NovelToon NovelToon
Direndahkan Keluarga Suami

Direndahkan Keluarga Suami

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Mengubah Takdir / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:176.5k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Karena perubahanku, pantaskah kalian menghina?
Bukankah aku seperti ini, lantaran telah melahirkan penerus keluarga!

"Seharusnya, Mas membelaku! Bagaimanapun, aku ini adalah istrimu. Jika, bukan suami ... siapa lagi yang akan melindungiku? Haruskah, aku mencari tempat perlindungan lain? Apakah itu maumu, Mas Azam!" Lika.

"Kita ini hanya seorang anak, sudah seharusnya kita mengalah!" Azam.

Mampukah, Lika bertahan atau memilih pergi dari sisi suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26. Haruskah, Mengemis Cintamu?

Perempuan itu tidak akan mengatakan apa yang tengah ia rasakan pada hatinya. Akan tetapi dia akan menunjukkannya dengan sikap.

Maka dari itu, belajarlah untuk peka.

Kepadanya.

Karena, wanita akan setia di sisimu jika hatinya bahagia.

Kehadirannya di hargai.

Meskipun hinaan dan caci, menerpa hingga torehkan luka di hatinya.

Namun, ia akan kuat selama ada bahu dari pria yang menjadi belahan jiwanya.

Akan tetapi, ia akan pergi dan meninggalkanmu.

Ketika lelahnya tidak lagi di hargai, baktinya tidak lagi dianggap, pengorbanannya tidak lagi berarti.

Pada saat itu, ia akan pergi tanpa menoleh padamu lagi.

Karena, ia pergi membawa luka dan juga kekecewaan.

*

*

*

"Tenang saja, Mbak. Insyaallah saya siap,"jawabku mencoba tetap tenang dan tersenyum. Apa yang di rasakan oleh hatiku, janda genit itu tidak boleh tau. Biar saja, baginya hal ini menjadi masalah yang biasa saja untukku.

Tidak akan ku biarkan dia tertawa, di atas penderitaanku. Lihat saja, aku tidak akan menangisi nasib.

Ketika kehadiran kita tidak lagi diinginkan, keberadaan kita tidak lagi di harapkan, lalu apa alasan mu untuk bertahan?

Bahkan, sekarang saja keberadaanku dan juga kedua anakku ... seakan antara ada dan tiada. Ku pikir, apa yang dikatakan oleh sahabatku ada benarnya juga. Untuk apa bertahan di lingkungan yang menginginkan mu untuk pergi. Maka itu, aku tidak akan bertahan lagi ketika mas Azam memang menginginkan kepergianku.

Malamnya, aku mencoba menahan mas Azam di kamar kami. Saat ini juga, aku butuh kejelasan.

"Mas, Adek rasa ... ada yang ingin kamu sampaikan. Ucapkan saja, jangan di tahan. Daripada, aku mendengarnya dari mulut orang lain. Lebih baik, semua itu keluar dari mulut kamu," ucapku tetap seperti biasa. Seolah, masalah yang akan kami bicarakan ini bukanlah hal yang besar.

"Mas rasa, kamu sudah paham," jawab suamiku, enteng. Saat ini, kami berada di depan televisi. Duduk berdua di atas sofa bed. Tak lupa aku menyiapkan kopi dan juga cemilan kesukaannya. Roti bakar coklat kacang. Aku membeli bahan-bahannya tadi sore. Menyimpannya di kamar, dan membakarnya menggunakan pemanggang waffle. Barang itu, aku beli online, belanja murah sebelas-sebelas.

Aku sengaja menyembunyikannya di dalam kamar. Kalau orang rumah tau, apalagi Ibu ... bisa ramai mereka menanyakan ini dan itu. Nanti kalau biaya listrik naik pasti aku yang akan di salahkan. Padahal, kami sudah sangat irit. Kipas angin saja yang menempel di langit-langit kamar. Alias kipas baling-baling.

Sementara kamar, Nela dan juga Ibu. Menggunakan AC. Apa aku protes, padahal bayar listrik menggunakan gaji dari mas Azam? Tidak! Aku tidak mungkin protes kalau suami ku saja tidak keberatan. Sebab, suamiku memang tak bisa kena dingin.

"Faham gimana, Mas. Wong yang bicara sama aku aja, cuma ibu sama mbak Jelita," ucapku masih berusaha memasang wajah ramah dengan senyum manis semanis-manisnya.

Ku lihat, mas Azam terkesiap sesaat. Ketika aku menyebut nama janda genit itu. Tapi, aku pura-pura saja tak tau. Entah apa yang tengah mereka sembunyikan ini.

"Ehm, memangnya, apa yang Jelita katakan?" tanya Mas Azam. Sepertinya, suamiku ini memang tengah menyembunyikan sesuatu. Tapi, aku mencoba untuk bersikap biasa saja. Aku harus bisa menahan rasa ini. Rasa sakit dan kecewa yang tiba-tiba membuat ku ingin menangis dengan kencang di hadapannya.

Hati kecilku memerintahkan diri ini untuk memohon padanya, mengemis cintanya lagi. Akan tetapi, logika ku mengatakan ... untuk apa? Apakah aku akan mati tanpa cintanya? Apakah aku akan kekurangan tanpa kasih sayang darinya? Toh, selama beberapa bulan ini, aku bahkan telah terbiasa hidup seolah tanpa dirinya. Meskipun, status kami masih sama. Meskipun tempat tinggal kami masih satu atap.

Bukankah? Aku bisa menghandle semuanya sendiri. Mulai dari kebutuhan anak-anak juga kebutuhan ku. Aku, bahkan bisa bekerja sambil mengurus dua anak balita yang super aktif.

Tanpa bantuan sama sekali dari keluarga mas Azam maupun dirinya sebagai suamiku. Kecelakaan itu, bukan hanya merenggut kebebasan dari mas Azam. Tapi juga merenggut sikapnya yang penuh cinta dan perhatian. Perlakuannya yang lembut dan penuh kehangatan.

Kini, keterpurukan itu berangsur pergi. Kebahagiaan suamiku perlahan kembali. Kesehatannya sedikit demi sedikit pulih.

Tapi, rasa cinta dan sikapnya awal di pernikahan kami. Telah pergi dan tak kembali lagi.

Apakah ini harus ku tangisi?

Bolehkah aku menyesalinya?

...Bersambung...

1
Rina Arie
good
Hera sasuwe
👍
Dyah Oktina
aamiin ya Allah
Indah Rohmiatun
kasih bonus donk thor
Ran Aulia
Luar biasa , ceritanya bagus, ada ilmunya juga 👍👍👍👍😍😍😍😍

terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
Dwika Artama
thor karyamu ini sungguh bikin aku nyesek tapi lanjutttttt.👍👍👍bikin para pembacanya gedeg ama keluarga si suami
Dwika Artama
thor karyamu ini sungguh bikin aku nyesek tapi lanjutttttt.👍👍👍bikin para pembacanya gedeg ama keluarga si suami
Silvi Vicka Carolina
permpuan hanya butuh tempat tuk bisa curhat ,bergosip ,sandaran ..laki laki yang di harapkan pwempuan laki laki yang bisa semua nya bisa jadi ayah .kakak.sahabat .bisa jadi tukang ledeng .biaa jadi tukang kuli bangunan.bisa jadi tukang listrik .bisa jadi tkang cuci bqju .cuvi piring .bisa jadi koki .waa pokoknya arus serba bisa ....
Ratih
Novel yg luar biasa , bagus bgt 🤗🤗🤗
Mak Aul: makasih udah baca karya2 aku
total 1 replies
Khusnul Khotimah
tp karma yg di terima sama azam cuma KATANyA kok gk langsung sih thor.. pasti seru kisah e azam pas tau istri barunya tdr ma bpk nya sendiri 😁😁
Mimik Pribadi
Nah lhooo,,,,ada berita apaan y???
Mel Rezki
mertua oh mertua 😣
Mel Rezki
ampun deh mertua begitu 🤧
‼️n
Gedeg aq ma si Azam .....
Sulati Cus
ye tu klu lakinya cm liat body ae lagian yg bikin melar sp??? cantik jg perlu modal kali😂
Mak Aul: otak lakiannya dari oncom
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Mak Aul: makasihh lanjut season keduanya Terjerat pesona janda
total 1 replies
Echatiganecha
semangat lika
angel
emang dosa apa ya gk layanin laki ????bingung dgn aturan yg ada..laki kaya gt emang kudu di layanin ..?
angel
pusing bacanya ..bisa gk Thor bikin novel tuh yg gk bw2 agama. ...yg netral aj
Mak Aul: ini memang khusus religi. klo yang gak bawa agama banyak kok novel otor yang lainnya
total 1 replies
Yunia Afida
semangat terus💪💪💪💪💪, terimakasih
Mak Aul: maksiihh juga ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!