Felisia harus menerima nasibnya. Menikah disaat dia tidak menginginkannya. Dan setelah dia menerimanya, apa yang terjadi? Suaminya malah membawa seorang wanita dengan anak berusia tiga tahun kerumah.
"Mulai sekarang Wilona dan anak kami akan tinggal dirumah ini."
Anak kami?
Selanjutnya, bisakah Felisia menerima Wilona dan anak dari suaminya bersama wanita lain? Mampukah hatinya bertahan di rumah itu? Membagi suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L2080617, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BC:SAM? #26
Kening Evelyn berkerut ketika melihat putrinya yang sedang berbicara dengan seorang pria. Pria itu bukan Gilbert. Evelyn merasa familiar dengan punggung pria itu.
"Mommy, pria itu siapa?" Tanya Evelyn.
"Mommy gak tahu. Mungkin salah satu pengunjung," jawab Mommy Ametta bersikap biasa.
Evelyn menatap punggung pria yang sedang berjongkok itu. Dia benar benar merasa sangat familiar dengan pemilik punggung itu. Dan itu membuatnya kepikiran.
"Ah... Mom, sudah dulu ya. Rekan kerjaku semua sudah kembali dari rapat. Aku ingin menanyakan hasil rapat kepada mereka," ucap Evelyn.
"Baiklah," Mommy Ametta mematikan sambungan telepon.
Grandma Ametta berjalan mendekati Sophie. Dia melihat pria yang berbicara dengan Sophie tadi sudah menghilang entah kemana.
"Sophie, siapa tadi yang bicara dengan kamu?" Tanya Grandma Ametta.
Sophie memukul keningnya sendiri.
"Sophie lupa nanya nama uncle itu," ucap gadis kecil itu.
"Oh gak papa, tapi apa yang Sophie bicarakan sama uncle itu?" Tanya Grandma Ametta.
"Uncle itu nanya siapa nama Sophie. Dia bilang Sophie anak yang imut dan anak yang baik. Dia juga bilang Sophie ini pintar lalu cantik dan kata Uncle itu bibir Sophie mirip dengan seseorang yang dia kenal," jawab Sophie dengan bangga mendapatkan pujian.
"Oh... Uncle Gilbert dimana?" Tanya Grandma Ametta.
"Grandma, bukan Uncle tapi Daddy!" Sophie terlihat protes dengan panggilan 'Uncle' untuk 'Daddynya'.
"Sophie dia bukan Daddy kamu sayang. Dia itu Uncle bukan Daddy," ucap Grandma Ametta menasehati cucunya ini.
"Grandma sama saja dengan Mommy. Dia itu Daddy Sophie bukan Uncle Sophie" ucap Sophie sampai mau menangis.
"Baiklah baiklah, dia Daddy kamu. Udah ya jangan nangis," akhirnya Grandma Ametta menyerah menasehati cucunya ini.
"Lalu, dimana Daddy kamu itu?" Tanya Grandma Ametta.
"Daddy ambil bunga disana" ucap Sophie sambil menunjuk sebuah tempat dimana disana ada Gilbert.
"Ya sudah, Sophie ikut Grandma kesana," Grandma Ametta menggandeng tangan Sophie menuju tempatnya semula.
Detik demi detik berlalu, menit demi menit berlalu, jam demi jam berlalu. Tak terasa sekarang sudah tiba waktunya acara ulang tahun perusahaan Davis.
"Mommy, Sophie cantik gak?" Tanya Sophie sambil menarik ujung gaunnya agar mengembang.
"Sophie kan anak Mommy pasti cantik dong," ucap Evelyn sambil memakai kalung yang sudah disiapkan untuknya.
"Mommy juga cantik banget. Lebih cantik dari bidadari" ucap Sophie memuji Evelyn.
"Terima kasih sayang" ucap Evelyn dengan bahagia.
"Evelyn kamu sudah siap?" Tanya Mommy Ametta yang tiba tiba datang.
"Bentar Mom, ini Evelyn tinggal pakai tiara saja" ucap Evelyn sambil memakai tiara di kepalanya.
"Mommy pakai tiara, pakai anting, pakai kalung, pakai gelang, pakai gaun, pakai sepatu, semuanya sama dengan Sophie," ucap Sophie memperhatikan Mommynya dari atas sampai bawah.
Dari atas sampai bawah semua yang Sophie dan Evelyn pakai sama. Mulai dari model, bentuk, dan warna semuanya sama persis. Bahkan tataan rambut mereka sama.
"Kenapa? Sophie gak suka sama sama dengan Mommy?" Tanya Evelyn menggoda anaknya.
"Gak, Sophie suka kok" jawab Sophie sambil memeluk Mommynya erat.
Evelyn terlihat membalas pelukan putrinya. Lalu mereka bertiga keluar dari ruang kerja Daddy Aaron yang memiliki kamar pribadi dan tempat Evelyn dan Sophie bersiap.
Evelyn tidak bisa bersiap siap di rumah karena anaknya yang membuat ulah dan mengharuskannya langsung ke perusahaan dan bersiap disana.
Mommy Ametta masuk dari pintu samping agar bisa langsung ke depan.
Sedangkan Evelyn dan Sophie menunggu nama mereka dipanggil baru mereka masuk.
"Baiklah, sekarang saatnya orang yang kita nanti nanti, Putri dan Cucu dari keluarga Davis. Nona Evelyn Davis dan Nona Sophie Davis dipersilahkan untuk masuk ke dalam ruangan," ucap seorang MC dengan mic yang dia pakai.
Evelyn dan Sophie masuk ke dalam ruangan dengan anggun.
Beberapa pengawal keluarga Davis melindungi aset berharga keluarga Davis dari bahaya apapun.
Daddy Aaron mengulurkan tangannya kepada Evelyn untuk naik ke atas panggung.
"Terima kasih Daddy," ucap Evelyn.
Daddy Aaron naik ke podium untuk memperkenalkan putri dan cucunya ke hadapan dunia.
"Selamat malam untuk kita semua. Hari ini saya, Aaron Davis akan mengumumkan aset berharga Keluarga Davis. Dengan bangga saya umumkan Evelyn Davis sebagai putri kandung saya dan Sophie Davis sebagai cucu keluarga Davis," ucap Daddy Aaron dengan lantang.
Semua para tamu langsung menepuk tangan sebagai bentuk ucapan selamat.
Mereka semua tidak tahu dilautan manusia itu ada seorang manusia yang terlihat terkejut dengan fakta itu.
"Evelyn, silahkan" Daddy Aaron menyuruh Evelyn untuk berbicara di atas podium.
Sophie yang terasa asing dengan suasana ini, selalu memegang gaun Evelyn. Dan akhirnya Evelyn memilih menggendong anaknya itu sambil berpidato.
"Selamat malam saya ucapkan kepada rekan kerja Daddy saya, rekan kerja saya dan semua yang hadir disini. Mungkin kalian akan merasa terkejut dengan fakta ini. Evelyn yang masih bisa dikatakan anak sore yang memulai karir sebagai desainer tiba tiba dia ternyata adalah keturunan Davis. Sebagian orang juga pasti bingung dan ada yang menjelekkan saya. Saya tidak masalah dengan itu semua. Saya Evelyn ingin memulai karir saya tanpa nama Davis. Saya mau berpijak pada kaki saya sendiri. Saya juga masuk ke perusahaan Davis bukan karena bantuan orang dalam. Melainkan saya benar benar masuk dengan mengikuti segala prosedur seperti yang rekan rekan saya lakukan. Dan para tetua yang disini juga pasti bingung mengenai saya yang tiba tiba muncul sebagai putri kandung. Karena mungkin yang ada di dalam pikiran kalian yang mengetahui kejadian dulu adalah seperti ini 'Nona Keluarga Davis menghilang saat acara ulang tahunnya tepat yang pertama. Saya sudah mengira dia sudah tiada, tapi sekarang dia tiba tiba muncul dengan seorang anak?' Begitukan pikiran kalian semua?" Tebak Evelyn.
"Saya hanya akan mengatakan bahwa dulu saya diculik dan terbawa ke panti asuhan di Indonesia. Sophie memang benar anak kandungku. Daddy..."
"Itu," Sophie memotong ucapan Evelyn sambil menunjuk Gilbert yang berdiri di samping panggung.
"Sophie," panggil Evelyn dengan lembut namun penuh penekanan.
"Gak boleh ya?" Tanya Sophie dengan ekspresi imut.
"Terserah kamu sayang. Sekarang ucapkan terima kasih kepada semua tamu yang mendengarkan kita," titah Evelyn yang ingin menutup pidatonya karena anaknya yang sudah mulai melenceng.
"Terima kasih semuanya karena telah mendengarkan cerita Mommyku dan Sophie," ucap Sophie didepan mic.
Semua orang bertepuk tangan. Tidak sedikit orang yang memuji hubungan ibu anak itu. Dan ada juga yang mendambakan anak seimut Sophie ini.
"Sudah Mom," ucap Sophie.
"Baiklah, sekarang kita duduk ya. Kalau Sophie sudah mengantuk bilang saja sama Mommy," ucap Evelyn seraya turun dari podium menuju kursinya yang ada di barisan paling depan.
***
Jangan lupa like dan komen 🤗🤗🤗.
beda dgn IGD, pasien baru akan menerima tindakan, apakah itu mau di oprasi, atau tindakan lainnya, sesuai dgn keadaan pasien, apakah dia gawat, atau luka ringan..