NovelToon NovelToon
RUMAH PENGGERGAJIAN

RUMAH PENGGERGAJIAN

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Rumahhantu / Roh Supernatural / Mata Batin / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mbak Bashi

Novel ini sebuah novel kisah nyata tentang petugas yang bekerja di sebuah sawmill atau penggergajian kayu pada kisaran tahun 1997an yang letaknya di tengah hutan di daerah jawa timur

Dimana rumah tinggal petugas itu ternyata menyimpan misteri yang menakutkan, tetapi karena dia membutuhkan uang untuk biaya nikah sehingga dia tidak gentar meskipun menghadapi berbagai gangguan disana.

Kisah yang cukup mengerikan ini dikisahkan sendiri oleh mantan petugas itu kepada penulis yang merupakan masih saudara jauhnya.

Tidak ada jalan keluar, tidak ada solusi selain menghadapi gangguan yang hampir tiap malam selalu mendatanginya. Tidak ada penyelesaian selain keluar dari tempat itu.

Tetapi ada sesuatu yang membuat petugas itu enggan keluar dari sana, dan memilih bertahan disana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Bashi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26.AKTIVITAS SEPERTI BIASA

Buru-buru ku buka pintu kamar yang terkunci, kuindahkan rasa takut yang tadi sempat membuatku tidak berani keluar dari dalam kamar.

Aku berjalan keluar rumah, dan ternyata mobil pengirim solar itu sudah ada di depan pagar rumah, mobi pickup yang di bagian baknya ada beberapa drum yang mungkin berisi solar.

“Maap pak, saya ketiduran, sampeyan datang jam berapa tadi pak”

Teriakku  sambil membuka pintu pagar dan menemui orang yang sedang bersandar di pintu mobil

“Tadi saya sampai sini jam 5.30 pak, sudah saya panggil panggil, tapi mungkin ndak dengar. Ngomong-ngomong Mamad mana pak, biasanya dia kan sudah standby di depan rumah” kata supir itu

“Mamad kemarin malam meninggal di desanya, mungkin karena tertabrak Bus atau gimana gitu saya kurang jelas pak. Oh iya nama saya Agus, saya yang gantikan pak Wandi”

“Inalillahi wainailaihi rojiun… ya Allah dia anak baik pak semoga husnul khotimah”

Sopir mobil itu terdiam beberapa saat, mungkin dia kehilangan sosok Mamad

“Eh pak, biasanya bagaimana ini kalau ada kiriman solar datang?”

“Eh maaf pak Agus, saya kaget dengan kematian Mamad, eh nama saya Joko pak. Eh biasanya Mamad buka pintu gerbang samping itu, eh cara bukanya biasanya dari luar sana” tunjuk pak Joko

“Nanti saya akan turunkan dua drum isi solar ini, dan yang kosong akan saya bawa lagi”

“Ya sudah kalau begitu pak Joko, kita kebelakang,  oh iya pak, apakah pintu belakang itu digembok ya pak?”

“Hehehe iya pak Agus, jadi setahu saya ada kunci gembok yang dibawa Mamad, dan ada kunci gembok lainya yang dibawa pak Solikin”

Aku memang sedang menenteng kumpulan kunci rumah ini, dan bersama pak Joko aku menuju ke bagian belakang rumah.

Ternyata pak Joko tidak sendirian, di bangku depan mobil pickup itu ada temanya yang mungkin nanti bertugas untuk memindahkan drum isi solar.

Gerbang bagian belakang ini cukup lebar, memang dibuat lebar agar truk pengangkut kayu gelondongan dan truk yang mengangkut palet bisa masuk tanpa kesulitan.

Terus terang aku kesulitan mencari anak kunci yang banyak sekali karena aku tidak hapal satu persatu anak kunci yang sedang aku pegang

“Eh maaf pak, saya cari dulu mana anak kunci yang sesuai pak”

Sambil kucoba satu persatu anak belasan anak kunci yang ada padaku

Ketika aku sedang mencoba berbagai anak kunci, tiba-tiba dari belakang rumah, empat orang pekerja mendatangi pintu gerbang

“Sini pak Agus, biar saya saja yang buka hehehe” kata pak Solikin

Setelah selesai pembayaran solar dan kemudian mobil pengirim solar pergi, aku duduk di amben yang dekat dengan sumur. Tiba-tiba pak Solikin mendatangi aku.

“Pak Agus, bisa saya bicara sebentar pak. Ini soal kami yang kerja disini pak”

Pak Solikin duduk di sebelahku dengan wajah yang serius

“Bagaimana pak, ada yang bisa saya bantu pak Solikin?”

“Begini pak Agus, yang pertama adalah pak Agus harus segera cari pengganti mbah Karyo, karena kalau hanya berempat pasti akan pincang hasil kerjanya pak”

“Yang kedua ini yang paling penting, karena pak Agus sudah lihat makam ghaib, maka yang saya takutkan adalah kematian orang yang ada di sekeliling pak Agus, dan ini yang ditakuti oleh pekerja kita pak”

“Mereka tadinya ndak mau kerja pak,  tapi setelah beberapa kali saya bujukm akhirnya mereka mau juga masuk kerja, mereka pada ketakutan”

Pak Solikin diam sejenak, sepertinya dia membiarkan aku untuk berpikir apa yang harus aku lakukan.

“Masyarakat disini memang masih berpikiran seperti itu dan mungkin juga pak Agus juga akan berpikiran yang sama seperti mereka apabila pak Agus tinggal disini”

Satu orang dari mereka mengambil air dari sumur, dia masukan ke ember, kemudian orang itu menuju ke makam yang ada di sisi ujung halaman.

Kemudian makam itu dia basahi dengan air yang diambil dari sumur.

“Coba pak Agus lihat itu pak Rokim, dia selalu rajin untuk membasahi makam itu, padahal kita tidak tau itu makam siapa”

“Tapi saya banyak sedikit tau sejarah yang ada disini. Nanti pak Agus akan saya ceritakan”

“Hanya saja cerita ini berdasarkan cerita mulut ke mulut yang tentu saja banyak penambahan dan pengurangannya”

“Iya pak saya tau, tetapi apakah Mbah Karyo itu meninggal karena saya melihat sesuatu yang ada di hutan itu?”

“Begini pak Agus, masyarakat disini percaya bahwa kematian dari mbah Karyo dan Mamad itu akibat dari pak Agus melihat sesuatu yang ada di hutan sana itu”

Pak Solikin diam sambil menyedot rokoknya, dia menatap para pekerja yang sedang menyortir kayu yang akan mereka gunakan untuk pembuatan pallet

“Saya ini sebenarnya tidak percaya dengan hal Mistis, tetapi karena masyarakat di desa yang sangat mempercayai hal seperti itu maka secara tidak langsung saya juga percaya”

“Dan dengan kematian mbah Karyo dan Mamad, masyarakat desa kemudian menghubung-hubungkan dengan pak Agus yang pernah melihat makam ghoib itu”

“Eh pak Agus…. apa pak Agus tidak ke rumah Mamad, yah sekedar untuk takziah pak, karena bapak kan atasan Mamad?”

“Gini pak Solikin, saya sebenarnya ingin sekali datang takziah ke rumah Mamad, dan sudah tau alamatnya. Saya diberitahu temanya yang ada di desa itu pak”

“Tapi ternyata ada satu amanah yang berasal dari Mamad sebelum di meninggal pak”

“Ini berdasarkan cerita teman Mamad yang sempat ditelpon Mamad sebelum dia naik bus menuju ke desanya pak. Jadi ceritanya begini”

“Waktu kami mau tahlilan malam hari itu, saya dan Mamad kan dihadang penampakan wujud mbah Karyo di jembatan, ternyata itu adalah pertanda”

“Mamad mendengar suara mbah Karyo yang mengatakan bahwa Mamad harus pergi dari sini secepatnya”

“Makanya malam harinya Mamad ijin saya untuk pulang kampung, dan rencananya Mamad itu tidak akan kembali lagi kesini”

“Dia bilang ke temannya  bahwa Mamad tidak akan kembali kesini, dan saya tidak usah mencari ke desanya, karena dia takut kalau saya membawa serta demit yang ada disini”

“Eh ternyata besok paginya teman Mamad datang dan kasih kabar bahwa Mamad sudah meninggal”

“Mamad bilang seperti itu kepada temanya, otomatis saya tidak boleh ke sana, meskipun dia sudah meninggal pun saya tidak boleh ke sana pak”

Pak Solikin diam lagi, dia menatap ke arah pekerja lagi

“Lalu bagaimana pak Solikin, apa yang harus saya lakukan disini pak?”

“Pak Agus…hmmm saya juga bingung karena biasanya keadaan ini hanya berlaku pada penduduk asli disini atau keturunan dari daerah ini saja yang diperlihatkan makam ghoib itu”

“Mamad atau pak Wandi yang sudah lama tinggal disini tidak pernah dilihatkan makam itu”

“Kata Mamad, pak Wandi yang selalu pulang malam setelah dari wartel saja tidak pernah melihat penampakan itu juga”

“Makanya saya heran juga pak Agus, kenapa pak Agus bisa dilihatkan penampakan makam aneh yang ada di hutan itu”

“Saya juga tidak tahu pak Solikin, kenapa saya bisa dilihatkan makam tengah hutan itu”

“Begini saja pak Agus, coba pak Agus tanya ke keluarga besarnya pak Agus, apakah sampean punya darah keturunan dari daerah ini atau tidak”

“Ya sudah pak Agus, saya harus kerja dulu, ndak enak sama yang lainya kalau saya hanya ngobrol disini”

Pak Solikin kemudian bergabung dengan para pekerja yang sedang mengangkat kayu dan menaruhnya di mesin pemotongan

Aku masuk ke dalam rumah dengan perasaan bingung, kenapa bisa ada dua orang yang mati setelah aku ada disini. lalu apakah omongan dari pak Solikin itu bisa dipercaya?

Aku menuju ke ruang tamu dan duduk di kursi butut yang menghadap keluar.

“Apa yang terjadi dengan diriku, kenapa aku bisa seperti ini?”

Hingga beberapa saat aku hanya duduk melamun di ruang tamu, sambil memandang keluar dan melihat  kamarku serta kamar Mamad.

Lalu yang semalam itu siapa? kenapa dia bisa menekan handle pintu kamar dan bahkan mengetuk daun pintu. Masak sih hantu bisa melakukan hal seperti itu?

Kemudian aku berdiri dan kulihat handle pintu kamarku, aku juga perhatikan lantai yang ada di ruang tamu, siapa tau ada jejak kaki disini.

Ternyata semua bersih dan tidak meninggalkan jejak, berarti sesuatu itu berasal dari dalam rumah, kalau dia dari luar rumah pasti ada jejak kaki yang menempel di lantai.

Lalu siapa dan dari mana sesuatu yang aneh itu berasal?

Aku melihat pintu kamar Mamad yang tertutup rapat, aku penasaran dengan keadaan kamar itu.

“Hmmm aku harus memeriksa kamar Mamad dan membersihkan apa yang ada disana”

Aku kembali ke arah belakang rumah untuk memanggil pak Solikin agar membantuku untuk membuka kamar Mamad dan membersihkanya.

“Pak Solikin…. bisa kemari sebentar pak!”

“Ada apa pak Agus?” Pak Solikin berlari kecil menghampiriku….

“Begini pak, ehm bisa bantu saya untuk membuka kamar Mamad yang terkunci pak, eh saya mau bersihkan barang-barangnya pak”

“Begini pak Agus, ada baiknya nunggu hingga 7 harinya dulu, baru nanti pak Agus bisa bersihkan kamar itu, sesuai dengan adat di daerah sini pak”

“Karena menurut adat di sini, dia akan datang untuk terakhir kalinya ke tempat dia biasanya beraktivitas dan dia akan melihat barang-barangnya dulu pak”

“Oh … kalau begitu ya sudah pak. Oh iya pak, ehm saya mau bicara sama bapak, tapi tolong dirahasiakan pak”

“Nanti saja pak Agus, waktu lautan saya kita bicara. Jangan sekarang, kasihan orang yang kerja di belakang itu pak”

“Ya sudah pak”

Setelah pak Solikin kembali ke tempat dia bekerja, aku ke kamar mandi. Tapi sayangnya ternyata air dari bak mandi kosong.

“Ya sudah lah, tak ngangsu banyu disik ae, sekalian olahraga, mumpung di belakang rame banyak yang sedang bekerja”

1
Euiskomalawati
ceritanya terlalu lebay gak jelas
Hasan Basri
cerita nya kok nguber Thor..jangan terlalu sinetron lah ,gamblang ,elegan supaya mudah dimengerti..singkat padat dan puas begitu..daripada panjang ,mutar2..dan jenuh
Wahyu ningsing
Jane lho Thor rumah penggergajian Kii aman OPO ora nggo dua sejoli kui...kadang diwarah aman, ternyata Sik diuber penjahat ...kok membangongkan
Anggun Gayatri
heheeh min sy stop baca.
muter2 bosen
Minartie
alangkah bagusnya kalau dinuat cerita bari
Minartie
maaf sebenarnya ceritanya sangat bagus tapi sepertinya dipaksakan ngak ada habisnya....berbelit belit muter muter
Minartie
Terlalu rumit
Minartie
Sipp lanjut mbak👍👍👍🐴
Minartie
TERLALU BERBELIT BELIT
Minartie
kunyuk apa udah ketangkep
Minartie
mas Agus nyasar kali ???
Minartie
cerita menarik puolll
Minartie
mas Agus mas Agus kok ngilani .....
Minartie
sapa itu gus....kok ceroboh kamu...
Minartie
makasih
Minartie
bagua banget
Mirnawati
/Drool/
Anton Tony
Luar biasa
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
knp g Agustus sj sekalian🤭
Siti Ma'rofah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!