NovelToon NovelToon
Pacar Adopsi

Pacar Adopsi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

BELUM MELEWATI PROSES RE-WRITE🙏

KARYA OTAK ENCER MIMIN, WANTED!!! NO JIPLAK JIPLAK ATAU TIRU..INSPIRASI BOLEH BUT NO COPAS !!! Bagaimana jadinya jika seekor singa jatuh cinta pada domba buruannya ,gadis dengan sejuta pesona kecantikan paras dan hati namun dibungkus dengan penampilan cupu dialah Caramel yang harus jatuh ke dalam dunia seorang pemuda bernama Milo ,

" karena gue baik, mulai saat ini status loe jadi pacar angkat gue, alias gue adopsi lo jadi pacar gue..."

" what ?? gue ga minat makasih !!!"

Milo sudah jatuh sejatuh jatuhnya ke dalam pesona Caramel , hatinya untuk pertama kalinya bertekuk lutut pada seorang gadis yang sering ia bully. Siapkan diri untuk menyelami asam manisnya dunia Milo dan Caramel,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arena track

Kara turun dari motor Milo, ia membaca nama tempat itu, dari dalam juga sudah terdengar riuh orang bersorak sorai, dan suara mesin motor bersahutan.

Milo mengajak Kara masuk

"Kemana aja mas sayang ? orang orang dah ganti baju, udah check mesin," tanya Arial, ia sedang memakai sarung tangannya. Rupanya mereka menghabiskan waktu weekend mereka disini.

"Jemput nyonya !" jawab Milo.

"Hehehe, kalo gue belum tau aslinya si Kara, gue pasti pangling, Ra !" jawab Kean memuji, Raka yang setuju hanya diam, ia berusaha menekan rasa yang membuncah di dalam dadanya, mengerem rasa suka pada Kara, yang notabenenya adalah gadis yang disukai Milo.

"Baby, loe tunggu sini, gue ganti baju dulu. Apa loe juga mau ikut?" tanya Milo. Kara menggeleng, " engga, makasih gue masih mau mata yang suci !" jawab Kara, dikekehi yang lain.

"Dijamin ini vitamin buat mu by," jawab Milo menggoda gadis manis itu.

"No !! kata pak ustadz bilang itu racun !!" jawab Kara, dikekehi Erwan dan Arial.

"Seumur umur, baru loe doang bilang badan sexy Milo racun, Ra !" jawab Kean, sedangkan Milo sudah tersenyum kecut.

"Kalo gitu gue berhak dikasih penghargaan dong !!" seru Kara.

"Iya nama loe masuk ke buku rekor !!" jawab Arial.

.

.

"Ra, sini ikut gue, mening loe disini aja !" ajak Raka, membawa Kara bersama mereka untuk masuk ke dalam arena.

Katakan Kara memang se kampungan itu, dari tadi ia hanya diam dan memperhatikan suasana seperti kambing be*go. Komunitas motor gunung... banyak juga peminatnya, begitupun penonton yang menempati tempatnya. Mata Kara menyipit melihat Nina, Moni, dkk. Terang saja mereka ada disini, karena dimana ada Milo cs disitu ada gadis gadis gagal move on. Tapi sepertinya Nina dan Moni tidak mengenali Kara.

"Eh, Nin...siapa tuh cewek ?" senggol Moni pada Nina.

"Belum juga si cupu beres, ini datang satu lagi !!" sarkasnya mengepalkan tangannya.

"Yang ini mah lebih berat Nin, yang ini cantik banget !" puji Moni. Nina meberikan pelototannya pada Moni.

"I..iya walaupun masih kalah cantik dari loe !" tambah Moni.

Milo datang dengan pakaian yang sudah berganti.

"Baby, loe tunggu sini aja, biar aman dan liatin mas sayang mu beraksi !!" seru Milo. Kara mencebik kesal, ia kurang suka dengan panggilan itu, seperti ia sudah menikah saja.

Milo menitipkan ponsel dan dompetnya pada Kara, jika gadis kurang aj@r, Kara mungkin sudah mengobrak ngabrik isi dompet dan ponselnya, tapi tidak dengan Kara. Ia menaruh dan memasukkan dompet dan ponsel Milo ke dalam tas selempangnya. Dan kembali fokusnya pada Milo yang tengah bersiap mengecek mesin motor trailnya. Kara memang bukan dari kalangan atas, tapi ia tau tata krama dan attitude, ia juga gadis yang jujur. Kedua orangtuanya selalu mengajarkan kebaikan padanya.

Apa sih yang tidak dimiliki oleh Milo, kaum hedon yang dengan sekali gesek kartu saja apa yang diinginkan dapat dibeli.

Kara duduk memerhatikan Milo dan kawan kawan, juga arena yang sedikit membuatnya bergidik ngeri. Ia pun melihat ke arah penonton, yang rata rata isinya kalau bukan pecinta olahraga ini ya pengagum para pelakunya, termasuk Nina cs.

Ada raut tak suka dari mereka melihat Kara, apalagi saat tatapan mereka bertemu. Tapi namanya juga Kara, ia tak akan peduli dengan apa yang orang pikirkan tentangnya.

"Baru sadar gue kalo Kara cantik banget !" puji Erwan, Milo menepuk keras helm Erwan.

"Cari lagi sono !!" sarkasnya, "awas kalo loe sampe suka Kara !" ancamnya. Erwan dan yang lain terkekeh.

"Gue tikung ahhhh !" goda Erwan.

"Dan gue jamin loe masuk RS, abis ini !" jawab Kean, membawa motornya ke garis start.

"Kalo Kara mau sama loe," lirih Raka.

Mereka dan pengendara lainnya sudah bersiap, saat start dimulai semuanya mulai melaju, tanah tanah pegunungan sedikit menggembur saat ban ban motor trail melewatinya, jalanan terjal, menurun, dan menanjak sempurna, membuat pengendara sedikit kesulitan, tak sedikit pula yang terjatuh, memang olahraga yang menguras tenaga, sorakan semangat dari para penonton termasuk kaum hawa. Kara bukanlah tipe gadis yang senang berteriak teriak hingga uratnya putus hanya untuk mendukung seseorang, ia lebih memilih diam, menikmati setiap momentnya daripada harus membuat pita suaranya soak.

Milo begitu mudahnya memakan tantangan di depannya, mungkin karena ia sudah terbiasa dan mahir. Memang dasar otak pedagang, Kara sibuk menghitung hitung berapa biaya yang dikeluarkan Milo untuk hobbynya ini, dari harga motor saja sudah bisa menyaingi harga berasnya setaun,

"Hoffft mahal kayanya, kalo gue mening dipake buat makan sekampung !" gumamnya.

Ponsel Milo berdering, Kara merogohnya dari dalam tas selempangnya, tertera nama tante Marsya disana.

"Ini mungkin tantenya ! aduh angkat jangan ya ??" bimbang Kara. Tapi Kara urung mengangkatnya. Tak lama chat pun muncul dari nama yang sama, sekilas Kara tak peduli, namun matanya memicing saat nampak di layar ponsel Milo background ponselnya adalah foto dirinya. Ada rasa menggelitik di perutnya.

"Sejak kapan foto gue nyantol disini, ga sopan banget ga bilang bilang sama yang punya wajah !!" gumamnya tersenyum.

Milo akhirnya selesai, ia membuka helmnya bersama yang lain, mengobrol dan bercanda seputar arena yang mereka jajal barusan.

"Gimana by, gue keren kan ?" tanya nya jumawa.

"Iya, keren..nih tadi ada telfon !" Kara menyodorkan ponsel Milo pada si pemiliknya. Milo melihat tapi seterusnya ia tak peduli begitupun dengan isi chatnya. Padahal di suatu tempat sana dua orang perempuan sedang menantinya.

"Tante ya?" tanya Kara.

"Ga penting, mau kuajak keliling ga?" tanya nya.

"Kemana?" tanya Kara membeo.

Milo meletakkan minumnya dan mengajak Kara.

"Ini tinggi, Mil !!" keluh Kara, apalah ia yang hanya memiliki tinggi tak semampai.

"Makanya kalo Allah lagi bagiin kaki jenjang loe jangan ngilang, malah asyik asyikan mojok !" kelakar Milo.

"Apa perlu gue gendong?" tanya Milo, sontak Kara menggeleng. Ia berusaha untuk naik ke jok belakang Milo.

"Ga perlu, itu mah loe yang dapet jackpot dong !!" sarkas Kara,

"Siap ?" tanya Milo, saat Kara sudah naik ke atas motornya. Kara berpegangan kuat saat motor melewati jalanan terjal yang membuatnya hingga terlompat lompat.

Milo membawa Kara ke sisi lain perbukitan ini, dimana landscape yang disuguhkan begitu memanjakan matanya. Gadis cantik ini lebih menyukai pemandangan dibandingkan dengan suasana mall.

"Bagus banget, Mil. Gue suka !!!" seru Kara.

"Mas sayang, bby. Jangan lupakan aku dan kamu !!!" jawab Milo. Gadis itu merengut saat berbalik pada Milo, membuat Milo gemas setengah mati.

"Gue geli manggil itu lah, bisa ganti ga sih ?" tanya nya.

"Kalo gitu mas nya ilangin deh, biar kamu panggil aku sayang aja, gimana?" tanya Milo memberi penawaran.

"Sa..yang ??" Milo mengangguk, seraya menyenderkan badannya di motor.

"Oke deh !" jawab Kara.

"By..." panggil Milo.

"Hemmm?" gumam Kara masih asyik memandangi landscape di depannya.

"Apa ga ada sedikit aja perasaan suka dari loe buat gue?" tanya Milo tiba tiba membuat Kara berbalik padanya sepenuhnya.

"Maksud loe?"

"Apa selama seminggu kita pacaran kamu ga berniat buat buka hatimu buatku ?" tanya Milo.

Jujur saja, jika ditanya pastilah ada, hanya saja Kara tak pernah perduli dengan itu. Ia terkadang mengelak namun ikut menikmati.

"Aku...aku ga tau yank..."

Milo merapikan rambut yang tertiup angin,membawanya ke belakang telinga Kara.

"It's oke, ga apa apa, aku maklum. Aku akan bersabar sampe kamu cinta sama aku !" ucap Milo. Kara baru saja teringat dengan fotonya.

"Sayang, sejak kapan fotoku ada di ponselmu ??" tanya Kara menginterogasi.

"Sejak kita jadian, kenapa?" tanya Milo balik.

"Ko ga minta ijin dulu ??"

"Sekarang aku tanya, ini siapa??" tanya Milo menunjuk ponselnya berlatar wajah Kara.

"Aku lah !!"

" Lah terus kamu ini siapa?"

"Pacar kamu!"

"Jadi wajar wajar aja kan,daripada aku pasang foto bo*kep disini,"

Bukkk !!! Kara meninju perut Milo.

"aww, sakit bby, nah kan marah..!!"

"Ya seengganya ijin kek sama yang punya muka !! kali aja kan ntar fotonya dipake buat nakutin tikus !!" jawab Kara merengut.

Milo tertawa kecil, "Udah ko, dah ijin !!"

"Kapan??" tanya Kara sewot.

"Dalem mimpi !!" jawab Milo. Membuat wajah itu semakin memerah kesal.

"Engga akan sampai nakutin tikus by, palingan juga aku kasih dukun, terus ku pelet !" jawab Milo lagi.

"Ra, " Kara melirik.

"Aku sayang sama kamu...!" Milo menggenggam kedua tangan Kara.

"Mil,,, jangan kaya gini !" jawab Kara.

"Kenapa?" tanya Milo.

"Akunya baper !" cicit Kara.

"Bagus kalo gitu, karena emang tujuanku bikin kamu baper !" jawab Milo.

1
Anonymous
👍👍👍👍💪
Anonymous
Sukaaa banget sama critanya nano"
paket komplit plit plit
Makasih ya kak udah nemani hari"ku👍
Anonymous
sekali " gak papalah kara biar bisa merasakan asiknya jadi anak yang sedikit badung 😄
Anonymous
Milo.......apa nggak mbakar sungai tuuh 🤭🤭🤭
Anonymous
Cintaku di putih abu"Mi-Ka
Anonymous
Nonton film horor bilangnya:"Nanti kalau hantunya udah pergi kasih tau aku ya".
Laaah lalu apa yg ditonton jika gk ada hantunya
ada"aja Si Ica 🤣🤣🤣
Anonymous: ngakak sampai nangis kak
total 1 replies
Anonymous
Heboh 👍
Anonymous
Ya Tuhan
ngakak sampek nangis
Ya ampuuun 🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
ngakak thor
pocongnya ketakutsn ikut lari 🤣🤣🤣
Mao mao
pada saraavvv /Facepalm/
Mao mao
astaga othoorrr /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Anonymous
Masa putih abu" sing ada lawan 👍
Anonymous
tenggelamkan saja gladis
Anonymous
bagaimana rasanya digigit harimau pas mau tumbuh gigi 🤣🤣🤣
ada"saja perumpamaan bang jihad
Anonymous
Kara bilsng :"musal aku selingkuh ?"
Milo jawab :"ingakan aku untuk menembak kepala lelaki itu ".
ngakak aku 🤣🤣🤣🤣
Anonymous
mesranya manis milo - kara
Anonymous
👍 TOP untuk visualnya kak
Anonymous
Dua "nya kecegur atau memang sengaja siihh
Phie Phien
🤣
Anonymous
Hm ada yang salah duga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!