CERITA PENUH PENGORBANAN,KEBERANIAN DAN CINTA
NO PLAGIAT,BIARPUN CERITA RECEH GUE GAK RELA DIPLAGIAT
YANG PLAGIAT,MATANYA BISULAN
Nagara,bocah jalanan yang diangkat anak oleh Ilham dan Reina saat dia berusia 9 tahun,kini tumbuh menjadi pria yang mandiri,kuat dan juga sangat menyayangi keluarga angkatnya.Terutama pada putri keluarga Samudera yang merupakan adik angkat sekaligus tuan putri kesayangannya.Bahkan Nagara rela melakukan apa pun untuk gadis itu.
Hingga sikap protektif serta posessife Nagara perlahan lahan membuat sang gadis salah paham dengan semua perlakuannya.
Akankah ikatan persaudaraan mereka tetap terikat kuat,Apa yang akan terjadi saat salah satu dari mereka mengungkapkan perasaannya yang selama ini dipendam.
'Mencintai namun tidak dapat memiliki' akankah kalimat itu akan menjadi kenyataan dalam hidup mereka atau malah sebaliknya.Siapa jati diri Nagara sebenarnya?mampukah dia mengungkap semuanya?
Yuk dibaca aja
SEQUEL dari cerita GEGANA SANG PENJINAK HATI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Big Boss
Perjalanan mereka menghabiskan waktu sekitar 60 menit lebih,lokasi yang mereka tempuh lumayan cukup jauh dari lokasi gedung tua yang menjadi tempat pertemuan mereka.
Nagara menghela nafasnya berkali kali selama perjalanan,bahkan pesan dari Lovy dan Bara tidak sempat dia balas.Kedua netra abu abunya menatap takjub pada bangunan mewah nan megah yang sudah tersaji dihadapannya.Belum pernah Gara melihat rumah sebesar istana negara,baru kali ini dia melihat dan akan segera memasukinya.
"Ayo masuk,Boss besar sudah menunggu!"
Nagara mengikuti langkah Rodek,pria tua itu terlihat tidak canggung serta asing dengan area rumah mewah yang tengah mereka tapaki.
Bilang saja kalau Nagara udik,karena tidak henti hentinya menatap keseluruh arah sudut bangunan itu.Bahkan disetiap sudut rumah itu banyak penjaganya,membuktikan kalau para penghuninya bukan orang biasa.
"Tuan Rodek,Big Boss sudah menunggu diruangannya."
Rodek terlihat menganggukan kepalanya pada salah satu pengawal Boss Besarnya yang terlihat stanbay ditempatnya berjaga.
"Ayo!"
Langkah keduanya semakin cepat menuju salah satu pintu besar berwarna merah maroon yang tidak jauh dari jangkauan mata mereka.
Salah satu penjaga segera membukakan pintu besar nan mewah itu,Rodek mengisyaratkan Nagara agar tetap berada dibelakang tubuhnya.
"Selamat siang Big Boss,"
Nagara mengerenyitkan dahinya saat melihat pria bertubuh besar dan tinggi yang tengah berdiri membelekangi dia dan Rodek.Masih dengan raut wajah tanpa ekpresinya,Nagara menatap punggung lebar nan kekar itu.
"Kau sudah datang."
Nagara sempat terkejut saat mendengar orang itu sangat fasih berbicara menggunakan bahasa Indonesia walaupun logat asingnya masih sangat kental.
"Saya sudah membawanya Big Boss."
Pria asing itu membalikan tubuhnya,saat netranya bertubrukan langsung dengan kedua netra abu abu milik Gara,tatapan keduanya terkunci satu sama lain.Wajah datar milik pria asing itu tengah memindai wajah tanpa ekpresi milik Gara.
"Ini yang kau bicarakan beberapa waktu lalu?"
Rodek menganggukan kepalanya semangat,pria tua itu terlihat senang saat melihat wajah Big Boss nya terlihat tidak kecewa padanya.Bukan hanya karena itu,Rodek senang karena sebentar lagi dia akan mendapat bonus dari hasil kerjanya.
"Bagaimana menurut Big Boss?"
Tatapan netra hijau terang itu tertuju pada Rodek yang tengah menampakan wajah sumringahnya.Sementara Nagara,pria itu masih terlihat memindai wajah pria asing yang akan menjadi tuannya.
"Bawa dia keruang percobaan,aku ingin melihatnya secara langsung bagaimana kemampuannya."
Rodek menganggukan kepalanya patuh,sudut matanya memberi kode pada Nagara agar mengikuti langkahnya untuk keluar dari ruangan itu.Namun langkah keduanya terhenti sejenak saat mendengar seruan tegas dari belakang tubuh mereka.
"Siapa namamu?"
Seolah paham,Nagara menoleh kearah belakang tubuhnya.Tanpa membalikan atau memutar tubuhnya lagi untuk menghadap pria asing yang mungkin usianya sudah paruh baya itu.
"Nagara!"
Hanya itu yang dikatakan oleh Nagara,singkat padat dan jelas.Setelah mengatakan namanya,pria bermata abu abu itu kembali melangkahkan kedua kakinya.Bahkan dengan santai dia melewati Rodek begitu saja,sedangkan Rodek terlihat sedikit ketar ketir melihat kelakuan Gara.
"Bocah gila."
Umpatan itu langsung keluar begitu saja dari mulut pria tua itu,walaupun sedikit pelan namun Rodek yakin Gara bisa mendengar umpatan yang dia berikan untuk mantan anak buahnya itu.
Rodek semakin mendengus saat melihat betapa santainya Nagara setelah memberikan kesan angkuh pada sang Big Boss mafia yang tidak pernah segan segan untuk memuntahkan peluru pistol miliknya kearah kepala seseorang.
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
WELLCOME TO CRAZY UP TODAY
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA
SEE YOU NEXT PART MUUAAACCHHH
benernya kalau kaya gitu mah si Ilham gk usah bawah anak buahnya sama si Ali ali ini....
tak kusangka, mudanya Luan di sini ganteng bingit 😆
merasa tertampar otak aku mikirin semua itu
aku merasa terdzalimi
mendadak ngefans sama Luan 🤭
otakmu ternoda ya Raga 🤣
sampai ke anak cucu