Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya...
Hari ini rumah dokter Ilham sudah disulap menjadi rumah yang indah dan cantik seperti dinegri dongeng,
Taman belakang yang luas, terlihat sangat cantik untuk dijadikan tempat menerima tamu sekitar 300 undangan
Ilham sengaja tidak menyewa hotel, karena permintaan Sifa, yang tidak mau mewah mewah.
Tapi, jika menurut pandangan kakaknya, tidak adil rasanya, jika penikahan Sifa dan Ilham, tidak dirayakan pesta.
Untuk Ilham mungkin tidak masalah, karena dulu dia sudah pernah menjadi raja semalam
Dan alasan lain tidak menyewa hotel, Ilham merasa malu jika diadakan dihotel. Usia mereka sangat terpaut jauh, sekitar 28 tahun, seperti ayah dengan anak.Rasanya tidak sanggup menerima cibiran atau buliying dari para tamu hotel lain yang penasaran
Makanya Ilham memilih pestanya diadakan di taman rumah pribadi dengan suasana out door, para tamu akan lebih relaxe karena tidak takut kehabisan waktu
Taman belakang dan garansi mobil yang terbuka dan lumayan luas, kini sudah disulap menjadi taman yang indah dan cantik, dengan lampu tersusun indah, serta decorasi pelaminan mereka yang sengaja mengusung tema Rustic.
Dari samping kanan rumah, atau pintu gerbang menuju garasi mobil, kini sudah dijadikan pintu masuk para tamu undangan. Mobil yang tadinya berjajar rapih koleksi dokter Ilham, semuanya lenyap, karena dibawa kerumah Anand, agar tempat ini bisa menampung orang lebih dari 300 tamu undangan
Setelah itu masuk terus sampai belakang rumah, disamping tembok sudah berjajar rapih meja untuk makanan dan aneka minuman serta camilan, masuk lagi terdapat kolam renang , dan didepan kolam terdapat pelaminan yang membelakangi agar para tamu berada didepan pelaminan dan sekaligus di sisi kolam terdapat kursi para tamu yang sudah tersusun rapih.
Halaman belakang sudah disulap menjadi pelaminan cantik bernuansa santai diluar ruangan. Semua ini sengaja dipilih, karena Sifa masih lajang. sedangkan Ilham seorang duda tua, rasanya kurang pantas jika diadakan di hotel. takut dikira bapak kawin sama anak
-
Malam resepsipun tiba
Mereka sengaja dipingit, pengantin wanita sengaja menginap ditempat Wahidah, itu semua keinginan Ilham sendiri. Wahidah hanya mengikuti permainan Ilham. Ilham juga tidak mau menyakiti hati Sifa, jika dibiarkan Sifa tinggal dirumah Ilham saat setelah pernikahan, Ilham takut Sifa akan sakit hati. Disamping itu, Ilham juga melakukan meditasi, menata hatinya untuk bisa menerima kenyataan ini,
Alasan Sifa dipingit dirumah kakaknya, agar mereka saling kangen dan tentunya saling menerima.
Malam ini,
Ilham begitu gagah dan tampan
Berbalut jas hitam lengkap dengan tuxedo berwarna senada, membuat pria matang berusia 50 tahun ini tampak lebih muda sepuluh tahun dari usianya.
Sedangkan Sifa, gadis mungil, usia belia yang sangat muda, dan pantasnya menjadi anaknya ini, kini telah berbalut gaun pengantin yang berwarna putih tanpa lengan dengan eksyen mewah, cocok disandingkan dengan dokter Ilham yang gagah dan masih terlihat muda itu
Dokter Ilham berjalan membawa buket bunga, ia berjalan dengan gagahnya, serta senyuman yang tak pernah memudar, kini berjalan terus menuju dimana Sifa berdiri
Para tamu dibuat histeris ketika dokter Ilham sudah berada dipelaminan, dimana Sifa berada
Dokter Ilham mendekati Sifa, memberikan sebuket bunga untuk Sifa. Sifapun menerima bunga tersebut dengan riang
Mereka beradu pandang. Ilham kangen Sifa, Sifapun sama, sangat sangat kangen, kepada dokter Ilhamnya
Dokter Ilham mengambil mic,
Malam ini, Ilham ingin melamar Sifa didepan khalayak
"Sifa istriku"
Deg deg deg
Jantung mereka berdebar kencang,
Bukan mereka berdua saja yang deg degan, yang menyaksikan saja sudah ikut pyar pyar menyaksikan dokter Ilham akan melamar Sifa uh so swett
"Malam ini, bintang bulan dan seluruh tamu undangan yang hadir, akan menjadi saksi kebahagiaan untuk kita"
Dokter Ilham berhenti berucap
Dokter Ilham menatap Sifa tidak berkedip, seakan menyelami dalam hati mereka berdua
Dokter Ilham langsung berdiri dengan kedua lututnya
Huuuuh dokteeeeeerrrrrr
para tamu undangan histeris tak percaya
"Dokteeeeer, aku mau dong dilamaaaar" Suara penggemar Ilham
Ilham sudah menguasai rasa grogi yang menderanya dari tadi, Ilham mulai mendekatkan mic ingin mengucapkan sesuatu untuk Sifa istri kecilnya
Masih sambil berlutut,
"Sifa istriku, mungkin aku tak pantas berdiri disampingmu, aku bukan laki laki yang sempurna untuk mendampingimu. Akupun bukan pria yang pandai merangkai kata. Aku hanyalah duda tua yang berusaha untuk menyayangimu, dan berusaha mencintaimu,
Maukah kau mendampingi diriku sampai maut memisahkan?"
Sifa mengangguk sambil berkaca kaca
Ilham mulai berdiri, memegang ubun ubun Sifa, membisikkan doa,
Ilham berhenti memegang ubun ubun Sifa, setelah doa sudah dilafalkan.
Tangan Ilham masih bertengger diatas kepala Sifa memegang apa yang ingin dipegang Ilham
"Sifa, I love you"
Para tamu riuh
"Dokteeeeeeerrrrrr, sekarang cium istrinya dooookkkk, jangan mikirin pasien meluluuuuuu"
"Ayo doooookkkk semangat untukmuuu"
"Bius !! bius !! bius !! bedah !! bedah !! bedah!! oek !! oek !! oek !!"
Yel yel sudah mendominan ditempat ini, sebagai penyemangat dokter, agar dokter segera menyium Sifa istrinya
Cium !!!
Cium !!!
Cium !!!
"Sifa, kau siap?" -Ilham
"He emz"
Bibir Ilham mendekati bibir Sifa. Rasa kangen ingin bertemu dari kemarin, kini membuncah seakan mau meledak.
Sifa yang memang sejak pertama sudah bersedia menjadi pendamping hidup dokter Ilham, tambah membuncah ketika benih benih yang Ilham tanam menjadi berkarat dilubuk hatinya yang paling dalam
Belum lagi Sifa tidak merasakan hidup senyaman ini, dikerumuni keluarga yang saling mendukung dan menyayangi, membuat Sifa yakin, bahwa jodoh sang dokter duda adalah dirinya
"Sifa, merem"
"He emppp"
"Ehmpppp " Sifa kehabisan nafas jika terus terusan bibirnya disesap oleh Ilham
Malam itu, Ilham lupa dengan Nancynya
Ilham mulai melepas pagutannya, ada rasa cinta yang tumbuh pada mereka.
Sesuatu yang pernah hilang, orang orang terkasih yang sudah menjauhi mereka, kini mereka dipertemukan lagi meskipun bukan orang yang sama, yang pernah mengisi hidupnya diwaktu silam
Sementara
Bang Dul yang mendengar Sifa akan mengadakan pesta, Dul mulai menggila lagi ingin berlari dari rumah, ingin merebut kembali Sifa ketangannya
Dul sudah dibawa ke rumah sakit jiwa setelah kejadian dirinya diringkus. Karena terbentur biaya, akhirnya Dul dibawa pulang. Tadinya Dul hanya diam seperti patung hidup. Cengar cengir tapi bibirnya mewiridkan nama Sifa
Hadeeeeew, itulah karena jarang kemasjid, akhirnya Dul hanya ingat satu nama yaitu SIFA, yang lain lupa semua.
Usaha es kuwud dan angkringannya yang tadinya ramai dan mendapatkan omset yang luar biasa, kini ditinggalkan oleh sang empuh.
Dul sekarang jadi pengangguran berkelas kakap, menatap semua yang ingin ia tatap, seperti raja yang menanti permaisurinya datang dari kahyangan
Dul mengamuk, setelah permintaannya tidak terpenuhi.
Alhasil, warga menangkap Dul yang mbedal mbedal seperti banteng menggila yang ikut perlombaan martador
Akhirnya Dul tertangkap warga lagi dan kakinya dipasung ditanah dengan menggunakan kayu besar yang menjepit dikedua kakinya
Lagi lagi mak Paria ikut menangis histeris
Bersambung....
kangen sama cerita lama...
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx