NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 ( Harga Sebuah Kesepakatan )

Alena tidak bisa tidur semalaman tadi.

Pikirannya terlalu berat, ia memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang saat ini.

Pesan Arven terus menghantuinya

" Atau lo mau adik lo putus sekolah ? "

Alena merasa kesal karena merasa dirinya diremehkan.

Namun ia juga merasa kesal, karena apa yang Arven katakan itu memang benar.

Alena tidak punya pilihan lain saat ini.

...

Pagi hari Alena kembali bekerja paruh waktu di salah satu cafe..

Namun ternyata hari buruk sedang menimpa dirinya hari ini.

Pemilik cafe mengatakan jika ia harus menguras beberapa karyawan.

Alena..

Ia salah satu orang yang terkena dari dampak ini, alasannya karena ia bukan pekerja penuh melainkan hanya pekerja paruh waktu.

Alena tak memiliki sumber pemasukan sama sekali saat ini.

Kehilangan pekerjaan itu membuat Alena kehilangan sumber penghasilan.

Saat perjalenan pulang menuju rumah, ponsel Alena mendapatkan panggilan masuk dari sekolah Dimas.

" Hallo selamat pagi Bu Alena "

" Ya pagi Bu "

" Ini saya wali kelas Dimas, saya hanya ingin menyampaikan pesan dari sekolah Bu Alena "

" Pesan apa ya Bu ? "

" Jadi pihak sekolah memberikan waktu sampai besok siang, kalau sampai besok siang tidak ada pembayaran masuk dengan terpaksa Dimas tidak bisa melanjutkan pendidikannya Bu Alena "

Alena pun tak bisa menahan tangisnya.

" Bu saya mohon, kasih saya waktu dua hari lagi Bu "

" Mohon maaf Bu, pihak sekolah tidak bisa lagi memberikan waktu karena mengingat tunggakan Dimas yang sudah cukup besar "

" Baik Bu, saya akan segera usahakan besok "

" Baik, terimakasih Bu Alena "

Saat ini Alena merasa dirinya tidak berguna.

Alena merasa gagal sebagai seorang kaka dan gagal menjadi anak untuk kedua orangtuanya.

" Alena gagal ya Bu, Pak ? " ucap Alena sambil menghapus air matanya

Belum selesai dengan masalah sekolah Dimas, Alena kembali mendapatkan panggilan masuk dari nomor yang tidak ia ketahui.

" Hallo Ibu alena, bagaimana dengan pembayaran rumah anda ini "

Ucap seseorang dengan penuh amarah, Alena bisa menebak siapa orang yang menghubungi dirinya ini.

" Segera saya usahakan ya Pak "

" Segera segera, ga bisa. Saya kasih waktu dua hari, kalau anda tidak membayar maka saya akan paksa adik anda keluar dari rumah "

" Jangan Pak jangan saya mohon, baik saya akan bayar segera "

" Kami tunggu ibu Alena "

alena semakin tak berdaya.

Saat ini ia hanya bisa menangis, ia tak tau harus seperti apa lagi saat ini.

Alena mencoba menghubungi Beberapa saudaranya, namun sayangnya mereka tidak bisa membantu Alena.

alena mencoba meminta tolong kepada teman-temannya, tapi sama seperti sebelumnya tak ada yang bisa membantu Alena.

Alena menatap harta satu-satu nya yang ia punya, sebuah cincin pemberian orangtuanya.

Alena berpikir untuk menggadaikan cincin ini, ia berharap cincin ini bisa membantu Alena untuk membayar sekolah Dimas dan juga cicilan hutang rumahnya.

Alena mendatangi salah satu pegadaian didekat tempat ia tinggal.

Ia melepaskan cincin itu dan memberikan kepada petugas pegadaian.

" Sebentar saya cek dulu ya Kak " ucap pegawai itu

Alena mengangguk singkat dan tersenyum

Ia merasa gugup menunggu cincin miliknya, ia berharap jika cincin itu bisa membantu dirinya kali ini.

" Kak " panggil petugas itu

Alena pun langsung berdiri dan menghampiri

" Gimana kak ? " tanya Alena

" Setelah kami cek, cincin kaka ini cuma bisa kami hargai 500 ribu kak "

" 500 ribu ? Ga bisa lebih kak ? "

" Engga bisa, karena kaka juga ga ada surat dan cincinnya terlihat sudah lama kak "

" 500 itu saya terima bersih kak ? " tanya Alena dengan pasrah

" Engga kak, Kaka akan terima 400 ribu dan pengembalian selama 30 hari sebesar 600 ribu "

Alena merasa semakin putus asa.

" Bagaimana kak ? apakah kakanya mau ? "

" Engga jadi deh kak, lain kali aja "

" Baik, ini cincinnya kak "

alena mempertimbangkan kembali.

Uang yang ia dapat nanti masih jauh dari yang ia butuhkan, ditambah ia juga tak tau bisa atau tidak menebus cincin itu nantinya.

Alena semakin merasa frustasi, kepala terasa ingin pecah karena masalah yang ia hadapi saat ini

" Kenapa tuhan kasih gue cobaan kayak gini sih " ucap Alena sambil menangis

...

Malam hari Alena duduk diteras rumah sambil menatap langit yang mulai gelap.

Ia membuka dompetnya

Isi dompet itu hanya cukup untuk Alena bertahan hidup beberapa hari, bahkan ia samasekali tidak memiliki tabungan saat ini.

alena mencoba kembali menghubungi beberapa saudara dan teman-teman nya

Sama seperti tadi, tidak ada yang bisa membantu Alena saat ini.

alena hampir putus asa.

Alena membuka ponselnya

satu pesan Arven belum sempat ia buka sejak tadi

Ia kembali membuka profil Arven

foto-foto itu muncul di layar ponselnya.

CEO muda

Kaya Raya

Tapi dia pria aneh dan menyebalkan

Tapi hanya Arven yang membantu dirinya bisa keluar dari masalahnya saat ini.

Hanya Arven orang satu-satunya yang bisa membantu dirinya, menawarkan jalan keluar untuk Alena.

Dengan tangan gemetar, Alena mengetik pesan di ponselnya.

[ Alena : Soal tawaran lo, masih berlaku ? ]

Dengan gugup dan jantung yang berdebar Alena menunggu Arven membalas pesannya.

[Arven : Masih ]

[Alena : Kalau gue setuju, apa jaminannya?]

Alena merasa gugup, bahkan sangat gugup.

[Arven : Besok datang jam 10 pagi]

[Arven : Kita buat perjanjian]

Alena membelakkan Kedua matanya

[Alena : Ini lo serius ? Ga bercanda?]

[Arven : Gue serius, sangat serius]

Alena menatap layar ponselnya cukup lama

Hatinya mengatakan untuk menolak

Namun keadaannya sekarang memaksa dirinya menerima tawaran itu

Perlahan ia pun kembali mengetik pesan

[Alena : Tapi kenapa gue ?]

[Arven : Ya karena gue mau milih lo]

[Alena : Tapi kan banyak perempuan di luar sana ?]

[Arven : Nanti lo juga tau sendiri alasannya]

[Arven : Kalau gue kasih tau sekarang, Lo mungkin ga akan percaya]

[Arven : Atau mungkin lo ga bakal mau ]

Alena menarik nafasnya dalam-dalam, ia kembali mengirim pesan kepada Arven

[ Alena : Oke]

[Alena : Gue mau]

Tak sampai satu menit, ponsel kembali mendapatkan pesan masuk.

[Arven : Selamat datang, dalam tiga puluh hari yang akan merubah hidup lo ]

Alena memejamkan matanya

Ia sendiri tidak tau apakah keputusan yang ia ambil benar atau tidak

Apakah keputusan itu bisa menyelamatkan dirinya ?

Atau mungkin keputusan itu justru bisa menghancurkan dirinya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!