisik Alvi dalam pelukan Nayla.