Raffi & Syila💙
Kisah cinta rumit yang di jalani dua orang remaja SMA.
Awal nya kisah mereka hanya di landasi oeh perjodohan dari orang tua mereka.
Namun siapa sangka karena perjodohan tersebut, timbul rasa cinta di hati ke dua nya.
Namun sikap dingin dan cuek Rafi mampu menutupi Rasa cinta nya kepada Syila.
bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa saja halangan dan ritangan yang di hadapi dalam mempertahankan hubungan mereka?
dan bagaimana Akhir dari kisah cinta mereka?
silahkan baca:👇
🄺🄴🅃🄾🅂 🄳🄸🄽🄶🄸🄽 🅅🅂 🄶🄰🄳🄸🅂 🄼🄰🄽🄹🄰
pemanis cerita ada di part 44 (possessive rich man 7) yah...
*Semoga kalian suka yaa...
kalau ada salah koment nya jangan pedes pedes yah😅
babay😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fithry fifhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 25
"Udah sih jalan aja!"
"Gila lo? ya kali ka Rafi gue tabrak."
"Nanti orang nya juga minggir...."
"Ga ah!"
"Dasar!"
Syila menatap malas ke arah depan... kenapa sih pria itu selalu membuat nya kesal, mau di putusin tapi masih sayang, ga di putusin makan hati mulu.
"Buka!" ucap Rafi yang kini sambil mengetok ngetok kaca jendela bagian Syila.
"Udah Div, jalan aja!" ucap Syila tanpa menoleh ke arah Rafi.
"Ga di buka, gue pecahin ni kaca!" ucap Rafi dingin.
'Hah'
"Syil buruan, Syil... keluar Syil!" panik Diva.
"Apa?"
"Keluar! gue ga mau ya kalau kaca jendela mobil gue rusak, bisa dapat ceramah bokap gue!"
"Ya ampun tega banget sih div!" ucap Syila tak percaya...
"Yaelah demi keselamatan bersama ini mah... lagian, lo ga bakal di gigit ko sama ka Rafi!"
"Gue itung sampai tiga, kalau ga keluar gue pecahin ni jendela!"
"1...."
"Syil buruan elah... ka Rafi ga pernah main main sama kata kata nya." suruh Diva dengan panik.
"Iya iya.... takutan amat sih!"
"2...."
"Yaiyalah, mobil mahal ini!"
"Iya aku keluar!"
***
"Apasih?" Tanya Syila ketus saat sudah keluar dari mobil Diva.
"Ga usah cari masalah!" ucap Rafi dingin.
"Cari masalah apaan sih? ga jelas banget...." ucap Syila acuh.
"Apaan sih ka, mundur ngga!" ucap Syila saat Rafi memajukan wajah nya, dengan satu tangan pria itu yang berada di sisi kepalanya yang menempel di mobil Diva.
"Lo tadi berangkatnya bareng siapa?"
"Kan sama kaka tadi."
"Terus kenapa pulang nya sama temen lo?"
"Ya emang kenapa? masalah gitu?"
"Ya!"
"Masalah nya apa?"
"Karena gue ga suka!"
"Hah?"
"Ayo pulang!" ucap Rafi dengan menarik tangan Syila dan melangkah menghampiri mobil BMW putih nya.
*****
"Besok lo temenin gue!" ucap Rafi tanpa menoleh karena ia sedang pokus menyetir.
"Kemana?"
"Bandung!"
"Hah, ngapain?" Tanya Syila kaget.
"Ada pertandingan basket sama SMA sana!"
"Ko aku ngga tau? ko ngga pake di adain rapat osis sih?"
"Ribet!" ucap Rafi datar.
"Terus semua anak osis ikut?"
"Ikut lah!"
"Cuman anak osis doang?"
"ada siswa siswa-siswi lain jadi suporter!"
"Aku ga mau ikut...," ucap Syila yang membuat Rafi menatap nya sekilas.
"Kenapa? lo kan wakil ketos, jadi nanti lo yang ngurus semua nya saat gue tanding!"
"Ga ah, jauh!"
"Ck ketimbang bandung sama jakarta doang!"
"Tetep aja jauh, luar kota!" ucap Syila kekeh membuat Rafi terdiam sejenak.
"Yaudah terserah lo... tapi jangan salahin gue kalau gue berangkat bareng cewe, karena gue mau bawa mobil!"
"APA?"
*****
Semua siswa berhamburan dari area lapangan saat seorang kepala sekolah telah menyampai kan amanatnya. ya, hari ini para anggota osis, pemain basket, dan para siswa akan menuju bandung untuk pertandingan basket. dan hanya sekitar 150 orang an saja yang ikut dalam acara tersebut.
"Mau kemana?" Tanya pria tampan ini kepada sang kekasih, dengan tangan milik nya yang mencekal tangan kekasihnya.
"Aku mau naik bus!" jawab gadis itu, Syila.
"Lo ikut mobil gue!"
Syila melepaskan cekalan tangan pria tampan itu yang tak lain adalah Rafi dengan kasar.
"ga ah... aku mau naik bus aja!"
"Di bus sesek sesek an terus panas juga!"
"Biarin aja,"
"Ck keras kepala,"
"Bodo amat!" ucap Syila acuh dan kemudian pergi meninggalkannya Rafi dan menuju bus yang mulai di taiki para siswa,
Baru saja gadis ini akan menaiki bus, namun tiba tiba ada yang menarik nya dari belakang,
"Ah lepasin, lepasin!"
"Ka Rafi apaan sih? turunin ngga!"
"Ka Rafi malu ih!"
Ucap Syila sambil memukul mukul punggung Rafi saat pria itu menggendong nya dengan kaki di depan dan kepala di belakang. persis seperti karung beras. apalagi jadi tontonan para siswa, hadeh.... malu malu in tau nga.
"Udah selesai ngoceh nya?" Tanya Rafi datar seusai mendudukan gadis itu di kursi lamborgini merah nya.
Hadeh.....
mobil nya gonta ganti mulu si Rafi
Holang kaya memah bebas
Syila gadis ini membuang muka nya acuh, malas untuk menatap wajah so tampan milik kekasih nya itu. sedangkan Rafi, pria itu menatap Syila datar dan kemudian menutup pintu mobil nya. dan memutar untuk memasuki pintu mobil nya yang sebelah, bagian kemudi.
Selama di dalam perjalanan menuju bandung tidak ada yg bersuara, baik Syila maupun Rafi, mereka sama sama diam. hanya terdengar hiruk pikuk kendaraan dan kelakson kelakson mobil dan motor.
*****
Rafi memasukan mobil nya ke gerbang besar sekolahan yang bertuliskan 'SMA PELITA' dan di ikuti mobil mobil geng nya di belakang, sedangkan bus, kendaraan itu hanya berhenti di depan gerbang.
Baru saja mobil Rafi dan cs nya memasuki halaman sekolah, namun mereka sudah di sambut teriakan teriakan para Siswa, dan ocehan ocehan unfaedah para siswi perempuan.
"Anjirrr itu mobil bening banget!"
"Orang kaya itu pasti!"
"Iya malahan banyak banget lagi!"
"Pasti cogans dalam nya!"
"Gue ketoilet dulu ya, mau dandan!"
"Ikut Woy...,"
Begitulah kira kira ocehan para siswi perempuan yang berada di sekitar situ saat melihat mobil Rafi and the genk.
Rafi memarkirkan mobil nya di parkiran SMA PELITA dan di ikuti juga mobil hijau milik abun dan biru milik putra, dan yang lainnya pula.
*******************************************