NovelToon NovelToon
Merebut Tunangan Orang

Merebut Tunangan Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: uwakmu

Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Keputusan

Tio Satrio dari sebrang nelpon, malah justru khawatir kepada Ibunya, Bahwa Ayahnya menindas Ibunya.

Kenapa dia berpikir demikian? Karena setiap malam Jumat, Ibunya terus berteriak minta ampun, di kamar kedua orang tuanya.

Saat Tio tanyakan itu kepada Ibunya, Ibu Cahya Sinaga sangat malu, karena mengetahui dirinya berteriak tadi malam begitu kencang, hingga kedengaran sama Putranya.

Hanya bisa menjawab, dengan muka padam. "Tio sayang... Ibu baik-baik saja kok, aku dan Ayahmu, hanya main kartu tadi malam, kalau sampai kalah, akan dicubit."

Mendengar jawaban itu, Tio tidak bisa menerima. "Dasar Ayah jahat, beraninya menindas Ibuku, lain kali, jangan main kartu sama Ayah!" Ucapannya yang begitu marah kepada Ayahnya.

Dan kalian tahu, itu bukan sekedar main kartu biasa.

......................

"Ibu... Ibu... Ada apa?! Apakah Ayah menindas mu!" Teriakkan Tio, karena suara Ibu di telepon, malah tidak ada suara sesaat, hal ini membuat Tio semakin khawatir kepada Ibunya.

"Tio sayang... Jangan berkata begitu, Ayah menyayangi ku kok, jadi... Jangan kamu cemaskan itu, akan tetapi justru Ibu harus bertanya, kamu dapat masalah apa? Sampai menghubungi Ibu." Balasan Cahya Sinaga, karena dirinya sudah merasa tenang.

......................

Karena saat yang lalu, dirinya ditindih oleh suaminya, dan menjelaskan semuanya, kenapa Tio bisa tiba di Ibukota Tokyo Jepang? Karena malu di perilaku seperti itu, belum lagi ada sempat sentuhan lembut, sekujur tubuhnya, mau tidak mau, Cahya Sinaga mengampuni tindakan suaminya. "Hentikan... Aku bisa kembung sembilan bulan." Ujar Cahya Sinaga.

Setelah mendengar itu, suaminya hanya bisa tersenyum, dan segera melepaskannya, dia sangat takut dirinya akan tidur di luar.

......................

"Masalah sangat besar Ibu." Ujar Tio merasa ragu untuk mengatakannya.

"Iya lah, jadi besar masalahnya, kamu pergi aja, nggak ada bilang-bilang sama Ibu, malah pakai rahasia-rahasia segala, sama Ayahmu, kalian dua ini, bikin Ibu kesal aja, cepat katakan! jangan bikin Ibu menunggu!" Ngomel Cahya Sinaga. "Kalau kamu tidak katakan segera, Ibu... Akan menghajar mu! Kalau kita sempat ketemu!" Sambungnya, yang begitu sangat marah besar.

Tanpa basa-basi, Tio langsung menjawab. "Kebiasaan buruk ku, memukul pantat anak gadis, membuat aku di jebloskan ke Penjara Ibu."

Membuat Cahya Sinaga sangat marah besar kepada suaminya. "Lihat anakmu! Sudah masuk penjara, hanya gara-gara memukul pantat anak gadis! Selama ini, kamu ajarkan apa sama dia?!"

"Oh benarkah... Berikan handphone mu sekarang!" Ujar Hamzah, tanpa ada persetujuan dari Istrinya, dia merebut handphone Istrinya tanpa rasa bersalah.

Setelah mendapatkan ya, dia langsung katakan ini kepada Tio. "Apakah gadis yang kamu pukul itu sangat cantik?" Tanyanya.

"Iya Ayah, dia sungguh cantik, dan sangat menyebalkan, padahal aku sungguh minta maaf, tapi dia tidak mengampuni ku, sehingga aku berakhir dipenjara." Jawaban Tio kepada Ayahnya.

Hamzah mendengar itu, hanya bisa ketawa keras, sambil berkata. "Kebiasaan dikampung halaman mu, ternyata kebawa ke negeri orang, boleh Ayah tanya padamu."

"Apa itu Ayah?" Tanya Tio penasaran.

"Apakah kamu menyukainya Tio?" Tanya Hamzah begitu santai, sedangkan Cahya Sinaga hanya bisa mendengar obrolan Ayah dan anak itu.

"Aku sangat menyukainya Ayah." Jawab Tio, dengan wajah serius.

Sekali lagi Hamzah ketawa keras, setelah mengetahui jawabannya. "Kalau sungguh menyukainya, taklukkan dia sampai dapat." Ujar Hamzah, tanpa ragu, dia putuskan panggilan, karena dia tahu, anaknya akan menjawab iya, di dalam lubuk hatinya.

"Apakah kamu yakin? Kamu berkata begitu terhadap Tio." Ucapan Cahya Sinaga khawatir terhadap anaknya.

"Istri tercinta... Kita berdua sudah bekerja keras untuk mendidiknya, agar anak itu, akan tubuh menjadi anak yang akan dibanggakan, sekaligus tahu, apa itu balas budi?" Terang Hamzah, agar Istrinya mengerti.

"Baiklah... Aku percaya padamu untuk kali ini." Ucapan Cahya Sinaga.

......................

Hanya saja perkataan Hamzah, akan terjadi gelombang besar, di ibukota Tokyo Jepang.

Kenapa aku berani berkata begitu? Itu karena Tio, akan berusaha keras, taklukkan Handoyo Chuzuru, hingga dapat, itu artinya... Dia akan kabur dari Penjara, bagaimana pun caranya. "Sesuai perkataan Ayah, Chuzuru... Akan menjadi milikku, dan akan kubawa pulang di hadapan Ayah." Ucapan Tio, dengan menggunakan bahasa Indonesia yang begitu fasih.

"Sial... Pembicaraan mereka pakai bahasa Indonesia, sehingga diriku, tidak tahu apa isi pembicaraan mereka, tapi setidaknya, alat sadap itu, bisa terjemahkan." Ucapan Pak Abe, dengan wajah sumringah dingin, tanpa tahu, alat sadap ya sudah di rusak oleh Tio.

Sayangnya... Itu tidak akan lama lagi, Hunter peringkat S bermunculan, salah satunya Hunter, yang bisa serangan Jarak jauh, membuat Tio, punya alasan untuk kabur.

Dia berdiri salah satu gedung kantoran, yang tak jauh dari posisi Penjara Menara, dengan busur dan anak panah di tangannya, dia pun berkata. "Target terkunci."

Suara earphone bluetooth ditelinga dia, menjawab. "Tembak sekarang!"

Tanpa basa-basi, Hunter peringkat S itu, melepaskan anak panahnya, dan melesat ke arah Tio, dibalik jendela ruangan kantor, telah terbuka lebar untuknya.

Dan posisinya sungguh menguntungkan, anak panahnya kena tepat bahu kanan Tio, sekaligus tertancap bagian dinding Kantor Pak Abe.

Pak Abe melihat adegan itu, merasa terkejut. "Siapa yang menyerang?" Tanyanya penasaran.

Setelah perhatikan baik-baik, dia langsung tahu seketika, siapa orang yang berani menyerang Tio? "Keluarga Panji, si ahli penyihir Agung, Panji Agoda." Ucapan Pak Abe, dengan merasa bangga.

"Pak Abe... Kamu melanggar aturan, jangan salah aku, untuk menghancurkan segalanya." Tanggapan Tio penuh amarah dan dendam.

"Tio... Tio... Kamu sungguh tidak tahu malu, apakah kamu lupa? Kamu itu seorang tahanan, apalagi semua masyarakat Jepang tahu soal ini, bahwa dirimu terlahir sebagai keturunan Iblis, semua orang akan memusuhimu." Ungkapan Pak Abe, karena merasa dirinya paling menang.

"Artinya... Kalian anggap aku penjahat, kalau begitu, antara kamu dan aku adalah musuh." Ujar Tio.

Pak Abe yang mendengar itu, hanya bisa ketawa keras, Agoda yang hadir pun, merasa heran atas tingkahnya. "Apa yang terjadi? Kenapa anda ketawa Pak Abe?" Tanya Agoda, dengan melangkah masuk dari Jendela.

"Pak Agoda... Aku senang kamu datang, kalau anda tidak datang, Menara Penjara, akan hancur seketika." Balasan Pak Abe, yang begitu sungkan kepada Pak Agoda.

Nilai dengan tampilnya saja, Pak Abe langsung tahu, seorang mahasiswa Jenius, yang tak terkalahkan.

"Menghancurkan... Emang dia bisa." Ucapan Pak Agoda meremehkan.

"Yo... Yo... Apa yang kalian bicarakan? Apakah aku ketinggalan sesuatu?" Ucapan yang paling gagah di sana, di membawa hewan peliharaan Hewan salamander beracun, dan merupakan salah satu Keluarga besar di Jepang, dia bernama Matahari Suke, dengan tampilan seorang Shinobi terkenal.

"Pak Suke... Kamu datang juga." Sambutan Pak Abe.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!