NovelToon NovelToon
Merebut Tunangan Orang

Merebut Tunangan Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: uwakmu

Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Tio dipenjara

Dia merasa, Keluarga Handoyo berniat menyerahkan Tio ke pihak berwajib, dengan keberanian Taiga, dia berkata. "Apa yang dikatakan Nona Handoyo? Bener adanya Pak! Kami semua yang ada di sini, bisa menjadi saksi."

Hal inilah Ketua Peron tanyakan orang tersebut, dengan wajah datar. "Anda ini siapa? Bolehkah aku tahu."

Masih dalam keberaniannya, Taiga pun menjawab. "Aku Taiga, salah satu anggota pekerja kasar Berjanggut Merah, aku bisa bersaksi kepadanya, bahwa Tio begitu banyak melecehkan wanita, setiap kali jumpa di sini, dia itu sangat keterlaluan Pak."

Setelah mendengar jawaban seperti itu, Ketua Peron sedikit terkejut, karena di kantor polisi, tidak ada laporan seperti itu, apalagi kasus sebelumnya, dia sama sekali tidak ingat, dimana? Dan kapan? Atau jangan-jangan ini laporan baru, itulah yang dia pikirkan ya. "Pak Taiga... Apakah kamu bisa bertanggungjawab atas kenyataan mu barusan? Hukuman jauh lebih berat, kalau kamu fitnah seorang seperti itu." Ucapan Ketua Peron dengan tegas, yang dia takutkan adalah, masalah sekecil ini, malah dibesar-besarkan, bisa saja orang ini, di penjara sangat lama, secara hukum negara, kalau kenyataan itu benar.

"Aku Bertanggungjawab, apa yang barusan saja aku katakan Pak!" Tegas Taiga, yang begitu yakin, bahwa Tio tidak akan bisa lolos dari hukuman.

"Baik... Aku mengerti, Nona Handoyo, dimana orang tersebut?" Tanya Ketua Peron, kepada Chuzuru.

Dengan percaya diri, Chuzuru berteriak, sambil menunjuk Tio yang sudah tersungkur ke tanah, dan masih di tahan oleh Anas, Agar Tio tidak bisa kabur dari sana. "Dia orangnya Ketua Pak Peron! Segera ringkus dia Ketua!"

Setelah tahu siapa orangnya, Ketua Peron sangat kasihan kepada orang tersebut. "Nak... Kamu dalam masalah." Ucapan Ketua Peron kepada Tio yang sudah tersungkur ke tanah. "Ada kata-kata yang ingin kamu sampaikan, keliatannya dari tadi kamu diam saja, apakah kamu tidak keberatan atas tuduhan tersebut?" Sambungnya.

"Tidak ada yang ingin aku katakan, apa yang di tuduhan orang itu? Semua benar, akulah yang melakukannya." Ucapan Tio, dengan tatapan tajam dan dendam.

"Keliatannya kamu sungguh tidak keberatan, bawa dia!" Perintah Ketua Peron kepada Anak buahnya.

Dengan sigap anak buahnya menjawab. "Siap pak!"

"Syukuri... Mampus kamu! Makanya jangan melakukan tindakan senonoh di sini! Tahu rasa kamu!" Teriakan semua orang, bagaimana pun juga, Tio itu bersalah, bahkan semua orang tidak akan mau membelanya, apalagi menolongnya, kalau ada orang membantunya, paling juga komplotan ya.

Akan tetapi sebelum masuk mobil Polisi, Tio berkata. "Handoyo Chuzuru... Apa kamu tahu? Kenapa aku melakukan itu?" Dengan senyum kejamnya.

"Tidak usah basa-basi! Cepat bawa dia, kalau tidak, dia akan melakukan lagi, apakah kalian mau menanggung resiko itu!" Ujar Chuzuru, karena dia tidak ingin, Tio banyak bicara.

"Apa yang kalian tunggu? Bawa dia!" Perintah Ketua Peron.

Mendengar perintah itu, anggota polisi yang berhasil menangkap Tio saat itu, memaksa Tio segera masuk mobil, walaupun sudah berusaha, Tio dengan keras kepala berkata. "Aku mencintaimu... Aku sayang padamu... Kecantikan mu itu, membuat Tangan ku beraksi, untuk memukul pantat seksi mu, engkau milikku sekarang, bagaimana pun caranya kamu harus jadi Istriku."

"Apa-apaan orang ini? Dia bicara ngawur!" Teriakan salah satu pekerja kasar.

"Sudah kuduga, dia emang sudah gila, kenapa sih ada orang menerima berkerja di sini?" Tanya pekerja kasar lainnya.

Bagaimana pun juga? Tio itu pantas di hukum, dan merupakan penjahat kelamin wanita, sehingga kehadirannya sungguh tidak bisa di terima oleh masyarakat Jepang.

Bahkan Anggota polisi memaksa Tio masuk ke mobil, malah tidak bisa melakukan apa-apa, seakan-akan menunjukkan ke semua orang, bahwa Tio sebenarnya adalah Hunter terhebat, sekilas memiliki tatapan intimidasi ke semua orang.

"Pak Ketua... Dia tidak mau masuk ke mobil, tubuhnya kokoh seperti tembok." Ungkapan Salah satu anak buah Ketua Peron.

menyadari hal itu, Ketua Peron maju melangkah, dan berniat untuk menakut-nakuti Tio, agar dia nurut.

Lagipula... Dia sering menghadapi Hunter nakal seperti ini. "Nak... Segera masuk ke mobil, kalau tidak, aku tidak sengaja mematahkan kaki mu di sini." Ucapan Ketua Peron dengan sikap mengancam, sambil memegang bahu Tio, samar-samar Tio merasakan energi Sihir darinya.

"Polisi ini... Hebat juga, dia berada di peringkat B." Batin Tio, ia pun menatap tajam ke arah Ketua Peron, dan ingin rasanya melawan Ketua Peron sekarang juga, hanya saja bukan saatnya.

Meskipun tahu begitu, dia pun pura-pura takut, dan segera masuk ke mobil polisi.

......................

Peringkat... Tidak perlu ku jelaskan, tentang Peringkat F... C... B... Dan lain seterusnya, lagipula ini hampir sama nilai-nilai di kampus, semakin tinggi peringkat semakin cerdas posisimu dari pada yang lain, kalau semakin rendah peringkat mu, kamu memiliki aspirasi, untuk belajar lebih giat lagi, supaya kamu tidak ketinggalan yang lain, sehingga dirimu harus berlomba-lomba di dalam pelajaran, kamu itu sedang bersaing loh, agar kamu tidak memalukan oleh Negara.

Makanya sistem peringkat itu ada sayang, atau kamu punya pendapat lain, terserah, tidak ada melarang kamu kok.

Negara tercinta kita ini, bebas menguarkan pendapat.

Jadi... Santai saja.

......................

Dan merupakan salah satu alasan, bagi Tio Satrio, ingin melawan Ketua Peron.

Apakah Ketua Peron lebih kuat dari Tio? Bukan begitu kawan, sebenarnya jawabannya adalah, Tio sangat senang, ada orang berani mengancamnya, meskipun berada di peringkat di bawahnya, dia ingin rasanya memuji keberaniannya, dengan cara melawannya, agar dia tahu, dimana batas keberaniannya itu.

Ini merupakan permainan dia sejak kecil, akan tetapi semua orang kena mental di buatnya.

keliatannya sih, agak keterlaluan ya.

Mau gimana lagi, orangnya saja, belum pernah hidup susah, mana tahu arti pemberitaan orang lain.

Sekarang pun, dia baru merasakannya, entahlah... Apa dia bisa berubah menjadi lebih baik?

......................

"Kupikir keras, ternyata kertas, uwuh Pecundang!" Ejek salah satu pekerja kasar di sana, dengan gaya tangan jari jempolnya ke bawah, untuk menunjukkan betapa rendahnya Tio itu.

beberapa saat kemudian, Chuzuru menghampiri Ketua Peron, untuk mengucapkan terima kasih kepadanya.

Sedangkan Ketua Peron, untuk peringati, agar dirinya supaya berhati-hati ke depannya.

Chuzuru terima peringati tersebut, sebelum Ketua Peron dan yang lainnya, segera kembali ke Kantor polisi, karena tugas mereka sudah selesai.

Anggap saja masalah itu sudah selesai, membuat Marzuki Pau sanggup berdiri lagi, karena orang yang dia takutkan sudah pergi. "Apa kalian tunggu? Kembali berkerja!" Perintah Marzuki Pau, semangatnya seorang Bos, bangkit lagi.

Anas melihat itu, dia pun berkata. "Pak Marzuki, anda baik-baik saja kan, tidak ada yang terluka kan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!