NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Lurah

Jodohku Ternyata Lurah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Wanita Karir / Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Menurut Azalea Laire, dirinya mempunyai bapak kolotnya minta ampun. Jaman sekarang masih saja dijodoh-jodohkan, mana pakai ada ancaman segala, dimana kalau tidak mau dijodohkan, dirinya akan ditendang bukan lagi dari keluarga, tapi di depak dari muka bumi.

Azalea geram di tagih perjodohan terus oleh bapaknya, sehingga dia punya niat buat ngelabrak pria yang mau dijodohkan olehnya agar laki-laki itu ilfeel dan mundur dari perjodohan. Tapi eh tapi, ketika Azalea merealisasikan niat itu yang mana dia pergi ke desa untuk menemui sang jodoh, ternyata dia melakukan kesalahan.

Ternyata jodoh dia adalah Lurah.

Terus kira-kira masalah apa yang udah dibikin oleh Azalea? Kira-kira masalah Azalea ini bikin geram atau malah bikin cengar-cengir?

Nyok kita pantengin aja ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gangguan Adi

Saat Suci mengajaknya membeli perlengkapan dengan berjalan kaki, ia pikir jaraknya hanya sepelemparan batu. Ternyata definisi dekat bagi orang desa dan orang kota itu ibarat bumi dan langit. Suci membawanya memotong jalan, menyusuri gang-gang sempit yang hanya cukup dilewati satu orang, berkelok di antara dinding bambu dan pagar tanaman yang rimbun. Jangankan mobil, motor pun mungkin akan kepayahan bermanuver di sana.

"Nah, udah sampai, Lea." seru Suci.

Mereka tiba di sebuah rumah yang terasnya tampak tumpah ruah. Pakaian-pakaian dengan berbagai corak dan bahan masih terpack rapi, sepertinya itu barang stock baru datang. Seorang wanita dewasa, saudara jauh Suci, langsung menyongsong mereka dengan senyum lebar. Setelah Suci mengutarakan maksud kedatangan mereka yakni mencarikan Azalea pakaian ganti karena ia tak membawa banyak persiapan, si pedagang itu langsung beraksi.

Bak sales profesional di mal mewah, ia menjajakan daster, kaos, hingga celana kain dengan semangat membara. Azalea yang pada dasarnya memang tidak suka ribet dan sedang ingin persoalan kebutuhan cepat selesai, angsung main tunjuk.

"Ini saya ambil, yang ini juga, oh sama yang itu juga ya, bu'le," ujar Azalea santai.

Tanpa banyak pikir dan tanpa pertimbangan panjang soal harga atau kecocokan motif, Azalea terus menambah tumpukan pakaian di hadapannya. Si pedagang sampai melongo. Matanya mengerjap-ngerjap tak percaya melihat gadis di depannya ini belanja seperti orang kesurupan. Senyumnya semakin sumringah karena dagangannya diborong, bahkan saking lebarnya, gigi-giginya terlihat jelas.

Namun tak lama kemudian di tengah keriuhan transaksi itu, sebuah suara cempreng yang sangat Azalea kenali, mendadak menginterupsi.

"Waduh, calon istriku lagi belanja toh? Borong ya? Tenang, jangan khawatir soal harga."

Azalea meringis. Ia mendengus dalam hati. Dalam benaknya, ia berharap bisa bertemu sosok pangeran sendal bijaksana di desa ini, eh malah ketemu lagi sama jodoh tak diinginkan bernama Adi.

Pemuda itu datang dengan gaya petantang-petenteng andalannya. Kerah bajunya dinaikkan sebelah, jalannya dibuat-buat seperti jagoan pasar. Di belakangnya mengekor seorang pemuda kurus yang tampak sedikit loyo. Adi si pemuda petantang-petenteng itu sekarang bawa kacung yang selalu mengekori langkah tidak jelas Adi. Sebelumnya memang begitu, akan tetapi saat waktu pertemuan pertama dengan Azalea, kacungnya Adi itu tak di sisi Adi lantaran sedang mencret.

Sekarang setelah kondisinya lumayan membaik, si kacung kembali pada tugas mulianya, mengekor ke mana pun Adi melangkah.

"Eh, Dek Lea, kenalin ini asisten pribadi aku," kata Adi dengan jumawa. Azalea hanya memutar bola mata malas.

Melihat tumpukan pakaian yang menggunung, Adi langsung memasang aksi sok kaya. "Bu'le, totalin semuanya. Biar saya yang bayar. Buat Dek Azalea, apa sih yang enggak?"

Azalea mengangkat alis, mau ngetes nyali pemuda itu. "Yakin mau dibayarin semua? Benar ya?"

"Lha, iya dong! Semuanya! Apa gunanya calon suami kalau nggak bisa manjain calon istrinya?"

Mendengar kata calon suami, Azalea merasa bulu kuduknya berdiri semua. Ia bergidik ngeri mendengar kepercayaan diri Adi yang sudah menembus lapisan atmosfer. Ternyata gertakan tadi siang tidak serta merta membuat si Adi mundur dari perjodohan. Azalea merasa ini PR besar yang harus dia bereskan.

Si pedagang dengan cekatan menghitung menggunakan kalkulator. Bunyi tek-tek-tek tombol kalkulator itu terdengar seperti suara kematian bagi dompet Adi. Adi nungguin perhitungan tersebut sampai tak terasa mulutnya mangap.

"Semuanya jadi satu juta dua ratus ribu, Mas Adi," ucap si pedagang.

Seketika ekspresi jumawa di wajah Adi membeku. Ia menelan ludah dengan susah payah. Bunyi telan ludahnya bahkan terdengar sampai ke telinga Suci. Adi berdeham menetralkan kegugupannya. Ia mundur selangkah, merogoh kantong celananya dalam-dalam. Jarinya mencari-cari lembaran uang jajan pemberian orang tuanya yang tersisa. Hanya ada beberapa lembar uang merah dan sisanya biru serta hijau. Sangat jauh dari angka satu juta.

Gengsi mulai menyerang. Di depan Azalea yang cantik jelita, ia tak boleh kehilangan muka. Adi kemudian memberi isyarat pada si pedagang untuk menjauh sebentar dari jangkauan telinga Azalea. Ia berbisik-bisik negosiasi.

"Bu'le, saya bayar tiga ratus dulu ya? Sisanya ngutang, catat atas nama Bapak saya. Nanti sore saya lunasi kalau uang cair," bisik Adi penuh harap.

Si pedagang baru saja hendak membuka mulut untuk memprotes, tapi langkah kaki Azalea sudah lebih dulu berada di belakang mereka. Rupanya Azalea sudah curiga sejak awal melihat gerak-gerik Adi yang mencurigakan saat mengajak si pedagang meminggir.

"Nggak usah repot-repot. Nih, Bu, saya aja yang bayar semuanya. Lunas, ya," kata Azalea sambil menyodorkan beberapa lembar uang dari dompetnya yang tebal.

Adi hanya bisa melongo, mulutnya ternganga melihat Azalea melunasi belanjaannya sendiri dengan santai. Dasar Adi yang mana urat malunya mungkin sudah putus separuh, ia berkata bahwa Azalea hebat duitnya banyak. Dalam hati, Azalea membatin penuh tanya, Ayah beneran sehat kan? Masa modelan kayak gini mau dijadiin menantu? Yang benar saja!

"Eh, anu... Lea, itu... nanti uangnya aku ganti kok. Serius! Tadi cuma salah bawa dompet aja. Eh, kamu kok belum pulang ke kota? Lagi nginep di sini ya? Di mana?"

"Kepo!" jawab Azalea singkat, padat, dan pedas.

Tapi Adi tidak menyerah. Ia terus mengoceh, mencari perhatian, menanyakan alamat tinggal Azalea di desa ini, hingga menanyakan kapan dia ada waktu luang untuk jalan-jalan keliling kampung. Suci yang berdiri di samping hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Dari interaksi itu, Suci menarik kesimpulan bahwa Adi kesemsem pada Azalea. Maklum, Adi memang terkenal sebagai pemuda yang sudah kebelet kawin dan selalu gagal mencari jodoh.

Melihat kegigihan Adi yang menjengkelkan itu, Suci pun ikut merinding. Ia membayangkan betapa beratnya hari-hari Azalea ke depan jika harus terus meladeni gangguan pemuda itu.

Azalea akhirnya memutuskan untuk segera pergi. Ia menjinjing sebuah paper bag kecil berisi beberapa pakaian yang ia butuhkan segera dan sepasang sandal baru. "Bu, sisanya yang banyak itu tolong diantar ke rumah Pak RT ya. Saya titip dulu," pesan Azalea.

Meski Azalea sudah berusaha menutupi informasi ini agar keberadaannya tak terlacak, rupanya info soal alamat menginapnya bocor juga ke telinga Adi. Mungkin si kacung atau si pedagang yang keceplosan.

"Oalah, di rumah Pak RT toh.Tenang, Dek Lea, Biar aku saja yang antar semua belanjaanmu itu. Gak usah pakai ongkir, gak usah pakai imbalan. Ini ikhlas lahir batin demi calon istri tersayang!" seru Adi dari kejauhan sambil melambaikan tangan, sementara si kacung sibuk mengangkat packingan pakaian belanjaan Azalea.

Azalea dan Suci tidak tahu Adi jadi kurir dadakan karena sudah jauh meninggalkan rumah si pedagang pakaian. Kali ini mereka tidak lewat jalan tikus yang sempit tadi. Suci mengajak melewati jalanan umum yang lebih lebar dan ramai.

Saat mereka melewati sebuah persimpangan yang cukup luas, langkah kaki Azalea tiba-tiba terhenti. Sebuah suara merayap masuk ke telinganya. Alunan suara gamelan yang dipukul dengan presisi, berpadu dengan suara sinden yang melantunkan tembang-tembang daerah dengan nada yang meliuk-liuk indah. Suasana di sekitar sana tampak sangat ramai, banyak orang berlalu-lalang menuju ke satu titik sumber suara.

"Ci, dengar gak itu suara apa? Rame banget kayaknya di sana," tanya Azalea penasaran. "Ada hajatan atau pesta nikahan kah?"

Suci berhenti, ia menoleh ke arah sumber suara, lalu tersenyum kecil sambil mengangguk.

"Bukan hajatan, Lea. Itu suara latihan pemuda-pemudi disini dalam melestarikan kebudayaan. Seperti musik, nyanyian, dan juga tarian. Tapi kalau yang kamu dengar sekarang, itu latihan buat acara besar desa ini minggu depan. Kamu mau mampir sebentar kesana?"

"Boleh."

"Tapi awas ya, jangan sampai ketemu si Adi lagi di sana, biasanya dia jadi tukang jaga parkir dadakan kalau ada keramaian begini."

Azalea tertawa kecil, setidaknya suara gamelan itu jauh lebih merdu daripada suara rayuan gombal Adi yang membuatnya merinding tadi.

Namun beberapa detik kemudian, tawa kecil Azalea seketika lenyap, berganti senyuman mendesir kala matanya menangkap eksistensi pemuda yang mondar-mandir mengatur sana sini.

.

.

Bersambung.

1
Felycia R. Fernandez
Hagia kah??
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
vote meluncur
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
😍😍😍😍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
otornya absurd, tokohnya jadi absurd juga 🤦‍♀️🤦‍♀️
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
kamu salah paham. tapi aku suka. biarkan kesalah paham ini, semakin panjang /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya, punya ayahmu. tapi kamu pewarisnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
heleehhhh, modus mu /Facepalm//Facepalm//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan ternyata itu ialah nomor sang penipu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebegitu khawatirnya hagia sama lea. apalagi itu, jika bukan cinta
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ooo, lebih privasi gitu maksudnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia memang menyukai mu hagia. seharusnya bukan akting yg ditunjukkan tapi kebenaran
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
fokus leaaa, fokus /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
aku suka sama pikiranmu
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
nah kan, akhirnya kamu sadar lea
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia bukan khawatir kamu patah hati Lea. yang dia khawatirkan kamu berhasil berada di hati Hagia. walaupun itu, memang benar adanya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Sebutkan nama lengkapnya Yahh /Facepalm//Grin/
〈⎳ FT. Zira
eaaa katahuannn
〈⎳ FT. Zira
aduh alasannya/Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
lahhh... kelihatan banget jadinya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
zenuuuuuunnnnnnn nackal sekali kamuuuhhhhhhh. ihhh geeemmmeeessshhhh
Zenun: iiih ada akak😄🥳👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!