Aku belajar bahwa keberanian tidak akan pernah absen dari ketakutan.
Orang yang berani bukan mereka yang tidak pernah merasa takut.
Tetapi, mereka yang bisa menaklukkan rasa takut itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiffany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKN Desa Sumber Kantil ~ 4
...📖 Sebelum membaca,...
...Jangan lupa klik like, vote dan rate....
...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....
...(Cerita ini kupersembahkan untuk teman-teman ku KKN-PPM19~ nama, tempat, waktu kejadian disamarkan)...
...Happy Reading...
...----------------...
Abian dan Fendy mengecek ke belakang kamar mandi untuk melihat lubang angin yang dimaksud oleh Ayu. Dimana ayu melihat sepasang mata mengintip dari sana. Namun, keduanya tidak menemukan siapa-siapa di sana.
"Kok bisa sih?"tanya Mita yang merasa ngeri mendengar cerita tentang sepasang mata mengintip dari balik lubang angin.
"Aku dan Fendy sudah mengecek dan tidak ada siapa-siapa di sana,"ujar Abian.
"Benar sekali, dan menurut ku sepertinya tidak mungkin sekali orang melakukan hal itu,"sahut Fendy.
"Kamu yakin sekali, apa alasanmu mengatakan hal itu?"tanya Koko kepada Fendy.
"Begini ya, ada 3 alasan kenapa aku berani mengatakan hal ini. Pertama, ketinggian antara tanah dengan lubang angin itu ada sekitar 2 meteran. Kedua, tepat dibalik kamar mandi mandi itu adalah tempat pembuangan sampah. Lalu yang ketiga adalah siapa yang sebegitu isengnya mengintip orang mandi, sedangkan lokasi kamar mandi tampak dari jalan. Apa dia tidak bakalan diketahui orang nantinya kalau nekad melakukannya,"ujar Fendy menjelaskan.
Ketujuh belas mahasiswa pun mendengarkan pendapat Fendy tersebut. Mereka juga sependapat dengan pemikiran Fendy.
"Lalu siapa yang mengintip aku tadi dong?"tanya Ayu masih merasa takut.
"Itu....aku juga tidak tahu,"jawab Fendy jujur.
"Bukan semacam hantu gitu kan?"ujar Mita yang mendadak merinding mendengar cerita dari Ayu.
"Aku kok jadi merinding ya kan,"sahut Sisil.
"Iya bener,"jawab Devi.
Dan kasak kusuk pun mulai terjadi di dalam kelompok tersebut. Abian tidak ingin membuat kelompoknya menjadi tidak fokus akibat beberapa kejadian aneh yang terjadi di rumah tersebut.
"Sudah, sudah, teman-teman. Sebaiknya kita tidak berpikir yang macam-macam. Karana akibat sugesti kitalah yang akan membuat diri kita ini berpikir yang berlebihan. Sehingga menimbulkan ketakutan yang berlebih. Tidak dapat dipungkiri jika makhluk itu memang ada. Tetapi kita tidak boleh takut yang berlebihan juga,"ujar Abian menasehati teman-temannya yang lain.
"Baiklah, solusi dari permasalahan ayu ini. Tolong besok lubang angin di kamar mandi itu ditutup dengan kertas koran saja. Atau kalau ada papan kayu besok dipasang saja disana. Agar tidak ada lagi yang mengintip. Tadi aku sudah meminta ijin kepada pak Kusno,"kata Abian kembali.
"Kita sekarang sudah waktunya istirahat. Jangan kepikiran yang aneh-aneh lagi. Baca doa sebelum tidur ya,"ujar Abian berpesan sebelum rekan-rekannya itu beranjak dari rapat koordinasi mereka.
......................
Sudah hampir tiga Minggu tidak terasa kelompok mereka sudah melakukan tugas yang diberikan oleh pihak kampus. Abian dan rekan-rekannya juga sudah mampu menghasilkan sebuah tiwul instan hasil dari usaha mereka selama ini. Bahkan kunjungan dari kampus pun telah mereka dapatkan. Rektor kampus datang dengan sebuah liputan khusus untuk merekam kegiatan-kegiatan mahasiswa yang sedang melakukan KKN khusus tersebut.
Pemasaran pun sudah mereka lakukan juga. Dengan adanya 4 orang tim sebagai pelaksana pemasaran. Mereka memasarkan tiwul instan hasil buatan mereka ke pasar-pasar, tempat-tempat wisata dan juga toko-toko yang ada di kota. Mereka mengemas barang dagangannya dengan baik dan sesuai tuntutan pasar.
Siang itu para mahasiswa yang berada dk rumah Pak Kasno sedang bebas tugas. Karena pekerjaan mereka sudah banyak yang kelar jadi mereka sudah tidak terlalu aktif kembali.
Di sebuah kamar cewek, ada Fany, Ayu, Devi dan Merlin sedang asyik menonton film horor dengan menggunakan laptop Ayu. Keempat gadis itu menonton film menyeramkan tersebut sambil terkadang berteriak sendiri karena kaget melihat kemunculan hantu dalam film tersebut.
Tiba-tiba saja datanglah Fendy yang membuat keempat cewek itu terkejut karenanya.
"Heh, Fen! lu bisa nggak sih nggak bikin orang kaget jantungan begitu!"ucap Fany kesal karena kedatangan Fendy mengagetkan saja ditengah-tengah horornya film hantu yang mereka tonton.
"Hmm..maaf..maaf...."ujar Fendy namun raut wajahnya menunjukkan wajah orang ketakutan.
"Fen, kamu kok tampak aneh begitu sih? Kamu kenapa?"tanya Ayu yang merasa bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri Fendy yang nggak biasanya seperti itu.
"Hmm, kalian di sini saja ya, jangan keluar-keluar,"ujar Fendy sambil berjalan mendekati ke empat cewek itu.
"Memang kenapa sih lu aneh banget dah?"tanya Fany sekali lagi.
"Iya, kenapa mendadak aneh kamu, sakitkah kamu?"tanya Devi ikut penasaran.
"Bukan...bukan....ini masalah itu. .astaga...aku merinding deh,"kata Fendy sambil bergidik ngeri. Semua cewek di kamar itu menjadi parno sendiri dibuatnya. Ada apa sebenarnya dengan diri Fendy tersebut. Fany segera menghentikan pemutaran film sejenak.
"Lu kenapa fen, jawab yang bener. Kenapa mendadak gagap begini?"tanya Fany yang mengenal Fendy sejak awal kuliah karena mereka sama-sama satu organisasi di kampus.
"Itu fan, si Mita kesurupan di kamar sebelah,"ucap Fendy.
"Apa!!!"sahut semua cewek yang ada di kamar itu. Kemudian mereka segera turun dari atas ranjang dan bergegas menuju ke kamar sebelah.
"Astagfirullah...,"ucap Devi yang tidak menyangka jika teman satu kamarnya sekarang sedang kejang-kejang sambil teriak-teriak dan juga melotot matanya.
Mifta tampak sibuk memegangi kedua kaki Mita yang meronta-ronta minta dilepaskan. Sisil duduk di samping Mita sambil berusaha menenangkannya. Sedangkan cowok-cowok yang lain hanya berdiri melihat saja.
"Heh, ini kok malah pada diam saja sih, bantuin Napa? Dimana Abian?"tanya Fany yang baru masuk ke kamar Mita.
"Kita nggak berani, Fan. Abian dan Koko ke kota ambil beberapa kebutuhan kita,"sahut Mifta yang sibuk menahan kaki Mita.
"Lha ini kamu apain si Mita, Mif?"tanya Fany kembali.
"Aku kasih bawang putih ini kakinya biar nggak ngamuk-ngamuk terus,"jawab Mifta dengan polosnya.
Fany hanya menepuk jidatnya mendengar jawaban Mifta.
"Astaga, Mif, emang dia ini vampire apa kamu kasih bawang putih,"sahut ayu.
"Sudah ya, dia ini harusnya dibacain doa di kedua telinganya. Semua yang disini baca ayat kursi dan surat An-Nas,"ucap Fany memerintahkan semua temannya yang ada di dalam kamar itu.
Semuanya menuruti apa kata Fany. Mita berteriak begitu kencang ketika Fany membacakan Ayat Kursi dan surat An Nas di kedua telinganya. Bahkan si Fany hendak dipukul untung saja Ayu segera menangkap tangan Mita sebelum melukai si Fany. Semua yang ada di kamar itu semakin keras membaca Ayat Kursi. Mita berteriak sangat kencang sambil meronta kesakitan kemudian dia pun pingsan.
"Mif, periksa dia, kamu kan anak PMR,"perintah Fany begitu melihat Mita tidak sadarkan diri. Mifta bergegas mengecek diri Mita dan mencoba membangunkan Mita dengan minyak kayu putih yang dibaukan ke hidung Mita.
"Aku dimana?"itulah pertanyaan pertama Mita setelah dia sadar dari pingsannya.
Semua yang ada di ruangan itu merasa lega dengan kesadaran Mita. Sisil dan Devi sebagai teman sekamar Mita pun akhirnya merawat temannya itu pasca kesurupan. Sedangkan yang lainnya keluar dari kamar tersebut untuk memberikan ruang yang lega kepada Mita.
"Wah, ternyata kamu pawang orang kesurupan juga ya, Fan. Kegalakanmu menakuti bangsa mereka juga,"celetuk Fendy dengan somplaknya.
"Gundulmu itu!"ujar Fany sambil menoyor kepala Fendy yang sudah ngomong seenaknya mengenai dirinya.
"Astaga, Fan, nggak ada baik-baiknya kamu sama aku, ya,"ucap Fendy sambil mengusap kepalanya yang sakit akibat toyoran Fany.
...----------------...
👻 to be continued KKN Desa Sumber Kantil ~ 5
ketinggalan banyak nih
boom like dulu ya Thor
🙏🙏🙏