NovelToon NovelToon
Artis Masuk Kampung

Artis Masuk Kampung

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.4M
Nilai: 5
Nama Author: susi sartika

Gadis cantik bernama Clara Arabelle yang hanya mengantongi ijasah SMA, bukan karena tidak mampu untuk melanjutkan pendidikannya, melainkan kesibukannya di dunia entertainment.

Karena suatu hal, kedua orang tua Clara memutuskan untuk mendepaknya ke kampung halaman sang ibu di lahirkan.

Disanalah Clara bertemu dengan Reyhan dan Bastian yang akan terlibat di kehidupan Clara.

" Berarti kita gak pernah akan begitu-begituan dong? "

" Jangan harap! "

" Terus seumur hidup mas Babas mau jadi perjaka ting ting gitu? "

" Bukan urusanmu! "


Bagaimana kelanjutannya? ikuti kisah ini yak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bastian Alexander

Bastian Alexander anak tunggal dari sepasang suami-istri yakni Davon Alexander dan Giska Mustika. Sedari kecil, pria itu sudah bertekat menjadi seorang dokter ahli bedah. Di usianya yang ke Delapan tahun, ia harus merelakan kepergian kakek tercintanya karena penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya. Di tambah sahabat terbaiknya meninggal karena kegagalan saat operasi, membuat Bastian ingin sekali menjadi seorang dokter agar bisa membantu keluarga dan teman dekat nya.

Namun tanggung jawab yang ia pikul sangat lah berat. Selain menjalani profesinya sebagai dokter, Bastian harus ikut terjun membantu ayahnya untuk menjalankan perusahaan, karena hanya dia satu-satunya pewaris kekayaan keluarga Alexander.

Hingga umur yang sudah menginjak 31 tahun, Bastian belum pernah merasakan indahnya menjalin hubungan dengan lawan jenisnya.

Dulu, ia sempat menaruh rasa pada sahabatnya sendiri yang satu profesi dengannya sebagai seorang dokter. Kiara, gadis cantik dan pintar yang pernah mengisi hati seorang Bastian. Namun Bastian harus merelakan nya karena Kiara lebih memilih pria lain.

Menyesal! hanya itu yang Bastian rasakan saat itu, karena belum sempat mengakui perasaannya pada gadis itu.

Hidupnya terlalu lurus dan tidak berwarna. Bastian sehari-hari hanya berkutat dengan beberapa pasien di rumah sakit dan setumpuk dokumen ketika di perusahaan. Bahkan untuk tersenyum pun sangat jarang di lakukan pria itu.

Padahal tidak sedikit wanita yang ingin mendekatinya, sampai beberapa kali Davon menerima tawaran untuk menjodohkan putranya dengan putri dari teman bisnisnya. Namun, Bastian tidak berminat dan selalu menolaknya.

Bastian menghembuskan nafasnya kasar, menatap langit-langit kabin pesawat. Yah, Bastian saat ini tengah berada di dalam pesawat menuju ke Jerman untuk menggantikan Davon menghadiri undangan pernikahan dari investor terbesar di perusahaannya.

" Mas Babas.. " suara yang tak asing di pendengaran Bastian.

Bastian menghela, saat tau siapa pemilik suara itu meski tanpa menoleh, dan hanya dia seorang yang memanggilnya dengan sebutan itu.

" Mas Babas mau ke Jerman juga? " tanya Clara yang saat ini duduk di bangku dengan fasilitas first class, di samping Bastian.

" Sudah tau masih bertanya! " ketus Bastian yang selalu kesal bila berada di dekat Clara.

" Kesialan apa lagi yang akan menimpa ku! "

Clara mengerucutkan bibirnya saat Bastian terlihat tidak menyukainya. " Aku hanya bertanya! "

Perjalanan menuju Berlin membutuhkan waktu kurang lebih 18 jam lamanya dengan beberapa kali transit. Bastian seperti tidak mengenal orang yang duduk di sampingnya dengan jarak yang cukup dekat untuk mengobrol. Bahkan, Bastian tidak ragu untuk menutup pembatas agar tidak terganggu oleh Clara.

Setibanya di Bandara Internasional Flughafen Berlin. Dengan menggunakan taxi, Clara menuju Wilde Aparthotels di mana Arsenino tinggal selama ia menetap di Jerman. Apartemen yang terbilang cukup mewah bagi seorang bujangan seperti Arsenino.

Sedangkan tujuan Bastian berbeda dengan Clara. Mereka berpisah begitu saja setelah turun dari pesawat. Tidak ada sapa menyapa di antara keduanya. Lebih tepatnya, Bastian sangat enggan menyapa atau berurusan dengan gadis itu. Clara tidak mau ambil pusing, bukan masalah bagi Clara jika ia tidak mengenal dekat pria itu.

Kedatangan Clara ke Jerman sama sekali tidak di ketahui oleh sang adik, karena Adrian dan Elsa memang tidak memberitahu jika Clara akan tiba hari ini.

Setelah sampai di depan pintu apartemen Arsenino, berulang kali Clara memencet belum tapi tak kunjung terbuka.

" Apa dia lagi pergi? " gumam Clara. Lima belas menit, Clara masih menunggu di depan pintu. Sampai akhirnya pintu itu terbuka oleh seorang wanita asing, dan di belakang wanita itu munculah Arsenino dengan rambut yang masih basah. Terihat jelas jika mereka berdua baru saja selesai mandi.

Clara membulatkan matanya tak percaya, " Arsen!!! " seru Clara.

" Kaka! "

Plak.. plak.. plak.. Clara memukul bahu serta kepala adiknya itu. Clara bukan gadis polos yang tidak mengerti dengan situasi yang ada di depannya. Wanita dan pria dewasa dalam satu ruangan apa lagi yang mereka lakukan? jika bukan melakukan hal-hal erotis!

" Aw.. aw.. sakit kak! " Arsen mencoba menghindari pukulan Clara.

" Sialan! ini alasannya, lu gak mau pulang ke Indonesia! biar bisa bebas! hah! " Clara.

Melihat keributan yang terjadi antara kaka dan adik membuatmu teman wanita Arsen pergi begitu saja.

" Kaka kenapa dateng gak bilang- bilang? " tanya Arsen.

" Kenapa emang? kalo gue bilang gak bakal mergokin lu lagi mesum! " seru Clara.

" Hehe.. " cengir Arsenino sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Clara menyeret kopernya lalu masuk ke dalam dan duduk di sofa.

" Cih! " Clara berdecak kesal saat melihat ranjang Arsenino seperti kapal pecah, sangat jelas sudah terjadi hal yang menjijikan di tempat itu beberapa jam bahkan menit yang lalu.

" Menyebalkan sekali! " gerutu Clara. Dalam hati, gadis itu sangat iri dengan Arsenino yang lebih muda darinya, namun sudah merasakan betapa nikmatnya surga dunia terlebih dahulu. Sedangkan dirinya sama sekali belum merasakan.

" Aku harus cepet nikah ama Reyhan! "

Arsenino mempunyai wajah yang sangat mirip dengan ayahnya - Adrian. Memang, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Arsenino mempunyai jiwa muda yang membara, sang petualangan wanita. Karena itu, meski pemuda itu sudah selesai menempuh pendidikan beberapa bulan yang lalu, tapi ia enggan untuk pulang ke Indonesia. Karena disini, dia mendapatkan kebebasannya.

*

*

*

...Jangan lupa berikan dukungan kalian....

...Like. komen. vote....

...Bye.. bye.....

1
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rika
bagus
ayu cantik
suka
Dwi Ratnaningsih
AQ ngakak sama kelakuan Clara 🤣🤣🤣
Indri wahyuningtyas
dedek bayi nanti kalau udah keluar getok aja kepala mamamu yg somplak itu, bisa2nya mengkambing hitamkan kamu, padahal dia yg mau 🤣🤣🤣🤣
Indri wahyuningtyas
astaga kenapa milih cepet nikah nya ternyata ada udang di balik bakwan nih 🤣🤣🤣
Rizka Susanto
bibit2 pelakor mulai bertebaran😥
Safa Almira
zuka
Rizka Susanto
ralat Jes....bukan menghancurkan 🤪
Dewi Yanti
aduh smp pegel ini pipi gr" ketawa 🤣🤣
Rin15
🤣🤣🤣🤣
Rin15
claraaa😂😂😂
Esti
suka
pipi gemoy
👍🙏🌹
vote ✌️
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂
Clara noh👍👍👍👍👍👍
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂
Clara di lawan 👍🌹
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🌹
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nga pernah bosan baca berulang kali 🤣
Mebang Huyang M
astaga oma /Facepalm/ apa oma da ileran liat yg lagi mesra2an. ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!