Arc 1. Pengusaha Muda Dengan Sistem, bab 1 - 65.
Arc 2. Luke Lawrance in the Multiverse of System, bab 66 - ** ongoing.
~~~~~~~
Menceritakan kisah hidup Luke Lawrance, seorang anak miskin yatim piatu yang harus menghidupi kedua adiknya sendirian.
Sampai suatu hari ia mendapatkan sebuah sistem yang akan mengubah hidupnya dan seluruh dunia.
Bill Gates, Ellon Musk, Jeff Bezoz, Keluarga Rostchild siapa itu...
Nikola Tesla, Albert Einstein apakah mereka layak di sebutkan?...
Mereka semua tak bisa di bandingkan dengan nama besar seorang Luke Lawrance.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haoyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.26
Besok paginya Luke berangkat ke sekolah seperti biasa. Di sekolah sendiri Luke sudah tak di ganggu lagi oleh geng Satria. Lebih tepatnya sejak sebulan lalu geng Satria nampak sudah tak banyak berbuat hal aneh lagi di sekolah.
Dan perubahan pada Satria sendiri membuat banyak siswa di sana sedikit terkejut.
Sampai saat Luke tengah belajar di kelasnya, hpnya berdering dan nampak notofikasi dana sebesar 170M Masuk ke rekening miliknya.
Luke yang melihat jumlah uang yang sangat banyak itu tersenyum gembira.
“Yes..dengan ini aku selangkah lebih dekat lagi untuk mewujudkan impianku.”
Lalu saat istirahat nampak Luke pergi ke taman yang ada di sekolah. ia yang sudah bergabung dengan anggota OSIS terang terangan makan bersama pacarnya di taman sekolah.
lebih tepatnya semenjak sebulan yang lalu suasana di sekolah itu berubah drastis. Orang orang yang biasanya suka buat rusuh tiba tiba saja sudah tak melakukannya dan nampak mulai banyak hubungan yang sedang kasmara mulai terjalin di sekolah tersebut.
“Aaa....Ehhmmm.”
Nampak Ange menyuapi Luke sambil duduk di sebuah kursi dekat bawah pohon besar yang rindang dan sejuk.
Sudah dua bulan mereka berpacaran, walaupun mereka hanya ketemuan di sekolah, itu saja sudah cukup membuat Luke bahagia.
Salah satu hal yang membuat Luke tetap bersemangat ke sekolah adalah karna ingin bertemu dengan sang kekasih.
“Yang...katanya besok ada rapat OSIS ya?.”
“Lah..kok kamu tau?.”
“Iya, temen kelasku kan ada juga yang masuk OSIS.”
“Iya bener...besok malam semua anggota OSIS bakalan miting di viila pribadi milik Fuka.”
“Kenapa emang nanya nanya?... kamu mau ikut?.” Nampak Luke sangat bersemangat untuk mengajak pacarnya itu.
“Emangnya boleh ngajak orang yang bukan anggota?.”
“Bolehlah...kan selain miting juga ada pesta di sana... ya mau ya...aku jemput kamu besok malam.”
“Hem...tapi.”
“Kenapa?...kalo masalah izin tenang aja biar aku ketemu langsung sama orang tuamu buat minta izin.”
“bukan itu...?."
“Terus...kenapa sih, kok kayaknya kamu gak suka tiap ku ajakin jalan?.”
“Ehh..bukan gitu.” Tapi melihat Luke yang sangat menantikan bisa jalan jalan denganya membuat Ange akhirnya setuju.
“Yaudah, kamu dateng jemput aku terus izin sama papaku...berani gak?.”
nampak Luke memegang tangan sang pacar dan menjawab dengan gagah berani.
“Kalo cuman itu aku berani lah...jadi deal ya, besok malem aku jemput jam 7 pas.”
Kemudian mereka lanjut duduk sambil bercerita di bawah pohon besar nan sejuk itu sampai bel tanda istirahat pun berbunyi.
Terus Luke yang sudah pulang sekolah pergi menemui seseorang di kantor agen perumahan elite di kotanya. Nampak ia telah sampai di depan kantor pemasaran properti dan masuk ke dalam.
“Mbak...ada pak Yuda.? Saya dah janjian ketemu dia jam 1 siang.”
“Ohh bentar ya mas.”
Lalu setelah di telpon oleh admin, Luke yang duduk di ruang tunggu sambil main hp melihat pak Yuda turun dari lift dan menghampirinya.
“Eh...dek, udah lama nunggunya?.”
“Gak kok pak, baru lima menitan.”
“ Jadi gimana, adek udah milih rumah yang mau di beli?.”
“Udah pak, saya mau rumah di taman sari yang ini.” Nampak Luke munjukkan gambar rumah yang ingin ia beli.
“Hem...yaudah kamu bisa ngirim sebagian dpnya dulu sambil saya siapin surat suratnya terus wali yang bertanggung jawab kapan bisa ketemu saya.?”
“Besok bisa sih pak, pokoknya siapain aja surat suratnya pak, biar nanti wali saya tinggal ngisi.”
“Yaudah besok kita ketemu lagi ya, terus besok juga kalau jadi kamu dah bisa nempatin rumah itu.”
“Oke pak makasih.” Nampak Luke langsung bersalaman dan pergi pulang ke rumahnya.
Karna ia yang belum cukup umur, terpaksa harus ada wali untuk menggantikannya mengisi dokumen kepemilikan rumah. Luke sendiri awalnya ingin menyewa rumah lain dahulu untuk sementara karna rumahnya makin sesak karna sudah ada 4 orang yang tinggal di sana.
Tapi karna males report dan lebih memilih mengerjakan misi ia akhirnya memutuskan untuk langsung saja membeli rumah baru saat sudah menerima uang dari hasil menjual berliannya.
Kemudia Luke pergi ke pasar dan menemui seseorang. Di sana ia sudah janjian bertemu dengan banyak orang. Ada Pak Ryan dan beberapa pemilik ruko lainnya.
Mereka semua sudah berkumpul karna jauh hari Luke sudah membuat janji dengan mereka.
Sampai mobil Mercedes hitam milik Luke sampai di sana dan nampak sudah ada banyak orang menunggunya, bahkan ada Rudy si preman pasar.
“Akhirnya datang.”
“Hehehe..maap telat dikit, tadi saya mampir dulu ke tempat lain.”
“Gpp kok dek santai aja.”
“Yaudah yok masuk, kita ngobrol di dalam.”
Nampak mereka masuk ke salah satu ruko yang jadi kedai kopi. Di sana akhirnya mereka semua setuju menjual ruko mereka pada Luke dan memilih untuk pindah.
Luke sendiri membeli ruko yang sudah tua dan rusak di sana dengan harga tinggi jadi tak ada alasan bagi mereka menolaknya.
“Yaudah kalau udah deal mulai besok bang Rudy udah bisa nyuruh pemborongnya buat kerja.”
“Aman dek...pokoknya adek tau beres aja, biar semua masalah di sini abang yang nanganin.”
Kemudian mereka semua bubar terus Luke mengajak bang Rudy masuk ke mobilnya.
“Bang sini, ada yang mau saya omongin.”
Mendengar panggilan Luke, Rudy yang berjalan ke motornya langsung kembali dan menghampirinya.
“Kenapa dek?.”
“Yok kita jalan jalan dulu, sambil ngobrol dikit."
Akhirnya Rudy masuk ke dalam mobil Luke dan mereka pergi ke sebuah restoran untuk makan.
Mereka makan di restoran Jepang dan nampak banyak memesan makanan.
Sambil mengobrol mereka menyantap makanan yang di sediakan.
“Jadi gitu bang, berhubung orang orang di pasar Flamboyan baik sama saya dan keluarga saya, pas perusahaan saya berdiri nanti saya mau abang ngumpulin orang orang yang butuh pekerjaan buat kerja di perusahaan saya. Jadi orangnya abang pilih dulu yang sekitaran pasar. Baru selebihnya saya sendiri yang nyari sisanya.”
“Aman dek...pokoknya serahin semuanya sama abang.”
“Terus itu anggota abang dari pada keluyuran gak jelas, mending suruh kerja di tempat saya nanti, tenang aja saya bakalan nempatin mereka di posisi yang nyaman biar hidup mereka bisa makin baik lagi.”
“Iya abang makasih banget nih...abang juga dulu deket sama alm ayahmu sebelum dia kecelakaan, trus uang yang kamu berikan ini akan abang pergunakan dengan baik.”
“iya bang, saya percayain sama abang.”
“tolong jangan kecewain saya ya?.”
“Iya..aman.”
Akhirnya mereka lanjut makan sambil mengobrol dan ketika sudah kenyang nampak Luke kembali mengantar Rudy ke pasar dan kembali ke rumahnya.