Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.
Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.
Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.
Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?
Follow Ig: Hans_Sejin13.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Satu hari setelah kejadian besar yang menghebohkan jagat dunia Maya dengan berita chef yang menyerang awak pesawat. Jihan menjadi pusat perbincangan seluruh karyawan kantor.
Dimana saat itu orang-orang menatap Jihan dengan sikap nya yang berani melawan atasan nya, dan berani dalam bertindak di luar perkiraan mereka.
Setelah nya atasannya pak Toni. Ia menatap wajah Jihan dengan penuh kebencian, karena telah membuat sepupunya masuk ke dalam penjara dan membuat reputasi nya hancur di perusahaan.
"Jihan! Sepertinya aku terlalu meremehkan mu..." ujar pak Toni.
Tubuhnya bergetar dan wajahnya tampak jelas bahwa ia sedang gelisah. Takut setelah kejadian itu akan merambat ke dirinya.
Jihan yang sedang duduk di meja kerjanya, melihat suasana atasannya itu yang sangat gelisah.
"Bagaimana...? Aku tahu sekarang pasti dia sedang cemas! Tenang saja aku tidak akan langsung menjatuhkan mu... Belum saatnya... Sebentar lagi giliran mu...!" gumam Jihan dalam hati.
Sementara itu Jihan sedang mempersiapkan bukti-bukti penggelapan uang besar-besaran yang di lakukan oleh atasannya itu.
"Setelah aku selesai mendapatkan semua bukti penggelapan uang yang kamu lakukan! Aku akan mengirim mu ke penjara...!" pikir Jihan.
•
•
Di dalam ruangan nya, pak Toni berpikir keras. Setelah sepupunya di tangkap polisi. Apakah ia akan membeberkan rahasia mereka. Dimana mereka berkerja sama mengkorupsi dana perusahaan.
"Tidak-tidak! Bagaimana ini... Apa yang harus aku lakukan... Semoga saja dia tutup mulut...!" gumam pak Toni.
Ia mondar-mandir tidak jelas di dalam ruangan nya. Tanpa ia sadari seluruh gerak-gerik nya sudah di pantau oleh Jihan.
Sama seperti sebelumnya. Ia kembali memiliki rencana di mana ia akan membuat Bu Reni menjadi kambing hitam. Ia kembali akan menjebak Bu Reni, dan melampiaskan semua kesalahan nya.
"Benar! Aku akan menjebak nya! Ha-ha-ha...!" ujar pak Toni sambil tersenyum licik.
•
•
Satu hari kemudian. Pak Toni menyuruh Bu Reni kembali bertanggung jawab atas proyek baru MBG.
"Bu Reni... Sekarang kamu yang memimpin proyek ini... Terserah kamu dengan siapa kamu ingin mengembangkan nya...!" ucap pak Toni.
Saat itu Bu Reni sedikit heran, bukannya atasannya itu yang memimpin proyek ini dengan Regina. Sedangkan dia hanya membantu saja.
"Baik pak! Tapi bukannya bapak sama Regina yang memegang nya... Kenapa tiba-tiba sekali bapak menyerahkan nya kepada saya...?" tanya Bu Reni, heran dengan sikap pak Toni yang tiba-tiba saja berubah.
"Sudah! Kamu turuti saja perintah ku... Kenapa kamu banyak tanya...? Sekarang kamu keluar dari ruangan ku... Keluar kamu...!" usir pak Toni.
Bu Reni keluar dari ruangan atas nya. Wajahnya masih merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
"kenapa tiba-tiba sekali! Setelah kekacauan kemarin... Dia...? Sudah lah, aku tidak usah berpikir yang macam-macam!" gumam Bu Reni.
Sepanjang perjalanan menuju ruangan nya ia masih terus kepikiran. Ia kemudian ingat bahwa chef tersebut menyebutkan nama Jihan.
"Jihan...? Kenapa dia bisa terlibat dalam kekacauan kemarin... Apa yang sebenarnya terjadi... Seolah-olah dia bisa mengetahui apa yang terjadi di masa depan...?" gumam Bu Reni.
Entah apa yang terjadi, tampak seperti Bu Reni bisa merasakan apa yang di lakukan oleh Jihan terasa sangat janggal. Seolah-olah dia sudah mengetahui apa yang akan terjadi.
Saat Bu Reni berargumen sendiri di dalam ruangan nya. Seseorang mengetuk pintu dari luar.
🚪Tok...! Tok...! Tok...!
"Masuk saja...!" seru Bu Reni.
Saat itu Jihan membuka pintu.
Cklek!
"Bu Jihan... Ada perlu apa kemari...?" tanya Bu Reni melihat Jihan yang masuk ke dalam ruangan nya.
"Tidak apa-apa Bu! Saya cuma mau bertanya sebentar...! Apa Bu Reni ada waktu sebentar...?" ujar Jihan, bertanya kepada Bu Reni.
"Tentu saja boleh... Bu Jihan ingin bertanya apa...?" ujar Bu Reni.
Saat itu Jihan melihat berkas yang di berikan oleh pak Toni di meja kerjanya Bu Reni. Tampak semuanya sama seperti sebelumnya. Cuma yang membedakan kali ini dia mengetahui semuanya.
"Begini Bu Reni...! Apa Bu Reni di suruh menjadi pemimpin proyek itu kembali...?" tanya Jihan.
"Ia...! Bagaimana Bu Jihan bisa tahu...?" tanya Bu Reni, ia merasa sangat penasaran bagaimana Jihan bisa mengetahui nya.
"Begini Bu Reni... Bagai mana jika saya yang memimpin nya! Karena itu proposal saya! Jadi apa boleh saya bergabung...!" tanya Jihan, ia berharap agar Bu Reni mau menyetujui nya.
Mendengar perkataan Jihan. Bu Reni menjadi sangat lega, memang seharusnya Jihan yang memimpin proyek itu.
"Bu Jihan! Aku sangat lega... Seharusnya memang kamu dari dulu yang mengerjakan proyek ini Bu Jihan...!" ucap Bu Reni dengan perasaan yang lega.
"Sekarang apa saya bisa melihat berkas yang di berikan oleh pak Toni...?" tanya Jihan.
Bu Reni kemudian memberikan proposal yang di berikan oleh pak Toni. Tampak sekilas seluruh isinya sama. Namun setelah Jihan perhatian. Jumlah anggaran nya berbanding jauh dengan sebelumnya.
"Ternyata benar! Jumlah anggaran nya berbeda dengan apa yang aku buat! Hanya aku yang tahu jumlahnya..." gumam Jihan dalam hati.
Sekarang Jihan sudah memiliki bukti yang kuat, dia tinggal memberikan bukti-bukti yang ia miliki kepada sumber SDM di perusahaan.
"Sekarang semuanya sudah lengkap! Tunggu besok pak Toni! Aku akan memberikan mu hadiah yang akan kamu ingat seumur hidup..." ujar Jihan.
•
•
Tanpa Jihan sadari seluruh gerak-gerik nya juga di perhatikan oleh direktur Hans. Ia terus memperhatikan Jihan sejak Jihan pingsan di rumah nya.
Apa pun yang di lakukan oleh Jihan, direktur Hans selalu tahu. Sebenarnya tanpa Jihan sadari direktur Hans telah membantunya selama ini tanpa Jihan sadari.
•
•
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya...?
Bagaimana Jihan akan membalas dendam...?
Kenapa direktur Hans memperhatikan Jihan...?
Lalu bagaimana dengan Hendrick dan Regina...?
Apa yang akan Jihan lakukan untuk memindahkan takdirnya kepada Regina...?
❅
❅
❅
𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ
jihan semangat yaaaa...
jika kalian suka dengan cerita nya kalian bisa memberikan hadiah, vote dan juga jangan lupa kasih ulasan dan Rating ⭐⭐⭐⭐⭐
⭐⭐⭐⭐⭐
🤗Terima Kasih 🤗