Naura memilih menikah muda, tetapi pernikahannya tidak bertahan lebih dari 2 tahun, ketika suaminya mengalami koma dirumah sakit, keluarga suaminya memaksa Naura untuk menanda tangani surat perceraian mereka. Setelah bercerai Naura baru mengetahui jika di sedang hamil.
Bagaimana Naura membesarkan anaknya?
Apakah mantan suaminya akan mencari anak dan istrinya?
Atau Naura akan menerima pria baru dalam hidupnya dan menjadikan pria itu papa baru dari anaknya!
Mari baca cerita ku ya teman-teman.
Terima Kasih
🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Dirumah Kenzie
Kenzie pulang dengan suasana hati tidak baik, dia melepaskan jasnya dengan kasar, membuangnya ke sofa yang berada didepan matanya. Kemudian duduk secara kasar. Kenzie sendiri merasa resah setelah pulang dari sekolah Evano.
"Aku ini kenapa sih!" batin Kenzie sambil meremas rambutnya dengan kuat.
"Siapa dia, mengapa bagian sini terasa sakit jika melihat hal yang berhubungan dengan Naura, apa lagi tadi dengan anaknya, aku merasa sangat rindu sekali dengan anak itu!" gumam Kenzie pada dirinya sendiri.
Kenzie seperti mencari tau secarik serpihan kecil yang hilang, tapi didalam pikirannya dia benar-benar tidak menemukan apa-apa disana. Yang dia rasa saat ini hanya jantung dan hatinya yang terlalu mengrespon segala hal yang berhubungan dengan Naura dan Evano. Tapi Kenzie menyadari jika perasaan dia lebih kuat ke Evano. Lamunan Kenzie pun kemana-kemana.
"Bisa gila aku begini" batin Kenzie.
Prok! Prok! Prok! Suara tepuk tangan dari belakang Kenzie.
"Bagus ya, seharian enggak dikantor ternyata pergi dengan karyawannya sendiri, si janda itu lagi!" ucap Danita yang sepertinya menunjukan sebuah kekesalannya kepada Kenzie.
"Apa yang kau bicarakan!" tanya Kenzie dengan menatap tajam ke arah Danita.
Kenzie tidak suka jika Danita berkata sembarangan.
"Suami yang tidak perduli dengan perasaan istrinya, bisa-bisanya menghadiri acara disekolah anak karyawannya, dengan janda lagi!" ucap Danita dengan ketus.
"Aku tidak berbuat macam-macam, aku hanya mengantar Naura pas aku mau keluar dan dia izin dari kantor dengan kondisi motor dia yang tidak menyalah, aku tawarkan untuk mengantar!" jelas Kenzie.
"Apa salahnya menolong orang?" tanya Kenzie dengan nada di tekan.
"Itu tidak salah, tapi yang salah mengapa kau sampai harus ikut menonton acara anaknya, berdekatan dengan si janda itu?"
"Aku hanya tertarik untuk masuk, disana taman kanak-kanak, kau tau aku sangat menyukai anak-anak, aku hanya menyaksikan mereka manggung dan mengikuti kemana arah hatiku berjalan!" Kenzie menatap istrinya dengan tajam.
Jika Danita sudah mendengar Kenzie membawa kata-kata anak, Danita akan mulai melemah melawan Kenzie.
"Lagi pula apa urusan mu, aku tidak melakukan hal yang buruk dibelakang mu!"
"Tapi kata teman ku, kau terlihat mesra dengan wanita itu!" Terdengar suara Danita yang sudah sekasar tadi.
"Naura maksud kau?"
"Siapa lagi" cetus Danita.
"Kau dapat berita dari mana sih, kecurigaan mu itu sangat tidak tepat?" ketusKenzie yang sangat heran dengan istrinya percaya omongan dari luar tanpa melihat dan mendengar apa yang sebenarnya terjadi.
"Tidak perlu kau tau itu" jawab Danita.
"Lain kali selidiki dengan pasti, tidak semua yang orang lain ceritakan itu benar dan ku harap kau jaga sikap mu sebagai seorang istri direktur!"
Danita hanya dapat terdiam, dia memang saat ini lebih percaya omongan temannya dari pada suaminya sendiri.
"Sudah lah Danita, kau jangan berpikiran macam-macam, jangan sampai pikiran mu merusak diri mu sendiri, jangan sampai apa yang kau pikirkan juga menjadi kenyataan jika itu hal buruk, jika hal baik yang menjadi kenyataan itu akan bagus!" ucap Kenzie yang sudah malas untuk berdebat lebih jauh dengan istrinya.
Danita hanya terdiam, kemudian membalikan badannya menghadap arah dia datang menemui Kenzie.
Danita menghentakkan kakinya kemudian berjalan menuju kamarnya dengan langkah yang kasar dan cepat.
"Begitu saja terus" batin Kenzie melihat Danita yang jika sudah menyerah melawannya, memutuskan pergi tanpa suara.
Kenzie bukan tidak menyayangi istrinya, hanya saja selama ini dia tidak suka sikap istrinya yang buruk ini, tidak selembut Naura, Danita lebih menujukan sikapnya yang kelas tinggi. Walau awal pernikahannya dengan sang istri hanya karena permintaan orang tuanya, dia sudah berusaha untuk memberikan hatinya kepada wanita ini, tetapi tetap tidak bisa sepenuh hati, bahkan lebih ke saat ini.
🤔🤔
👍❤
sambil marathon