Olivia tidak tau apa-apa tapi dia harus mengalami penderitaan ini, di bawa paksa oleh sang penguasa yang di takuti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25
"Tapi paman, mungkin saat ini dia sedang membersihkan dirinya ba.. bagaimana kalau nanti saja" bujuk rocki yang sebenarnya tak ingin Daniel melihat Olivia
"Apa kau bercanda harus nya jam segini dia membantu margareth untuk membuat makan malam!! , apa dia akan bermalas-malasan anak dari seorang penjahat masih bisa hidup enak di sini?!! " ucap Daniel yang kuliah berjalan keluar ingin mencari keberadaan Olivia
"Paman tu.. tunggu jika aku mengantarkan paman bertemu dengannya jangan membuat keributan dengan nya ok" ucap rocki sedikit takut bicara seperti itu pada Daniel tapi dia memberanikan dirinya demi membela Olivia
"Kau pikir aku preman!! membuat keributan" ucap Daniel
*Kau lebih dari preman paman kau adalah pemimpin mafia" ingin rasanya rocki mengatakan itu tapi keberanian nya hanya sebatas dengan orang lain
"Baiklah aku akan mengantarkan mu bertemu dengan nya" ucap rocki yang akhirnya berjalan bersama Daniel mencari keberadaan Olivia
Tempat yang pertama kali Daniel dan Rocki tuju adalah dapur bagaimana pun sekarang adalah jam menuju makan malam
Dan benar saja mereka mendapati dua gadis cantik tengah membantu bibi margareth
"Paman ka.. kau kan tidak menyukai perempuan ba.. bagaimana jika aku memanggilnya ke mari" ucap rocki yang tau kalau Daniel memang tidak bisa terlalu dekat dengan seorang wanita
"Kau!! beraninya mengatai ku tidak suka perempuan!! kau pikir aku penyuka sesama jenis!!" ucap Daniel kesal mendengar ucapan rocki itu
"It.. itu maksudku tidak bisa dekat itu itu maksud ku, paman jangan marah ok" ucap rocki dengan takut-takut menepuk pundak pamannya itu
"Terserah kau saja!! lagi pula aku hanya ingin melihat nya saja" ucap Daniel duduk di kursi di ruang makan
"Ba.. baik aku akan menyuruhnya membuatkan kopi hitam untuk paman" ucap rocki yang mulai berjalan ke dapur
"Olivia" panggil rocki
"Iya ad.. ada apa tuan" ucap Olivia yang lagi-lagi lupa memanggil nama rocki dan berjalan ke arah rocki
"Lagi-lagi lupa namaku!! " menepuk pucuk kepala Olivia
"Maaf Rocki, ada apa memanggil ku"
"Buatkan kopi hitam untuk paman Daniel" ucap nya lembut pada Olivia
"Baiklah, akan ku buatkan"
"Aku tunggu" ucap rocki yang kemudian berjalan kembali ke arah Daniel dan tetap berdiri
Olivia segera membuatkan kopi untuk Daniel
daniel kali ini sedang sibuk melihat handphone nya
setelah kopi itu selesai Olivia segera menyajikannya
"Tu.. tuan silahkan kopinya" Olivia kemudian menaruh kopinya di atas meja
lalu berbalik ingin meninggalkan Daniel
namun saat Daniel sudah menaruh handphone nya dan mengangkat cangkir kopinya
"Tunggu! kau tunggu di sini" karena ucapan Daniel Olivia menghentikan langkahnya dan berbalik saat Daniel melihat wajah Olivia dari dekat dia terkejut melihat paras yang tidak asing untuk nya
membuat tangan Daniel sedikit bergetar dan membuat kopi itu tumpah dan mengenai tangan Daniel
"Tuan! apa tidak apa-apa" ucap Olivia yang langsung mengambil cangkir kopi itu dari tangan Daniel menaruhnya dan segera mengambil tisu dan mengusap tangan Daniel
Daniel diam saja tidak menarik tangannya saat Olivia membersihkan sisa kopi yang tumpah di tangannya
"tunggu sebentar tuan" ucap Olivia berlari ke kamar bibi margareth dia kembali dengan membawa kotak medis yang dia lihat ada di kamar bibi margareth
"Saya bantu untuk mengobatinya" ucap Olivia yang mulai membersihkan lukanya dan mengoleskan obat
"Sudah selesai apa terasa sakit" ucap Olivia
perkataan Olivia itu menyadarkan lamunan Daniel tentang malam itu
"Tuan apa terasa sangat sakit sampai kau diam saja" ucap Olivia polos dia khawatir kenapa Daniel diam saja
sedangkan rocki ingin tertawa dengan pertanyaan Olivia bagaimana bisa hanya ke tumpahan kopi panas bisa membuat Daniel merasa sangat sakit sedangkan dirinya sudah mendapatkan banyak luka karena pekerjaan nya
tapi rocki agak sedikit heran Daniel tidak seperti yang di rumorkan yang dia dengar Daniel paling tidak mau berhubungan langsung dengan wanita tapi melihat pemandangan di hadapan nya rocki benar-benar merasa Teritipu dengan rumor itu
"Rocki apa dia baik-baik saja" ucap Olivia tanpa bersuara menghadap ke arah rocki
"Aku baik-baik saja!! " ucap Daniel yang menyadari keanehan pada dirinya
"Kalau begitu saya permisi tuan" ucap Olivia yang ingin pamit undur diri
tapi tak di sangka tangan Daniel bergerak dengan sendirinya menahan kepergian Olivia
"Eh" ucapnya kaget saat melihat tangannya di tahan oleh Daniel
Daniel pun terkejut dengan perbuatan nya dia dengan cepat melepaskan tangannya dari tangan Olivia
"Kau jangan berfikir tidak-tidak aku hanya ingin kau membuatkan kopi yang batu untuk ku!! " ucap Daniel yang sebenarnya terkejut dengan apa yang dia lakukan
"Ba.. baik tuan" Olivia segera pergi dari sana
*Apa yang kau lakukan Daniel? dan kenapa parasnya membuatku mengingat malam 26thn yang lalu" ucap Daniel dalam hati
dia menatap punggung Olivia yang semakin menjauh darinya
Saat adegan Daniel menahan kepergian Olivia sangat penguasa melihat nya tanpa sadar tangan Arion mengepal sempurna dia benar-benar tidak senang melihat nya
*Bagaimana anak dari seorang penjahat bisa meluluhkan hati banyak lelaki! tapi sayang sekali Olivia kau adalah barang milik ku tidak akan ku biarkan satu orang pun memiliki mu!! karena kau hanya bisa hidup untuk aku permainkan " ucap Arion dalam hati saat ini Arion merasa sangat marah
perasaan marah yang entah apa sebabnya marah karena barangnya di sentuh orang lain atau marah karena perasan cemburu gadisnya memikat hati banyak lelaki
Arion pun tak tau jawabannya
sampai saat ini aku memanggil suamiku dengan sebutan Bie yang artinya juga sayang....
mbk Yuniar emng is the best 👍👍
apa kau lupa☺️☺️
soalnya GK pernah bosan