Berniat menolong wanita yang tengah mabuk di klab malam, Aidan justru terjebak pernikahan dengan wanita yang ternyata adalah adik kelasnya di kampus.
Perbedaan sikap antara keduanya membuat kehidupan rumah tangga mereka berjalan tidak seperti kehidupan rumah tangga pada umumnya.
Apakah akhir cerita mereka akan berakhir bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OMIH-26
Saat ini Alea dan Aidan tengah duduk berhadapan di meja makan. Aidan menatap satu per satu hidangan yang Alea masak di depannya. Melihat dari bentuknya, sepertinya rasanya lumayan enak. Pikirnya.
"Lo mau sampe kapan liatin masakan gue? Lo gak ada niat nyicipin jerih payah gue?" Sungut Alea. Bibirnya mengkerut lucu karena kesal.
Tanpa menjawab ucapan Alea, Aidan pun mengambil nasi, satu potong ikan, udang goreng dan sayuran. Sebenarnya Aidan hanya ingin mengambil udang goreng saja. Karena ia tidak terlalu begitu menyukai ikan dan sayuran. Tapi dari mendengar suara cempreng istrinya, Aidan memilih mengambill semuanya. Melihat Aidan yang sudah mengambil nasi beserta lauk pauknya, Alea pun menyusul melakukan hal yang sama.
"Gimana rasanya?" Tanya Alea ketika Aidan selesai menyuapkan nasi beserta sedikit ikan goreng ke mulutnya.
"Lumayan." Jawab Aidan singkat.
Alea mendecakkan lidah mendengar jawaban singkat, padat dan tidak jelas Aidan.
"Lumayan enak." Lanjut Aidan ketika melihat wajah Alea menuntut penjelasan.
"Ternyata masakan gue lumayan juga!" Puji Alea pada dirinya sendiri ketika selesai mencicipi masakannya. Wajahnya berbinar bahagia dengan hasil kerjanya. Untung saja ia pernah melihat cara pelayan di rumahnya memasak. Sehingga ia bisa mempraktekkannya walau belum sepenuhnya benar.
Suasana ruang makan kembali hening karena Aidan dan Alea sibuk menyelesaikan makanan mereka masing-masing. Alea sekilas memperhatikan reaksi Aidan ketika memakan sayur bening yang dimasaknya. Reaksi pria itu biasa saja. Padahal Alea dapat merasakan jika sayur yang dibuatnya sangat asin dan kurang masak.
Setelah selesai menyelesaikan makanan masing-masing. Aidan pun beranjak menuju ruang tamu, sedangkan Alea membersihkan piring bekas makanan mereka.
Sepertinya besok gue harus belajar memasak sama Bunda. Batin Alea mengingat cerita Yura waktu ia tinggal di mansion Aidan jika Bunda Vara sangat pandai dalam memanjakan lidah keluarganya. Bahkan Bunda Vara-lah yang selalu memasak untuk keluarganya dan pelayan hanya membantu menyiapkan bahan-bahan atau mencuci alat-alat memasak yang habis digunakan.
*
Alea nampak menguap beberapa kali ketika jam kuliah pertama baru dimulai. Cika yang melihat tingkah Alea sontak menyenggol lengan Alea.
"Begadang lo tadi malam?" Tanya Cika pelan takut jika suaranya sampai terdengar ke meja dosen.
Alea mengangguk membenarkan. "Ngerjain tugas Bu Dewi." Jawabnya singkat.
Kening Cika mengkerut. Bukannya Alea berkata jika kemarin ia tidak ingin diganggu karena Alea ingin mengerjakan tugas? Mengetahui Alea telah berbohong pada mereka membuat Cika semakin yakin ada yang disembunyikan Alea darinya dan Maudy. Namun Cika tetap menganggukkan kepala tanpa bertanya pada Alea.
"Mending izin keluar deh cuci muka dulu. Dari pada Bu Dewi negur lo bentar lagi." Saran Cika diangguki Alea cepat. Karena menurutnya itu adalah solusi yang tepat saat ini.
Setelah Alea meninggalkan kelas bersamaan Bu Dewi yang ikut keluar kelas dipanggil oleh Dekan, Cika pun memanggil Maudy yang sedang fokus menulis materi penting yang baru saja disampaikan Bu Dewi.
"Maudy..." Panggil Cika sedikit mengeraskan suaranya. Karena sedari tadi Maudy tak mendengarkan panggilannya sama sekali.
"Apaan sih, Cik!" Gerutunya merasa terganggu.
"Pokoknya pulang kuliah nanti kita harus selidikin apa yang disembunyiin Alea dari kita!" Ucap Cika mengingatkan kembali pada Maudy.
"Iya, iya... Pulang kuliah nanti kita ikutin kemana dia pergi." Sahut Maudy dan kembali menulis.
*
*
*
*
Lanjut? Happy reading!:)
Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉
Terimakasih sudah membaca karya recehku: