NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengadilan Darah di Bawah Altar Perak

Fajar menyingsing di atas kastil *Silver Moon*, membawa semburat warna merah darah di cakrawala, seolah menjadi pertanda bagi ritual kuno yang akan segera digelar. Seluruh anggota kawanan telah berkumpul di aula luar, membentuk lingkaran besar yang mengelilingi sebuah altar batu yang dipasangi tiang-tiang pancang dari perak murni. Suasana begitu hening, tak ada yang berani berbisik.

Luna berdiri di balkon menara selatan, didampingi oleh Maya dan dijaga ketat oleh empat pengawal lapis pertama. Mengenakan gaun katun merah muda yang bersih, matanya yang bulat menatap cemas ke arah altar di bawah. Ini adalah pertama kalinya dia menyaksikan hukum adat bangsa serigala ditegakkan.

*Klak. Klak. Klak.*

Suara seretan rantai perak memecah keheningan. Tetua Malik dan Rina dibawa ke tengah altar oleh para panglima perang. Wajah keduanya pucat pasi, tubuh mereka melemah dengan kulit yang melepuh di beberapa bagian akibat kontak langsung dengan logam perak sepanjang malam. Keangkuhan mereka telah lenyap, berganti dengan keputusasaan yang kentara.

Dari puncak tangga kastil, Yudha melangkah turun. Pagi ini, dia mengenakan pakaian kebesaran Alpha, kemeja hitam bersih dengan jubah beludru kelam yang menyapu lantai. Aura dominasi yang dipancarkannya begitu masif dan menekan, membuat ratusan serigala di aula luar serentak menundukkan kepala dan berlutut, memberikan penghormatan mutlak.

Yudha berdiri di atas altar, menatap dingin ke arah dua pengkhianat di bawah kakinya.

"Hari ini, di bawah saksikan sinar matahari dan seluruh kawanan *Silver Moon*, aku menegakkan hukum tertinggi," suara Yudha menggelegar, bergaung di antara dinding-dinding batu kastil.

"Malik dan Rina telah terbukti melakukan pengkhianatan terbesar bekerja sama dengan kaum *Rogue* dan membuka jalur rahasia kastil, membahayakan nyawa seluruh kawanan demi ambisi pribadi mereka."

Tetua Malik mencoba mendongak, suaranya parau. "Alpha... kami melakukan ini demi kemurnian kawanan... perempuan manusia itu"

"Diam!" geram Yudha, dan kilatan emas di matanya seketika membuat Malik terbungkam ketakutan.

"Kamu menggunakan alasan kemurnian untuk menutupi fakta bahwa kamu menginginkan takhta ini, Malik. Dan kamu, Rina, membiarkan kebencian mematikan insting prajuritmu hingga tega menjual kawananmu sendiri pada musuh."

Yudha menarik sebuah pedang pendek berbilah perak berkilau dari balik jubahnya. Logam itu berdenting nyaring, memancarkan aura kematian yang dingin.

"Berdasarkan hukum kuno *Silver Moon*, hukuman bagi pengkhianat yang mengundang musuh ke dalam rumah adalah eksekusi darah dan pembuangan jiwa," ucap Yudha datar tanpa emosi.

Yudha melangkah mendekati Tetua Malik terlebih dahulu. Dengan satu gerakan yang cepat, bersih, dan tanpa ragu, pedang perak itu diayunkan. Erangan pendek terdengar sebelum tubuh pria paruh baya itu ambruk ke tanah, perlahan berubah menjadi abu keperakan yang ditiup angin hukuman khas bagi bangsa serigala yang dieksekusi dengan perak murni.

Rina yang melihat nasib Malik langsung menangis histeris, tubuhnya bergetar hebat di atas lututnya. "Alpha... maafkan aku! Tolong ampuni nyawaku! Aku berjanji akan pergi dan tidak akan pernah kembali!"

Yudha menatap Rina dengan pandangan kosong. "Aku tidak akan membunuhmu, Rina. Kematian terlalu mudah untuk pengkhianatanmu."

Yudha mengangkat pedangnya, lalu dengan ujung bilahnya, dia menorehkan tanda silang yang dalam di dahi Rina. Itu adalah *Mark of the Banished* tanda kutukan bagi serigala buangan. "Mulai detik ini, serigalamu dihancurkan. Kamu dibuang dari kawanan *Silver Moon* sebagai manusia biasa tanpa kekuatan. Siapa pun di antara kawanan ini atau kawanan lain yang memberimu makan atau tempat berlindung, akan dianggap sebagai musuhku."

Para pengawal langsung melepas rantai Rina dan menyeret perempuan yang kini terus menjerit meratapi nasibnya itu keluar dari gerbang kastil, membuangnya ke hutan liar sebagai makhluk tak berkekuatan yang harus bertahan hidup di antara ancaman para *Rogue*.

Seluruh aula kembali senyap. Yudha mengacungkan pedangnya yang bersih tinggi-tinggi ke udara. "Siapa pun yang berniat menusuk dari belakang, ingatlah hari ini. Kastil ini adalah benteng kita, dan siapa pun yang mencoba meruntuhkannya dari dalam, akan berakhir di altar ini!"

Lolongan kepatuhan yang membahana langsung pecah dari ratusan prajurit *Silver Moon*, mengukuhkan kembali posisi Yudha sebagai pemimpin yang tak tergoyahkan. Di atas balkon, Luna mengembuskan napas panjang, melihat Yudha yang mendongak menatapnya dari kejauhan dengan sorot mata yang seolah berkata.

*Semua sudah selesai. Kamu aman sekarang.*

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!