"Saat kesetiaan hanyalah topeng dan kasih sayang adalah alat untuk merampas, Karin memilih untuk tidak menjadi korban."
Karin mengira hidupnya sempurna dengan suami setia bernama Dirga, sahabat sejati seperti Laura, dan kasih sayang Mama Mona. Namun, dunianya runtuh saat ia menemukan Laura hamil anak Dirga. Kehancuran Karin memuncak ketika Mama Mona, ibu yang sangat ia cintai, justru memihak Laura dan memaksanya untuk dimadu.
Di balik pengkhianatan itu, terbongkar rahasia besar: Karin bukanlah anak kandung Mona. Sebaliknya, Laura adalah putri kandung Mona yang selama ini dirahasiakan. Mona sengaja memanfaatkan kekayaan keluarga Karin untuk masa depan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 5
Karin tidak menyangka bahwa Laura, sahabatnya sendiri, justru berusaha menghancurkan hidupnya. Padahal selama ini Karin telah begitu baik kepada Laura, seseorang yang selama ini ia anggap seperti saudara kandung.
Laura begitu ambisius untuk merebut seluruh kebahagiaan Karin. Ia mencoba berbagai cara demi mendapatkannya. Bahkan, Laura tidak peduli pada perasaan sahabatnya sendiri; kecemburuan, iri hati, dan rasa dengki telah sepenuhnya merasuki dirinya.
Padahal sebelumnya Laura adalah sahabat terdekat Karin. Apa pun yang Laura inginkan, Karin selalu berusaha memberikannya. Namun, kebaikan Karin belum juga mampu memuaskan Laura. Karena itu, Laura berusaha merebut segalanya dari Karin, termasuk Dirga.
Untuk melancarkan seluruh rencana liciknya, Laura berpura-pura bersikap baik kepada Karin. Namun, di balik sikap manis itu tersimpan rencana yang kelak membuat Karin merasa dikhianati dan dikecewakan oleh sahabatnya sendiri.
“Karin, aku mau minta maaf karena sudah bersikap kurang ajar padamu. Aku juga sudah membuatmu marah dan salah paham denganku,” ujar Laura dengan wajah penuh penyesalan.
Karin sontak terdiam saat mendengar ucapan maaf dari sahabatnya itu. Dadanya terasa mengeras oleh rasa tidak percaya. Bukankah sebelumnya Laura dengan lantang mengatakan akan menghancurkan hidupnya? Lalu mengapa kini perempuan itu tiba-tiba berubah, datang dengan kata maaf di bibirnya? Ada sesuatu yang terasa janggal, membuat Karin sulit mempercayai ketulusan di balik sikap Laura.
“Laura, aku nggak salah dengar, kan? Kenapa kamu tiba-tiba minta maaf?” tanya Karin dengan nada penuh kecurigaan. “Bukannya kemarin kamu bilang mau menghancurkan aku? Tapi sekarang kamu berubah begitu saja. Sebenarnya ada apa?” seru Karin sambil menatap Laura yang duduk di sampingnya.
Laura memasang wajah polos dan lugu, berusaha meluluhkan hati Karin agar percaya bahwa dirinya benar-benar mengakui kesalahannya.
“Aku benar-benar menyesal, Rin,” ujar Laura dengan wajah memelas.
“Ya sudah, Lau. Aku maafkan kamu. Tapi kalau kamu berulah lagi, tidak akan ada kata maaf untukmu,” ucap Karin dengan nada penuh penekanan.
Karin kemudian pergi, meninggalkan Laura seorang diri yang termenung mendengar jawabannya. Laura memahami bahwa Karin belum sepenuhnya percaya padanya. Namun, ia tidak akan menyerah. Laura terus bertekad meyakinkan Karin bahwa dirinya telah berubah.
Saat Karin sedang duduk diruang tamu menunggu Dirga pulang bekerja, Laura berusaha berbuat baik kepada Karin, dengan membuat kan secangkir teh susu kesukaan Karin, Laura tau bahwa Karin tidak akan menolak karena teh susu merupakan minuman favorit nya.
“Karin, ini aku buatkan teh susu hangat untukmu. Coba deh, kamu pasti suka,” ucap Laura dengan senyuman manis.
Karin menatap cangkir itu beberapa detik. Aroma teh susu favoritnya menyeruak, membuat hatinya goyah. Ia tahu Laura mengingat betul kesukaannya hal kecil yang dulu selalu membuat Karin luluh. Meski perasaannya masih diliputi curiga, Karin tetap meminum teh itu.
“Bagus, Karin. Ayo cepat habiskan tehnya, karena aku sudah memasukkan obat tidur ke dalam minuman itu,” gumam Laura dalam hati dengan senyum puas yang nyaris tak terlihat.
Setelah meminum teh buatan Laura, Karin mulai merasakan pusing dan kantuk yang begitu berat. Tak butuh waktu lama hingga akhirnya ia tertidur di sofa ruang tamu. Melihat kesempatan itu, Laura segera menarik tubuh Karin ke dalam kamar. Setelah memastikan Karin benar-benar terlelap, Laura pun bersiap melancarkan aksinya berniat menggoda Dirga tanpa gangguan dari Karin.
“Akhirnya rencanaku berhasil,” gumam Laura dalam hati. “Selanjutnya, aku akan membuat Dirga jatuh ke dalam pelukanku.”
“Apa pun caranya, Mas Dirga harus menjadi milikku malam ini,” pungkas Laura dengan senyum manisnya.
Setelah memastikan Karin tertidur lelap, Laura bergegas mempersiapkan diri menyambut kepulangan Dirga dari kantor. Ia berdandan dengan tampilan yang seksi dan menggoda, menyemprotkan parfum beraroma kuat yang memikat. Tak hanya itu, Laura juga telah menyiapkan makan malam romantis untuk menghabiskan waktu berdua bersama Dirga.
Selang beberapa menit, akhirnya Dirga pulang dari kantor. Ia terkejut sekaligus terpukau oleh kecantikan Laura malam itu. Kemolekan tubuh Laura yang tampil begitu menggoda perlahan membuat Dirga terlena. Bahkan, tanpa sadar, ia sama sekali tidak menanyakan keberadaan Karin. Kini, seluruh perhatian dan pikirannya hanya tertuju pada Laura.
“Oh, Laura, kamu benar-benar cantik malam ini,” ujar Dirga sambil menatapnya dengan senyum manis diwajahnya.
“Terima kasih, Mas. Ayo masuk,” ujar Laura sambil tersenyum. “Aku sudah memasakkan makanan kesukaanmu,” tambahnya, membuat Dirga tak mampu mengalihkan pandangannya sedikit pun.
Setelah itu, mereka makan malam bersama dalam suasana yang terasa begitu romantis. Laura segera melancarkan aksinya dengan menggoda Dirga melalui rayuan-rayuan manis yang perlahan membuat pria itu terlena, seolah melupakan keberadaan istrinya. Bahkan, Laura diam-diam mencampurkan sesuatu ke dalam minuman Dirga agar ia kehilangan kesadaran atas apa yang terjadi. Laura yakin, kejadian malam itu akan membuat Karin hancur.
Malam itu mereka lalui dengan adegan panas gairah yang meluap-luap. Di bawah pengaruh obat perangsang, Dirga kehilangan kendali diri hingga melupakan janji suci pernikahannya dengan Karin. Ia terhanyut sepenuhnya dalam pemuasan hasrat bersama Laura. Di balik desah napas itu, Laura tersenyum puas; rencananya berhasil dengan sempurna.
Setelah kejadian panas itu berlalu, Dirga mulai tersadar bahwa apa yang telah ia lakukan bersama Laura adalah sebuah kesalahan besar. Ia tidak ingin Karin mengetahui peristiwa tersebut, karena hal itu bisa memicu amarah dan berujung pada perceraian. Dirga belum siap kehilangan Karin, terlebih karena ia belum berhasil menguasai seluruh harta Karin.
“Astaghfirullah, apa yang sudah aku lakukan dengan Laura?” gerutu Dirga penuh kebingungan. “Bagaimana bisa aku sampai tidur sekamar dengannya?”
Laura yang mengetahui. Dirga sudah terbangun dari tidurnya pun langsung memeluk Dirga dengan manja dan mencoba menenangkan Dirga yang menyesali perbuatannya.
"Mas, kamu gak perlu takut Karin tahu. soalnya kan Karin masih tidur dikamar nya".
ucap Laura menenangkan dirga.
"Tapi, gimana kalau nanti Karin curiga Laura".pungkas Dirga yang takut Karin mengetahui kejadian itu.
“Mas tenang saja. Kita bersikap biasa saja di depan Karin, supaya dia tidak curiga kalau ada sesuatu di antara kita,” ucap Laura penuh keyakinan. Ia yakin rencananya telah berhasil, membuat Dirga perlahan terperangkap dalam pelukannya.
“Oke, aku setuju. Tapi kamu harus janji sama aku, jangan sampai bicara macam-macam ke Karin. Aku belum siap kalau semuanya terbongkar sekarang. Rencanaku untuk mengambil seluruh harta Karin juga belum berhasil,” ucap Dirga dengan nada serius. Ia benar-benar tidak ingin semua ini berakhir begitu saja.
Mohon Koreksinya ya temen-temen kalau ada yang salah, dan jangan lupa subscribe dan vote ya supaya aku lebih semangat buat up terus" Terimakasih.
Dirga nikah siri sama Laura?
status belum cerai kan ya sama Karin
berarti Karin ijinin poligami apa bagemane kak
Dirga nikah pas status masih resmi sama Karin
kalau sama penghulu berarti Siri? Tapi itu sama aja Dirga poligami sementara dong ya
kalau secara hukum jelas gak bisa kan belom cerai
dan itu gak pake wali gak sah...
ku cuma bingung pas baca chapter 23-24 cuma mau mastiin nikahnya itu gimana maksudnya
maap banyak tanya, bingung beneran soalnya 🙏
pria itu kan menawarkan sebuah informasi
apalagi dibayar mahal
tapi di bawahnya kemudian dia malah gak gak kasih tahu, padahal yang menawarkan informasi itu si pria bukan Karin yang tanya
jadi ada inkonsistensi di sini
kalau aku jadi Karin, ku bakal tabok si informan dan ngomong
"Hei, aku sudah bayar kamu 100 juta untuk informasi receh?
Kamu tau info itu gak lapor polisi dan malah minta uang dariku? aku bakal laporin kamu ke polisi sebagian pemerasan! sekarang kasih tau aku siapa atau polisi akan datang, oh ya aku sudah rekam pembicara kita 🤣"
Karin bakal jadi the winner
keep update kak
semangat 💪
apakah ini cerita panjang??
semangat terus ya kak