NovelToon NovelToon
Kamulah Takdirku

Kamulah Takdirku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:295.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riana Kristina

Sekuel dari "Bukan Salah Cinta"
Siapkan tissu, lap, atau kanebo ya readers 🤧

Takdir seseorang tidak ada yang bisa menebak. Takdir mampu mempertemukan seseorang, takdir juga yang mampu memisahkan orang itu.

Pertemuan tidak sengaja oleh takdir antara Melodi dengan pemuda hangat dan humble bernama Ben Damian Ezra.

Disaat cinta mulai tumbuh, terjadilah sebuah tragedi yang mengharuskan Melodi meninggalkan Ben.


Tahun-tahun berlalu, bagaimanakah kehidupan mereka?
Akankah takdir mampu mempertemukan mereka kembali?
Mampukah Melodi memaafkan Ben hingga mereka bersatu kembali?

"Dunia mungkin akan mampu mengubah hidupku, tapi tidak dengan rasa cintaku padamu."


"Kamulah Takdirku"

Happy reading ya guys, i hope you'll enjoy it😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Happy reading

💕💕💕💕💕

Ben memutar tubuh Melodi agar menghadapnya, lalu memegang kedua bahu gadis itu. "Kau jangan khawatir tentang Siska lagi. Aku sudah menyelesaikannya."

"Apa kalian bertengkar?" Tampak kecemasan dari raut wajah dan nada suara Melodi.

"Tidak, Siska itu sahabatku. Dia hanya salah paham dan aku sudah memberinya pengertian."

"Jadi?"

"Jadi, kau tidak usah takut lagi padanya karena dia tidak akan mengganggumu jika berdekatan denganku," jelas Ben yang dijawab anggukan oleh Melodi. Ben tersenyum lega, lalu mengangkat tangannya untuk menyelipkan anak rambut Melodi ke belakang telinga gadis itu.

"Sekarang kau makan dulu, buburnya sudah dingin." Ben menggiring Melodi duduk di tepi ranjang, sedangkan dirinya duduk kembali di kursi tadi.

"Tidak usah Kak biar aku saja," cegah Melodi saat Ben ingin menyuapinya.

"Loh, kenapa? Bukannya tadi kau sendiri yang minta disuapi."

Seketika wajah Melodi merona malu. "Tidak Kak, aku hanya bercanda. Aku pikir aku sedang bermimpi tadi," jawabnya malu.

Ben hanya menggeleng melihat wajah Melodi yang memerah dan gerakannya yang kikuk saat menerima mangkuk bubur dari tangannya.

"Ya sudah, cepat habiskan buburmu lalu minum obatnya." Melodi mengangguk pelan sembari terus menyuap bubur ke mulutnya dengan cepat. Dia merasa canggung ditunggui makan oleh Ben.

"Eh, pelan-pelan," sela Ben. Melodi mengangguk dan memperlambat makannya.

Ben menarik napas lega. Kedua sikunya bertumpu pada paha, lalu menangkup kedua rahangnya dengan telapak tangan. Dia tersenyum memperhatikan Melodi hingga yang diperhatikan menjadi salah tingkah.

"Aku sudah selesai Kak," ucap Melodi sembari ingin meletakkan mangkuk di atas meja, tetapi Ben mengambil alih mangkuk itu dan meletakkan di atas meja. Kemudian, menyodorkan obat magg yang dibawa ibu Melodi tadi beserta segelas air putih.

"Sekarang minum obatmu."

Tanpa banyak bicara Melodi menurut dan segera menelan obatnya dengan sekali teguk. Kemudian, menyerahkan gelas itu lagi pada Ben.

"Terima kasih Kak," ucap Melodi dengan tersenyum lebar. Senyuman yang selalu membuat Ben lemah.

"Sama-sama. Sudah sepantasnya sesama manusia tolong-menolong."

"Oya, besok aku harus berterima kasih pada Kak Siska."

"Untuk apa? Bukankah dia yang membuatmu jadi begini."

"Hm iya, tapi aku juga salah sudah membuatnya terluka karena dekat denganmu." Melodi menunduk sedih.

"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Lupakan semua orang yang sudah menyakitimu karena masih banyak orang yang peduli padamu." Ben tersenyum sembari mengacak surai hitam panjang milik Melodi yang tergerai indah.

"Masih banyak orang yang sayang padamu. Jadi, lupakan saja."

Melodi mengangkat wajahnya, menatap Ben. Matanya mengerjap pelan, mencoba mencerna maksud pemuda itu. Namun, pemuda itu sudah berdiri dari duduknya dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

"Aku pulang," pamitnya. Namun, baru hendak melangkah, ujung kemejanya ditarik Melodi. Dia lalu berbalik menatap gadis itu.

"Apa itu termasuk melupakan, Kakak?" ucap Melodi yang memandang Ben serius. Wajahnya penuh harap dengan kedua mata yang berbinar menanti jawaban yang akan Ben lontarkan untuknya.

Ben memandang lekat manik Melodi, tangannya terulur menyentuh pipi halus yang selalu ingin dia rasakan dengan tangannya. Pipi yang mengembangkan ketika bibir merah muda itu tersenyum dan menggoda naluri kelelakiannya.

Rambut hitam Melodi berjatuhan di tangan Ben. Bibir pucatnya sudah berubah merah muda kembali, pertanda dia sudah baik-baik saja.

Persetan dengan semuanya! batin Ben bergejolak.

Ben membungkuk, mendekatkan kepalanya dengan kepala Melodi. Perlahan-lahan mendekat hingga hidung mereka saling bersentuhan dan menyatukan bibirnya ke bibir Melodi.

Ben menunduk untuk mengecup bibir Melodi. Semakin lama, ciuman itu semakin menuntut. Tangannya memegang tengkuk Melodi seakan takut gadis itu melepaskan diri.

Melodi tidak menolak ataupun membalas saat Ben memperdalam ciumannya. Tangannya memegang tangan Ben erat, sedang tangan satunya masih memegang ujung kemeja pemuda itu.

Ben bisa merasakan kegugupan Melodi. Tangan gadis itu bergetar, begitu pun sekujur tubuhnya. Segera Ben melepas ciumannya. Dia merasakan tangan Melodi berkeringat. Dia menatap Melodi yang kini tertunduk malu.

"Kak, a ... aku ...." Melodi mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.

"Mau ke mana?" tanya Ben yang masih memegang tengkuk Melodi. Melodi segera mendongak, dia tidak mengerti arah pembicaraan Ben.

"Besok kau mau ke mana?" Menyorot kalender di atas meja belajar Melodi yang tanggal besok sudah dilingkari spidol merah.

"Maksud Ka ... Kakak?" Melodi masih gugup, dan Ben tersenyum simpul menatap wajah yang sudah semerah apel manis itu.

"Besok pergi sama aku. Hadiah ulang tahunmu."

"Benarkah?" Matanya berbinar.

"Ya."

Melodi semakin tersenyum lebar. Dia semakin cantik kalau tersenyum. Takut khilaf kembali, Ben buru-buru melepaskan semua sentuhannya di tubuh Melodi.

"Baiklah, aku akan pulang sekarang." Ben segera berbalik.

"Kak," panggil Melodi lagi yang menarik ujung kemejanya lagi.

Ben segera menoleh. "Hm, apa?"

"This is my first kiss, and i'm so happy you're be my first time."

❤️❤️❤️❤️❤️

Eeeaaaakkkk,..... Yang baca sambil senyum2 unjuk jari🤭🤭🤭

Kayaknya tokoh pria dalam novelku beruntung semua ya? Dapat yang polis mulu😂

Reyhan (duda) — Diana

Rangga (badboy) — Cinta

Ben — Melodi polis juga🙈🙈🙈

Yuukk, jangan lupa tinggalkan jempol kalian😉

1
Tya Astutik
visualnya bikin greget 😁🥰
Isma Rismaya
nyarinta si mana thor
Isma Rismaya: siap kaka
total 2 replies
Isma Rismaya
othor ko aku ga nemu terjebak cinta sng casanova
Isma Rismaya: ya ka aku udh punya fizo
total 2 replies
Riana Kristina
Hai readers ku
Dukung aku yuk dilapak sebelah, bacanya juga sama tanpa koin,
Jgn lupa mampir ya krna ada give away di akhir bulan,
Aku tunggu 😊
Nyak Ainul Mardiah
aku suka crita nya lanjuuut
Erlis Darsita
lanjut Thor
Shakila Viska
mau nanya siapa nama asli visual yg jadi restuu
Siti Homsatun
aku udah mampir lo kak
Mah Arga
aku ikut bahagia akhirnya autor baik juga 😄😄
Mah Arga: ok apa judul ceritanya tor
total 2 replies
Mah Arga
kasian restu semoga dapet yng tr baik , semngat buat autor aku telat baca gragra wipiku ada sedikit gangguan
Mah Arga: alhamdulilah sekarang dah normal tor 🤣, maap baru d bls
total 2 replies
re
Next
Riana Kristina: Lanjut ke cerita satunya yu kak
"Di Antara Dua Hati"
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
gantung truuussssss☹️☹️☹️
Riana Kristina: Lanjut terus kak, biar gak gantung 😁
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
gantung truuussssss☹️☹️☹️
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
gue jdi gk bisa nfas thorr
Riana Kristina: Waduhhh 🙈
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
visualnya donkk
Riana Kristina: Lanjut kak,
total 1 replies
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
lanjuut kakkk,,,
𝘼𝙥𝙧𝙞𝙖𝙣𝙞
lanjuut kakkk,,,
Riana Kristina: Orang bali ya kak?
total 1 replies
Sweet chicie💞
like
Siti Homsatun
berakhir dg kebahagiaan ,,so sweet 😘😘
Siti Homsatun
segera carikan jodoh buat restu thor
Riana Kristina: Siap bun🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!