Zahra gadis malang yang terpaksa menikah dengan kepala sekolahnya yang kejam karena perintah orang yang sangat di hormati.
Semua angan-angan Zahra untuk menikah dengan pria pujaannya pun Sirna.
Bagaimanakah perjalanan cinta Zahra, akankah dia bisa mencintai pria dingin dan kejam yang bernama Faiz????
yuukkk baca novelku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 24
Sebelum Acara ospek di mulai, Alisya menangkap kehadiran Zahra bersama Faiz dan Ridho. Sebelum Zahra ikut bergabung dengan mahasiswa yang lainnya tampak Ridho berbicara dengan salah seorang senior panitia acara Ospek.
Zahra di izinkan masuk ke dalam barisan sesuai jurusan yang telah di pilihnya.
"Araaa..." pekik Alisya riang.
Zahra tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang sangat riang menyambut kehadirannya.
Zahra terpaksa terlambat hadir di acara Ospek karena Zahra menunggu Faiz yang akan mengantarkannya ke kampus.
Faiz sengaja membawa Ridho untuk mengamankan Zahra sati hukuman atas keterlambatannya. Faiz tak ingin istrinya di hukum karena terlambat di sebabkan dirinya.
Sejak kejadian seminggu lalu, hubungan Zahra dan Faiz mulai membaik, walaupun Zahra terlihat semakin pendiam, keceriaannya mulai hilang di wajahnya.. Dia hanya akan tersenyum di depan Rahayu dan Adrian kedua orang tua Faiz.
Faiz berusaha memaklumi perubahan pribadi Zahra, karna hal itu tak luput dari kesalahan dirinya juga.
Dan Faiz berjanji akan membahagiakan Zahra, dia akan membuat Zahra dwngan Cinta yang telah tumbuh lama di hatinya namun dia baru menyadarinya di saat Zahra dekat dengan pria lain.
Faiz selalu menepis Rasa terhadap Zahra yang ada di hatinya, karena jarak umur mereka yang bertaut sangat jauh membuatnya tak yakin rasa itu adalah cinta namun hanya kasih sayang seorang kakak pada adiknya.
Flash back On...
Zahra yang mendapat hukuman dari Faiz asyik mengerjakan pekerjaannya membersihkan ruangan kepala sekolah. Faiz Sengaja membuat ruangan itu sangat berantakan agar Zahra lebih lama berada di ruangannya.
Selama Zahra membersihkan ruangannya, dia merekam semua gerakan Zahra melalui ponselnya yang tentu saja Zahra tak menyadari kelakuan Faiz .
Di saat Zahra hendak keluar ruangannya, Zahra pun terdengar memaki dirinya, sehingga Faiz semakin iseng memberikan hukuman pada Zahra untuk membersihkan dan merapikan ruangannya yang berarti hal iti bisa membuatnya semakin puas memandangi gadis ceria dan selalu jujur sesuai dengan isi hatinya.
Faiz semakin mengagumi Zahra di saat Zahra mengumpat dirinya agar tidak mendapatkan jodoh.
Baru kali ini dia melihat seorang siswi berani memberontak atas perintahnya. Ternyata rasa kagum itu berubah menjadi cinta.
"Lagi ngapain bro...???" tanya Ridho yang melihat sahabatnya itu tersenyum memandangi ponselnya.
"gak ada..." jawab Faiz singkat, dia berusaha berbicara sedingin mungjin agar Ridho tak curiga dengan tingkahnya.
"Hahaha....ketauan lho kamu bohong...." goda Ridho yang memang suka usil dengan sahabatnya yang satu ini.
"Apaan sich???" ketus Faiz pada sahabatnya.
"Sampai kapan kamu mau menghukum Zahra???" tanya Rudho heran.
"Maunya selamanya...biar dia selalu ada di ruangan ini..." jawab Faiz Jujur.
"Ingat bro...Zahra itu anak ingusan yang masih bau kencur...sedangkan kamu udah pantas jadi bapak orang..." ledek Ridho yang dia mulai mencium gelagat jatuh cinta dari sahabatnya pada gadis yang bernama Zahra.
Sejak duduk di bangku SMP Faiz memang suka memperhatikan si kecil Zahra.
Menatap dan memandangi Zahra menjadi hobi yang menarik bagi Faiz. Jiwanya yang tegar, keceriaan dan kejujurannya membuat Faiz menyayangi Zahra kecil.
Flash back Off.....
Faiz tidak menerima pernikahan dadakan itu, karena Faiz ingin Zahra menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu baru menikah, namun kedua orang tuanya sudah tak sabar lagi ingin menikahkannya dengan Zahra.
Karena sikap Zahra yang langsung menerima permintaan Adrian untuk menikah dengannya membuat Faiz tidak suka karena Zahra tak bisa menolak perjodohan itu, paling tidak dia memberi alasan agar perjodohan itu bisa di tunda.
Faiz yang memang tipe pria mudah emosi, selalu meluapkan kekesalannya pada Zahra.
Setelah mengantar Zahra ke kampus dia pun kembali ke sekolah untuk melanjutkan pekerjaannya.
*****
Istirahat makan siang...
Zahra,Alisya dan di ikuti oleh Reynald. Mereka berjalan beriringan menuju kantin. Sesampai di kantin mereka mencari bangku kosong lalu memesan makanan setelah mendapatkan tempat.
"Ra...kenapa kamu susah banget sich di hubungi...??" tanya Alisya yang kesal tidak tahu cara bgaimana berkomunikasi dwngan sahabatnya itu.
" Maaf ya Sya...aku belum punya hp..." jelas Zahra.
"aku pikir kamu gak datang.... hari minggu kemarin Aku ke rumahmu, nyonya Rahayu bilang kamu gak di rumah..." ucap Alisya.
"Iya Sya....kami menginap di rumah mas Faiz..." jelas Zahra merasa gak enak dengan Alisya.
Reynald hanya menjadi pendengar yang baik, walaupun dia merasa penasaran apa hubungan Zahra dengan Faiz mantan Kepala Sekolahnya dulu.
Tak berapa lama mereka menunggu peaanan mereka pun tiba, mereka memakan hidangan itu dengan lahapnya. Karena benar-benar lapar selama mengikuti Ospek belum lagi yang dapat hukuman gara-gara melakukan kesalahan.
Setelah makan mereka kembali ke lapangan, untuk melanjutkan acara selanjutnya.
Jam 4 Sore...
Ospek untuk hari ini selesai, para mahasiswa pun kembali ke rumah masing-masing.
Zahra dan Alisya melangkah menuju parkiran, disana tampak Faiz telah bersandar di mobilnya menanti Zahra.
"Pak Faiz udah datang Ra..." Ujar Alisya saat melihat sosok mantan kepala sekolahnya.
"Mhm..." Zahra hanya menanggapinya dwngan sebuah gumaman.
"Kamu bahagia beraamanya Ra...??" Alisya pun mempertanyakan kebahagiaan sahabatnya.
"Kamu tenang aja Sya...aku akan baik-baik saja bersamanya..." jawab Zahra dengan nada murung.
Alisya menghentikan langkahnya, dengan itu Zahra pun ikut berhenti. Alisya menatap dalam pada Zahra.
"Ra...kalau kamu ada masalah...aku akan dengarkan semuanya...aku tak ingin sahabatku ini bersedih..." Ucap Alisya tulus, mendengar kata-kata Alisya, reflek Zahra langsung memeluk tubuh sahabatnya.
"Makasih ya Sya...tapi...saat ini belum waktunya aku bercerita denganmu...aku hanya minta, kamu do'akan saja aku baik-baik saja..." ucap Zahra.
Persahabatan Alisya dan Zahra telah berjalan selama 6 tahun semenjak mereka duduk di bangku SMP hingga tamat SMA.
Alisya sangat mengerti, jika sahabatnya itu dalam suasana bersedih, dan begitu juga sebaliknya.
"Kamu yang kuat ya Ra..." lirih Alisya.
"kamu tenang aja Sya...sahabatmu ini kan kuat..." ujar Zahra dengan senyuman.
Mereka pun kembali melangkah menuju parkiran, Alisya melambaikan tangannya saat telah dekat dengan mobilnya.
"Aku duluan ya Ra..." sahut Alisya lalu meninggalkan parkiran.
Zahra melangkah menuju mobil suaminya parkir, Faiz menatap dalam pada wajah istrinya yang tampak kelelahan.
"Kita pulang mas..." ucap Zahra.
Faiz membukakan pintu mobil untuk Zahra, sebelum Zahra masuk mobil, Faiz menangkupkan tangannya di wajah Zahra.
"kamu pasti Capek..." lirihnya sambil merapikan hijab Zahra yang sedikit berantakan.
Zahra hanya membalas dengan senyuman. Faiz pun membiarkan Zahra masuk mobil. perlakuan Faiz yang tampak istinewa di tangkap sepasang mata seorang pria yang sangat mengagumi Zahra.
Reynald semakin penasaran dengan perlakuan Faiz yang begitu perhatian pada Zahra.
"Apa sebenarnya hubungan di antada mereka berdua...???" bathin Reynald.
Bersambung....
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah...
terimakasih pembaca setiaku...