true story....
Noviant Juan adalah seorang pria yang tertutup, dia seakan punya dunia sendiri tapi semua berubah karena kedatangan seorang gadis di hidupnya.
Meyda Shakira harus mu hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadirannya.
Naira putri Noviant adalah cahaya cinta keduanya.
akankah mereka bahagia?
atau Vian akan kembali pada cinta lamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masalah itu datang
"mbok Ijah, mau sup ayam Aila," kata Aira saat sampai di meja makan.
"ya Alloh Aira, kamu tadi habis makan nasi kuning nak, nanti kekenyangan," kata Anis yang menaruh semua belanjaan di dapur.
"tapi Aila mau sup ayam, sedikit saja, ya ya," kata Aira memohon.
"Baiklah bunda ambilin sedikit saja ya, nanti bunda buatin masakan yang lebih enak oke," kata Akira.
"siap bunda," jawab Aira.
Akira pun mengambilkan semangkuk sup untuk Aira, dan kini mereka mulai membongkar semua belanjaan tadi.
"Bu ini ayamnya di biarin mentah apa matang saat di simpan?" tanya Akira.
"matang saja nak, kamu bisa mengolahnya sesuai keinginan mu, oh ya seafood nya juga sekalian kamu bersihkan ya," kata Bu Ageng.
"sini neng, biar mbok saja yang membersihkan, neng bisa membut bumbu untuk ayam nya," kata mbok Ijah.
"baiklah mbok," jawab Akira.
Akira pun membuat ayam ungkep spesial yang telah di ajarkan sang Mak dulu.
Akira pun begitu cekatan alam meracik bumbu, bahkan Akira seperti sudah terbiasa.
setelah ayam selesai di bersihkan, Akira pun memasukkan semu bumbu halus yang sudah di buat, dan juga gula merah.
setelah itu semua bahan di rebus sampai menyerap ke dalam daging ayam.
"Akira kemari nak, biar ibu ajarkan membuat bakso, biar itu di kerjakan oleh mbok Ijah," kata Bu Ageng.
" iya Bu," jawab Akira.
Bu Ageng menjelaskan apa saja langkah yang harus di kerjakan, mulai menggiling daging hingga bumbu juga.
Akira dan Anis begitu menyimak, dan Akira membuat sedikit modifikasi dengan menambahkan potongan daging cincang di dalam bakso.
sedang di sisi lain, Vian sedang menuju ke rumah pak Husen dan juga pak Gun, guna menyelesaikan pembayaran sawah mereka.
Vian selalu menyertakan notaris, hari ini sawah itu di beli atas nama Akira istrinya, "baiklah juragan semua sudah selesai saya pamit kalau begitu," kata notaris itu.
"baik pak, silahkan dan terima kasih atas kerja keras anda," kata Vian.
Vian memberikan sertifikat itu pada mertuanya, "ini pak, tolong di simpan, ini adalah sawah milik Akira," kata Vian.
"tapi nak," kata pak Yono.
"tak apa pak, ini hanya hadiah tolong bapak yang mengelola kedua sawah ini ya, nanti biar Kadir membantu jika bapak kesulitan," kata Vian.
"ya Alloh terimakasih nak, oh ya tadi ibu masak di bawa ya, buat bekal makan siang," kata pak Yono.
Vian pun menerima dan pamit, sekarang Kadir dan Vian kembali melihat beberapa pengilingan miliknya.
"selamat datang juragan," sapa pak Agus.
"bagaimana pak, apa ada masalah?" tanya Vian.
"tidak juragan, semua baik, dan stok beras juga banyak, kemarin baru ada pengiriman ke Kediri," lapor pak Agus.
"bagus pak, jangan sampai mengecewakan para pemesan," jawab Vian.
Vian kini berjalan ke area pelataran, Vian ingat bagaimana dia melihat Akira.
"ada apa juragan?" tanya pak Agus yang melihat Vian tersenyum sendiri.
"tidak ada pak, saya hanya ingat sesuatu, oh yaitu kenapa kluweh sampai banyak yang busuk dan jatuh?" tanya Vian.
"karena tak ada yang berani minta juragan," jawab oak Agus binggung dengan pertanyaan Vian.
"lain kali kalau berbuah, mending bagikan pada warga sekitar, kalau busuk kan mubazir," jawab Vian.
"Poniran sini," panggil pak Agus.
"iya lek," jawab Poniran menghampiri Vian dan pak Agus.
"itu kluweh yang di tanah, kamu ambil pongge(isi kluweh) nya, dan nanti sebelum pulang minta bantuan semuanya untuk panen kluweh ya," kata pak Agus.
"oh ya lek, tadi Slamet katanya lihat pisang nya ada yang matang, itu sekalian di panen?" tanya Poniran.
"iya lah, nanti bawa ke mobil juragan aja," jawab pak Agus.
"siap-siap," jawab Poniran.
"pak Agus kalau begitu saya keliling dulu, nanti sore saya kembali kesini, sekalian mau mengecek hasil panen di Ngoro dulu," jawab Vian.
"baik juragan, nanti sore pasti semua bisa selesai," jawab pak Agus.
Vian pun pergi bersama Kadir ke daerah Ngoro, mereka harus mengecek sawah yang melakukan panen besar.
tak hanya itu Vian adalah tengkulak yang membeli hampir semua hasil panen petani, meski begitu Vian di kenal begitu baik pada semua orang.
Vian dan Kadir begitu sibuk mengawasi para pekerjanya, tak terasa waktu makan siang pun datang.
"juragan kita cari warung dulu buat makan atau gimana?" tanya Kadir.
"tak usah, tadi ada rantang dari mertua, kan sayang kalau tak di makan, oh ya tolong belikan es dan air putih," kata Vian.
"tapi juragan, nanti juragan sakit loh, kan gak pernah minum es," kata Kadir yang khawatir.
"kali ini saja, ini terlalu panas," jawab Vian.
Kadir pun tak bisa menolak, dia pun membeli es untuk Vian, setelah itu mereka makan bersama dengan bekal yang di berikan pak Yono.
sore hari Vian dan Kadir kembali ke pengilingan di sawi, pak Agus sudah selesai panen pisang dan kluweh.
"kenapa belum di bagikan pak?" tanya Vian.
"sudah juragan, ini bagian untuk juragan dan bang Kadir," kata pak Agus.
"kebanyakan pak, gini aja dua tandan pisang kepok naikkan ke mobil dan yang lain bagikan pada semua pekerjaan," kata Vian.
"siap juragan," kata pak Agus.
tak lama truk yang membawa hasil panen datang, Vian dan Kadir pun pamit, dan meminta pak Agus agar menyuruh semua orang pulang tanpa lembur.
saat di perjalanan mobil Vian tak sengaja melihat sebuah mobil hitam mogok, "berhenti Kadir, coba kau tanya mobilnya kenapa?" perintah Vian.
Kadir pun turun dan bertanya, tapi saat sampai Kadir kaget melihat Rini yang di dalam mobil, "maaf mbak, mobilnya kenapa?" tanya Kadir sopan.
"kamu buta ya, udah tau mogok malah tanya, kesel aku," jawab Rini ketus.
"coba buka kap mobil, biar saya lihat siapa tahu bisa membantu," kata Kadir.
Rini pun membuka kap mobilnya, Vian yang melihat Kadir melihat mesin pun memutuskan turun.
"ada masalah apa Kadir?" tanya Vian menghampiri orangnya itu.
"seperti nya air radiator kering juragan," kata Kadir.
"kalau begitu ambil air dari sungai saja, dari pada hak bisa jalan nih mobil, apalagi mau gelap ini," kata Vian.
Kadir pun mengambil air, tak di sangka Rini turun dan melihat Vian yang memeriksa mobilnya.
"ini sekarang pekerjaan mu, ternyata kamu makin miskin ya, mobil saja L300 yang butut gitu," ejek Rini.
Vian tak menggubris Rini yang mengejeknya, tak lama Kadir datang dan mulai mengisi air radiator.
"lain kali kalau punya mobil bagus, di cek dulu sebelum pergi, untung kami yang membantuku, kalau orang jahat sudah di rampok kamu," kata Vian sebelum pergi.
"Vian itu dia mu untukku, kau jahat," teriak Rini.
"kalau aku jahat, sudah ku biarkan kamu di sini, dan mana suami yang selalu kau bangga kan itu, sudah mati apa di bawa wanita lain," kata Vian yang pergi meninggalkan Rini terdiam.
"sudah pulang sana, aku juga mau pulang, istri dan anakku sudah menunggu di rumah," tambah Vian.
Rini makin kesal melihat Vian, pasalnya dia tak bisa lagi membuat Vian bertekuk lutut padanya seperti dulu.
"awas saja, aku buat istrimu itu tau kalau hanya aku yang ada di hatimu," kata Rini kesal.
Kalau berkenan boleh mampir dan support karyaku yang berjudul Sungguh Mencintainya 🙏😉☺️
tegas mirip Romo Jalal
pernah suatu waktu anaknya nangis g mau diam.lsg dibawanya kerumah.alhamduliah begitu kami gendong si baby lsg tenang.
aku sarankan untuk mencari ustadz yg berpengalaman.krna anak ini ada yg jagain.jdi klo ada yg niat g baik dg mengirimi sesuatu, penjaganya marah. itu yg buat si anak rewel..
alhamdulillah..skrg si anak sdh balita.
semangat Thor..🤩🤩
cerita ini sesikit banyak mengingatkan tentang kampung halaman.
pohon rambutan kembar di depan pintu. dijaga macan loreng putih. begitu diceritakan banyak yg tak oercaya dan beranggapan hanya bualan.
giliran surup (menjelang magrib datang) ada balita yg membagikan jajanan beng-beng ke maung di dwpan beberapa ibu2 tetangga.
padahal mrka tak melitah apapun didepan balita itu.
begitu ditanya,si balita bilang..jajannya buat miong yg duduk baik.
nah loh.. kicep lsg para emak2 yg denger.auto bubar masuk rumah masing2..😁😁
apakabar akira selama ini vian..??
hempaskan susukk..😆😆😆
g ada yg nyangka klo jenasah blm mau pulang tanpa maaf dri orang tsb.
jagalahblisan dan perbuatan. krna kadang tanpa kita sadari kita menyakiti orang lain tanpq sengaja dan meninggalkan luka yg mendalam.