NovelToon NovelToon
Cinta Di Alam Mimpi

Cinta Di Alam Mimpi

Status: tamat
Genre:Teen / Misteri / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Rumahhantu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:39.9k
Nilai: 5
Nama Author: ney-nNa

Citra adalah anak tunggal kesepian yang kerap kali tinggal sendirian di rumah. Sebab, orang tuanya bekerja dengan berpindah-pindah kota. Semasa ia beranjak remaja, Citra memutuskan untuk menetap di rumah barunya meski tinggal sendirian.

Dari situlah dia sering mendapatkan gangguan oleh sosok tak kasat mata. Sampai suatu ketika dia bertemu dengan seorang pemuda yang datang menolongnya dan benih-benih cinta pun tumbuh di antara keduanya. Namanya adalah Andra.

Namun, anehnya ketika berada di sekolah, Andra tidak mengenali Citra. Hal itu membuat Citra kecewa terhadap Andra.

Sedangkan Andra merasa mengalami keanehan setelah kepindahannya ke Indonesia. Setiap habis joging di malam hari, ketika paginya dia akan terbangun di teras rumahnya. Dia seolah bermimpi bertemu dengan seorang gadis. Namun, dia tidak mengingat wajah gadis itu ketika bangun dari tidurnya.

Seperti apakah kisah selanjutnya yang akan terjadi antara Citra dan Andra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ney-nNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.25

Saat dia berjalan masuk ke tengah sekolah, tiba-tiba dia berhenti.

Citra melihat sepasang siswa siswi yang sedang pacaran di jam pulang sekolah.

Astaghfirullah bisa-bisanya mojok di sekolah! umpat Citra di dalam hati.

Namun, Citra bersyukur paling tidak masih ada orang lain selain dirinya di sekolah. Citra bergegas berlari menuju belakang sekolah di mana mess Pak Katman berada.

Sesampainya di belakang suasana sunyi, pintu belakang menuju ke luar sekolah terbuka. Belakang sekolah ada tempat pemakaman umum yang jaraknya hanya dua langkah kaki dari pagar tinggi yang menjadi batas wilayah pekarangan sekolah.

Ini masih siang Citra tidak akan ada apa-apa di kuburan juga! gumam Citra di dalam hati, memberi kekuatan untuk dirinya sendiri.

Perlahan Citra melangkah menuju pintu belakang. Saat sampai di luar dari kejauhan Citra melihat pak Katman sedang membakar sampah di pojokan. Citra pun segera menghampirinya.

"Ya ampun, Pak. Dari tadi saya cariin ternyata bapak di sini!" ujar Citra setelah sampai di hadapan pak Katman.

"Ada apa, Neng? kok balik lagi ke sini!" tanya pak Katman yang heran melihat Citra kembali lagi ke sekolah.

"Tas saya yang tempat buku tertinggal di sini, Pak," ujar Citra.

"Oalah, saya malah nggak tau belum ngecek, Neng. Mari saya antar!" ujar pak Katman kemudian beranjak menuju masuk ke pekarangan sekolah kembali.

Dalam hati Citra sungguh salut kepada beliau. Menjaga sekolah, hanya berdua dengan sang istri tentu bukanlah hal mudah, termasuk kemampuannya untuk menjaga diri dari sosok tak kasat mata. Tidak mungkin jika beliau yang bertahun-tahun tinggal di sini tidak tahu menahu dengan sosok yang mendiami gedung sekolah ini.

"Ini neng tasnya!" ujar pak Katman sembari mengulurkan tas yang agak berat karena berisi beberapa buku pelajaran mulai dari yang berukuran standar sampai yang cukup tebal.

"Terima kasih, Pak!" ujar Citra seraya tersenyum saat menerima tasnya.

"Ya neng, sama-sama!" ujar pak Katman ramah. "Neng Citra sendirian, ya? saya antar saja sampai depan, Neng!" tutur pak katman.

"Iya, Pak. Sebenernya sama, Amel. Tapi Amel nggak mau masuk, dia nunggu di depan, Pak," ujar Citra.

"Ya sudah, ayo saya antar, Neng! soalnya hari ini nggak ada kegiatan extra, bapak mau ngecek masih ada anak yang di dalem apa tidak, sekalian mau mengunci gerbang depan," tutur pak Katman.

Citra pun beranjak jalan dengan ditemani pak Katman sembari sesekali mengobrol. Suasana benar-benar sunyi. Rupanya siswa yang tadi berpacaran sudah tidak ada di area sekolah. Benar-benar hanya tinggal Citra dan pak Katman yang sedang berjalan melewati kelas demi kelas.

Tiba-tiba Citra merasa bulu kuduknya berdiri tatkala seperti ada angin yang berhembus di belakang tengkuk lehernya. Dan juga bau yang sama seperti di pagi hari saat dia datang ke kelas paling awal, setelah dia dan pak Katman melewati samping ruang kelasnya.

Citra pun kembali mengingat apa yang dikatakan Hanni tentang apa yang dilihatnya tadi pagi. Namun, saat melirik ke arah pak Katman sepertinya tidak terjadi apa-apa pada pak Katman, Citra segera menepis pemikiran yang tidak perlu untuk mengusir rasa takutnya.

Citra pun sedikit lega karena sudah hampir sampai di lorong menuju halaman depan sekolah.

Namun, siapa sangka saat berada di lorong menuju depan yang agak temaram, Citra merasa ada yang menarik ujung rambutnya hingga menimbulkan rasa sakit.

"Aww!" pekik Citra tangannya reflek memegangi rambutnya yang seluruhnya di kuncir ke atas.

"Sudah biarkan saja, Neng. Kita lanjut berjalan ke depan!" ujar pak Katman kepada Citra saat mengetahui Citra berhenti berjalan karena mendapat gangguan.

" ... " Citra hanya menganggukkan kepalanya dua kali kemudian bergegas kembali berjalan.

Akhirnya mereka sampai di gerbang depan. Citra merasa sangat lega akan hal itu. Setidaknya di depannya adalah jalan raya dan sudah terlihat Amel yang duduk cemberut di atas sepeda motornya.

"Ya ampun, Cit. Lo, lama banget sih!" ujar Amel yang sangat bosan menunggu sendirian.

"Hehehe ..., maaf ya, Mel?" ujar Citra sembari nyengir ke arah Amel.

"Pak, terima kasih banyak atas bantuannya!" ujar Citra sembari melambai ke pada pak Katman yang sedang mengunci pagar.

"Iya, Neng. Hati-hati di jalan, ya! jangan ngebut, Neng!" ujar pak Katman mengingatkan.

"Iya, Pak. Permisi, assalamu'alaikum!" ujar Citra sembari mengaitkan helm di kepalanya.

"Wa'alaikumsalam," jawab pak Katman kemudian masuk kembali ke dalam sekolah.

"Salut ya, Mel ... sama pak Katman. Gue sih nggak bakalan betah deh berada lama-lama di sekolah, apalagi cuma sendirian. Masa tadi pas di lorong ada yang narik rambut gue, mana sakit banget lagi!" ujar Citra sembari menyalakan mesin motornya.

"Seriusan, Cit? syukurlah tadi gue nggak ikut ke dalam sama lo, Cit. Gue sih udah firasat nggak enak, makanya gue menghindari banget tempat-tempat sepi kaya gitu, gak mau deh gue kapok kaya yang di rumah lo!" ujar Amel yang jadi trauma gara-gara ngebonceng sosok tak kasat mata.

"Serius, Mel. Untung ada pak Katman tadi. Udah lah jangan bahas kaya gituan lagi, bikin ngeri aja. Temenin gue ke rumah sakit dulu ya, Mel? gue pengen jenguk Andra dulu. Entah kenapa dari tadi siang perasaan gue nggak enak. Rasanya pengen cepet-cepet cari tempat kost, setelah itu pengen banget ke rumah sakit," tutur Citra yang merasa cemas seolah takut kehilangan Andra.

"Ciye, yang rindu berat sama A-a'! Iya-iya gue temenin deh! berangkat ...!" goda Amel sembari cekikikan.

****

Sesampainya di rumah sakit Citra melihat ada beberapa siswa dari kelas lain berdiri di depan ruang ICU. Citra tahu bahwa mereka adalah teman-teman Andra, meskipun tidak mengenal mereka tapi Citra pernah melihatnya bersama Andra saat di mall waktu itu.

"Mel, tunggu! ada temennya Andra di depan," ujar Citra menghentikan langkahnya, sembari berbalik memegang lengan tangan Amel.

"Eh ... iya, itu kan mereka yang waktu itu di mall," ujar Amel sembari mengintip ke arah belakang bahu Citra. "Mereka mau pulang kok, Cit. Tuh mereka lagi pamitan," tambahnya.

Setelah menunggu beberapa saat dan teman-teman Andra pergi Citra dan Amel segera menghampiri pak Bejo yang waktu itu ditugaskan untuk menjaga Andra.

"Selamat sore, Pak!" sapa Citra pada satpam di rumah Andra.

"Sore, Non. Mau jenguk Mas Andra ya? baru saja teman-teman mas Andra pulang, kenapa nggak barengan tadi?" tanya pak Bejo.

"Kita beda kelas, Pak. Sungkan! mama papanya Andra nggak ke sini, Pak?" tanya Citra berbasa-basi.

"Nyonya di rumah, kalau tuan sedang mengurus ijin transfer pasien dengan pihak rumah sakit, Mbak. Mas Andra mau dipindahkan ke Singapura," tutur pak Bejo.

Deg.

"Dipindahkan?!" pekik Citra dengan suaranya yang tercekat.

Bayangan Andra akan dipindahkan ke Singapura, itu artinya Citra akan cukup lama, dan entah sampai kapan tidak dapat bertemu dengan Andra lagi.

Seketika Citra merasa sangat sedih dan tidak bersemangat lagi. Seperti merasa tidak rela melepas Andra, namun dia tidak memiliki kuasa. Citra tidak menyia-nyiakan kesempatannya kali ini untuk melihat Andra sebelum dipindahkan.

"Pak, bolehkan saya masuk untuk melihat Andra?" tanya Citra.

"Silahkan, Non!" Pak Bejo dengan ramah mempersilakan Citra masuk.

"Lo nggak ikut, Mel?" tanya Citra kepada sahabatnya itu.

"Gue tunggu di luar aja, Cit. Gih buruan masuk!" ujar Amel sembari mendorong pelan lengan tangan Citra. Amel tahu jika Citra pasti berat untuk melepas kepergian Andra dan perlu untuk mencurahkan perasaannya.

Citra mengangguk kemudian masuk ke dalam ruang ICU.

Citra melangkahkan kakinya mendekati brangkar milik Andra dibaringkan. Rasanya menyedihkan melihat Andra masih juga terbujur tak berdaya dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya.

Citra duduk di kursi samping tempat tidur Andra, netranya mulai berkaca-kaca menatap ke arah Andra yang masih tidak sadarkan diri. Citra merasa semakin tidak rela melepas Andra ketika melihat mata sayunya tertutup rapat. Digenggamnya tangan Andra yang tidak terpasang selang infus.

"Andra, please wake up! hiks... kamu harus segera sembuh, jangan lupakan aku ketika kamu kembali!" tutur Citra dengan terisak dan suara tercekat. "Andra, I miss you so ...."

Selanjutnya Citra sudah tidak mampu berkata-kata lagi. Dia hanya menangis menumpahkan kesedihannya. Citra berharap ketika bertemu lagi suatu saat nanti Andra tidak melupakannya.

Arwah Andra yang berada di ruangan itu terkesima mendengar ketulusan dari perkataan wanita yang menangisi jasadnya itu, bahkan air mata Citra yang menetes membasahi punggung tangannya membuat hatinya seakan menghangat. Arwah Andra ingin memeluknya, namun sayang dia tidak bisa menyentuhnya.

...________Ney-nna________...

1
lina
semangat updat ney
Zil@
kau yg menabur kau juga yg menuai...🙏🏻
Sri Sari
bab ny dkit doang ya Ney, tp ga pp krna rasa pnasaran ny sudh terjwb. mantap 👍
Wury Ayra
loh.... udah tamat aja.... tp ya udah deh... yg penting ending bahagia.... sukses trs nay...
Uyhull01
lahh udah tamat lgi,
slmat ya citra, andra smga smawa slalu, dri mimpi membawamu kdalm kbhgian,
ini novel pertma yng ku bca beragensi horor, sblmnya plng gk ska sma berbau horor🤭
trima ksih aku ska sma jln critanya ttp smngat kak💪
Uyhull01: aihhh tp jangan yng extrem seremnya yng ada putus tngah jalan bcanya🤭
ya masama kak🤗
total 2 replies
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
kak Ney tamat beneran ini
Neyna 🎭🖌️: beneran kak Rahma 😂🤭
total 1 replies
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
alhamdulillah, aku banyak mengambil hikmah dari cerita ini, meskipun aku gak bisa mengungkapkan dengan kata kata,, kau yang selalu terindah dalam hidupku
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : sama sama kak Neyna
total 2 replies
🥑⃟ᄂ⃟ᙚ🍁Rahma❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
terima kasih kak Ney engkau memberikan cerita yang indah,aku sangat suka, selamat berbahagia ya Citra sama Andra kalian pasangan yang luar biasa,, sabar ya Bima cinta gak harus memiliki, kalau kita mengikhlaskan orang yang kita cintai akan lebih baik, apalagi dia mencintai kekasihnya sendiri, semoga kamu mendapatkan yang lebih baik lagi Bima 🤗🤗🤗
Neyna 🎭🖌️: terimakasih kak Rahma karena masih setia sampai akhir cerita ini 😍😍😍 terima kasih juga atas dukungannya selama ini 😘🙏💕💕
total 1 replies
lina
semangat updat
lina: sama2 ney
total 2 replies
lina
andra jagm d buat mati dong
Wury Ayra
ehh.. cpt amat tiba2 udah 4th aja... akhirnya citra bisa bahagia dgn keluarganya apalagi mila udah meninggal.. btw bisa mau kasih apa tuhh buat citra??
Sri Sari
yeeeeyyy Mila ny udh ga ada 🤭😂 bahagia sllu ya bwat kluarga ny citra 🥰 smangat up lg Ney 💪😁
Sri Sari
sukurin lu Mila 😁
Uyhull01
cepet amat udah 4 thun lgi,
ehhh mila udah minggal trut berduka cita ya mila, kna azab ini tp bkn d sinetron ikan terbang🤭 apa mila mngakui perbuatannya ??
mmm hadiah apa Bim kmu ska sma Citra kah ??
☘️BILAA☘️
yeee Bima mau ngasih kejutan apa ya, jadi penasaran ini,, udah 4 tahun lagi, akhirnya Mila meninggal semoga yodha jadi anak yang baik ya
☘️BILAA☘️
ah aku keduluan sama bang pepenk
~A G~
komen pertama😁😁😁
Wury Ayra
wahhh... santetnya slh sasaran yaa?? senjata makan tuan dong 😂😂😂
Neyna 🎭🖌️: 🤭 begitulah kak terima kasih 🙏💕💕
total 1 replies
Erlin
sukurin simila kena azab 🤣🤣
Neyna 🎭🖌️: begitulah kak terima kasih 🙏💕💕
total 1 replies
Uyhull01
woww amazing santet nya terkena sama yng mnyuruh menyantet,, hahahha tawa jahat😏😏
gimna Mila enak gak sama yng gtuan😏😏😏
Neyna 🎭🖌️: 🤭👍 terima kasih kak 🙏💕💕
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!