Nara seorang gadis cantik terpaksa menikahi pria dengan gangguan mental demi melunasi hutang paman dan bibinya, akakah ia hidup bahagia dengan pernikahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Setelah Rayan siuman, Rayan di bujuk pulang oleh Nara ke rumah agar bisa beristirahat. Untung saja Rayan bersedia pulang. Insident pagi tadi membuat semua orang kelelahan, sekarang Nara menemani Rayan tidur di kamarnya. Ini lebih baik dari pada diam di kantor tanpa tahu apa yang akan di lakukan olehnya. Mana mengerti Nara dengan urusan seperti itu.
Nara melihat Rayan sedang membuka matanya dengan pandangan lurus ke depan. Tapi tatapan matanya kosong, entahlah Rayan terlihat seperti memikirkan sesuatu tidak tahu apa itu.
"Apa sih yang sedang di pikirkan olehnya, lebih baik aku ajak bicara saja dari pada dia kemasukan makhluk astral. Bukankah orang yang kesurupan itu orang yang pikirannya kosong" gumam Nara dalam hati.
"Oh astaga, berarti tadi Rayan kesurupan sampai mengamuk-amuk begitu,tapi apa iya? kesurupan hantu si Keykey tadi mah kaya nya. Aihhh si Keykey kan masih hidup belum meninggoy mana mungkin ia jadi hantu" Nara terus bermonolog dalam hatinya, lalu ia melihat lagi ke arah Rayan.
"Rayan.... " Nara mencoba memanggil Rayan dan akan mengajaknya berkomunikasi. Tapi Rayan malah diam saja, Nara mencoba memanggilnya lagi.
"Rayan sayaaaang.... " panggil Nara lagi, dan berhasil akhirnya Rayan pun menengok ke arah Nara.
"Kalau di panggil sayang baru dia menoleh, uhhh dasar bayi besar...." gumam Nara.
"Kenapa kau melamun....? "tanya Nara, namun Rayan hanya menggelengkan kepalanya dan kembali melihat ke arah depan membuat Nara berdecak sebal.
"Pasti dia memikirkan si Keykey lagi.... " ucap Nara.
"Emmm Rayan.... bolehkah aku meminta sesuatu? "tanya Nara. Merasa di panggil lagi Rayan pun menengok ke arah Nara. Tanpa mendengar persetujuan Rayan, Nara bicara karena ia ingin sekali mengungkapkan isi hatinya.
" Rayan bisakah kau memanggilku Nara, jangan memanggilku Keysa lagi... "pinta Nara, namun Rayan hanya diam saja.
"Apa dia harus di pukul dulu supaya berbunyi" kesal Nara.
"Nara....?" ucap Rayan.
"Iya Nara.... panggil aku Nara.... " ucap Nara senang
"Kenapa Nara....? "tanya Rayan
"Iya, itu... karena Nara itu cantik "jawab Nara
"Cantik....?" tanyanya lagi
"Untung saja suamiku ini setengah waras, kalau kewarasannya full sudah pasti dari tadi aku akan menggigitnya.... ehh kok menggigit sihh aku jadi malu, bagian mana yang akan aku gigit. Ya ampun....ya ampuunn..." ucap Nara cekikikan sambil menutup matanya.
"Apa yang di lakukan oleh gadis ini....apa dia gila?"gumam Rayan, sebenarnya saat melihat Keysa dan Rio tadi banyak adegan berseliweran dalam benak Rayan, hingga menarik beberapa ingatannya tentang Rio dan Keysa.
Apalagi saat Keysa terus saja mengucapkna cinta padanya, seolah telinga Rayan berdengung dan kepalanya terasa sakit. Saat kepingan ingatannya muncul yang pertama ia ingat dengan jelas adalah adegan berbagi peluh antara Keysa dan Rio. Kemarahan Rayan sudah muncul saat itu, namun ia berusaha untuk meredamnya.
Namun saat ia menghempaskan tangan Nara dari pegangannya, membuat Rayan naik pitam dan tidak bisa menahan amarahnya saat itu. Untuk itu ia mengamuk, dan menghancurkan semua barang. Hatinya terasa sakit lagi, amarah yang dulu ia pendam ia keluarkan semuanya tadi. Tidak peduli orang lain akan menganggapnya apa. Yang penting ia ingin meluapkan kemarahannya saat itu.
Rayan ingin sekali menghabisi Keysa, untuk itu ia tadi mencekiknya dengan sangat kuat. Rayan merasa cinta dan kasih sayangnya yang ia berikan pada Keysa semuanya hanya di anggap mainan oleh Keysa. Jiwa dan raganya ia serahkan bahkan hidupnya ia berikan. Namun dengan mudahnya Keysa berbagi peluh dengan sahabatnya sendiri. Bahkan Rayan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.
Sungguh wanita yang jahat.... pikir Rayan
Kepingan ingatannya yang muncul ini, belum ia beritahukan kepada siapa pun. Rayan ingin tahu siapa saja ya g selama i i tulus mencintai dan menyayanginya.Karena pengkhianatan Keysa dan Rio menjadi luka tersendiri bagi Rayan. Orang-orang terdekatnya yang Rayan sayangi dengan tulus rela menyakitinya sampai dalam. Jadi kepercayaannya terhadap semua orang seperti sirna saja.
Sebenarnya Rayan juga ingin bertanya siapa gadis yang selalu bersamanya ini. Apa perawatnya atau siapa, Rayan tidak ingin banyak bertanya dulu. Tapi jika gadis ini adalah perawatnya, kenapa gadis ini malah ikut tidur satu ranjang bersama Rayan dan juga gadis ini tadi memanggilnya sayang. Banyak sekali yang Rayan pikirkan saat ini, untuk itu ia hanya duduk melamun saja di tempat tidurnya.
"Rayan.... " panggil Nara lagi, Rayan pun menengok ke arah Nara. Terlihat gadis itu memberenggut kesal pada Rayan.
"Nara.... "panggil Rayan, Rayan tahu gadis ini ingin di panggil Nara untuk itu ia memanggilnya. Dan terbukti gadis di hadapannya ini tersenyum senang dengan panggilan itu. Entah alasan apa yang membuat gadis itu jngin di panggil Nara oleh Rayan.
"Apa ia ingin mengganti namanya.... " gumam Rayan tersenyum.
"Ya ampuun aku senang sekali kau memanggilku Nara dan tidak memanggilku lagi dengan nama Keykey itu.Sepertinya aku haru membuat nasi kuning untuk syukuran karena kau sekaramg memanggilku Nara. .. "jawab Nara sambil tersenyum senang
"Keykey.....? "tanya Rayan
"Iya Keykey si ulat keket yang membuat gatal itu, yang sok cantik padahal masih cantikan aku kemana-mana kalau di lihat dari sedotan di atas gedung" jawab Nara sambil tertawa.
"Apa yang di maksud gadis ini adalah Keysa.... Dan kenapa ia harus membuat nasi kuning?" pikir Rayan, semakin merasa aneh saja dengan sikap gadis yang ada di depannya.
*
*
*
Kalo dukungannya nambah nanti mimin up lagi ya
di novel ini sangat kocak... banyak menghibur....
semoga othor nya memberi jodoh Reyhan yang se gesrek Nara....🤲🤲🤲....
dari bab awal sampe bab di sini gak comend di krn kan nyimak dulu..