Keina di usir dari rumah keluarga tiri karena diketahui telah berselingkuh dari Leo, kekasih Kara, anak kandung di keluarga angkat Kei.
Namun siapa sangka di tengah jalan malah bertemu dengan pria mabuk dan diperkosa hingga hamil.
Kehidupan penuh beban sebenarnya dimulai. Melahirkan tiga anak sekaligus bukan lah hal mudah di saat kondisi ekonomi kritis baginya. Tapi semua terbayar ketika ia mengetahui ketiga anak-anaknya cerdas dan bertalenta.
Anna, pandai melukis. Alice, pandai menulis karangan karya. Dan Andre, dia pandai berakting.
Siapa sangka pada suatu kebetulan ia bertemu dengan seorang pria, yang diklaim sebagai ayah dari anak-anaknya. Jeremy, CEO perusahaan yang bergerak dalam industri perfilman. Tempat anaknya, Andre akan melakukan syuting film pertamanya bersama Kei.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OO SWEETIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertanyaan Sam
Jeremy duduk di dalam kamar tempat mereka semua tertidur kecuali Gina--bibi Kei.
Jeremy yang tengah memangku tubuh Anna atas permintaan putri pertama Kei itu.
Jeremy merasa begitu terpukau dengan apa yang dilukiskan putrinya--Anna dengan kuas dan cat di atas media kanvas itu.
"Anak ayah buat lukisan apa?" tanyanya mencoba.
Jeremy sekarang hanya melihat lukisan biru tampak seperti langit bertabur bintang.
Sekarang tampaknya Anna tidak melukis abstrak lagi seperti yang dilihatnya semalam yang membuatnya ditegur oleh Kei dengan kesalnya.
"Anna mau buat lukisan keluarga kita," ucap Anna tetap terfokus pada lukisannya.
Jeremy mengangguk. "Darimana kamu tau melukis sebaik ini, putri ayah?"
"Ada tetangga Yah."
"Terus?"
"Ya, kakak itu pandai buat lukisan. Jadi dia yang ajari Anna sampai bisa."
"Apa dia sering datang kemari?"
"Tidak lagi, ayah. Bundanya sudah larang dia."
"Kenapa?"
"Karena katanya Anna dan saudara Anna anak haram, yah. Anna sendiri kurang tau apa itu anak haram. Maka Anna diam saja."
Jeremy terdiam. Di dalam pikirannya, ia merasa malang sendiri karena tidak menjadi orang pertama yang menyelamatkan Anna, Alice dan Andre jika benar mereka adalah anak-anak kandungnya Jeremy. Hasil perbuatan tercela yang amat disesalinya dan sekarang dia tidak tau lah mau kata apa lagi mendengar ucapan putrinya yang tidak mungkin berbohong.
Derrttt… Dertt… Derrrtt.
Ponsel di dalam saku celana yang dipakai Jeremy hasil pemberian Kei subuh tadi itu berdering.
"Ann."
"Kenapa yah?"
"Boleh ayah angkat telepon ini dulu?" tanya Jeremy basa basi.
"Tentu." Anna bangun dari duduk dari pangkuan ayahnya itu.
Anna tetap melanjutkan melukisnya, Jeremy tidak tahu bagaimana Anna mampu melukis dalam posisi tubuh dipangku Jeremy selaku pria yang dianggapnya sebagai ayah itu.
Tetapi Jeremy tidak terlampau memperpusingkan hal itu.
Jeremy berdiri di sudut ruangan berdinding kaca penuh pepohonan diluarnya itu.
Jeremy membelakangi ketiga anaknya Kei yang sibuk dengan pekerjaannya sendiri.
"Hallo, kenapa Sam," serunya pada penelepon yang tak lain adalah Sam.
"Kakak kemana sih? Sam lihat kakak di apartement kok tidak ada? Sam hanya tinggalkan kakak sebentar, udah main hilang aja?"
"Kakak tidak hilang."
"Terus? Di kantor tidak ada. Coba cari di rumah besar pun kata mama dan papa kakak sama sekali tidak datang ke rumah. Kak, ayolah, jangan buat Sam menangis. Kakak hilang nyawa Sam semalam hampir hilang!"
Jeremy terkekeh dengan semua ocehan Sam yang ia tahu sangat memperhatikannya itu.
"Kamu diapakan mama dan papa, memangnya?"
"Tidak ada. Cuma mereka pikir Sam buruk."
"Iya, apa yang dibilang mama dan papa?"
"Mama dan papa bilang Sam tak pandai menjaga kakak sendiri."
"Terus?"
"Mereka kata Sam yang sembunyikan kakak. Hanya aja Sam buat sensasi seperti enam tahun lalu."
"Kamu dipukul?"
"Tidak sih kak. Hanya dikata seperti Sam tidak punya pikiran mengadu terus…"
Jeremy semakin ingin tertawa terbahak-bahak lepas ini.
"Kak?" seru Sam memastikan apakah sang kakak masih berada di sini atau malah sudah menghilang tak tersambung lagi.
"I-iya?" suara kekehan Jeremy terdengar samar namun Sam tidak mempermasalahkan hal itu.
Yang dipermasalahkan pria diseberang sana sekarang hanya satu, kakaknya menghilang dan bukannya dia dikasih bantu malah dia yang dimaki oleh mama dan papa mereka yang begitu sayang sekali pada Jeremy mengingat dahulu Jeremy pernah ingin bunuh diri karena mual selama beberapa tahun sungguh membuat pria itu ingin mati saja. Beruntung Sam segera mengetahui letak percobaan bunuh diri Jeremy. Kalau tidak sudah bisa dibayangkan semua hal buruk terjadi.
Bersambung…
kaya gk masuk akal ..