NovelToon NovelToon
Tegarnya Seorang Ibu

Tegarnya Seorang Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: yayuk riyani

Desi adalah seorang guru di sebuah sekolah negeri, saat ini ia memiliki 3 orang anak. Si sulung bernama Bagas, adiknya Rafi dan si bungsu bernama Aqilla. Jarak umur mereka rata-rata 2 tahun. Kehidupan rumah tangga Desi awalnya baik-baik saja. Namun, kebutuhan ekonomi yang kian mendesak membuat suami Desi mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Suami Desi bekerja di luar kota demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, siapa sangka ternyata Ridwan menikah lagi diam-diam tanpa sepengetahuan Desi. Akibatnya, Ridwan menjadi abai dengan nafkah untuk anak-anaknya. Bahkan seringkali tidak memberi nafkah sama sekali, sehingga Desi harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Ya, anak-anaknya memiliki ayah tapi nasib mereka tak jauh berbeda dari anak yatim yang tidak memiliki ayah. Bahkan terkadang untuk makan pun Desi harus berhutang. Sungguh menyedihkan kehidupannya. Pernikahannya bagai tergantung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayuk riyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Kelulusan Rafi

Hari ini, hari terakhir Rafi sekolah TK. Anak kedua Desi itu, sebentar lagi akan masuk sekolah SD. Hari ini, di sekolah Rafi diadakan acara perpisahan sekaligus kelulusan dan wisuda TK nya. Desi sengaja mengambil ijin hari ini agar bisa menemani Rafi wisuda TK. Bagas tetap masuk sekolah. Mbok Muna sedang memandikan Aqilla dan Desi masih memasak untuk bekel dan sarapan mereka. Setelah Aqilla rapi, mbok Muna segera membangunkan Rafi agar bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Selesai memasak, Desi pun segera bersiap-siap. Sementara suaminya Ridwan masih bekerja shift malam. Desi sudah memberitahu suaminya kalau hari ini Rafi wisuda. Namun, entahlah suaminya bisa datang atau tidak, belum ada kepastian dari Ridwan.

"Mbok, Aqilla dan Rafi sudah rapi belum? Mbok antar Bagas dulu ya ke sekolah baru nyusul ke sekolah Rafi." , ucap Desi.

"Iya bu, ini baru selesai makein baju Rafi." , jawab mbok Muna.

"Iya mbok makasih. Bagas sudah rapi belum sayang? Bagas berangkat sama mbok Muna dulu ya. Nanti kalau sudah pulang, tunggu di sekolah aja ya, nanti pulang nya mama atau mbok Muna jemput." , ucap Desi pada Bagas.

"Iya ma. Padahal Bagas pingin lihat adek Rafi wisuda." , jawab Bagas sedih.

"Jangan sayang. Nanti mama videoin aja ya biar Bagas bisa lihat." , jawab Desi.

"Iya ma. Bagas berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum." , ucap Bagas.

"Wa'alaikumsalam." , jawab Desi.

Setelah Bagas dan mbok pergi, Desi bersiap-siap berangkat ke sekolah Rafi. Desi segera mengunci pintu. Kemudian berjalan kaki ke sekolah Rafi. Desi menggendong Aqilla dan menggandeng Rafi. Sesampainya di sekolah Rafi, para orang tua murid sudah ramai berdatangan. Desi segera menemui wali kelasnya Rafi. Kemudian Rafi bergabung dengan teman-teman nya untuk persiapan acara wisuda nya. Lalu Desi dan Aqilla menunggu acara dimulai. Desi mencari tempat duduk agak di depan supaya bisa melihat dengan jelas saat Rafi dipanggil. Desi mencoba menghubungi suaminya, namun tidak diangkat kemudian Desi menuliskan pesan melalui chat wa, bertanya apakah suaminya bisa datang atau tidak di acara wisuda TK Rafi. Kemudian tiba-tiba Aqilla berteriak memanggil mbok.

"Mbok...sini mbok...mama itu mbok." , teriak Aqilla.

"Mana sayang?" , tanya Desi.

"Itu ma di pintu gerbang." , jawab Aqilla.

"O iya." , jawab Desi.

Mbok Muna begitu mendengar suara Aqilla langsung berjalan ke arah Aqilla duduk.

"Cini mbok, duduk dicini, dicamping Aqilla." , ucap Aqilla.

"Iya Qilla, mbok duduk disini." , jawab mbok Muna.

Tidak lama kemudian, acara pun dimulai. Mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan kemudian ke acara inti. Acara inti dimulai tepat pukul sepuluh. Kemudian Desi meminta tolong mbok Muna menjemput Bagas karena Bagas pulang jam sepuluh.

"Mbok, minta tolong jemput Bagas dulu ya. Kasihan Bagas sendirian di sekolah." , ucap Desi pada mbok Muna.

"Iya bu, dekat juga kok. Mbok jemput Bagas dulu bu." , jawab mbok Muna.

"Iya mbok, makasih banyak ya mbok." , jawab Desi.

"Sama-sama bu." , jawab mbok Muna lagi.

Kemudian, Desi fokus kembali ke acara wisuda yang sudah dimulai. Satu persatu siswa dipanggil berdasarkan no urut. Desi sudah tidak sabar menunggu anak terganteng nya dipanggil. Ya, dibandingkan Bagas, Rafi memiliki wajah yang lebih ganteng. Desi segera memvideokan acara tersebut. Tidak lama, mbok Muna pun datang bersama Bagas. Bagas sangat antusias melihat acara tersebut.

Saat nama Rafi dipanggil, Aqilla, Bagas dan mbok Muna bersorak gembira memanggil nama Rafi. Sementara Desi fokus membuat video untuk kenang-kenangan nantinya. Selesai acara adalah sesi pemotretan. Desi, Bagas dan Aqilla ikut berfoto bersama. Mbok Muna nggak mau ketinggalan juga. Desi sebenarnya ingin suaminya datang dan berfoto bersama, namun sepertinya Ridwan tidak bisa datang. Pesan chat wa Desi pun tidak dibalas.

'Sepertinya mas Ridwan kembali lagi lembur, entah lembur kemana.' , bathin Desi.

'Masa bodoh aja dah, tahan Desi, jangan sampai air mata jatuh disini dan disaat seperti ini. Air matamu terlalu berharga untuk menangisi laki-laki seperti itu. Sabar...sabar..." , gumam Desi di dalam hati.

Hari-hari berlalu begitu cepat. Tanpa terasa sekarang kedua anaknya sudah masuk sekolah SD. Rafi kelas 1 dan Bagas kelas 3. Sementara Aqilla masih berumur 4 tahun, belum bersekolah. Sikap Ridwan pun tidak pernah berubah, bahkan sekarang lebih-lebih lagi. Semakin semena-mena dalam memberikan nafkah baik nafkah lahir maupun nafkah bathin. Namun, Desi malas untuk menanyakannya pada suaminya itu karena dia sudah tau jawaban nya. Sebenarnya, Desi sudah tidak sanggup lagi membayar mbok Muna, apalagi jika ingat Ridwan yang semena-mena memberikan nafkah, dia ingin memberhentikan mbok Muna, namun dia tidak sampai hati mengutarakan niat nya itu pada mbok Muna.

Keesokkan harinya, sepulang sekolah, Desi memberanikan diri bicara pada mbok Muna.

"Mbok, saya mau ngomong. Tapi mbok jangan marah ya." , ucap Desi.

"Iya bu, ngomong aja bu. Ada apa? Mbok nggak marah kok." , jawab mbok Muna.

"Begini mbok, mbok tau sendiri kan bagaimana sikap mas Ridwan selama ini, terutama dalam memberikan nafkah lahir. Malah kadang pernah sama sekali tidak memberikan uang mbok." , ucap Desi kemudian.

"Maksud saya mbok, sepertinya saya tidak sanggup lagi membayar gaji mbok Muna. Saya tidak tega sebenarnya mbok. Tapi, mohon maaf mbok, saya nggak sanggup lagi membayar mbok. Sebenarnya mbok sudah saya anggap seperti orang tua saya sendiri. Tapi, dengan berat hati mbok, saya harus memberhentikan mbok Muna. Mohon maaf ya mbok. Saya terpaksa mbok." , ucap Desi sambil menangis.

"Bu, mbok ngerti masalah yang ibu hadapi. Tapi mbok ikhlas bu, tidak usah digaji juga nggak papa bu." , jawab mbok Muna sambil menangis juga.

"Mana bisa begitu mbok, tenaga mbok nggak mungkin nggak dibayar mbok." , ucap Desi menambahkan.

"Begini saja bu, mbok ikhlas ibu berhentikan. Tapi bagaimana kalau Aqilla dititipkan ke mbok selama ibu bekerja. Kasihan Aqilla masih kecil. Ibu bawa aja Aqilla ke rumah mbok sebelum ibu berangkat dan jemput pas ibu pulang sekolah. Ibu nggak perlu bayar mbok kan ibu hanya nitipin Aqilla aja, mbok nggak kerja beres-beres di rumah ibu. Bagaimana bu? Mbok kasihan sama Aqilla, dia sudah mbok anggap seperti anak mbok sendiri bu." , jawab mbok Muna panjang lebar.

"Baiklah mbok, jika mbok nggak keberatan dititipin Aqilla. Dan saya sangat berterima kasih sekali mbok." , jawab Desi.

"Iya bu begitu saja ya. Mbok agak lega tidak kepikiran terus sama ibu. Lagian, di rumah juga mbok sendirian. Kalau ada Aqilla kan mbok ada teman nya." , jawab mbok.

"Iya mbok, makasih banyak ya mbok. O iya, ini ada uang sedikit mbok. Diterima ya mbok." , ucap Desi lagi.

"Makasih banyak bu, semoga rezeki ibu berkah ya bu." , jawab mbok Muna.

"Aamiin...makasih banyak do'a nya mbok." , ucap Desi lagi.

"Sama-sama bu. Kalau begitu, mbok pamit ya bu. Besok antar aja Aqilla ke rumah bu." , jawab mbok.

"Baik mbok. Makasih ya." , jawab Desi.

"Iya bu sama-sama. Mbok pulang bu. Assalamu'alaikum." , ucap mbok Muna.

"Wa'alaikumsalam." , jawab Desi.

1
Lee Mba Young
wanita Banting tulang laki nya mah enak, kerja pulang kelon ma wanita lain. sdng istri ttp terima Dan Cinta walau gk di kasih duit. asal pulang jatah kelon cm 3 Hari tinggl pergi lagi. itu pun burung nya dah bekas wanita lain, iuhh jijik banget kan berbagi burung suami. ya cm bgitu desi dah terima banget. kl aku mnding janda lah. ngapa in punya suami kl masih Banting tulang ngurus anak gk dapat nafkah lahir batin.
Lee Mba Young
yg aneh adlh desi, laki gk nyukupi selingkuh tp masih bertahan. kelihatan kecintaan banget. mnding janda jelas status nya. pasti alasan desi anak anak. pdhl anaknya gk Ada yg di perhatikan bpk nya🤣. sbenere bukan anak anak tp desi nya yg kecintaan ma rizwan. punya suami tp kayak janda mnding janda sekalian to. punya suami tp hidup masih jd tulang punggung.
puput: mksh komen nya kk. Desi msh jaga nama baik 2 keluarga kk jg bertahan demi anak2. Walaupun sulit jg menyakitkan. Dia msh berpikir pandangan orang trhdp dia dan anak2 nya jika bercerai.
total 1 replies
Lee Mba Young
desi laki model bgitu masih bertahan, berarti desi yg gk bisa tanpa laki nya. bukan anaknya yg gk bisa tanpa bpk nya.
pulang juga desi masih mau di tiduri ma laki nya pdhl laki nya gk peduli ma mereka kerja jauh krn punya gundik. desi tau tp masih mau berarti desi yg kecintaan ma lakinya. pdhl anak anak juga dia ngurus sendiri masih hrs kerja juga.
kl aku juga ogah jd desi.
puput
makasih komen nya kk...
Lee Mba Young
buktinya hrse di kirim ke HP mu desi trus tuntut suami mu penjarakan sm gundik nya. knp gk di simpan buktinya. mungkin krn Desi gk ingin cerai mniknati jd istri yg gk di anggap🤣.
kl Aku mnding cerai toh anak juga gk di nafkahi. cerai lbih jos bhgia walau tanpa suami.
puput: Desi terlalu takut mengingat anaknya msh kcl2 trs jg mengingat watak suaminya yg temperamen klo marah bs nekat...
total 2 replies
puput
Semangat selalu. Semoga suka dengan novel ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!