Apa yang akan kamu lakukan saat tiba-tiba saja sahabat mu sendiri justru meminta mu menikah dengan suaminya?
Qiara, merupakan gadis cantik berusia 18 tahun yang baru kembali dari luar Negri setelah masa pendidikannya selesai. Dia meninggalkan sang sahabat yang ternyata telah menikah setelah kepergiannya demi menimba ilmu.
Akan tetapi, suatu kebenaran terungkap kala pulangnya Qiara justru melihat keadaan sahabatnya sangat buruk.
Satu hal yang pasti, Qiara di minta untuk menikahi suami dari sahabatnya sendiri atau lebih tepatnya menjadi istri kedua dari pria tampan yang merupakan seorang CEO kaya raya.
Bisakah Qiara menerima permintaan sahabatnya?
Atau, apakah suami dari sahabatnya itu mau menikahi Qiara?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SantikaKumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IKSC Bab 26 ~ Mommy Nakal
🌻🌻🌻🌻🌻
#Kediaman Faraz
Suara mesin mobil yang di kendarai Faraz terdengar memasuki halaman rumah.
Erzhan yang sedari tadi sudah menunggu kepulangan sang Daddy langsung berlari keluar rumah sambil berteriak.
"Yey, Daddy pulang ..." senyumnya ikut mengembang kala melihat Faraz sudah merentangkan kedua tangannya.
"Hati-hati, Bang ..." tegur Faraz khawatir putranya terjatuh.
GREB
Anak tampan itu berhambur ke dalam pelukannya sembari tertawa.
"Daddy bau iiihh," protes Erzhan ikut menjauhkan tubuhnya dari Faraz.
Kedua alis pria tampan itu mengkerut seraya berusaha mencium aroma tubuhnya yang tidak mengeluarkan bau busuk apapun.
"Mana ada, boy. Wangi begini masa di bilang bau," sahut Faraz ketus menatap malas sang putra yang kembali tertawa geli
"Harus si kasih hukuman kayaknya," seringainya dengan cepat Erzhan sudah berlari masuk ke dalam rumah meminta pertolongan sang Bibi.
Faraz menggeleng pelan menyaksikan putranya mulai aktif kembali tidak lagi murung seperti dulu, ada rasa lega juga senang mengetahui sang putra tidak lagi membenci orang rumah termasuk wanita cantik yang kini tengah duduk santai di ruang tengah seraya menonton TV.
"Mau aku buatkan kopi?" tawar Sandra lekas bangkit dari sofa.
Wanita itu tahu hubungan mereka tidak sedekat yang di bayangkan, tetapi apa salahnya jika dia melayani Faraz layaknya seorang istri pada umumnya.
Tatapan mata Faraz tertuju pada cincin yang melingkar indah di jari manis Sandra.
"Aku pikir hubungan kita tidak sebaik itu," ucapnya tersenyum sinis.
"Jangan membuang waktu mu dengan sesuatu yang sampai kapan pun hanya akan menjadi khayalan mu saja," sambungnya.
Pria tampan itu melangkah cepat menuju arah tangga.
"Kamu sungguh tega, Faraz" gumam Sandra lirih menatap nanar punggung suaminya yang menghilang naik ke lantai atas.
Niat hatinya hanya ingin menjadi istri yang baik meski keberadaannya tidak di hargai.
"Bukan aku yang melakukan kesalahan tapi mengapa aku yang harus menanggung akibatnya."
Argghhh ....
Teriakan Sandra memenuhi ruang tengah hingga terdengar sampai ke ruangan lain dimana beberapa pelayan di buat terkejut mendengarnya.
Mereka tidak berani mendekat apalagi membantu, sebab perintah dari Tuan dan Nyonya besar melarang keras bagi siapa saja ikut campur dalam masalah yang terjadi di kediaman tersebut.
🍀
Faraz yang sudah berganti pakaian setelah membersihkan diri beberapa menit yang lalu bergegas turun ke lantai dua untuk menemui sang putra.
Tok tok tok
Ketukan pelan di pintu kamar mengalihkan fokus Erzhan dari layar ponsel.
Hal itu ikut terdengar oleh Qiara yang belum lama menghubungi anak tampan itu.
[Abang kenapa?]
Pertanyaan Qiara kembali mengalihkan fokus Erzhan.
"Ada yang ketuk pintu kamar Abang, bentar ya Mommy ..." jawab si tampan bergegas turun dari ranjang menuju pintu kamar.
Ceklek
Ketika pintu di buka Erzhan dengan pelan terlihat lah sosok tampan dan tinggi lengkap dengan pakaian rumahnya tengah tersenyum hangat ke arahnya.
"Daddy boleh masuk?" tanya Faraz meminta ijin.
"Silahkan Daddy," jawab anak tampan itu membiarkan sang Daddy masuk lebih dulu ke dalam kamar miliknya.
Erzhan teringat masih belum mengakhiri sambungan video call dari Mommy nya.
Namun, baru saja ia berbalik suara bariton sang Daddy terdengar sedikit aneh.
"Abang ..." pekik Faraz menatap Erzhan dengan bola mata membulat sempurna.
Hal itu membuat si tampan kecil cengengesan melihat raut wajah tampan Daddy nya berubah merah bak tomat.
"Haha, jangan bilang barusan Daddy lihat ponsel Abang?" tebak Erzhan seraya berjalan mendekat ke arah sisi ranjang dimana Faraz masih berdiri kaku dengan mulut menganga serta mata tak berkedip sama sekali.
Suara gelak tawa Qiara bahkan sampai terdengar begitu jelas menertawakan tingkah konyol si tampan angkuh yang sukses membuatnya tak kala ikut terkejut.
Secepat kilat Erzhan kembali meraih benda pipih tersebut demi melihat keadaan sang Mommy.
.
.
.
"Ckck, Mommy nakal. Tadi juga Abang bilang apa? Ganti baju dulu baru sambung lagi ngobrolnya ..." cebik Anak tampan itu merasa kasihan mendapati raut wajah memerah Daddy nya.
🍃🍃🍃🍃🍃