NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:510.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Ruangan mendadak hening. Hanya suara hujan yang terdengar memukul kaca jendela.

Mateo memandang wanita di hadapannya dengan rasa hormat yang semakin besar. Beberapa bulan lalu, Astrid mungkin masih akan menangis saat membicarakan Lucas. Masih berharap suaminya berubah dan berusaha menyelamatkan rumah tangga mereka. Namun sekarang tidak lagi. Yang duduk di hadapannya bukan seorang istri yang patah hati. Melainkan seorang ibu yang sedang berjuang melindungi masa depan dirinya dan putrinya.

Sementara itu, di tempat lain. Julio duduk sendirian di ruang kerjanya. Tiga layar komputer menyala terang di hadapannya. Cahaya monitor memantul di wajahnya yang mulai terlihat lelah.

Mejanya dipenuhi berkas, rekening koran, laporan keuangan, dokumen transaksi, dan berbagai catatan transfer yang berhasil ia kumpulkan selama beberapa minggu terakhir.

Beberapa gelas kopi kosong bahkan masih tergeletak di sudut meja. Menjadi bukti berapa lama ia menghabiskan waktu untuk menyelidiki semua ini.

Julio mengucek matanya yang mulai terasa perih. Namun, ia belum berniat berhenti. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya sejak semalam. Sebuah pola yang terasa tidak beres. Sesuatu yang seolah berada tepat di depan matanya, tetapi belum berhasil ia temukan.

"Kamu sembunyikan apa lagi, Lucas?" gumam Julio pelan.

Pria itu kembali menelusuri daftar transaksi satu per satu, baris demi baris. Tangan Julio bergerak cepat di atas mouse. Matanya menyapu angka demi angka yang memenuhi layar.

Sepuluh menit sudah berlalu, lalu tiba-tiba gerakannya berhenti. Julio membeku. Mata pria itu menatap satu angka di layar. Kemudian berpindah ke dokumen lain, lalu ke dokumen berikutnya. Jantungnya mulai berdetak lebih cepat.

"Kena ...!"

Julio langsung duduk tegak. Tangannya bergerak cepat membuka beberapa file tambahan. Satu demi satu dokumen muncul di layar.

Julio mulai mencocokkan data yang ditemukan. Dan hasilnya tetap sama. Tidak ada kesalahan.

"Brengsek kau, Lucas!" desisnya pelan.

Julio mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Lalu, segera meraih ponsel yang tergeletak di samping keyboard. Tanpa membuang waktu, ia langsung menghubungi Mateo. Sambungan tersambung beberapa detik kemudian.

Di ruang kerja Astrid, ponsel Mateo bergetar. Mateo segera menjawab panggilan itu. "Ada apa, Julio?" tanyanya.

Di seberang sana, napas Julio terdengar sedikit lebih cepat dari biasanya. "Aku baru menemukan sesuatu."

Nada suara Julio langsung membuat Mateo duduk tegak. Ekspresinya berubah serius.

Astrid yang melihat perubahan wajahnya ikut mengangkat kepala.

Mateo menatap ke depan sambil menggenggam ponselnya lebih erat. "Apa sesuatu yang besar itu?" tanyanya pelan.

Di seberang sana, Julio tidak langsung menjawab. Tatapannya masih terpaku pada layar komputer yang dipenuhi angka dan laporan transaksi. Cahaya monitor memantul di wajahnya yang kini terlihat tegang.

Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya ia bersuara. "Lucas nggak cuma menggelapkan uang."

Kalimat itu membuat Mateo terdiam.

Astrid yang sedang duduk di seberang meja juga langsung mengangkat kepala. Perhatian wanita itu kini sepenuhnya tertuju pada percakapan mereka.

"Kita harus bicara langsung. Kamu datanglah segera ke kantorku!" titah Mateo.

Tidak sampai setelah jam, Julio sudah berada di ruang kerja Mateo. Dia membawa beberapa dokumen dan laptop kesayangannya.

"Sekarang katakan apa saja yang sudah kamu dapatkan!" titah Mateo.

Julio menggeser beberapa dokumen di meja kerjanya lalu melanjutkan dengan suara berat. "Ada aliran dana yang dipindahkan ke beberapa rekening berbeda. Nominalnya sangat besar." Jari-jari Julio mengetuk layar laptopnya.

Mateo mengernyit. Sementara Astrid merasakan tubuhnya mulai menegang.

Julio kembali membuka salah satu file yang baru saja ia temukan. "Yang lebih aneh lagi, sebagian rekening itu menggunakan nama orang lain."

Ruangan mendadak terasa lebih dingin. Hujan di luar jendela masih turun deras, tetapi suara rintiknya kini seolah menghilang di tengah ketegangan yang memenuhi ruang kerja Astrid.

Kemudian Julio menatap lurus ke arah dokumen gugatan yang masih tergeletak di meja. Pria itu mengembuskan napas panjang. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memijat tengkuk yang mulai pegal.

"Aku pikir selama ini Lucas cuma mencuri uang perusahaan. Ternyata nggak sesederhana itu." Mata Julio kembali menatap layar.

Astrid merasakan firasat buruk perlahan merayap di dadanya. "Lalu?" tanyanya dengan suara terdengar tenang. Jauh lebih tenang dibandingkan gejolak yang sebenarnya sedang berkecamuk dalam hatinya.

Julio terdiam beberapa saat. Seolah sedang menyusun kata-kata yang tepat. Kemudian ia berkata pelan.

"Aku mulai curiga Lucas sedang menyiapkan tempat pelarian uang."

Astrid membeku. Bulu kuduknya langsung berdiri.

Mateo juga tidak segera menjawab. Kalimat itu terdengar jauh lebih mengkhawatirkan daripada dugaan penggelapan dana biasa.

Jika Julio benar, maka Lucas bukan sekadar mencuri. Ia sedang mempersiapkan sesuatu. Sesuatu yang direncanakan dengan matang. Dan biasanya, orang yang menyiapkan jalur pelarian uang sedang bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Aku masih harus memastikan semuanya," lanjut Julio. "Tapi pola transaksinya nggak normal."

"Seberapa yakin kamu?" tanya Mateo.

"Cukup yakin untuk mulai khawatir," jawab Julio.

Keheningan langsung menyelimuti ruangan. Astrid menundukkan pandangannya ke arah surat gugatan yang berada di atas meja. Untuk pertama kalinya hari itu, ia merasa keputusannya semakin benar. Ia harus segera melepaskan diri dari Lucas sebelum semuanya terlambat.

Sore harinya, Astrid meninggalkan rumah untuk menghadiri sebuah pertemuan yang sudah dijadwalkan beberapa hari sebelumnya. Mobil yang dikendarainya memasuki area rumah sakit tempat Lucas bekerja. Gedung tinggi itu menjulang megah di tengah kota.

Dulu, setiap kali melihat bangunan tersebut, Astrid selalu merasa bangga. Karena di situlah suaminya membangun kariernya. Namun, sekarang perasaannya sudah berbeda. Yang tersisa hanyalah berbagai pertanyaan yang belum terjawab.

Beberapa menit kemudian, Astrid sudah berada di lantai paling atas gedung utama. Seorang sekretaris mengantarnya menuju ruang kerja direktur rumah sakit.

Setelah mengetuk pintu, sekretaris itu membukanya. "Silakan masuk, Bu Astrid."

Astrid mengangguk sopan. "Terima kasih."

Ia melangkah masuk. Ruangan itu luas dan tertata rapi. Jendela besar membentang di belakang meja kerja yang elegan.

Di balik meja tersebut duduk seorang pria yang segera berdiri saat melihatnya datang. "Terima kasih sudah bersedia datang, Bu Astrid."

1
Night Watcher
mampir ah... siapa tau ikutan erosi..🤭🙏
Felycia Fernandez
RIP Lucas
Felycia Fernandez
berarti Ariana sudah 31 tahun ya
Priskha
biyuh bnr2 suami durhakim....
Aditya hp/ bunda Lia
kalo jodoh gak kemana itulah Ariana dan Noel akhirnya mereka kembali bersama ... happy ending makasih Thor tetap semangat dan sehat selalu 🫰🫰
Setyo Budi Ningsih
aku tau namamu udah lama thoor tapi aku baru baca 2 novel karya mu keren buat cerita perempuan yg tidak selalu diam saat disakiti. banyak perempuan bisa bangkit saat terpuruk. semoga lancar barokah rejeki nya dan selalu yg terbaik cerita2 mu🫰❤️👍
Momcia
Mateo..lama2 jd buah matoalah..
Erni Kusumawati
cerita kak Author yg satu ini mmg selalu cantik dan menarik.Di setiap ceritanya selalu tersimpan dan tersurat makan tth hidup dan pesan moral yg selalu penuh makna.Seperti kisah Astrid dan Ariana seberapa pun besarnya luka kita tidak akan dpt menghapus bekasnya hanya bisa ikhlas menerima sebagai ujian kehidupan.Dan jangan pernah menggenggam kebencian terlalu dalam Krn rasa benci itu laksana bara yg kita genggam,lama2 bara itu akan membakar dan menyakiti tangan kita sendiri.
🌸 Sunshine 🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Eni Istiarsi
terimakasih untuk kisah mengharukan ini. tetep sehat tetep semangat untuk menghasilkan karya2 baru lainya🙏💪
Sri Supriatin
eeh happy rnding, terimakasih sdh membuat karya indah ditunggu karya srlamjutnya n sehat Thor 👍🙏🙏😍😍
Sri Supriatin
naga2nya.mau tamat yah🤭🤭
Fa Yun
terimakasih thor akhirnya happy😍
Fa Yun
bertemu kembali masihkah ada cinta yang lalu
Fa Yun
lupakan masa lalu bisakah 😕
Suriyah Lasminah Sari
akhir nya cinta dapat di miliki ,walawe pun ada luka,tapi akhir nya cinta yg menang (terimakasih mbak Santi sehat selalu buat mbak Santi )🙏
Reni Setia
selamat ya udah tamat karyanya
Mutia
13 tahun kemudian, brp umur mereka skrg, pasti dah diatas 30 ya ..kelamaan jumpanya
Enny Suhartini
terimakasih cerita nya kak 👍
Nha_A
😭😭 terimakasih thoorr ud ngasih kami cerita yang bagusss,suka sama cerita ini..aq gak pernah skip looh,semangat untuk karya berikutnyaa🥰💪😘
ryuka
makasih thor atas karya bagus nya.. 😍😍😍😍😍 semangat trus unt berkarya ya thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!