NovelToon NovelToon
Revenge: Terlahir Kembali

Revenge: Terlahir Kembali

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Putri asli/palsu / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mamah AllRey..

Ivona Carminda, tokoh dalam dunia nyata, begitu bangun menyadari dirinya masuk ke dalam sebuah novel dan berada dalam tubuh figuran wanita yang punya nama sama dengannya. Dia sebenarnya adalah nona muda asli keluarga Iswara, tapi dia dibesarkan di panti asuhan karena tertukar sewaktu bayi, introvert, autis, tapi sangat mengharapkan keluarga. Dia ditemukan dan dibawa kembali ke keluarga Iswara pada usia 17 tahun, awalnya dia mengira akan memiliki kasih sayang 3 orang kakak laki-laki. Tetapi ketiga kakaknya malah bersikap cuek padanya, mereka hanya menyukai Vaya Carminda yang merupakan nona muda palsu yang tumbuh besar di keluarga Iswara karena tertukar.

Bagaimana kelanjutannya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 Tenagaku Tiba-tiba Meluap

Melihat respon William atas tindakannya, Kelly semakin marah. Biasanya anak itu yang akan membuat onar dan membully murid pindahan, dan bahkan tidak akan pernah mempedulikan hal-hal seperti ini. Semua murid yang berada di dalam kelas, semuanya melihat dan berkumpul di sekitar kejadian.

"Sia*an...,mengapa William jadi membela murid pindahan itu?" Kelly bertanya pada dirinya sendiri.

"William.., untuk apa kamu menanyakan itu pada kami? Tidakkah kamu mencoba bertanya pada murid pindahan ini, dia sendiri yang tidak hati-hati, jangan salahkan kami dong!" seru Kelly.

"Iya Will.., murid pindahan itu sendiri yang menumpahkan tinta di mejanya." beberapa murid perempuan yang tadi membantu Kelly ikut bersuara menguatkan Kelly.

"Apa maksud kalian semua? Kalian pikir, aku anak kemarin sore di kelas ini, yang tidak tahu perbuatan licik kalian. Cepat beri tahu aku, siapa yang membuat kotor mejaku?" William menekankan membuat kotor mejanya, bukan meja Ivona. Dia tidak mau terkesan membela gadis cantik itu.

Kelly tersenyum dan berusaha mengambil hati William. Dia berjalan ke arah meja William dan Ivona.

"Lihatlah kak, yang kotor bukan meja kakak! Hanya meja tempat murid pindahan itu. Dia sendiri yang ceroboh, mau mengisi bollpoint malah tumpah semua ke atas meja."

"Benar kata Kak Kelly... Will. Kami semua ikut melihat, bagaimana murid pindahan ini menumpahkan tinta di atas meja. Kenapa jadi sekarang malah pura-pura menyalahkan kami?" beberapa murid menimpali perkataan Kelly pada William. Saat mereka ribut mencoba mengambil hati William, tiba-tiba...

"Brak.." Ivona menggebrak meja di depannya, dan semua tatapan mengarah padanya. Bahkan William terkejut dengan respon yang dilakukan gadis itu, tetapi laki-laki itu tersenyum dalam hati.

"Boleh juga nyali murid pindahan itu." William membatin sendiri, dan dia memutuskan untuk melihat sampai dimana keberanian Ivona.

"Hey murid pindahan..., apa maksudmu bikin kisruh dengan memukul meja? Apakah kamu sudah merasa jago di sekolah asalmu?" seru Kelly dengan nada tinggi.

"Ayo Kak Kelly..., hajar dia.., jangan beri ampun kak!"

"Iya Kak.., biar murid pindahan itu tahu, saat ini dia berada dimana? Tunjukkan padanya bagaimana murid-murid SMA Dharma Nusa!" beberapa murid berteriak menyemangati Kelly untuk memberi pelajaran pada Ivona.

Ivona mengedarkan pandangannya pada murid-murid yang berteriak-teriak, dan dengan mata merah, Ivona mengangkat ibu jarinya kemudian sambil menatap mereka, dia memberi kecupan pada ibu jarinya. Beberapa murid ada yang kembali ke tempat duduknya, tidak mau ikut-ikutan mencari masalah. Tetapi beberapa malah semakin panas melihat sikap Ivona.

Kelly yang sebenarnya merasa gentar dengan sikap dan perilaku Ivona, tetapi karena dorongan dan rasa yakin jika teman-temannya akan ikut membelanya dia semakin memancing kemarahan Ivona. Gadis itu berjalan mendekat ke arah Ivona, dan tangannya diangkat untuk memberi tamparan pada Ivona, tetapi dengan sigap ivona menangkap tangannya dan sedikit memutarnya.

"Aduh..., lepaskan tanganku bangs**..!" Kelly berteriak kesakitan.

"Berani kamu mengangkat tanganmu sekali lagi di depanku, dengan mudah aku akan bisa mematahkannya." seru Ivona sambil membanting dengan keras tangan Kelly ke samping. Melihat keganasan Ivona, Kelly merasa ngeri. Dengan rasa kesakitan di lengannya, Kelly kembali berjalan ke mejanya. Beberapa murid lainnya agak kecewa dengan kekalahan Kelly.

"Ternyata cuma sampai begitu saja nyalimu. Aku masih akan menunggumu untuk membersihkan mejaku." seru Ivona lagi.

"Berisik kali kalian semua, suara ribut kalian terdengar sampai ujung sana tahu tidak?" tiba-tiba wali kelas sudah berdiri di dalam kelas.

"Ya Pakkkk.." serentak murid-murid menjawab wali kelas.

Kelly sedikit bernafas lega dengan masuknya wali kelas, karena Kelly yakin jika wali kelas tidak akan berani memarahinya.

"Ini pasti ulahmu William, tadi Bapak dapat laporan, jika pelajaran sebelum saat ini kamu membolos lagi?"

"Sampai kapan kamu akan seperti ini terus? Hampir semua guru mengeluhkan akan perilakumu. Ke depan, Bapak tidak mau mendengar ada laporan dari para Guru, karena kamu membolos lagi!" imbuh pak Guru lagi

"Eh.. apa pak wali kelas itu tidak bosen ya? Setiap kali ke kelas ini, selalu saja menasehati William." beberapa murid berbisik-bisik membicarakan Guru Wali Kelas.

"Iya ya, dan nanti William lihat saja, pasti Bolos lagi. Hi..hi..hi."

"Memangnya Pak Guru itu berani menekan William? Bisa kena tindas dari keluarga William."

Semua murid kelas 7 sudah bisa menghafal ucapan guru ini, karena jika masuk ke kelas mereka selalu mengucapkan kalimat yang sama. Tetapi William masih juga selalu melakukan bolos sekolah. Keluarga William memang memiliki latar belakang penguasa di wilayah kota ini, sehingga tidak ada yang berani menyinggung anak itu.

"Sudah.., sudah.., semuanya saya harap segera menempatkan diri di kursinya masing-masing! Pelajaran akan segera saya mulai." Wali kelas akhirnya meminta semua murid untuk kembali ke kursinya masing-masing. Beberapa murid yang masih main ke meja murid lainnya, segera kembali ke kursinya.

"Hey.., kenapa kamu masih berdiri? Kembali ke tempat dudukmu!" teriak wali kelas, karena melihat masih ada murid yang berdiri tidak mengikuti perintahnya.

"Kamu dengar tidak perintah saya? Kamu murid pindahan itu ya, jaga sikapmu di sekolah Dharma Nusa, jangan membawa sikap burukmu dari sekolah asalmu kesini!"

"Maksud Bapak apa ya, kenapa membawa sekolah asal Ivona?" dengan berani Ivona menjawab perkataan wali kelas.

"Malah menjawab kamu. Sudah sekarang segera kamu kembali duduk ke kursimu!" dengan nada tinggi Wali Kelas meminta Ivona segera duduk.

"Duduk? Bagaimana kalau Bapak duduk dulu di kursi Ivona?"

"Apa maksudmu, dari tadi kamu berani membantahku?"

"Ivona bicara yang sebenarnya pak, coba Bapak lihat di meja kursi saya! Apakah bisa saya pakai untuk duduk?"

Mendengar perkataan Ivona, Wali kelas baru melihat apa yang terjadi dengan meja Ivona.

"Siapa yang melakukan perbuatan ini? Jaga semua tingkah laku kalian!"

"Halah pak, itu ulah murid pindahan itu sendiri. Dia sendiri yang hati-hati saat mengisi kembali bollpointnya." seorang murid perempuan teman Kelly berkata dirinya yang tidak berhati-hati.

"Iya pak, biasa CAPER, cari perhatian."sahut murid perempuan lainnya.

"Sudah.., sudah.., kan hanya mejanya yang kena tinta. Kursinya masih bisa kamu duduki!" Wali kelas menebak berpikir dan jika kejadian ini ulah Kelly. Tetapi Wali Kelas merasa sungkan untuk memarahi Kelly, karena keponakannya bekerja dengan ayah Kelly.

"Jangan khawatir, masalah ini akan kita selidiki. Dalam waktu dekat jika kita sudah menemukan pelakunya, dia  akan minta maaf padamu." kalimat yang disampaikan wali kelas itu, akan selalu dikatakan jika murid-murid yang keluarganya memiliki akses dan kuasa membuat keributan. Tetapi biasanya tidak ada kelanjutannya lagi.

Ivona tersenyum sinis, dan wajahnya terlihat dingin. Tiba-tiba dia memberanikan  "Oh, begitu, ya?"

Ivona berjalan ke depan ke meja yang diduduki Kelly. Tanpa ada yang mengira sedikitpun, Ivona menendang meja Kelly di hadapan wali kelas dan semua murid. Dari belakang, terlihat William tersenyum melihat keberanian gadis itu.

"Brak..,"

Saat semua orang terkejut, Ivona menoleh ke arah wali kelas dengan disaksikan semua murid di kelas itu. Ivona mengedipkan mata indahnya, sambil menjilat bibirnya dengan pelan. Kemudian Ivona menatap Kelly dengan pandangan liar dan kurang ajar persis dengan sikapnya waktu masih menjadi gadis barbar pada kehidupan sebelumnya.

"Kawanku yang baik hati dan pemaaf, maaf ya! Hari ini aku tidak bisa mengendalikan tenagaku yang tiba-tiba meluap."

Semua murid tercengang dengan keberanian dan sifat kurang ajar Ivona. Raut wajah wali kelas menjadi merah padam, baru kali ini dia dipermalukan oleh murid pindahan di depan murid-muridnya.

"Ada apa dengan murid pindahan ini? Berani sekali di depan wali kelas, dia bersikap seperti itu" berbagai pertanyaan berada di pikiran murid-murid maupun Wali Kelas tersebut.

"Murid pindahan itu sedah bertindak arogan di hadapan wali kelas, lalu minta maaf begitu saja setelahnya? Enak sekali dia, kita lihat saja bagaimana respon wali kelas sesudahnya."

"Apakah Ivona memang sengaja mempraktekkan perlawanan melalui tindakan, agar wali kelas meminta orang itu minta maaf padanya?!!

****************************

1
hiilemonie
🥰
Retno Isma
agak susah dicerna alurnya ya
ailama
Luar biasa
Ariez Setiawan
19 thun..mash sma. autorny goblok ini
Ariez Setiawan
autornya agak mabok pas nukis kykny..bnyak yg membingungkan
Bunda Fariz
Lumayan
Shenaylin..😌😌
🤭🤭
Shenaylin..😌😌
🤭🤭🤭
Shenaylin..😌😌
bagus 🥰
Shenaylin..😌😌
🤭🤭🤭🤭
Shenaylin..😌😌
uhuu🤭
Bee
Luar biasa
SweetiePancake
jadi 2 mcnya 😁👍
Shinta Dewiana
biar tua tetap hot
Shinta Dewiana
mau gmn lg...carminda juga berhak bahagia...
Shinta Dewiana
heredang haredang....🤣🤣🤣
Shinta Dewiana
ada saja yg penting happy...
Shinta Dewiana
aldo langsung semangat 45....😅😅😅
Shinta Dewiana
ya...ya...ya...
Shinta Dewiana
hus..malas pula bahasa si kakek dr perempuan yg tidak jelas asal usul..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!