Bagaimana rasanya saat kamu terpaksa harus menikahi gadis yang menjebakmu? Itulah yang di alami Keenan Wijaya, dia terpaksa menikahi gadis yang sudah dengan sengaja menjebaknya, Anindira.
"Aku akan membuatmu menyesal karena telah menjebakku!" ujar Keenan.
Apakah rumah tangga itu akan kandas di tengah jalan atau akan tetap langgeng dan menimbulkan benih-benih cinta di hati keduanya?
Apa yang melatar belakangi Anindira melakukan penjebakan itu?
Jangan lupa, like, favorite, komen dan vote-nya ya🤗.
Follow:
~ Fb: Samudra Lee
~ Ig: Samudra_Lee_19
Salam sayang dari otor ter--KECEH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Dira memejamkan matanya saat wajah tampan Keenan tepat berada di depan wajahnya. Bahkan hembusan napas Keenan menyapu hangat di kulit wajah Dira. Apalagi saat satu tangan Keenan hampir mendekat ke arahnya dan itu semakin membuat Dira gugup.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Kamu kira aku mau menyentuhmu?" tanya Keenan. Dia mengambil bantal yang ada di belakang Dira dan memberikan bantal tersebut kepadanya. "Tidurlah di sofa, aku tidak terbiasa berbagi tempat tidur dengan orang asing!" seru Keenan, dia menatap sinis Dira.
Keenan bangkit dari posisinya dan mengambil handuk dari dalam lemari. Setelah itu dia masuk ke kamar mandi.
"Apa yang tadi aku pikirkan? Kenapa aku sampai berpikiran kalau si Kee bakalan ngapa-napain aku. Bener-bener bodoh." Dira menggerutu dalam hati, dia bahkan memukul kepalanya sendiri. Dira kemudian mengambil bantal yang diberikan oleh Keenan dan menaruhnya di atas sofa yang terletak di sebelah kanan ranjang tempat tidurnya.
"Aaaaaa," teriak Dira saat melihat Keenan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dipinggangnya.
"Husstttt, jangan berteriak!" Keenan menempelkan jari telunjuknya di atas bibir.
"Kamu yang membuatku berteriak, harusnya kamu itu pakai bajumu di kamar mandi, jangan keluar dengan mengenakan handuk saja," omel Dira tak mau di kalah, dia masih memalingkan wajahnya.
"Bukannya malam itu kamu berusaha merayuku." Kembali Keenan berjalan mendekat ke arah Dira. Dirapun langsung melangkah mundur.
"Kenapa? Takut? Bukankah kita sudah sah, rasanya tidak masalah jika aku melakukan hal lebih terhadapmu." Keenan mengatakan itu sembari melangkah maju. Satu langkah Keenan mendekai Dira, satu langkah pula gadis itu mundur. Dan akhirnya langkah Dira berhenti saat tidak ada lagi ruang untuk dirinya melangkah mundur.
Dira menutup kedua matanya dengan tangan saat Keenan tiba-tiba melepas handuk yang melilit di tubuhnya.
"Dasar mesum!" teriak Dira dengan mata yang tetap tertutup.
Keenan tersenyum melihat Dira yang ketakutan.
"Ayo pakai handukmu! Aku tidak mau mata suciku ternoda karena melihat hal-hal aneh!" seru Dira dengan kedua telapak tangan yang masih menutupi wajahnya.
"Pikiranmu saja yang mesum," jawab Keenan. "Makanya buka matamu dan lihat apa aku benar-benar telanjang!"
Dira sedikit memberanikan diri untuk membuka matanya. Pertama-tama dia membuka satu matanya dan mengintip disela-sela jari yang dia gunakan untuk menutup wajahnya. Dia bernapas lega saat melihat Keenan ternyata masih memakai boxer dan tidak sedang telanjang.
"Tapi kenapa kamu masih di sini? Harusnya kamu cepat pakai bajumu, bukannya malah berdiri didepanku seperti ini," oceh Dira.
Keenan menunjuk ke belakang Dira menggunakan isyarat mata.
"Ap--"
Dira tidak melanjutkan perkataannya saat menyadari kalau ternyata dirinya berdiri di depan lemari.
"Maafkan aku," ucap Dira. Dia sedikit menggeser tubuhnya dan memberikan ruang kepada Keenan untuk mengambil baju dari dalam lemari.
"Kamu tidak gerah?" tanya Keenan pada Dira.
"Gerah sih."
"Terus kenapa masih disini?" tanya Keenan lagi.
Dira masih diam, dia seperti ingin menyampaikan sesuatu, tapi enggan.
"Mau aku mandiin?"
"Tidak, tidak, tidak," jawab Dira cepat.
"Lalu?"
"Aku ... aku tidak bawa handuk apalagi baju ganti," jawab Dira lirih, namun, masih didengar oleh Keenan.
Keenan kembali menghela napasnya kasar. Dia mengambil handuk bersih dari dalam lemarinya dan memberikannya pada Dira.
"Lalu bagaimana dengan bajuku?" tanya Dira lagi.
"Malam ini kamu bisa memakai bajuku, pilih saja sendiri mana yang muat di tubuhmu. Tapi awas, jangan sampai kamu mengacak-acak isi lemariku!" jawab Keenan seraya memberikan ancaman kepada Dira. "Besok aku akan suruh orang untuk mengambil pakaianmu."
Setelah Keenan memakai piyama dan naik ke atas tempat tidur, barulah Dira memilih baju dari dalam lemari. Dira mengambil hem panjang milik Keenan dan membawanya masuk ke kamar mandi.
Cukup lama Dira berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia mulai mengelap tubuhnya dengan handuk yang dipinjamkan oleh Keenan.
"Rasanya tidak enak kalau aku harus memakai ini lagi," keluh Dira sambil menatap underware ditangannya.
"Si Macan itu lagi ngapain ya?" batin Dira. Dia membuka sedikit pintu kamar mandinya untuk mengintip hal yang sedang dilakukan oleh Keenan. Dira tersenyum senang saat melihat Keenan sudah tidur diatas tempat tidurnya.
"Sepertinya tidak apa-apa kalau aku tidak memakai ini, lagian si galak itu juga sudah tidur," ucap Dira. "Lebih baik aku taruh disini saja dulu, besok akan aku cuci." Dira meletakkan underware miliknya pada tumpukan baju kotor milik Keenan. Setelah dia memakai hem yang tadi dia ambil dari dalam lemari, barulah Dira keluar dari kamar mandi.
Dira sudah menata bantal di sofa dan hendak tidur diatasnya. Namun, saat menyadari tidak ada selimut, dia kembali bangun dan mencari selimut didalam lemari.
"Kenapa tidak ada selimut disini," gerutu Dira. Dia tidak mungkin tidur tanpa menggunakan selimut, apalagi saat ini dia sedang tidak memakai pakaian dalamnya. Dan matanya berbinar saat melihat ada selimut disamping bantal Keenan. Dengan hati-hati Dira mengambil selimut itu, namun, dia tidak berhasil menarik selimut tersebut karena ternyata ada ujung dari selimut tersebut yang tertindih oleh badan Keenan. Dengan sangat hati-hati Dira naik ke atas tempat tidur untuk meminggirkan tubuh Keenan agar dia bisa lebih mudah untuk mengambil selimut itu.
Tapi nasib apes justru dialami oleh Dira, tubuh Keenan yang berusaha untuk dia dorong agar bisa mengambil selimut malah berbalik ke arahnya dan memeluk tubuhnya.
Mata Keenan langsung terbuka saat menyadari sesuatu, demikian juga Dira, matanya membeliak sempurna karena ada yang dia rasakan.
🌸🌸🌸
Nah lho, nah lho, apalagi itu?🤔
Yuk, berikan like, komen dan votenya ya buat Babang Kee dan Dira. Lope lope sekebon toge 😍😍
Salam sayang dari otor ter--KECEH🌷