Follow my instagram : @anak_kost_joy
Musim kedua Simpanan Pria Arogan.
Kisah lucu namun pelik akan dilalui oleh Rean seorang mafia dingin yang telah jatuh cinta pada gadis super kaya, manja namun lugu bernama Lily.
"Apa kau lihat-lihat? memang nya kau mau memberikan aku bibit untuk membuat anak?" sahut Lily kesal melihat pandangan Rean padanya seolah sedang meremehkan Lily.
"Deg ... Deg!" Jantung Rean secara tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Baru kali ini dia merasakan perasaan itu.
"Mau! aku juga ingin memiliki anak, jika kau bisa menyediakan wadah untukku, aku bisa memberikan mu bibit unggul ku!" jawab Rean tidak mau kalah pada Lily.
"Deg ... Deg! apa-apaan dia ini? aku kan hanya bercanda," gumam Lily tiba-tiba memalingkan wajahnya karena sekarang tiba-tiba saja hawa berubah menjadi semakin panas pastinya wajah Lily sedang amat merah.
Akan ada bonus part Winston dan Luna nanti tapi hanya bonus ya, cerita utama tetap berfokus pada Rean dan Lily.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anak Kost, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan darurat!
***
Masih di sebuah markas rahasia,
Bos misterius pemegang rotasi perdagangan di pasar gelap yang menyeramkan ini sudah berang dan tidak suka karena Winston dan anggota mafianya yang bergerak secara misterius itu mengganggu bisnisnya.
“Siryu, berikan pesan besok melalui kode komputer, beritahu budak itu jika mereka bukan apa-apa, berikan semua data mengenai masa lalunya, awasi mereka menggunakan kamera yang ada di komputer mereka masing-masing, retas ponsel mereka dan awasi pergerakan mereka satu persatu, kita akan memulai rencana kita!” seru pria berbaju hitam itu pada anggotanya yang bernama Siryu, orang jepang yang memiliki kemampuan jenius dalam program komputer dan semacamnya.
“Baik Bos, akan saya laksanakan sekarang juga!,” seru Siryu dengan seringai menyeramkan layaknya iblis, dia sangat suka kekacauan seperti ini, dia sangat menikmati jika seseorang kalah darinya.
“Dan kau tetap awasi mereka dari dekat, saat aku memberikan kode padamu maka kau harus melaksanakan tugasmu!” seru bos dari perkumpulan itu pada seseorang di ruangan itu yang juga bagaian dari anggotanya.
“Untuk Rutaf, berikan mereka hadiah kecil besok, kecil tapi meriah, aku suka hadiah seperti itu, jangan kecewakan tamu kecil kita,” decak pria itu sudah merencanakan rencana nya dengan sangat matang.
“Sebuah rumput liar memang harus segera dipotong agar tidak merusak pemandangan!” decaknya sembari mengisi kembali peluru timah pada senjata yang ia pegang.
Sepertinya kali ini, lawan pihak Rean bukanlah lawan yang mudah, sepertinya kekhawatiran mereka di masa lalu akan segera terjadi.
***
Keesokan harinya,
Pasangan suami istri yang baru saja melakukan malam pertamanya itu masih saja tertidur, baru kali ini Rean tertidur begitu lama, dia lupa waktu, hanya dengan memeluk wanita yang sudah menjadi istrinya ini membuatnya merasa nyaman dan tenang, bahkan dia tidak bermimpi buruk lagi.
“Tring … Tring … Tring”
Deringan ponsel Lily membuyarkan tidur mereka,
“Sayang, siapa itu?” sahut Rean pada istrinya yang hendak mengangkat telepon itu.
“Tidak tahu, ini dari nomor yang tidak tersimpan di kontakku,” sahut Lily masih mengantuk dan segera mengangkat telepon itu.
“Halo?” sahut Lily dengan suara yang sedikit parau karena baru saja bangun.
“Halo Nyonya, apakah Bos Rean ada disitu bersama Nyonya? ada keadaan genting yang sudah terjadi, kami menghubungi ponsel Bos tetapi yang mengangkat adalah orang lain, jadi kami melacak nomor ponsel Nyonya untuk memastikan keadaan Bos,” seru seorang pria dengan nada yang sedikit panik.
“Hah? Bos? suamiku? Bos? apa-apaan ini, sepertinya kau salah sambung!” ketus Lily hendak mematikan ponsel itu.
“Tunggu, tunggu, Nyonya, berikan ponselnya sebantar pada Bos Rean,” seru pria itu sepertinya sedang panik.
“Siapa sayang?” sahut Rean sekarang sudah bangun, dia melihat jika ekspresi istrinya ini sudah sedikit kesal.
“Tidak tahu, katanya kau adalah Bos mereka, sepertinya dia salah sambung,” seru Lily hendak mematikan ponsel itu, namun segera Rean meraih ponsel itu dengan cepat dan mengangkatnya.
Lily terheran saat melihat wajah Rean yang langsung berubah, terlihat sangat serius dan dingin, bukan seperti Rean yang memeluknya semalaman.
Rean langsung pergi ke balkon kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu balkon, dia tidak ingin pembicaraannya didengar oleh istrinya ini.
“Sebaiknya ini hal yang serius, beraninya kau melacak nomor ponsel istriku, jika ini bukan hal yang penting aku akan menghajarmu sampai kau tidak bisa bicara!” ketus Rean kecewa saat mengetahui jika bawahannya dengan sangat berani melacak nomor ponsel istrinya.
“Maafkan saya Bos, tetapi ada hal yang mendesak sedang terjadi, sebaiknya Bos membuka berita utama hari ini,” seru anak buahnya itu dengan nada yang panik, entah apa yang sudah terjadi.
Rean yang masih merasa ragu segera membuka berita utama, sungguh terkejutnya Rean saat membuka berita itu dan melihat judul utamanya.
“Kau bercanda! tidak mungkin ini terjadi! sialan!” decak Rean langsung bergegas menutup ponsel itu dan mempersiapkan dirinya menuju perusahaan milik saudaranya, winston.
“Lily maafkan aku, ada hal yang mendesak sedang terjadi, sebaiknya kau jangan keluar rumah, nanti aku akan memerintahkan beberapa orang untuk menjagamu, aku harus segera pergi,” decak Rean hanya membasuh wajahnya dan memakaian pakaian formalnya.
Sepertinya urusan kali ini benar-benar serius, mengejutkan dan disaat yang sama menakutkan.
“Tu … tunggu, ada apa memangnya? mengapa aku tidak bisa keluar rumah? mengapa kau menyuruh orang lain untuk menjagaku?” tanya Lily dengan banyak pertanyaan.
“Kukatakan jangan keluar rumah kau harus menurut, ini demi kebaikanmu, bukan saatnya menjelaskan semuanya ini, ikuti perkataanku dan jangan membantah!” seru Rean dengan nada yang tegas dan segera meninggalkan Lily.
“Apa? apakah dia baru saja membentak aku? apakah pengantin baru itu seperti ini? baru juga sehari menikah aku sudah ditinggalkan, sebenarnya apa yang sudah terjadi! kenapa dia berubah menjadi sangat dingin?” ketus Lily tidak suka dengan sikap Rean.
Sekarang ini, Lily ditunjukkan sikap yang lain dari Rean, seseorang yang ternyata masih menjadi misteri pada Lily. Sepertinya Lily memang benar-benar tidak mengenali Rean sama sekali.
“Kenapa aku merasa kami menjadi sangat jauh? kenapa aku sama sekali tidak mengenali dirinya? dia bukan Rean yang kukenal, apakah dia memang semenyeramkan itu jika sedang serius?” gumam Lily terdiam.
Rean yang hangat dan penuh cinta yang tadi malam seperti hilang tak berbekas.
***
Di saat yang sama di dalam mobil,
Sesaat yang lalu, Rean yang membutuhkan alat komunikasi mampir ke sebuah toko terdekat dan membelikan ponsel tercepat yang ia dapat, dia memang mengingat nomor penting dari anggota utamanya, jadi dia bisa segera menghubungi mereka.
“Panggil semua anggota kita ke markas, kita akan mengadakan pertemuan darurat! panggil Sean untuk kembali hari ini juga!” perintah Rean pada anggotanya sembari ia menyetir menuju markas mereka.
“Baik Bos, saya akan memberikan pesan darurat pada mereka semua,” seru anggotanya itu sembari mengotak-atik komputernya mengirimkan pesan darurat pada semua anggota untuk berkumpul sekarang juga.