Bercerita tentang dua gadis muda dengan kepribadian yang berbeda dalam satu keluarga.
Cathy gadis blasteran berusia 18 tahun, Gadis bar-bar yang memiliki kemampuan beladiri dan menyetir yang handal. Cathy yang mencintai Asisten Sang Daddy bernama Kennan. Dengan usia yang terpaut 19 tahun. Bagaimana perjalanan cinta Cathy dalam mengejar cinta Om Kennan?
Kayla gadis cantik berusia 18 tahun saudara perempuan Cathy dari ibu sambungnya. Kay menjalin asmara dengan Gara, anak musuh Daddy-nya. Gadis pendiam yang memiliki kemampuan bak Hacker profesional.
Mungkinkah cinta Kay dan Gara akan bersatu?
Dan berhasilkah Cathy merebut hati Om pujaannya?
Ikuti kisahnya. antara kebaperan dan kegokilan yang mengocok perutmu. Nggak nyesel deh buat baca.
O iya, cerita ini adalah sequel dari dicerai karena dekil. Kisah anak Malvin dan Embun.
Jangan lupa like, komen dan dukungannya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Kayla duduk di depan komputernya. Dia memandang benda kecil ditangannya. Dalam diamnya, Kay menarik nafas panjang lalu hembuskan. Digenggamnya benda kecil itu. Lalu dengan perlahan dia tempatkan pada card reader khusus yang dia miliki.
Jari lentiknya mulai beraksi, ada banyak file yang timbul tenggelam, rentetan alfabet berjejar dan hilang berganti.
cetik cetik cetik cetik...
Hingga malam menjelang hanya suara itu yang terdengar.
***
###
Pagi itu, Malvin dan beberapa orangnya mengadakan meting kecil. Masih membahas tentang beberapa serangan yang masih belum teratasi.
"Aku tidak mengerti mengapa Daniel masih mencoba menyerang kita?"
"Sudah kubilang dia memiliki dendam pribadi denganku."
"Tapi, ini sangat tidak profesional."
"Tidak perlu profesional untuk mengatur dendam. Lagi pula dia juga selalu bersaing dengan kita dalam beberapa tender."
"Yang terpenting beberapa dana kita tidak jebol."
Mereka mengangguk menyetujui.
"Dan tidak ada penghianat kali ini."
Mereka terkekeh. "Benar tuan."
Malvin melirik Kenan yang sedari tadi hanya terdiam. Biasanya dialah yang paling bersemangat.
"Kenapa lagi dengan orang ini? Dia tidak sedang memikirkan Catty-ku, kan?" pikir Malvin curiga.
"Ken? Bisakah kau mengatur pertemuanku dengan grup N?"
Kenan masih terdiam.
"Sialan! Nglamun pulak dia." batin Malvin kesal.
"Kenan!"
"Iya?"
"Bisa?"
"Untuk?"
Malvin menghempas nafasnya kesal.
"Kau tidak memperhatikan. Ada apa denganmu? Apakah kamu sudah punya pacar? Yang bisa mengalihkan fokusmu?"
Ken tersenyum canggung.
"Tidak. Saya hanya memikirkan Seven. Bukankah dia kini berada di pihak Daniel. Akan sangat sulit melawannya jika kita tidak memiliki orang yang sebanding."
"Aku tau. Aku sedang memikirkannya."
Ken terdiam sejenak, menemukan sebuah nama. Namun ragu untuk mengungkapkannya.
"Mungkinkah jika..."
"Tidak!" tentang Malvin cepat."Aku tau siapa yang kamu maksud. Aku tidak akan melibatkannya. Tidak!"
"Baik, Tuan."
***
###
Setelah beberapa bulan berlalu, Kayla dan Caty wisuda kelulusan sekolah atasnya. Kini mereka tinggal mencari universitas yang mereka ingin masuki.
Saat itu Catty menyambut beberapa bunga untuknya ditengah kerumunan keluarga dan kerabatnya, Catty melihat Kenan di ujung sana. Catty melambai.
"Om!" panggilnya riang.
"Om sini!"
Kenan tersenyum tipis tapi tak beranjak dari tempat nya berdiri. Malvin melihat padanya. Baru setelahnya Ken bergerak mendekat.
"Kenapa kau kemari?" cegat Malvin
"Daddy! Ini kan wisudaku!"
"Kau mengundang nya?"
Catty menceleos. Malvin berpindah menatap Kenan.
"Kau! Apa kau membolos hanya untuk merayu putri ku ini?"
"Daddddyyyyy!!!!" catty mencubit lengan Daddynya.
Malvin menatapnya protes.
"Saya kemari untuk menjemput anda."
"Apa? Kenapa harus sampai dijemput segala?" kesal Malvin melihat pada Ken dan juga Embun.
"Habis ini aku masih ada makan siang bersama keluarga ku."
"Tapi Tuan, anda ada meting penting."
"Aapaaaaa?"
"Dan juga ada hal mendesak lainnya...." Kenan berbisik dii telinga Malvin.
Malvin mendesah. dan sedikit menghela nafasnya.
"Baiklah."
Malvin menatap Embun dengan penyesalan.
"Maaf sayang, masih ada hal mendesak yang harus ku urus."
"Tidak apa selesaikan saja urusanmu."
"Maafkan aku."
"Jangan seperti ini. Kau juga tak akan pergi jika tidak penting." ucap Embun dengan senyum maklum."Pergilah. Selesaikan urusanmu."
Malvin tersenyum kecil. Sebelum melangkah pergi, Malvin mengecup kening Embun dengan sayang. Hingga pria itu menghilang.
"Mommy, dimana Kay?"
"Eehh??" Embun melihat sekeliling, tapi tak kunjung melihat Kayla disekitar.
"Mungkin dia sedang di toilet. Biar ibu lihat."
"Oke."
Embun berjalan menjauhi kerumunan. Langkah kakinya terhenti sejenak. Merasa ada ymg sedang mengikutinya. Embun menoleh kebelakang, tapi tak ada siapapun.
"Mungkin hanya perasaanku saja."gumam Embun melanjutkan langkah nya, setibanya di toilet, sangat ramai. Embun mencari dan memanggil namun tak menemukan Kay.
"Kemana dia? Mana hp nya dititip ke aku lagi." gumam Embun melihat sekitar dengan sedikit cemas.
"Apa sebaiknya aku kembali saja pada Catty, mungkin Kay hanya menyapa temannya. Lalu kembali."
Embun pun memutuskan kembali kelokasi awal. Ditengah perjalanan, tiba-tiba saja ada yang membekap mulutnya dengan sapu tangan yang di lumuri cairan, hingga Embun lemas dan tak sadarkan diri.
Orang-orang itu menggotong Embun masuk kedalam mobil. Dan melaju meninggalkan tempat itu.
***
####
Kay berdiri dibawah pohon yang rindang, angin bertiup menerbangkan daun-daun yang gugur karenanya. Kay dengan baju toga-nya menatap lautan awan di langit yang biru. Sejenak dia menghirup udara. Kay melangkahkan kaki bergerak kembali, akan tetapi dia urungkan. Saat ekor matanya menangkap sosok yang berdiri di balik batang pohon maple.
Gara tersenyum menatap gadis yang melihat padanya. Angin kembali bertiup, membawa daun-daun kering serta melewati ruang diantara mereka.
Dalam diam hanya saling memandang. Tanpa suara tanpa pergerakan. Hanya ada keheningan. Mungkin beginilah cara mereka berkomunikasi, melepas rindu ditengah keheningan alam.
Kay membuka mulutnya,
"Gara."
Lirih suara Kay menyebut nama pria berwajah dingin itu. Gara tersenyum kecil. Walau lirih namun sampai ditelinganya.
Gara membalikkan badannya, dan menghilang diantara pohon-pohon maple. Kay mematung, kakinya tak sanggup untuk melangkah. Kay bahkan merasa kehilangan suara hanya untuk sekedar memanggil Gara.
Hingga akhirnya, Kay terdiam dalam sesaknya dada dan mata yang berembun.
Sesaat lamanya Kayla melangkahkan kaki kembali ketempat Catty. Caty terlihat sedikit gundah. Namun wajahnya terlihat lega begitu melihat Kayla kembali.
"Dari mana aja? Mana Mommy? Nggak ketamu?"
"Eehh? Enggak."
"What? Tadi Mommy Embun nyariin kamu tau." Catty mulai cemas."Tadi nyariin ke toilet katanya."
"Coba hubungi nomornya."
Catty mengambil hp dir saku. Dengan cepat menekan tombol lalu menempelkannya ketelinga.
"Nggak diangkat." cemas Catty mencoba menghubungi lagi.
"Kay, coba cek GPS." sambil menghubungi Mommy Embun.
"Hp sama ibu tadi"
"Ck!" Catty beralih melacak GPS di ponsel Kayla.
Wajah Catty sedikit berubah, tanpa kata, Caty berlari kearah momy nya tadi pergi. Kay pun menyusul. Sesampainya di lokasi, Catty hanya menemukan tas milik Embun.
"Cat?"
"Mommy nggak mungkin ninggalin tasnya begini aja." Catty menggigit bibir, matanya menyapu sekitar area berharap mendapat petunjuk.
Kayla mengambil hp dari dalam tas, lalu dia menghubungi Daddy Malvin.
📞:"Daddy! Ibu menghilang."
📞:["Apa?"]
📞:["Sejak kapan? Dimana?"]
Kay menjelaskan semua yang terjadi,
📞:["Oke! Tetap tenang dan berada dikeramaian. Daddy akan mengirim orang kesana."]
📞:"Uummm.." angguk Kay.
Beberapa saat kemudian, jemputan orang Malvin datang. Membawa Kayla dan Caty di pos terdekat. Disana sudah ada Malvin dan Ken sedang mengajukan laporan.
"Daddy!" Kayla dan Cat berhambur memeluk Daddy Malvin.
"Maaf Dad, ini salahku, Momy menghilang karena mencariku." sesal Kay menatap Daddy memelas.
"Tidak! Aku yang bersalah karena membiarkan Momy pergi sendiri." ucap Caty ikut menyesali.
"Sudah. Jangan dibahas." Ucap Malvin.
"Bagaimana?" Malvin bertanya pada salah satu petugas.
"Maaf! Kami tak bisa memproses jika belum 24jam."
"Apa?" Sentak Caty tak terima. "Jadi maksud kalian tunggu 24jam dulu baru dicari begitu? Apa harus menunggu orangnya terluka dan mati baru kalian cari? Apa kalian mau bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada Mommy ku, haaahh?"
Caty yang kesal sudah mencengkram kerah depan petugas itu.
"Caty hentikan."Malvin melepaskan cengkraman tangan prutrinya yang sudah emosi itu.
"Paman! Berapa ID-mu?" Kay menatap tajam pada petugas itu.
"Apa?"
Kay menarik tanda pengenal di dada petugas itu. Lalu mengembalikannya. Kay duduk didepan komputer. Jari tangannya mulai beraksi.
"A-apa? Apa dia menggunakan ID ku untuk meretas keamanan kota?" batin petugas itu. "Siapa sebenarnya gadis ini?"
_____^_^_____
Readers, Kasih semangat donk, biar Othor up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
😊
ngakak aku nya kk thor