Kehilangan istri membuat seorang Yudatama menjelma menjadi orang yang dingin, kejam dan arogan.
Hingga takdir mempertemukan dirinya dengan seorang gadis bernama Rania. Ia memiliki wajah yang sangat mirip dengan mendiang istrinya.
Yudatama melakukan segala cara untuk mendapatkan Rania dengan cara berpura-pura mencintai Rania. Baginya mendiang istrinya adalah obsesi terbesarnya.
Bagiamana pernikahan Yudatama dan Rania ke depannya?
Apakah dari sebuah obsesi bisa berakhir dengan jatuh cinta sungguhan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.R.E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU MERTUA
Niat untuk cepat pulang harus gagal karena Rena kekeh tidak mau pulang. Alhasil Rania pun mengirim pesan pada Yuda jika dirinya akan pulang terlambat karena Rena tak mau pulang.
Padahal hari ini niatnya Rania mau masak untuk menyambut kedatangan mertuanya. Sepertinya harus tertahan dulu sampai Rena benar-benar merasa bosen.
Satu jam kemudian, Rena baru minta pulang. Itupun karena bocah empat tahun itu terlihat sudah mulai mengantuk. Jika tidak, Rania yakin ia akan berjam-jam menunggu Rena merasa bosan.
"Mommy, pulang. Ngantuk," rengeknya seraya merentangkan tangan minta untuk digendong.
Rania menyambut rentangan tangan Rena lalu menggendongnya seperti anak koala.
"Pulang, ya. Nanti langsung tidur siang."
Rena mengangguk pasrah.
Beberapa menit kemudian Rania sudah sampai ke rumah. Ia agak kesusahan jika harus menggendong Rena serta membawa barang belanjaan. Alhasil Rania pun meminta pada supirnya untuk membawa belanjaan ke dapur sedangkan dirinya akan ke kamar Rena terlebih dahulu, untuk menidurkannya.
"Mang Asep, punten simpan belanjaan di bagasi ke dapur, ya. Saya sepertinya akan kesulitan bawa."
"Baik Nyonya.''
Setelah itu dengan langkah lebar Rania masuk dengan serta merta menggendong Rena. Saking terburu-buru Rania tidak memperhatikan sekitar, ia tidak menyadari jika di ruang tamu yang baru saja ia lewati ada sese yang tengah duduk manis. Dengan ditemani puding dan es jeruk. Seketika langkah Rania terhenti.
"Oh, ini Istri baru Yuda. Kok ga ada sopan-sopannya. Jalan main nyelonong aja."
Mendengar suara seseorang yang terasa asing itu, Rania segera membalikkan tubuhnya. Netranya menangkap sosok wanita paruh baya, yang terlihat elegan dan berkelas jauh beda dengan dirinya. Yang terlihat sederhana bahkan orang tidak akan menyangka jika dirinya adalah istri dari orang terkaya di kota itu.
Rania terkejut, dia yakin orang itu ada ibu dari suaminya .
"Astaghfirullah, maaf, Bu. Tadi Rania terburu-buru mau ke kamar Rena. Dia tidur."
Rania berucap seraya berjalan mendekat ke arah wanita paruh baya itu. Dia menyesali karena tidak menyadari kehadiran sang mertua.
"Kapan ibu sampai? Maaf, Rania belum menyiapkan apa-apa. Tadi di pa...."
Fatma sang ibu mertua mengangkat sebelah tangannya. itu artinya ia melarang Rania untuk bicara.
"Kemarikan cucuku," ujar Fatma lalu mengambil alih Rena dari pangkuan Rania.
Sejurus kemudian, Fatma langsung menelisik penampil Rania dari atas sampai bawah. Entahlah Rania selalu merasa tidak nyaman saat ada orang yang memperhatikan dirinya seperti itu-- tatapan meremehkan.
'Dia benar-benar mirip Arini. Hanya penampilan mereka saja yang berbeda. Atau jangan-jangan wanita ini memang Arini? Tapi dia pura-pura. Karena aku tidak percaya jika di dunia ini ada orang yang begitu mirip.'
Fatma tidak hentinya membatin seraya terus menatap Rania yang sudah mulai tidak nyaman.
"Kamu mimpi apa bisa dinikahi putra saya? Pasti kamu senang banget ya punya suami seperti putra saya. Udah kaya raya, ganteng, terkenal. Lumayan kan bisa kecipratan."
Sudah Rania duga, mertuanya pasti tidak akan menyukainya. Ia maklum, orang kaya memang terkadang selalu memandang sebelah mata orang sederhana seperti dirinya.
"Rania memang sangat beruntung, Bu. Bisa dipersunting Mas Yuda. Rania juga tidak tahu kenapa Mas Yuda malah memilih Rania. Padahal Rania tahu begitu banyak wanita yang jauh lebih sempurna daripada Rania." tutur Rania mencoba untuk menjawab atas tuduhan Fatma. Tuduhan yang seolah-olah dirinya itu wanita yang memanfaatkan hubungan.
'Aku tidak boleh tertipu. Bisa saja dia pun berpura-pura baik. Aku tahu wanita seperti apa mantuku itu '
"kau benar. Mungkin putra saya sudah terkena guna-guna hingga mata dan hatinya tertutup. Tidak bisa memilih mana yang pantas untuk dirinya mana yang tidak."
"Mami!"
Fatma dan Rania menoleh secara bersamaan saat mendengar seseorang memanggil Mami. Dia adalah Yuda. Yuda datang bersama sang Papi--Bayu.
"Mami bicara apa sama Rania? Rania bukan wanita seperti yang Mami tuduhkan."
Fatma memilih diam tidak menimpali perkataan Yuda. Fatma hanya membuang muka saja.
"Yuda benar, Mi. Mami kok sama mantu ngomong kaya gitu?" timpal Bayu.
Lalu Bayu tersenyum ke arah Rania seraya menjulurkan tangannya.
"Ah, ini menantu Papi. Cantik. Saya Bayu Papi dari Yuda."
Rania membalas senyuman serta uluran tangan Bayu.
"Rania, Pak."
"Jangan panggil Pak. panggil saja Papi sama kaya Yuda."
"Baik, Pi." Rania berucap dengan ragu.
Melihat situasi yang menurut Yuda tidak aman untuk Rania dan Rena. Yuda pun menyuruh Rania pergi membawa serta merta Rena. Gadis kecil itu masih saja nyaman dengan tidurnya.
"Bawa Rena ke kamar. Dan kamu jangan kemana-mana. Diam saja di kamar Rena."
Rania mengangguk. "Baik Mas."
Rania pun menggendong kembali Rena lalu secepatnya membawa Rena pergi menuju kamarnya.
Selepas kepergian Rania, Yuda pun langsung menatap sang Mami dengan tajam. Sungguh ia tidak suka dengan perkataan Maminya tadi.
"Mami kenapa ngomong kasar gitu ke Rania?"
Fatma yang sedari tadi membuang muka pun beralih menjadi menatap Yuda.
"Dia begitu mirip Arini, Yuda. Tidakkah kamu merasa curiga? Mungkin saja itu Arini tapi dia sengaja menyembunyikan identitasnya." Fatma berkata dengan suara pelan.
"Bukan, Mi. Mereka itu orang yang berbeda namun memiliki wajah yang mirip."
"Enggak mungkin Yuda. Di dunia ini tidak akan ada yang mirip. Kecuali dia kembar, bahkan orang kembar saja masih bisa dibedakan."
Bukan tanpa alasan Fatma begitu takut jika Rania adalah Arini. Sebab Fatma sudah mengetahui sifat asli dari almarhumah istri Yuda. Fatma pernah memergoki Arini berselingkuh dengan rekan bisnis Yuda. Namun saat Fatma menceritakan pada Yuda putranya itu malah tidak percaya.
"Mi, Yuda heran sama Mami. segitu bencinya Mami sama Arini. Sampai orang yang mirip Arini saja Mami curigai."
"Bagaimana Mami tidak curiga, Yuda. Jika itu benar Arini. Maka Mami takut kamu terpengaruh sama Arini. Dia itu tidak sebaik yang kamu pikirkan Yuda. Tapi kamu tidak pernah percaya."
"Bagaimana Yuda mau percaya, Mi. karena apa yang Mami tuduhkan dulu tidak terbukti."
"Jadi, maksud kamu Mami bohong? Mami...."
"Sudah, stop!" Bayu menyudahi perdebatan antara istri dan putranya ini. Setelah sedari tadi hanya bisa melihat perdebatan mereka.
Yuda dan Fatma pun langsung diam. Kini Bayu yang menguasai mereka berdua
"Apa Mami dan kamu Yuda tidak merasa malu? Merasa malu karena sudah membicarakan orang yang sudah meninggal? Arini sudah meninggal empat tahun lalu, bukan kah kita menjadi saksi, saksi ketika jenazah Arini dikebumikan? Jadi, stop jangan bahas orang yang sudah meninggal."
"Ini Mami, Pi. Mami masih saja membenci Arini. Hingga Rania pun Mami anggap Arini. Padahal mereka dua wanita yang berbeda."
"Mami hanya jaga-jaga."
"Stop! Jangan pernah ada lagi yang membahas Arini. Dia sudah meninggal. Mungkin suatu kebutuhan Rania memang memiliki kemiripan dengan Arini. Dan untuk Mami jangan curiga tanpa alasan. Dan untuk kamu Yuda. Semoga kamu menikahi Rania karena memang kamu mencintai dirinya bukan karena ia mirip almarhumah istrimu."
Setelah berkata seperti itu Bayu pun pergi, meninggalkan istri dan putranya.
Sementara itu, Rania yang mendengar perdebatan anak dan orang tua itu hanya bisa terisak. Tiba-tiba hatinya merasakan sakit. Ia takut jika Yuda memang menikahi dirinya bukan karena cinta melainkan membiaskan dirinya dengan almarhumah istrinya.
yg ada curiga dgn anak rania, menuduh rania selingkuh
mending rania hidup sendiri ma jagoan kecilnya aja.... biar suatu saat Yuda menyesal karena menyia-nyiakan istri dan anaknya
author👍👍👍👍👍 ayo semangat double up ya🥰🥰🥰
lanjut thor
Lanjut thor