NovelToon NovelToon
Arsitektur Pengkhianatan

Arsitektur Pengkhianatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Effendik89

Bagi Adnan Mahendra, hidup adalah maha karya presisi. Sebagai arsitek ternama di Surabaya, ia percaya bahwa fondasi yang kuat akan membuat bangunan abadi.

Namun, dunianya yang simetris runtuh dalam perlahan ketika laporan demi laporan Jo Bima yang tidak lain asisten Adnan sendiri. Mengungkap sisi gelap Arini, istri yang sangat ia puja dengan ketulusan cinta sejatinya.

Namun di balik wajah cantik dan senyum lembutnya, Arini telah membangun istana kebohongan. Bersama pria lain di sudut-sudut kota Surabaya yang panas tanpa sepengetahuannya.

Akankah cinta mereka bertahan, akankah pondasi rumah tangga yang di bangun Adnan tetap berdiri kokoh? ketika Bagaskara masa lalu Arini kembali mengusik ketenangan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Effendik89, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Studio Retak dan Janji Berbisa

Suara pecahan kaca yang memekakkan telinga. Membelah keheningan di dalam studio foto milik Bagaskara. Gelas kristal yang tadinya berisi wine merah pekat.

 

Kini hancur berkeping-keping di atas lantai beton ekspos yang dingin. Cairan merah itu menciprat ke mana-mana. Meresap ke dalam celah lantai. Tampak seperti genangan darah segar yang baru saja tumpah.

Bagaskara berdiri mematung di tengah ruangan. Dadanya naik turun dengan napas yang memburu. Matanya yang merah menatap nanar ke arah layar ponsel di tangannya. Pesan singkat dari Arini terasa seperti tamparan keras yang mendarat tepat di wajahnya.

“Bagas, jangan temui aku lagi. Setidaknya untuk sementara ini. Adnan sedang sangat posesif dan aku sedang berada di rumah orang tuanya. Jangan lakukan hal bodoh. Tunggu kabarku.”

"Sialan! Pelacur licik!" geram Bagas dengan suara rendah yang menggetarkan tenggorokan.

Ia segera mengetik balasan dengan jemari yang gemetar karena amarah. Ia ingin memaki, ingin mengancam. Ingin mengingatkan Arini bahwa ia telah menumpahkan darah Jo dan Bima demi wanita itu. Bahwa ia mempunyai foto-foto seksi Arini dan beberapa video.

Tentang adegan mereka bermesraan selayaknya pasangan suami dan istri. Bagas mengetik panjang sambil membumbui ancaman. Kalau Arini melarangnya untuk bertemu. Akan menyebarkan foto dan video di media sosial.

Namun, saat ia menekan tombol kirim. Tanda centang di aplikasi pesan itu tetap abu-abu tunggal. Ia mencoba menelepon. Namun hanya suara operator yang menyambutnya. Nomor itu telah dibisukan. Arini telah memutus aksesnya.

Bagas membanting ponselnya ke atas sofa kulit. Ia merasa seperti pion yang baru saja dibuang ke tempat sampah. Setelah sang ratu mendapatkan apa yang diinginkannya. Kenyamanan kembali di pelukan suaminya yang kaya.

 

Padahal, Bagas sudah mempertaruhkan segalanya. Ia sudah menjadi pembunuh. Ia sudah menjadi buronan bayangan yang kini dikejar oleh insting detektif Pak Darmawan, meski ia belum menyadarinya sepenuhnya.

Tiba-tiba, suara ketukan pintu studio yang berirama. Tidak sabar membuyarkan amarahnya. Bagas mengusap wajahnya kasar.

Mencoba mengatur ekspresi. Ia mengira itu adalah salah satu anak buahnya yang membawa kabar tentang pergerakan Adnan atau mungkin kurir yang membawa peralatan kamera baru. Ia membuka pintu kayu besar itu dengan sentakan.

"Bagas..."

Seorang wanita berdiri di sana. Rambutnya yang berwarna cokelat terang, tampak sedikit berantakan, dan riasan matanya yang tebal tidak mampu menyembunyikan sembab di kelopak matanya.

Wanita itu cantik, lumayan cantik dengan standar model majalah. Namun jika dibandingkan dengan keanggunan aristokrat Arini. Wanita ini tampak seperti replika yang murah.

Dia adalah Siska, salah satu dari sekian banyak wanita yang terjebak dalam jaring manipulasi Bagas. Siska adalah istri dari seorang pengusaha tekstil kelas menengah yang nekat berselingkuh dengan Bagas selama setahun terakhir.

 

"Siska? Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Bagas dingin, tanpa niat mempersilakannya masuk.

 

Siska menerobos masuk begitu saja. Mengabaikan sikap dingin Bagas. Ia melihat pecahan gelas di lantai dan genangan wine, lalu menatap Bagas dengan tatapan menuntut.

"Aku sudah kehilangan segalanya, Bagas! Segalanya!" seru Siska dengan suara melengking yang hampir pecah.

"Suamiku tahu tentang kita. Dia menceraikanku tanpa harta sepeser pun. Keluargaku mencoret namaku dari silsilah. Bahkan butik yang aku rintis sekarang disita karena hutang operasional yang kamu pinjam atas namaku! Kamu bilang kamu akan bertanggung jawab, Bagas!"

 

Bagas menyandarkan tubuhnya di meja kerjanya, menyilangkan tangan di dada. Matanya menatap Siska dengan tatapan meremehkan. Baginya, Siska hannyalah alat pemuas dahaga di saat Arini tidak ada dan sekarang alat itu sudah rusak dan tidak berguna.

"Tanggung jawab apa, Siska? Kita sama-sama dewasa. Kamu yang mau melakukan itu. Kamu yang mau memberikan modal itu padaku," ucap Bagas tanpa emosi.

"Kamu pembohong!" Siska memukul dada Bagas dengan kepalan tangannya yang lemah.

"Kamu bilang akan menikahiku begitu aku cerai! Kamu bilang kita akan pergi dari sini dan membangun studio besar di Bali! Mana janjimu?"

Bagas menangkap kedua pergelangan tangan Siska dengan cengkeraman yang kuat. Membuat wanita itu meringis kesakitan. Amarah Bagas yang tadinya ditujukan pada Arini kini menemukan sasaran empuk. Ia melihat ketakutan dan keputusasaan di mata Siska dan entah mengapa itu memberinya rasa kuasa yang sempat hilang karena penolakan Arini.

Otak Bagas yang licik mulai bekerja kembali. Ia tahu Siska sudah tidak punya apa-apa. Tapi ia masih bisa menggunakan wanita ini untuk meredam kegilaannya malam ini. Ia butuh pelampiasan di atas kasur studionya yang lusuh.

"Ssttt... diamlah," suara Bagas tiba-tiba berubah menjadi sangat lembut.

Sebuah manipulasi vokal yang sering ia gunakan untuk menjerat korbannya. Ia menarik Siska ke dalam pelukannya. Membelai rambut wanita itu dengan gerakan yang tampak protektif.

"Maafkan aku, Siska. Aku baru saja stres karena masalah pekerjaan. Makanya gelas itu pecah."

Siska terisak di dada Bagas. "Lalu bagaimana nasibku, Bagas? Aku tidak punya tempat tinggal..."

"Tenanglah. Aku akan mengaturnya. Aku tidak pernah melupakan janjiku," dusta Bagas dengan lancar. Ia mengangkat dagu Siska, menatap matanya dalam-dalam.

"Tapi malam ini, aku butuh kamu di sampingku. Aku butuh kamu untuk membantuku tenang. Kamu masih percaya padaku, kan?"

Siska, yang sudah kehilangan pegangan hidup. Mengangguk dengan pasrah. Ia tidak menyadari bahwa ia sedang memeluk seekor serigala yang baru saja kehilangan mangsa utamanya dan kini siap memangsanya sebagai pengganti.

Bagas tidak membuang waktu. Rasa lapar akan kekuasaan yang terluka oleh Arini, kini ia tumpahkan sepenuhnya pada Siska.

Di tengah studio yang berantakan, di antara lampu-lampu softbox yang berdiri kaku seperti saksi bisu, Bagas menyeret Siska menuju sofa besar di sudut ruangan.

Ia melampiaskan seluruh amarahnya, seluruh rasa jijiknya pada Adnan dan seluruh kekecewaannya pada Arini. Melalui nafsu yang beringas kepada Siska. Bagas tidak memberikan kelembutan yang ia berikan pada Arini.

Kali ini, tindakannya penuh dominasi yang kasar. Seolah-olah ia sedang mencoba menghapus bayangan Arini dari kepalanya dengan cara merusak wanita lain.

Siska menerima semuanya, mengira bahwa ini adalah bentuk ikatan yang akan menyelamatkannya. Tanpa tahu bahwa bagi Bagas, ini hannyalah cara untuk membuang sampah emosional. Sebelum ia merencanakan serangan berikutnya kepada keluarga Adnan.

Malam itu, di bawah temaram lampu studio, Bagas kembali menjadi penguasa dalam fantasinya sendiri. Namun di luar, di kegelapan malam Surabaya, intelijen anak buah Pak Baskoro sedang memantau setiap gerak-gerik di depan studio itu.

Mereka mencatat kedatangan seorang wanita yang menangis dan itu bukan Arini. Mereka mencatat bahwa Bagaskara masih berada di dalam. Menikmati fantasinya, kegilaannya yang semakin memuncak.

Bagas duduk di kursinya sambil menatap Siska yang tertidur kelelahan di atas kasur yang sama, saat beberapa waktu lalu ia melampiaskannya bersama Arini. Bagas menyalakan sebatang rokok. Matanya kembali menatap ponselnya. Arini mungkin bisa mematikan ponselnya.

Tapi Bagas tahu satu hal, ia punya rahasia yang tidak diketahui Adnan dan ia tidak akan ragu untuk menghancurkan semua orang. Jika ia tidak bisa menikmati Arini kembali.

"Kamu pikir kamu bisa lari dariku, Rin?" asap rokok mengepul dari bibir Bagas.

"Jika aku hancur, aku pastikan kamu dan seluruh keluarga arsitek sombong itu akan ikut terkubur bersamaku."

Pesta sandiwara baru saja dimulai di semua lini dan Bagaskara sudah menyiapkan kartu as terakhirnya. Kartu yang ia curi dari masa lalu Arini yang paling gelap.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1
Apem Crispy
Asik nih. Konfliknya pelik tapi realistis. Gak kartunal ataupun templated. 👍
Bagus Effendik: hehe ia kak terima kasih ya
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
lanjut dong seru nih
Bagus Effendik: siap pasti up tiap hari
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
semangat ya thor aku mendukungmu🤭
Bagus Effendik: terima kasih ya sudah berkunjung
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
lanjut thor up yang banyak
Bagus Effendik: pasti kak pasti up banyak🤭
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
aduh, aduh mana tidur sendiri lagi aku baca ini🤣 mantap thor
Bagus Effendik: hayo jangan kebawa baper ya
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
waduh berani sekali Arini
Bagus Effendik: ia bilangin dong itu nggak boleh🤭
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
loh jadi boleh ya rekues nama kita masuk novel ini hehe mau dong
Bagus Effendik: boleh kak asal gif hehe
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
kan kan di jebak Adnan kan hehe
Bagus Effendik: memang Arini tuh🤭
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
Arini ya hem jadi pingin cubit aku wkwkwk keren keren
Bagus Effendik: cubit aja dia kak😄
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
lanjut thor suka aku
Bagus Effendik: terima kasih atas sukanya👍
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
Arini mulai main-main ini
Bagus Effendik: lah ia ya kak
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
hem mulai kelihatan nih ya ketemu mantan 🤭
Bagus Effendik: hehe mantan apa ketan
total 1 replies
Dian Rini Mau Rini
Oh jadi tokoh utama cowoknya, Adnan ya semangat thor bagus
Bagus Effendik: benar kak
total 1 replies
Rohad™
Triple up thor 👍
Bagus Effendik: diusahakan sabar ya hehe🙏👍
total 4 replies
Rohad™
Tidak sabar untuk menunggu kehancuran Arini dan dukungannya 🤣👍
Bagus Effendik: hehe sabar ya
total 1 replies
Rohad™
Ngeri lah Adnan ini 👏
Bagus Effendik: harus ngeri dong hehe😄👍
total 1 replies
Agus Tina
Jangan bilang kalau Laras nanti jadi pengganti Arini, cerita spt itu sudah terlaku banyak thor. Orang kaya, berkuasa, matang jatuh cinta dgn gadia biasa dari kalangan biasa, polos, muda. Apa memang karakter lelaki seperti itu, harus merasa lebih berkuasa dan dominan. Jarang sekali saya menemukan cerita dgn tokoh laki2 yg kuat berkuasa bertemu dengan perempuan cerdas, sama2 punya kuasa walaupun tidak sebesar sg lelaki. Selalu kebalikannya ... agak bosan juga ....
Sori thor itu pendapat saya ... tapi tetap samangag bikin ceritanya ...
Bagus Effendik: oh ya terima kasih loh sudah membaca saya menghargai itu👍👍👍
total 2 replies
Larasz Ati
nah kan mulai retak Arini sih🤣 thor seru nih
Bagus Effendik: ia nih Arini dasar emang😄
total 1 replies
Larasz Ati
nah loh CLBK ets suami gimana tuh Adnan nih Arini selingkuh😄🤣 cakep dah Author nih nulis
Bagus Effendik: ia bilangin tuh Arini sudah punya suami juga🤣🤭👍
total 1 replies
Larasz Ati
nah loh nah loh ketemu mantan
Bagus Effendik: waduh ia hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!